Tuesday, January 19, 2016

TVS Yakin Lego 1.000 Apache RTR 200 Tiap Bulannya

TVS Yakin Lego 1.000 Apache RTR 200 Tiap BulannyaBogor - Produsen motor India TVS cukup percaya diri dengan motor sport teranyar Apache RTR 200 4V. Motor ini ditargetkan terjual maksimal 1.000 unit per bulan.

Tentu hal ini bukan tanpa alasan, karena produsen India ini yakin Apache RTR 200 4V menjadi model yang pas untuk konsumen di Indonesia.

"Kami menargetkan bakal mampu menjual 700-1.000 unit per bulan," kata Marketing Director PT TVS Motor Company Indonesia, Rizal Tandju, di Sentul, Bogor, Rabu (20/1/2016).

Dirinya menambahkan konsumen Indonesia akan merasakan performa terbaik dengan harga terjangkau.

Galeri Foto: TVS Apache RTR 200 4V

"Kami menawarkan desain terbaik, performa terbaik. Terlebih harga yang terjangkau dengan teknologi yang kami bawa, kami yakin ini akan menjadi pilihan yang tepat untuk konsumen di Indonesia," katanya.

"Namun semuanya itu tidak akan berhasil tanpa dites terlebih dahulu. Makanya strategi kami, kami ingin mengajak seluruh konsumen untuk melakukan uji coba terlebih dahulu. Rasakan dahulu performa dari Apache RTR 200 4V," tambahnya.

Berikut spesifikasi mesin Apache RTR 200 4V.

Tipe SOHC, 4 Valve, oil cooled
Kapasitas mesin 197,75 cc
Sistem EFI DFI Logic by Bosch
Bore : 66 mm
Stroke : 57,8 mm
Starting : Electric start
Idle Speed: 1400 di 200 rpm
Ignition: IDI - Digital Ignition
Compresion Ratio: 9,7:1
Muffler : Twin Pipe and Twin Barrel Design
Clutch : Wet Multi page - 6 plate
Gear Box: 5 speed Gear Box


(lth/ddn)

TVS Luncurkan Apache RTR 200 4V

TVS Luncurkan Apache RTR 200 4V Jakarta - Produsen asal India TVS akhirnya resmi memperkenalkan model sport terbaru mereka, Apache RTR 200 4V. Motor tersebut dibanderol Rp 23,9 juta.

Keterangan Foto :
TVS Apache RTR 200 4V diluncurkan di Sentul, Bogor, Rabu (20/1/2016).

TVS Apache RTR 200 di Indonesia Berbeda dengan India

TVS Apache RTR 200 di Indonesia Berbeda dengan IndiaBogor - TVS meluncurkan motor Apache RTR 200 4V di Indonesia dan India. Di dua negara ini, ada perbedaan spesifikasi TVS Apache RTR 200 4V.

"TVS Apache yang ada di Indonesia itu berbeda dengan yang ada di India," ujar President Director PT TVS Motor Company Indonesia, R. Anandakrishnan, di Sirkuit Sentul, Bogor, Rabu (20/1/2016).

Salah satu perbedaan yang menonjol menurut Anandakrishnan, adalah sistem bahan bakarnya. Di India sistem masih menggunakan karbulator. Kalau di Indonesia sudah menggunakan injeksi. "Jadi semuanya sangat berbeda," ujarnya.

Marketing Director PT TVS Motor Company Indonesia, Rizal Tandju menjelaskan konsumen di Indonesia tidak perlu khawatir akan si stem injeksi Apache RTR 200 4V ini.

"Ini bukan kali pertama kami memperkenalkan sistem injeksi. Kalau untuk Apache menggunakan sistem injeksi itu benar, tapi kalau kali pertama itu tidak benar. Kami sudah mengadopsinya pada model kami sebelumnya, jadi tidak perlu takut karena sudah teruji. Kami juga memberikan warranty injeksi hingga 5 tahun," katanya.


Bicara soal desain yang disajikan, Apache 200 RTR 4V terinspirasi dari konsep The Beast (makhluk buas). "Dan ini terlihat pada headlamp yang kami perlihatkan dengan menggunakan lampu LED light dari bentuk alis, dan always on sesuai peraturan pemerintah serta kalau idle lampu bisa meredup sendiri." ujarnya



"Tampilan LCD digital console juga ditampilkan, mampu menunjukkan RPM, kecepatan, berapa banyak sisa bensin. Selain itu Apache bisa melakukan quick service yang bisa dikontrol dan memberikan data. Handle bar lebih lebar bakal membuat lebih nyaman untuk berkendara dalam kota atau pun untuk mendapatkan performa terbaik. Selanjutnya ini juga menjadi motor sport yang ada charger HP-nya," katanya.






(lth/ddn)

Digas Terus, Eh Lamborghini Rp 5 Miliar Malah Terbakar

Digas Terus, Eh Lamborghini Rp 5 Miliar Malah TerbakarMiami - Jangan sembarangan ngegas-gas mobil sport bermesin besar seperti Lamborghini. Kalau tidak mobil bisa kepanasan dan terbakar.

Seperti dilansir carscoops, seorang petugas valet dengan sembrono membawa mobil Lamborghini milik seseorang yang tidak disebutkan identitasnya.

Dia menyetir mobil itu dengan gaya, gas mobil ditekan terus agak terlalu berlebihan, sehingga mengakibatkan bagian kiri belakang mobil mengeluarkan api.

Mesin V12 Lamborghini ternyata tidak sanggup bertahan juga kalau nyetirnya sembrono. Beruntung si petugas valet tadi tidak cedera, dia berhasil keluar dari mobil dan melihatnya terbakar.

Api berhasil dipadamkan setelah seorang pri a menyemprotkan pemadam kebakaran ke arah mesin yang terbakar. Dan si petugas valet pun sepertinya terlihat menyesal, tangannya terus berada di atas kepalanya, seakan-akan tak percaya aksinya sudah membikin mobil terbakar.