Sunday, May 5, 2013

Hasil Jerez di Luar Perkiraannya, Rossi: Kami Punya Banyak PR

Hasil Jerez di Luar Perkiraannya, Rossi: Kami Punya Banyak PR Jerez - Hasil di Jerez kurang bikin Valentino Rossi puas. Dengan Le Mans cuma berjarak dua pekan, ia pun menyatakan krunya di Yamaha punya banyak pekerjaan rumah (PR) dalam mengejar ketinggalan.

Di Jerez, Minggu (5/5/2013) malam WIB, Dani Pedrosa dari Repsol Honda tampil jadi pemenang, dengan diikuti rekan setimnya, Marc Marquez, di posisi dua berkat manuvernya melewati Jorge Lorenzo dari Yamaha di tikungan terakhir sebelum finis.

Sementara itu Rossi harus puas menempati posisi empat, membuat Yamaha finis di posisi tiga dan empat. Di awal balapan, Rossi sebenarnya sempat berduel dengan Marquez, meski akhirnya harus mengakui keunggulan pebalap rookie MotoGP tersebut.

"Sayangnya aku tidak memiliki laju yang cukup di awal karena kami tidak menemukan keseimbangan yang tepat," jelas Rossi di situs MotoGP.

"Aku terlalu banyak memberikan tekanan di bagian depan motor; terutama di awal balapan. Setelahnya tidak terlalu buruk dan ada salah satu bagian dalam balapan di mana ritmeku sangat mirip dengan Jorge dan Marc," jelasnya.

Mempertimbangkan hasil tersebut dan fakta bahwa balapan berikutnya, Le Mans, sudah menanti pada 19 Mei, Rossi yang tahun lalu finis di posisi dua bersama Ducati di sana pun mengisyaratkan untuk sesegera mungkin mengejar ketinggalan dari para rivalnya.

"Kami harus bekerja dengan amat keras--terutama karena Lorenzo lebih cepat dari kami--jadi kami harus menemukan keseimbangan tepat dan bekerja sama dengan Yamaha, karena dalam balapan ini kami sebenarnya berharap bisa lebih unggul dari para pebalap Honda, tapi pada akhirnya kami finis di belakang mereka, jadi kami punya banyak pekerjaan untuk dilakukan," lugasnya.

Hasil MotoGP Spanyol 2013:

1 Dani Pedrosa 45:17.632
2 Marc Marquez +02.487
3 Jorge Lorenzo +05.089
4 Valentino Rossi +08.914
5 Cal Crutchlow +12.663
6 Alvaro Bautista +15.094
7 Nicky Hayden +25.632
8 Andrea Dovizioso +41.881
9 Aleix Espargaro +43.812
10 Bradley Smith +44.461
11 Michele Pirro +45.974
12 Hector Barbera +59.859
13 Michael Laverty +01:09.743
14 Danilo Petrucci +01:17.813
15 Colin Edwards +01:18.177
16 Bryan Staring +01:18.928
17 Claudio Corti +01:19.307
18 Hiroshi Aoyama +01:19.457
19 Lukas Pesek +09.8
20 Yonny Hernandez +09.4
21 Randy de Puniet +06.2
22 Andrea Iannone +04.5
23 Stefan Bradl +18.1

(krs/ddn)

Skuter TVS Inisialnya 'D'

Skuter TVS Inisialnya Jakarta - Produsen motor TVS terus menggodok kelahiran dari motor tanpa gigi alias skuter pertama mereka di Indonesia. Selentingan dari TVS, mereka sudah menyiapkan sebuah nama untuk motor itu.

"Inisialnya D," bisik kalangan internal TVS Motor Company Indonesia kepada detikOto.

Saat ini, TVS tengah menguji kehandalan motor tersebut, dan jika tidak ada halangan motor akan diluncurkan TVS di bulan Juni mendatang. Sayang sumber kami itu belum mau memberikan info lebih jelas.

Kabar yang beredar, motor tersebut akan menyasar kelas small skuter yang saat ini diisi oleh BeAT dan Mio.

Mesinnya pun banyak diramalkan akan menggunakan mesin berkapasitas 110 cc, meski di India TVS diketahui juga tengah mengembangkan mesin skutik berkapasitas 125 cc.


(ddn/ddn)

4 Riders Jelajahi 7 Danau di Sumatera

4 Riders Jelajahi 7 Danau di Sumatera Jakarta - Tujuan petualangan bermotor kalau tidak pantai biasanya gunung. 4 Riders dari tim ekspedisi Sap7aranu (dibaca Saptaranu) Nusantaride Exploration, akan mengeksplorasi keindahan 7 danau di Sumatera.

4 Pemotor ini dilepas siang tadi di kantor TVS Motor Co di Jalan HR Rasuna Said Kuningan, Jakarta, Minggu (5/5/2013).

"Keberangkatan kami untuk mencari tahu kenapa danau tidak jadi pilihan utama, apa karena kesulitan akses, itu yang ingin kami cari tahu," ujar salah seorang rider Riza Amrullah.

Riza akan mengarungi Sumatera selama 50 hari dengan jarak 8.000 km pulang pergi sampai 23 Juni 2013 mendatang. Riza akan ditemani rekannya Andry Berlianto, Yeremia Exlesia Theorandaru dan Adi Imaduddin.

Apa saja persiapan yang dilakukan tim ini? Riza menuturkan 75 persen dari perjalanan adalah persiapan. Sisanya 25 persen di jalan sambil menikmati keindahan.

"Sejauh ini enggak ada kendala, kita sebelumnya sudah 2 bulan riset di lapangan jadi kita sudah tahu persis lokasi mana yang perlu diantisipasi, karena jalan berlubang, atau karena masalah lainnya," ujar Riza.

Selama perjalanan, mereka akan menunggangi motor TVS Apache RTR 180 cc. Kenapa memilih motor India Bro?

"Kenapa kita pilih karena kita yakin motor ini akan menemani perjalanan. 8.000 km bukan perjalanan yang kecil, kita harus mencari motor yang tangguh, tenanganya sangat mumpuni. Untuk kendaraan jelajah motor ini kami rekomendasikan," timpal rekan Riza, Andry Berlianto.

Bagaimana kalau terjadi sesuatu di jalan? "Kita ada rekan-rekan dari berbagai daerah yang akan membantu," ujarnya lagi.

Presdir PT TVS Motor Company Indonesia R Anandkrishnan menyatakan para pemotor ini akan membuktikan kehandalan performa TVS Apache di jalanan.

"Saya yakin motor itu akan memberikan pengalaman berkendara paling nyaman dalam hidup anda," ujarnya.

(ddn/ddn)

VW 'Tarik' 6.181 Unit Mobil di Singapura

VW Singapura - Akibat adanya permasalahan pada sistem transmisi DSG, pabrikan Jerman, VW langsung menarik 6.181 unit VW di Singapura.

Seperti dilansir autoevolution, Minggu (5/5/2013), VW meyakinkan kerusakan yang terdapat tidak akan membahayakan setiap pengendara. Namun memang transmisi yang rusak ini bisa mengurangi performa yang akan dihasilkan.

Para pemilik VW di Singapura pun bisa langsung menyambangi diler resmi VW disana, dan akan mendapat penggantian secara gratis. Memang hingga saat ini belum diketahui secara pasti part bagian mana yang akan diganti.

Namun diyakini VW hanya akan mengganti bagian mecatronic yang terdapat didalam gear.

(ddn/ddn)

Masih Potensial, Suzuki Pede Motor Bebek Tetap Laris

Masih Potensial, Suzuki Pede Motor Bebek Tetap Laris Bandung - Meski pasar motor model cub atau bebek tercatat menurun sejak beberapa tahun dan beberapa pabrikan mulai mengalihkan fokusnya pada model yang lebih laris seperti skutik, Suzuki ternyata tetap percaya kalau pasar motor bebek tetap potensial.

Bahkan Presiden Direktur PT Suzuki Indomobil Sales Akira Utsumi memaparkan kalau persentase market share Suzuki di kelas cub malah terhitung meningkat.

"Tahun 2012 secara total pasar kategori bebek di Indonesia mengalami penurunan 35 persen dibanding 2011, tapi Suzuki malah naik," kata Utsumi di Bandung.

"Tahun 2011 persentase kita di kategori ini besarnya 11 persen, di 2012 naik jadi 15 persen dengan penyumbang terbesar adalah Satria dan Titan," lugasnya.

"Tentu saja kami paham situasi pasar skutik yang meningkat. Kami juga akan mengeluarkan model skutik lain ke depannya, namun permintaan bebek masih ada dan potensial untuk digarap," lanjut Utsumi.

Untuk itulah, demi menjaga peningkatan persentase yang saat ini Suzuki alami di kategori cub, pabrikan berlambang huruf 'S' ini pun memperkenalkan motor bebek terbaru yang mereka namakan Shooter 115 Fi.

Ini adalah motor low-end pertama di Indonesia yang diperkuat dengan sistem injeksi. Produk terbaru ini pun diklaim merupakan motor bebek yang irit bahan bakar namun memiliki performa mesin yang mumpuni. Dua karakter ini dikatakan mereka berhasil dicapai melalui serangkaian uji coba ketat di fasilitas R&D Suzuki.

Mesin 113 cc yang digendongnya menerapkan teknologi low friction pada mesin empat tak yang dilengkapi dengan fuel injection dan pendingin udara ini.

Dengan teknologi low friction yang dipadu dengan fuel injection tadi, Suzuki pun mengklaim kalau Shooter 115 Fi ini mampu memperlihatkan efisiensi yang 37 persen lebih irit dibanding motor bebek Suzuki lainnya.

Secara desain, motor ini memberikan nuansa kesegaran baru pada line up motor bebek Suzuki di Indonesia. Garis desainnya tegas yang menyiratkan aura sporty ke motor ini.

Sementara untuk harganya, motor ini dilepas dalam tiga varian yakni Suzuki Shooter Fi berharga Rp 11,6 jutaan, Suzuki Shooter 115 Fi R berharga Rp 12,45 jutaan dan Suzuki Shooter 115 Fi SR yang dilepas di harga Rp 13,25 jutaan.



(syu/ddn)

Tekan Harga, Suzuki Hilangkan Standar Samping di Shooter

Tekan Harga, Suzuki Hilangkan Standar Samping di Shooter Bandung - Demi menekan harga jual agar murah, Suzuki sepertinya harus putar otak. Berbagai hal pun dikorbankan. Untuk motor teranyar mereka, Shooter 115 Fi versi termurah, Suzuki bahkan menghilangkan fitur standar samping.

Seperti diketahui Suzuki memperkenalkan motor bebek terbaru yang mereka namakan Shooter 115 Fi. Ini adalah motor low-end pertama di Indonesia yang diperkuat dengan sistem injeksi.

Untuk harganya, motor ini dilepas dalam tiga varian yakni Suzuki Shooter Fi berharga Rp 11,6 jutaan, Suzuki Shooter 115 Fi R berharga Rp 12,45 jutaan dan Suzuki Shooter 115 Fi SR yang dilepas di harga Rp 13,25 jutaan.

Nah, pada Suzuki Shooter 115 Fi yang dilepas Rp 11,6 juta, fitur seperti standar samping ternyata dihilangkan untuk menekan harga jual.

Selain itu, pelek jari-jari yang menjadi kaki Shooter versi standar ini juga masih menggunakan penahan laju alias rem tromol di kedua kaki baik depan maupun belakang.

Presiden Direktur PT Suzuki Indomobil Sales Akira Utsumi berkilah kalau hal itu dilakukan untuk menekan harga jual.

"Sebab fokus kita adalah harga jual. Meski injeksi, harga Shooter masih bersaing dengan kompetitor," lugasnya.

Keiritan dan ketangguhan mesin memang menjadi hal utama di Shooter. Mesin 113 cc terbaru yang digendongnya menerapkan teknologi low friction pada mesin empat tak yang dilengkapi dengan fuel injection dan pendingin udara ini.

Dengan teknologi low friction yang dipadu dengan fuel injection tadi, Suzuki pun mengklaim kalau Shooter 115 Fi ini mampu memperlihatkan efisiensi yang 37 persen lebih irit dibanding motor bebek Suzuki lainnya.



(syu/ddn)

SHD Jual Vespa Bekas yang Berkualitas

SHD Jual Vespa Bekas yang Berkualitas Jakarta - Nama Scooter House Djakarta (SHD) memang sudah tidak asing lagi bagi orang atau komunitas motor legendaris asal Italia Vespa. Selain sebagai bengkel dan menjual aksesoris serta spare part juga menerima dan menjual Vespa bekas.

Sang Owner Hana mengatakan kalau SHD ini saat ini sudah mulai menerima orang yang akan menjual atau mencari Vespa bekas. Ini juga agar memudahkan bagi pecinta Vespa yang ingin membeli Vespa bekas yang berklualitas.

"Kita sebenarnya ingin membuat image sendiri misalnya seperti ini, orang mau nyari Vespa bekas dimana ya? Ya datang saja ke SHD," ujar Hanna kepada wartawan di Jakarta.

Lanjut Hana, untuk sistem pembayarannya memang harus secara tunai karena untuk perkreditan SHD masih mencari mitra atau lising yang ingin bekerja sama.

"Sekarang sih kita melayani yang tunai dulu tapi ke depannya jika ada leasiing yang mau kita juga siap untuk melayani konsumen yang ingin kredit," tuntasnya.

(ady/ddn)