Thursday, February 11, 2016

Kerugian Tidak Mengurus Surat Tilang

Kerugian Tidak Mengurus Surat TilangJakarta - Ditlantas Polda Metro Jaya terhitung Januari 2016, telah melakukan beberapa pemblokiran terhadap barang bukti yang ditilang. Hal itu dilakukan lantaran banyak pemilik kendaraan yang memilih untuk menunda untuk mengurus kendaraan yang telah ditilang.

Menurut AKBP Budiyanto, Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, seperti dilansir Divisi Humas Mabes Polri, menyatakan, pihaknya telah memblokir sebanyak 12.449 unit sepeda motor dalam kasus tindak pidana pelanggaran lalu lintas dan angkutan jalan.

Permasalahan ini bisa menyebabkan masalah pelanggaran hukum baru. Sebab, banyak yang menggunakan modus untuk membuat laporan polisi palsu untuk segera memproses STNK serta SIM baru dengan alasan hilang.

Untuk itu, AKBP Budiyanto mengimbau masyarakat yang mengalami pemblokiran surat-surat kendaraan untuk segera diselesaikan terlebih dahulu di Kejaksaan. Masyarakat yang terkena pemblokiran sangat tidak dianjurkan untuk membuat STNK atau SIM baru karena akan mempersulit pihak kepolisian nantinya.

Setelah itu, bisa mengajukan permohonan buka blokir kepada pihak Kepolisian, dengan melampirkan beberapa persyaratan. Antara lain: kwitansi pembayaran denda dari Kejaksaan, bukti STNK, bukti cek fisik yang telah dilegalisir dan KTP.

Sebenarnya, akan lebih baik lagi jika segera mengurus surat yang terkena pemblokiran agar tidak tertunda lama di Kejaksaan. Latar belakang diberlakukannya tindakan ini karena masih banyak berkas tilang yang sudah divonis, namun belum juga diambil oleh pelanggar.

Lebih jauh, surat tilang warna biru belum bisa diserahkan ke Pengadilan Negeri karena pelanggar belum memenuhi kewajiban titip uang denda ke Bank yang telah ditunjuk.

Berdasarkan data berkas tilang yang sudah mendapatkan vonis, tetapi barang bukti belum diambil pelanggar pada tahun 2014 sebanyak 385.768 buah.

Hal yang sama juga berlaku pada berkas tilang dengan menggunakan surat tilang berwarna biru. Kasus tilang dengan surat berwarna biru juga banyak yang belum dibayar. Contohnya dari Polres Bandara Soekarno Hatta belum terkirim ke PN (Pengadilan Negeri) sebanyak 251 berkas. Alasannya, sudah tentu para pelanggar belum menitipkan denda tilang ke bank.
(lth/ddn)

Impresi Singkat Mengendarai New Hyundai Santa Fe 2016 Edition

Impresi Singkat Mengendarai New Hyundai Santa Fe 2016 Edition Bekasi - Hyundai Mobil Indonesia (HMI) akan meluncurkan New Santa Fe 2016 Edition pekan depan, tepatnya 18 Februari 2016. Sebelum diluncurkan, detikOto mendapat kesempatan untuk menjajal New Santa Fe pertama kali.

Pihak HMI memberikan kesempatan kepada detikOto dan beberapa media otomotif lain untuk melihat langsung tampilan New Santa Fe 2016 Edition. Ada beberapa pembaruan pada Santa Fe ini baik eksterior, interior maupun fiturnya.

Impresi pertama yang dirasakan detikOto ketika mengendarai Santa Fe 2016 Edition di sekitar pabrik perakitan Hyundai di Pondok Ungu, Bekasi. Bagaimana rasanya? Simak ulasannya berikut.

Begini Cara Induk Perusahaan Mercy Penuhi Standar Emisi

Begini Cara Induk Perusahaan Mercy Penuhi Standar EmisiStuttgart - Induk perusahaan Mercedes-Benz, Daimler AG, dikabarkan akan menggelontorkan dana 2,6 miliar euro atau sekitar Rp 39,8 triliun untuk mengembangkan mesin diesel generasi terbaru. Langkah itu ditempuh untuk memenuhi standar emisi gas buang yang baru.

Seperti dilaporkan Reuters, Jumat (12/2/2016), investasi sebesar itu akan digelontorkan secara bertahap mulai tahun ini hingga 2019 mendatang. "Kami akan menghabiskan dana sebesar itu untuk pengembangan mesin sekaligus menambah kapasitas produksi di pabrik," papar Bernhard Hell, Wakil Presiden Pengembangan Mesin Daimler AG.

Dia menyebut, pihaknya akan memperkenalkan pengurangan katalis selektif (SCR) di bagian depa n mobil berpenggerak roda depan yang berukuran lebih kecil mulai 2019 mendatang. Peranti tersebut dimaksudkan untuk menggantikan sistem penyerap oksida dalam sistem pembuangan gas buang hasil pembakaran.

Saat ini, perangkat SCR hanya digunakan di mobil Mercedes-Benz yang berukuran besar. Di model-model kategori tersebut telah diimbuhi sistem injeksi AdBlue.
(arf/rgr)

Lamborghini Matador Penerus Aventador?

Lamborghini Matador Penerus Aventador?Jakarta - Sebuah desain rendering menampilkan bentuk tubuh Lamborghini Matador. Kabarnya, model anyar Lamborghini itu merupakan penerus Lamborghini Aventador.

Seperti dilansir Carscoops, Jumat (12/2/2016), mobil ini dinamai Matador. Rendering ini didesain oleh desainer dari Swiss, Timon Sager.

Tampilan supercar hasil rendering ini cukup futuristik. Bagian depan mengingatkan kita pada Lamborghini Huracan bersama dengan atap yang terbuat dari kaca. Canggihnya lagi, kaca spion konvensional diganti dengan kamera.

Namun, ini baru menjadi desain rendering. Lamborghini belum mengonfirmasi kelahiran penerus Aventador ini.

Saat ini, Lamborghini baru mengkonfirmasi kelahiran SUV perdananya yaitu Lamb orghini Urus. Diperkirakan SUV itu akan dilahirkan pada 2018.


(rgr/arf)

Porsche Cayenne Terbaru Mulai Diuji

Porsche Cayenne Terbaru Mulai DiujiStuttgart - Porsche akhirnya mulai menguji Cayenne terbaru untuk pertama kalinya. Dengan ditutupi kamuflase berkelir hitam di seluruh tubuhnya, Porsche tetap tidak bisa menutupi tampilan baru Cayenne ini.

Dilansir Worldcarfans, Jumat (12/2/2016), Porsche Cayenne dikatakan akan memiliki platform yang sama seperti Audi Q7 dan Bentley Bentayga.

Otomatis Porsche Cayenne akan lebih lebih ringan, berkat material platform yang terbuat dari alumunium dan baja terbaik. Bahkan diprediksi Cayenne akan pangkas bobot tubuhnya hingga 220 pounds.

Porsche masih enggan membocorkan mesin apa yang bakal ditawarkan. Namun diprediksi, Cayenne akan mengusung mesin 6 atau 8 silinder sebagai pilihannya. Serta ti dak menutup kemungkinan akan menawarkan mesin V6 2.9 liter, V8 4.0 liter dan tentunya pilihan hybrid dengan menggendong mesin V6 3.0 liter.

Sayangnya, saat spy shoot ini diambil, sang fotografer tidak bisa mendapat gambar interior secara jelas. Akan tetapi perubahan disinyalir bakal terlihat pada steering wheel, instrument cluster dan center console.

Model ini akan resmi diperkenalkan pada 2018.
(lth/rgr)

Diduga Airbag Bermasalah, Daimler Akan Tarik 705.000 Mercedes

Diduga Airbag Bermasalah,  Daimler Akan Tarik 705.000 MercedesWashington - Daimler AG--induk perusahaan Mercedes-Benz--dikabarkan akan menarik 840.000 unit kendaraan di Amerika Serikat. Meski tak disebut model yang akan ditarik dan masalah yang ada di mobil, namun mobil itu disebutkan terdiri dari 705.000 Mercedes-Benz dan 136.000 van buatan Daimler.

Seperti dilaporkan Autoevolution, Jumat (12/2/2016), Daimler juga belum memerinci permasalahan dan komponen yang akan diperiksa di mobil yang akan ditariknya. Namun, bisa diduga, penarikan itu merupakan bagian dari program kampanye pengecekan komponen airbag.

Pabrikan asal Jerman itu dikabarkan juga siap menggelontorkan dana senilai US$ 382 juta atau sekitar Rp 5,27 triliun unt uk perbaikan mobil yang masuk dalam daftar penarikan itu. Sejumlah kalangan menduga kampanye itu merupakan bagian dari program penggantian inflator airbag Takata yang digunakan di mobil yang masuk dalam daftar penarikan.

Sebelumnya memang santer diberitakan, penarikan mobil terkait airbag Takata yang bermasalah terus meluas dan melibatkan berbagai merek. Merek yang masuk dalam daftar terkena dampak airbag Takata antara lain Mercedes-Benz.

Perluasan cakupan penarikan itu dilakukan menyusul kematian seorang pengemudi mobil Ford Ranger. Mobil yang dilengkapi airbag Takata itu meledak dan serpihan komponen inflatornya menyebar mengenai tubuh pengemudi malang itu, yang berujung kematian.
(arf/rgr)

Yamaha Raup Rp 122,9 Triliun dari Jualan Motor

Yamaha Raup Rp 122,9 Triliun dari Jualan MotorIwata - Sepanjang tahun fiskal yang berakhir Desember lalu, Yamaha masih bisa tersenyum lebar. Yamaha membukukan penjualan bersih Rp 122,5 triliun dari penjualan motor.

Itu bukan di Indonesia saja, melainkan data dari seluruh dunia. Yamaha menyebutkan total penjualan bersih bisnis motor mereka mencapai 1.016 miliar yen (Rp 122,9 triliun) naik hampir 4 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba operasi juga naik hampir 40 persen menjadi 31,9 miliar yen (Rp 3 triliun) dibanding periode sebelumnya.

Penjualan motor Yamaha naik signifikan di negara berkembang seperti Amerika Utara, Eropa dan Jepang. Di kawasan ini, penjualan moge Yamaha naik di kala skuter tu run.

"Penjualan di negara berkembang seperti Vietnam, Filipina, dan Taiwan naik, tapi turun di Indonesia, Brasil dan China," tulis Yamaha.

Yamaha mendapatkan angka penjualan yang bagus untuk produk seperti MT Series yang bisa mengatrol lemahnya penjualan motor jenis lain.


(ddn/ddn)

Yamaha Untung Rp 122,9 Triliun dari Jualan Motor

Yamaha Untung Rp 122,9 Triliun dari Jualan MotorIwata - Sepanjang tahun fiskal yang berakhir Desember lalu, Yamaha masih bisa tersenyum lebar. Yamaha masih untung Rp 122,5 triliun dari penjualan motor.

Itu bukan di Indonesia saja, melainkan data dari seluruh dunia. Yamaha menyebutkan total penjualan bersih bisnis motor mereka mencapai 1.016 miliar yen (Rp 122,9 triliun) naik hampir 4 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba operasi juga naik hampir 40 persen menjadi 31,9 miliar yen (Rp 3 triliun) dibanding periode sebelumnya.

Penjualan motor Yamaha naik signifikan di negara berkembang seperti Amerika Utara, Eropa dan Jepang. Di kawasan ini, penjualan moge Yamaha naik di kala skuter turun.

"Penjualan di negara berkembang seperti Vietnam, Filipina, dan Taiwan naik, tapi turun di Indonesia, Brasil dan China," tulis Yamaha.

Yamaha mendapatkan angka penjualan yang bagus untuk produk seperti MT Series yang bisa mengatrol lemahnya penjualan motor jenis lain.


(ddn/ddn)

Nusantara Bakal Jadi Importir Mobil Ford?

Nusantara Bakal Jadi Importir Mobil Ford?Jakarta - Ford Motor Indonesia (FMI) memutuskan untuk menghentikan kegiatan operasionalnya di Indonesia. Ada indikasi bahwa salah satu diler Ford terbesar di Indonesia, Nusantara Ford yang akan menjadi importir mobil Ford. Benarkah?

General Manager, Service & Part Nusantara Ford Reddi Ridwan belum bisa memastikan soal indikasi itu. Saat ini, pihaknya masih menunggu keputusan yang diambil dari FMI.

"Saya belum bisa mengeluarkan statement itu, menuju ke sana (menjadi importir Ford) juga kita belum tahu. Intinya kita masih menunggu keputusan FMI akan seperti apa. Kalau bicara menjual, ya kita akan menjual. Kalau FMI mengeluarkan keputusan apa, tentunya kalau bisa kita jalani ya kit a jalani. Jadi ya wait and see dulu," ujar Reddi kepada detikOto, Kamis (11/2/2016).

Reddi membenarkan, peminat mobil Ford di Indonesia tidak sedikit. Artinya, Ford masih punya kesempatan di Indonesia.

"Menurut saya pribadi, Ford itu sudah terlanjur punya market tersendiri. Sayang kalau harus dibiarkan begitu saja. Setelah kita tunggu dari FMI seperti apa, nantinya akan kita rilis keputusannya seperti apa. Tapi untuk saat ini kami masih menunggu keputusan FMI dulu. Karena kan kita jadi diler mereka," ucap Reddi.

Dia menegaskan, fokus Nusantara Ford saat ini adalah menjaga kepercayaan konsumen terkait layanan purna jualnya. Apalagi setelah adanya keputusan FMI untuk cabut dari pasar otomotif Indonesia.

"Yang kita fokus saat ini adalah supaya customer yang sudah ada kita jaga. Mereka (konsumen) punya faktor keamanan bahwa mobilnya sudah jalan lalu sparepartnya bagaimana, itu yang kita jamin," ujarnya.
(rgr/ddn)

Tips Menjaga Kesehatan Mata untuk Bikers

Tips Menjaga Kesehatan Mata untuk BikersJakarta - Otolovers yang sehari-hari menggunakan sepeda motor untuk beraktivitas, penting untuk memerhatikan kesehatan mata. Apalagi saat mengendarai motor, debu dan kotoran-kotoran dari udara kerap menghinggapi mata yang dapat mengganggu penglihatan.

Dokter spesialis mata, dr Setiyo Budi Riyanto, SpM mengatakan bahwa penglihatan biker atau pengendara motor sangatlah penting dijaga agar berkendara tetap aman dan nyaman. Ia pun memberikan sejumlah tips agar penglihatan pemotor tetap terjaga ditengah semburan debu di jalanan.

"Bikers itu yang namanya naik motor bagaimana supaya aman, penglihatan harus bagus. Pertama, dijaga kalau ada gangguan kacamata harus pakai kacamata atau cont act lens atau di-lasik supaya penglihatan tetap jelas," jelas dr Setiyo Budi kepada detikOto.

Bagi pemotor yang berkendara di siang hari, dr Setiyo menyarankan agar menggunakan kacamata yang dapat melindungi mata dari paparan sinar ultraviolet matahari. Selain sinar ultraviolet, kacamata juga dapat melindungi pemotor dari terpaan angin dan debu jalanan.

"Kalau riding biasanya kan siang hari dan ada sinar ultraviolet, pakai sunglass yang UV Protection-nya bagus. Selain melindungi mata dari sinar ultraviolet matahari, itu juga melindungi kena angin dan debu," paparnya.


(nkn/ddn)

Diler: Pengguna Ford Banyak, Harus Disiapkan Layanan Purna Jualnya

Diler: Pengguna Ford Banyak, Harus Disiapkan Layanan Purna JualnyaJakarta - Nusantara Ford, sebagai salah satu diler Ford terbesar di Indonesia optimistis bahwa pengguna Ford masih banyak. Karenanya, layanan purna jual pasti dibutuhkan.

Hal tersebut disampaikan oleh General Manager, Service & Part Nusantara Ford Reddi Ridwan. Dia menyebut, pengguna Ford tidak sedikit yang membutuhkan layanan purna jual.

"Kan kita (Nusantara Ford) berdiri dari tahun 2003. Sudah pasti ribuan unit. Tentunya kita melihat itu pasar yang besar dan tentunya kita harus siapin after sales-nya kan," kata Reddi kepada detikOto melalui sambungan telepon, Kamis (11/2/2016).

Salah satu bentuk layanan purna jual yang dijamin Nusantara Ford a dalah dengan meluncurkan Service Program yang meliputi Hotline Service, Home & Towing Service, Jaminan Suku Cadang serta Kemudahan Pembayaran.

"Salah satunya kita buat Service Program, call center, terintegrasi servis, jadi walaupun bukan beli di kita (Nusantara) akan kita tangani," ujar Reddi.

Menurutnya, hingga saat ini Nusantara Ford masih menjamin layanan purna jual. Bahkan dia menjamin ketersediaan suku cadang Ford hingga 10 tahun ke depan.

"Masih berjalan sampai hari ini. Sampai nanti batas waktunya, kalau mungkin hanya 10 tahun ya kemungkinan hanya 10 tahun aja kita bisa layani. Karena kan spare part-nya yang bisa dijamin FMI selama 10 tahun," ucapnya.


(rgr/ddn)

Mitsubishi: Mobil SUV Cocok di Sumatera

Mitsubishi: Mobil SUV Cocok di SumateraPalembang - Setelah diluncurkan di Jakarta akhir Januari lalu, Mitsubishi langsung tancap gas mengenalkan SUV Pajero Sport model anyar ke daerah.

Satu daerah yang mendapatkan kesempatan pertama adalah Sumatera, tepatnya di Palembang Sumatera Selatan. Mitsubishi menilai mobil SUV seperti Pajero Sport cocok dengan kondisi di Sumatera.

"Memang karena kondisi geografis dan juga banyaknya industri yang berkembang seperti perkebunan dan pertambangan. Itu sangat cocok dengan mobil berkarakter SUV dan kita juga cukup kuat dengan produk Triton (pikap)," ujar Operating GM MMC Marketing Div. PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, Irwan Kuncoro, di Palembang.

Alhasil, dengan kondisi geogra fis Sumatera yang seperti itu, membuat kedua produk itu kuat di pasar Sumatera. "Dan terutama juga kalau kita lihat model 4x4. Itu banyak sekali populasinya di Sumatera," ujarnya.

All New Pajero Sport kemarin Rabu 10 Februari resmi sudah diperkenalkan di Palembang. "Kami harapkan dengan berdirinya diler terbaru di Palembang, bisa meningkatkan penjualan Mitsubishi di Palembang. Dan kami yakin All New Pajero Sport akan diterima dengan baik di Palembang," katanya.

Berikut harga All New Pajero di Palembang, Sumatera Selatan. Harganya lebih mahal Rp 8,5 juta dibanding Jakarta.

1. All New Pajero GLX: Rp 503.500.000
2. All New Pajero Exceed 4x2 A/T: Rp 454.500.000
3. All New Pajero Dakar 4x2 A/T: Rp 502.500.000
4. All New Pajero Dakar 4x2 A/T: Rp 631.500.000
(lth/ddn)

Harga Jual Ford Anjlok? Diler: Mungkin Hanya Sesaat

Harga Jual Ford Anjlok? Diler: Mungkin Hanya SesaatJakarta - Salah satu dampak hengkangnya Ford dari Indonesia yang dikhawatirkan banyak pengguna mobil adalah harga jual kembali yang anjlok. Hal ini diyakini bisa saja terjadi, namun efeknya hanya sesaat.

Menurunnya harga jual kembali mobil Ford juga diakui Reddi Ridwan, General Manager, Service & Part Nusantara Ford sebagai salah satu diler Ford terbesar di Indonesia.

"Pasti, pasar pasti akan merespons dengan adanya berita ini," ujarnya kepada detikOto, Kamis (11/2/2016).

Apalagi, dengan keputusan FMI cabut dari Indonesia, diyakini banyak orang Indonesia yang meragukan layanan purna jual mobil Ford. Hal itulah yang biasanya membuat nilai jual kembali menurun.

Namun, Reddi meyakini, kondisi ini bakal berlangsung sementara. Menurutnya, nantinya, nilai jual kembali mobil Ford akan kembali normal.

"Itu hanya berlangsung sesaat sih menurut saya. Karena kaget lah istilahnya. Respons pasar tentunya akan kaget," kata Reddi.

Dari pantauan detikOto di pasaran, model EcoSport tahun 2014 dijual dengan harga Rp 207 juta. Ada depresiasi sekitar 20 persen dibanding harga perkenalan tahun 2014 yang mencapai Rp 249 juta.

(rgr/ddn)

Penjualan Motor di Januari Lalu Hanya 416.263 Unit

Penjualan Motor di Januari Lalu Hanya 416.263 UnitJakarta - Penjualan sepeda motor di pasar domestik Indonesia sepanjang Januari lalu hanya sebanyak 416.263 unit dan jika digabung dengan jumlah yang diekspor hanya sebanyak  443.449 unit. Jumlah itu lebih kecil dibanding dengan Januari tahun 2015 yang sebanyak 513.816 unit, atau turun 18 persen.

"Mengapa penjualan Januari  lalu hanya sebanyak itu? Karena pabrikan memang sengaja memproduksi lebih sedikit di Januari. Sebab, stok yang masih ada di bulan Desember 2015 masih banyak. Nah, sisa stok itulah yang dihabiskan," tutur Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Sigit Kumala, saat dihubungi di Jakarta, Kamis (11/2/2016).

Menurut Sigit kendati jumlah pen jualan hanya sebanyak itu, namun dilihat dari tingkat penyerapan oleh konsumen cukup bagus. Soalnya, stok yang ada terserap habis.

 "Jadi kalau jumlah yang terserap sebanyak itu, yak arena memang suplai dari stok yang ada sebanyak itu. Artinya, ini sebuah awal tahun yang bagus. Karena bukan pabrikan menyuplai banyak tapi yang terserap sedikit, tapi karena memang stoknya sedikit permintaan cukup banyak," paparnya.

Bahkan, kinerja penjualan di Januari ini di luar perkiraan. Sebelumnya banyak kalangan di industri â€Â" terutama pabrikan â€Â" khawatir jika respons pasar masih belum bagus. Oleh karena itu, pabrikan memproduksi motor dalam jumlah yang sedikit .

"Bisa dibilang pasar mulai menggeliat, karena harga kebutuhan pokok mulai stabil. Dana-dana stimulan dari pemerintah mulai cair, begitu juga dengan proyek pembangunan infrastruktur. Orang yang sebelumnya wait and see mulai membeli," ucapnya.

Sementara, dilihat dari merek, penjualan terbanyak dibukukan oleh Honda, kemudian disusul Yamaha, Kawasaki, Suzuki, serta TVS. Sedangkan dilihat dari variannya, motor jenis skuter masih mendominasi yakni 326.916 unit atau 78,54 persen.

Jenis motor bebek terjual 44.885 unit atau 10,78 persen. Sedangkan jenis sport membukukan penjualan dengan selisih yang tipis  dengan motor bebek, yakni sebanyak 44.462 unit. Selisih penjualan keduanya hanya 423 unit.

Berikut daftar penjualan berdasar merek motor sepanjang Januari 2015

  1. Honda 287.776 unit (69,13%)
  2. Yamaha 112.124 unit (26,94%)
  3. Kawasaki 10.681 unit (2,57%)
  4. Suzuki 5.587 unit (1,34%)
  5. TVS 95 unit (0,02%)

Sumber AISI, Februari 2016


(arf/ddn)

Hingga Hari Ini Masih Ada yang Beli Mobil Ford

Hingga Hari Ini Masih Ada yang Beli Mobil FordJakarta - Kabar mengenai keputusan Ford Motor Indonesia (FMI) untuk tidak lagi menjual mobil di Indonesia sudah beredar beberapa pekan lalu. Namun ternyata, peminat Ford tak hilang begitu saja.

Reddi Ridwan, General Manager, Service & Part Nusantara Ford sebagai salah satu diler Ford terbesar di Indonesia mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih menerima penjualan mobil Ford. Bahkan, hari ini, Kamis (11/2/2016), pihaknya masih menerima penjualan.

"Kita penjualan masih ada yang beli di kita. Hari ini juga ada pembelian Ecosport. Jadi penjualan masih jalan," kata Reddi kepada detikOto, Kamis (11/2/2016).

Menurutnya, konsumen yang membeli mobil Ford akhir-akhir ini sudah mengetahui berita soal cabutnya Ford dari pasar Indonesia. Namun, pihak Nusantara Ford menjamin pelayanan kepada konsumennya.

"Konsumen sudah tahu. Mereka rata-rata datang ke sini (diler Ford) nanya dulu, nanti ke depannya bagaimana. Kita jawab, kita akan tetap memberikan pelayanan kepada customer, jaminan suku cadang dan sebagainya," kata Reddi.

Reddi melanjutkan, Nusantara Ford sendiri tidak memberikan diskon besar-besaran pada mobil Ford yang dijualnya. Namun, peminatnya masih ada.

"Harga kita normal, kita enggak ada banting harga. Kalaupun ada diskon ya itu diskon normal. Sebelum keputusan ini pun diskon sudah ada. Biasanya diskon Rp 5-10 juta. Normal sih itu," ujarnya.

Hanya, Reddi mengakui, performa penjualan mobil Ford yang ditangani Nusantara mengalami penurunan dibanding sebelum pengumuman keputusan hengkangnya Ford. Tapi sayangnya, Reddi belum bisa membeberkan seberapa besar penurunan penjualan itu.

"Memang (penjua lan) tidak sebesar seperti biasa. Ada penurunan pastinya. Per bulan rata-rata Nusantara itu di angka 200-250 unit (penjualan normal sebelum keputusan Ford hengkang). Tapi, kita belum mengukur seberapa besar penurunannya. Kita belum menghitung karena isu ini baru beberapa minggu," ucap Reddi.
(rgr/ddn)

Klub Harley Siap Sambut Diler Baru

Klub Harley Siap Sambut Diler BaruJakarta - Klub motor besar Harley-Davidson masih menyesalkan keputusan Mabua untuk melepas Harley. Meski begitu mereka siap menyambut diler baru pengganti Mabua.

Direktur Harley-Davidson Owner Group (HOG) Chapter Jakarta, Sahat Manalu mengatakan keputusan Mabua untuk melepas Harley semata-mata karena sudah menjadi keputusan bisnis Mabua.

"Kita sangat menyesalkan sebenarnya, sudah 18 tahun bersama-sama. Namun ini kan memang keputusan bisnis. Dari Mabua kan perhitungannya untung dan rugi, kalau dari komunitas perhitungannya untung terus. Kenapa untung terus? Karena anggotanya bertambah terus," ujar Sahat kepada detikOto.

Namun, jalinan persaudaraan yang telah dibangun selama 18 tahun antara klub dengan Mabua pun dikatakan Sahat tidak terputus meski Mabua tidak lagi menjadi agen pemegang merek Harley di Indonesia.

"Kita sedih dan kita prihatin namun HOG harus tetap bangkit. Mabua tutup itu bukan berarti selamanya, dalam beberapa bulan ini akan ada pengganti Mabua dan kita akan bareng sama mereka. Jadi kita fine-fine saja," sambungnya.

Pihak Mabua sendiri telah mengumumkan akan tetap melayani penjualan, servis, dan penyediaan suku cadang hingga 30 Juni 2016. Selanjutnya, untuk penjualan dan pemegang merek Harley di Indonesia akan dilakukan oleh agen baru yang ditunjuk oleh Harley-Davidson Asia Pasifik. Saat ini sudah beberapa perusahaan yang sudah menawarkan diri untuk menjadi diler Harley.
(nkn/ddn)

Lepas Harley, akan Kemana Mabua?

Lepas Harley, akan Kemana Mabua?Jakarta -
PT Mabua Motor Indonesia resmi melepas keagenan Harley-Davidson di Indonesia. Akankah agen moge yang didirikan sejak 1997 tersebut tetap berkiprah di industri otomotif Indonesia?
Presiden Direktur PT Mabua Motor Indonesia, Djonnie Rahmat mengatakan pihaknya kini akan berkonsentrasi pada pelayanan dan penyediaan suku cadang Harley hingga 30 Juni 2016. Hal tersebut dilakukan sesuai perjanjian dengan Harley-Davidson Asia Pasifik.
"Untuk kedepannya seperti apa, saya belum bisa memberikan informasi yang lebih baik karena kita mau selesaikan ini (keputusan pelepasan agen) dengan sebaik-baiknya. Kita konsentrasi untuk melayani karena saya tahu bahwa customer kita mungkin harus dibuat nyaman dan menenangkan setelah tahu kok Mabua tidak ada," ujar Djonnie di Jakarta.

Babak baru Mabua Motor usai keputusan tersebut, belum dapat dijelaskan lebih lanjut oleh Djonnie. "Setelah itu kita masuk ke babak baru. Untuk babak barunya apa saya belum bisa ngomong," ungkapnya.
PT Mabua Motor Indonesia mulai berkiprah sebagai agen resmi Harley-Davidson Indonesia pada 13 Juni 1997 yang disusul PT Dewata Harley-Davidson pada 17 September 2000. 
Kedua perusahaan tersebut berada di bawah naungan manajemen MRA Group dalam penjualan moge pabrikan Amerika Serikat tersebut. Akibat pajak yang semakin tinggi serta lemahnya nilai tukar rupiah yang membuat perusahaan terus merugi, Mabua secara resmi mengumumkan untuk melepas keagenan Harley-Davidson pada 10 Februari 2016.

(nkn/ddn)

Grup Astra Minati Harley-Davidson?

Grup Astra Minati Harley-Davidson?Jakarta - Harley-Davidson tengah mencari partner baru sebagai diler di Indonesia. Beberapa perusahaan dikabarkan sudah mendekati Harley, dan salah satunya adalah Astra. Benarkah?

Di kalangan komunitas pemilik Harley-Davidson beredar kabar Astra menjadi salah satu kandidat terkuat sebagai diler baru Harley-Davidson di Indonesia setelah Mabua melepas status keagenan motor gede asal Amerika Serikat itu.

Kabar itu juga menyebut, Astra tidak sendirian, karena ada Garansindo dan PT Tiga Anak Elang.

Pengajuan status diler tersebut diajukan ke pabrikan asal Milwaukee, Amerika Serikat melalui perwakilannya untuk wilayah Asia-Pasifik yang berkantor di Singapura.

Bahkan, sumber i tu menyebut PT Tiga Anak Elang telah mendapatkan 'lampu hjiau' untuk menjadi kandidat kuat diler baru melalui surat yang menyebutnya sebagai premium candidate selected.

Hal ini langsung dibantah PT Astra International Tbk (AI) melalui Head of Public Relations Officer Yulian Warman.

Dia mengaku tidak tahu menahu soal informasi yang menyebut pihaknya menjadi salah satu kandidat diler baru Harley Davidson sepeninggal PT Mabua Harley Davidson. Bahkan, sudah dilakukan pengecekan ke  anak perusahaan di bidang otomotif, dan hasilnya nihil.

"Kami sudah melakukan pengecekan dan konfirmasi ke dua tempat (anak perusahaan) Astra yang terkait bisnis otomotif. Hasilnya, sampai detik ini, tidak ada informasi yang menyatakan bahwa Astra mengajukan permohonan itu (menjadi diler baru Harley-Davidson di Indonesia," ujar Yulian saat dihubungi detikOto.

Menurutnya, sebagai perusahaan terbuka Astra selalu bersikap cermat dan berhati-hati  saat menyangkut informasi. Terlebih, kebijakan yang menyangkut perluasan bisnis.

"Tetapi, bisa saya pastikan, sampai saat ini tidak ada informasi soal itu (rencana menjadi diler Harley). Bahkan kami baru mengetahui hal itu, sekarang ini," kata Yulian.

Sementara manajemen PT Mabua mengatakan, pihaknya melepas status tersebut karena secara bisnis tidak memenuhi skala ekonomi. Penjualannya terus menurun sejak 2013 karena faktor daya beli yang disebabkan oleh naiknya tarif perpajakan.

Pada 2013, penjualan masih mencapai 991 unit. Namun setahun berikutnya anjlok, sehingga menjadi 470 unit. Sedangkan pada 2015 hanya 483 karena terdongkrak oleh model baru yang berharga miring yakni HD Street 500.


(arf/ddn)

Nusantara Jamin Ketersediaan Spare Part Ford Hingga 10 Tahun ke Depan

Nusantara Jamin Ketersediaan Spare Part Ford Hingga 10 Tahun ke DepanJakarta - Salah satu diler Ford terbesar se-Indonesia, Nusantara Ford tetap menjamin layanan purna jual Ford di Indonesia. Mengacu pada komitmen Ford untuk menyediakan suku cadang hingga 10 tahun ke depan, Nusantara Ford akan menyanggupinya.

Hal itu disampaikan oleh General Manager, Service & Part Nusantara Ford Reddi Ridwan. Dia menegaskan, suku cadang mobil Ford akan tetap ada.

"Kalau dari after sales sih kan sesuai komitmen FMI (Ford Motor Indonesia) bahwa mereka akan tetap menjamin spare part sampai 10 tahun. Cuma kan nantinya siapa yang akan mengoperasikan selama 10 tahun itu belum diputuskan sama FMI nya. Tapi secara ketersediaan spare part teta p ada," ujar Reddi kepada detikOto melalui sambungan telepon, Kamis (11/2/2016).

Dia menyebut, layanan perawatan kendaraan juga tetap jalan meski Ford sudah tidak lagi menjual mobil di Indonesia. Setidaknya, 3-5 tahun ke depan Nusantara Ford akan tetap melayani perawatan kendaraan.

"Servis kita tetap jalan. Sambil menunggu keputusan FMI akan menunjuk siapa yang istilahnya akan jadi provider-nya mereka. Tentunya kita, Nusantara tetap berkomitmen untuk mengikuti itu. Kita yakin bahwa untuk servisnya akan tetap ada. Setidaknya 3-5 tahun ke depan akan ditangani Nusantara. Itu sih komitmen kita," ujar Reddi.

Lalu, bagaimana jaminan purna jual Ford setelah 10 tahun ke depan?

"Setelah 10 tahun? Ya tentu balik lagi ke bisnis ya. Kalau memang ternyata tidak ada pasar, tidak ada demand ya tentunya kita akan coba keputusan lain. Tapi kita akan terus melayani. Istilahnya, kalau spare part dijamin sampai 10 tahun ya kita akan sediakan. Tapi, ya kalau m emang unit akan menurun dan sebagainya, tentunya kita paling akan mengurangi cabang. Tapi itu untuk pelayanan di beberapa titik kita tetap jalan," ujar Reddi.

Sampai saat ini, menurut Reddi, Nusantara Ford total memiliki 12 diler Ford di Indonesia. Enam di antaranya ada di Jakarta, lima diler utama di Kalimantan dan satu diler satelit di Kalimantan.
(rgr/ddn)

Pertama di Indonesia, Ada Asuransi Khusus untuk Ban Mobil

Pertama di Indonesia, Ada Asuransi Khusus untuk Ban MobilJakarta - Kalau ada masalah dengan ban, entah itu benjol, kena paku, sobek biasanya konsumen harus mengganti sendiri. Sebagai produsen mobil mewah, BMW membuat terobosan soal ban yang rusak.

Bekerja sama dengan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia (Allianz Utama), BMW membuat asuransi khusus untuk ban yang mereka sebut satu-satunya di Indonesia yaitu BMW Group Tire Coverage.

“Seiring komitmen BMW Group Indonesia untuk terus berinovasi baik dalam menghadirkan produk-produk maupun layanan unggulan, pada tahun ini kami secara resmi bekerja sama dengan Allianz Utama dalam memperkenalkan Program BMW Group Tire Coverage â€Â" program perlindungan ban pabrikan yang pertama dan satu-satunya di Indonesia,” ujar Presiden Direktur BMW Group Indonesia Karen Lim.

Periode dari BMW Group Tire Coverage adalah 3 tahun dan termasuk atas pergantian maksimal 4 buah ban per tahun senilai hingga 100 persen mencakup harga ban dan biaya jasa, yang meliputi kerusakan diakibatkan oleh tertusuk benda tajam, ban benjol akibat benturan, bocor, sobek atau kendaraan terus melaju dalam keadaan ban kempes.

Ban tersebut akan diganti dengan ban asli sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Program ini terikat ke kendaraan tertentu yang dijual mulai dari Januari 2016, dan dapat dipindahtangankan ke pemilik selanjutnya.

Sementara itu Peter van Zyl, Presiden Direktur Allianz Utama mengatakan bahwa program BMW Group Tire Coverage merupakan produk perlindungan ban yang Allianz berikan secara eksklusif bagi pemilik kendaraan BMW dan MINI.

“Allianz senantiasa menjadi mitra terpercaya dalam memberikan produk terbaik dan memenuhi kebutuhan mitr a bisnis dan pelanggan. Kami juga menyadari bahwa keselamatan berkendara adalah hal yang penting untuk terus dilakukan, oleh sebab itu kami bekerja sama dengan BMW Group Indonesia dengan menghadirkan BMW Group Tire Coverage bagi pelanggan di Indonesia,” kata Peter.




(ddn/ddn)

Cabang Sudah Banyak, Nusantara Ingin Tetap Jual Mobil Ford

Cabang Sudah Banyak, Nusantara Ingin Tetap Jual Mobil FordJakarta - Ford Motor Indonesia (FMI) memang memutuskan untuk tidak lagi menjual mobil Ford di Indonesia. Namun, pihak diler masih ingin menjual mobil Ford di Indonesia karena sudah banyak investasi yang dikeluarkan.

Reddi Ridwan, General Manager, Service & Part Nusantara Ford sebagai salah satu diler Ford terbesar di Indonesia mengatakan, pihaknya sudah menanamkan investasi besar-besaran untuk membuka cabang diler Ford. Nusantara Ford sendiri sudah memiliki 12 diler di Jakarta dan Kalimantan.

Menurutnya, Nusantara Ford agak sulit jika harus menutup cabangnya. Karenanya, salah satu diler Ford terbesar ini ingin tetap menjual mobil Ford di Indonesia.

"Ten tunya itu bicara bisnisnya seperti apa. Kalau kebijakan akan tetap sama, kemudian dari segi hal lainnya akan tetap sama, tentunya kita masih akan terus menjual. Karena kita kan sudah lumayan banyak cabang, enggak mungkin kita close begitu saja. Ada investasi yang sudah dikeluarkan tentunya," kata Reddi kepada detikOto, Kamis (11/2/2016).

Apalagi, Reddi mengakui, peminat mobil Ford tidak sedikit. "Menurut saya pribadi, Ford itu sudah terlanjur punya market tersendiri. Sayang kalau harus dibiarkan begitu saja," sebutnya.

Hingga saat ini, Nusantara Ford masih membuka penjualan mobil Ford di Indonesia. Setidaknya sampai keputusan dari FMI keluar, siapa yang akan meneruskan pelayanan mobil Ford di Indonesia.

"Intinya kita tetap ada penjualan sampai keputusan FMI benar-benar keluar. Kita masih ada stok yang memang masih dijual. Untuk berapa banyak sorry saya lupa. Tapi enggak banyak sih antara 50-100 di Nusantara. Tapi kita akan menjual sampai b enar-benar FMI akan menunjuk atau membuat solusi. Apakah nanti akan dikirim langsung atau ada distributor atau apa, kita tetap menjual," ujar Reddi.


(rgr/ddn)