Saturday, December 13, 2014

Tips Berkendara Aman di Musim Hujan

Tips Berkendara Aman di Musim Hujan Jakarta - Saat ini Indonesia telah memasuki musim hujan. Intensitas hujan yang semakin tinggi menimbulkan tantangan tersendiri bagi pengendara mobil seperti jalanan licin, genangan air, jarak pandang yang berkurang hingga tantangan tak terduga lainnya. Misalnya saja, pohon tumbang, jalan berlubang dan banjir yang membuat jalan tersendat.

Pengendara mobil harus pintar menyesuaikan cara mengemudi dengan kondisi jalan terguyur hujan dan terus waspada. Jika tidak bukan tidak mungkin pengendara celaka. Nah, agar tetap aman berkendara di musim hujan, Chevrolet Indonesia memberikan tips sebagai berikut:

1.Tingkatkan Kewaspadaan dan Cek Kondisi Kendaraan

Hujan deras yang mengguyur seringkali membuatjarak pandang semakin minim. Selain cahaya minim, biasanya hujan deras menimbulkan kabut. Pastikan lampu kabut pada kendaraan berfungsi dengan baik. Begitu juga dengan wiper. Wiper yang aus tidak akan mampu menyapu guyuran air hujan pada kaca depan mobil secara maksimal. Jangan aktifkan lampu hazard kecuali kendaraan mengalami hambatan yang harus dihindari.

2. Periksa Tekanan dan Alur Ban

Tekanan dan alur ban mobil yang prima dapat membantu menghindari mobil tergelincir di jalanan basah. Pastikan tekanan ban cukup. Tekanan ban yang terlalu keras akan mengurangi daya cengkeram terhadap permukaan jalan. Sementara tekanan ban yang kurang dapat memperbesar resiko slip.

3. Jangan Fungsikan Cruise Control di Jalan Basah
Halaman 1 2 3 »

(adv/adv)

Tips Berkendara Aman di Musim Hujan

Tips Berkendara Aman di Musim Hujan Jakarta - Saat ini Indonesia telah memasuki musim hujan. Intensitas hujan yang semakin tinggi menimbulkan tantangan tersendiri bagi pengendara mobil seperti jalanan licin, genangan air, jarak pandang yang berkurang hingga tantangan tak terduga lainnya. Misalnya saja, pohon tumbang, jalan berlubang dan banjir yang membuat jalan tersendat.

Pengendara mobil harus pintar menyesuaikan cara mengemudi dengan kondisi jalan terguyur hujan dan terus waspada. Jika tidak bukan tidak mungkin pengendara celaka. Nah, agar tetap aman berkendara di musim hujan, Chevrolet Indonesia memberikan tips sebagai berikut:

1.Tingkatkan Kewaspadaan dan Cek Kondisi Kendaraan

Hujan deras yang mengguyur seringkali membuatjarak pandang semakin minim. Selain cahaya minim, biasanya hujan deras menimbulkan kabut. Pastikan lampu kabut pada kendaraan berfungsi dengan baik. Begitu juga dengan wiper. Wiper yang aus tidak akan mampu menyapu guyuran air hujan pada kaca depan mobil secara maksimal. Jangan aktifkan lampu hazard kecuali kendaraan mengalami hambatan yang harus dihindari.

2. Periksa Tekanan dan Alur Ban

Tekanan dan alur ban mobil yang prima dapat membantu menghindari mobil tergelincir di jalanan basah. Pastikan tekanan ban cukup. Tekanan ban yang terlalu keras akan mengurangi daya cengkeram terhadap permukaan jalan. Sementara tekanan ban yang kurang dapat memperbesar resiko slip.

3. Jangan Fungsikan Cruise Control di Jalan Basah
Halaman 1 2 3 »

(adv/adv)

Berjalan Sejauh 840 Km, Mio Blue Core Cuma 'Minum' 13,6 Liter BBM

Berjalan Sejauh 840 Km, Mio Blue Core Cuma Jakarta - Yamaha Indonesia menguji ketangguhan dan keiritan dari skutik terbarunya, Mio M3 125. Skutik pertama Yamaha yang menggendong teknologi Blue Core ini diuji dengan mesin selalu menyala selama 705 jam penuh. Bagaimana hasilnya?

Dalam pengujian itu, mesin dijalankan dengan putaran 4.500 RPM (setara dengan kecepatan rata-rata 35 km/jam) di atas spot dyno test. Dengan menerapkan running dynotest, roda belakang bisa berputar layaknya berkendara seperti biasa.

Selama bergulir di atas alat dynotest, skutik itu ditahan dengan tali (tie down) yang memiliki beban. Tali itu dianalogikan sebagai beban si pengendara yang setara dengan 60 kg. Dengan kecepatan rata-rata 35 km/jam selama 705 jam, Mio M3 125 yang diuji ini sama dengan menempuh jarak 24.675 km.

Menurut Asisten GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Mohammad Masykur, kecepatan 35 km/jam diterapkan sebagai asumsi kecepatan rata-rata berkendara sehari-hari. Kondisi jalan sehari-hari dengan kecepatan yang tidak stabil menghasilkan rata-rata 35 km/jam.

"AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia) dan Pertamina dengan bantuan lab ITB (Institut Teknologi Bandung) pernah melakukan pengujian (kecepatan rata-rata). Hasil pengujian rata-rata 35 km/jam. Makanya kami menggunakan kecepatan rata-rata itu," ujar Masykur.

Yamaha mengklaim, dalam sehari pengujian skutik ini menempuh jarak 840 km. Bahan bakar yang diisi pun cukup 13,6 liter per hari. Bahan bakar itu dimasukkan ke dalam tangki berkapasitas 4,2 liter secara penuh selama empat kali dengan perkiraan sisa bahan bakar 0,8 liter.

Dengan begitu, konsumsi bahan bakar Mio M3 125 yang dihasilkan dalam pengujian ini terhitung 61,76 km. Angka itu didapat dari jarak tempuh per hari (840 km) dibagi konsumsi bahan bakar per hari (13,6 liter).

"Uji ketahanan ini adalah pembuktian keunggulan teknologi DiAsil Cylinder dan Forged Piston pada New Mio M3 125. Dan juga iritnya motor ini. Yamaha membuktikan keandalannya, yang merupakan salah satu keunggulan teknologi Blue Core yang ada pada Mio M3," pungkasnya.


(rgr/ady)

Buruan, Kawasaki Ninja Terganas Cuma Ada 20 Unit di Indonesia

Buruan, Kawasaki Ninja Terganas Cuma Ada 20 Unit di Indonesia Jakarta - PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) sudah membuka daftar pemesanan untuk Ninja H2. Monster Kawasaki yang dibanderol Rp 580.000.000 on the road (OTR) itu jatahnya tidak banyak untuk Indonesia. Jadi, Anda yang kepincut harus segera meminangnya.

Menurut Assistant General Manager, Marketing Division, PT Kawasaki Motor Indonesia, Yusuke Shimada, jatah Ninja H2 untuk pasar roda 2 nasional hanya tersedia 20 unit. Ia juga belum tahu jika permintaanya membeludak, kuota itu bisa ditambah atau tidak.

"Sejauh ini ketika saya berdiskusi dengan prinsipal, kuota untuk Ninja H2 hanya 20 unit saja," ungkap Shimada saat dihubungi detikOto, Sabtu (13/12/2014).

Lanjut Shimada, untuk konsumen yang tertarik membeli Ninja H2 sudah bisa memesannya di seluruh jaringan diler Kawasaki di Indonesia. Konsumen hanya diminta untuk menyimpan uang tanda jadi sebesar Rp 50.000.000.

"Nantinya yang sudah memesan, motor akan mulai kita kirim pada Maret 2015 mendatang," lugasnya.

Tak hanya itu, Shimada juga menjelaskan, Kawasaki Ninja H2 yang dijual di Indonesia akan dikirim langsung (CBU) dari Jepang.


(ady/ddn)

7 Kebiasaan Berbahaya yang Sering Dilakukan Ketika Mengemudi

7 Kebiasaan Berbahaya yang Sering Dilakukan Ketika Mengemudi Jakarta - Ketika berada di kursi pengemudi mobil, Anda menempatkan diri pada situasi yang berbahaya, bahkan bisa antara hidup dan mati. Mengemudi membutuhkan konsentrasi yang penuh tanpa terganggu oleh hal lain.

Ada tiga jenis gangguan yang terjadi ketika mengemudi, yakni visual, manual, dan kognitif.

Gangguan visual adalah ketika pengemudi tidak melihat ke arah mobil melaju. Gangguan manual adalah ketika salah satu tangan Anda lepas dari setir, dan gangguan kognitif adalah ketika pikiran Anda keluar dari tugasnya untuk mengemudi.

Jika pengemudi mengalami salah satu gangguan tersebut, perjalanan pun menjadi berbahaya. Akan lebih berbahaya lagi bila ketiga gangguan tersebut datang secara bersamaan. Berikut ini adalah tujuh jenis kebiasaan berbahaya yang dilakukan pengemudi yang dapat mengalihkan perhatian mengemudi.

'Musik Juga Bisa Mengganggu Konsentrasi Nyetir'

 Bandung - Anda sering mendengarkan musik saat sedang nyetir? Hati-hati karena mendengarkan musik bisa membuat perhatian Anda teralihkan saat menyetir, atau istilah kerennya distraksi.

Menurut Agatha N. Ardhiati psikolog yang juga merupaan dosen Unika Atma Jaya 88 persen pengendara selalu mendengarkan musik di dalam kendaraan, sementara sisanya kadang atau tidak mendengarkan musik.

"Faktor-faktor distraksi adalah apa yang kita lihat, dengar, cium/hirup, rasakan, pikirkan. Sebenarnya walaupun lewat indera pendengaran, tetapi lewat musik kita bisa memunculkan emosi, perasaan tertentu, dan itu yang membuat jadi distraksi saat nyetir," ujarnya dalam Fun Rally and Coaching Clinic Avanza Pop You Up di Saka Bistro, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (13/12/2014).

Alasan kedua musik bisa jadi distraksi saat menyetir adalah kita bisa tiba-tiba jadi mengkhayal, memikirkan pengalaman masa lalu.

"Jadi bukan hanya musiknya saja, tetapi efeknya bisa memunculkan emosi/perasaan tertentu," ujar psikolog yang wara-wiri di online lewat @mbakdos ini.

Jadi bagaimana mendengarkan musik yang benar dalam mobil? Dia menyarankan pengguna kendaraan memilih lagu-lagu atau membuat playlist yang bisa menjaga emosi.

"Kalau lagi galau, jangan setel lagu-lagu galau, diganti ama yang senang. Pilih musik yang sesuai yang bisa berfungsi menjaga perasaan, kalau tadi senang tetep senang," ujarnya.
Halaman 1 2 »

(ddn/ady)

Toyota: Baru Kali Ini Efek Kenaikan BBM Tidak Ngaruh

Toyota: Baru Kali Ini Efek Kenaikan BBM Tidak NgaruhBandung - Kenaikan harga BBM subsidi di bulan November ternyata tidak terlalu berpengaruh. Setidaknya itu yang terjadi bagi Toyota di Jawa Barat.

"Kenaikan BBM enggak pengaruh, justru malah November ini penjualan mobil di Jawa Barat paling tinggi dalam setahun," ujar Operation Manager Jabar Auto2000 Ardian Nur di sela-sela Fun Rally and Coaching Clinic, Avanza Pop You Up di Saka Bistro, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (13/12/2014).

Menurut dia, penjualan mobil Toyota di Jawa Barat mencapai 3.700 unit, sebelumnya di bulan Oktober mencapai 3.250 unit.

"Itu pas kenaikan BBM, barang-barang sudah naik duluan, jadi kenaikan BBM tidak terpengaruh," ujar dia.

Bahkan dalam 10 hari di bulan Desember ini, angka pemesanan kendaraan sudah meningkat 50 persen dibanding periode yang sama di bulan November.

Faktor lainnya, yang bisa jadi meningkatkan angka penjualan mobil adalah faktor adanya pembagian bonus akhir tahun bagi karyawan. "Makanya mereka bisa beli mobil di akhir tahun," ujarnya.


(ddn/ady)