Tuesday, March 17, 2015

Rupiah Melemah, Bridgestone Tahan Harga

Rupiah Melemah, Bridgestone Tahan HargaKarawang - Nilai tukar rupiah terhadap dolar yang kian melemah berdampak langsung pada semua sektor industri. Apalagi industri otomotif dan pendukungnya yang sangat berpengaruh pada nilai tukar rupiah itu.

Pabrikan ban asal Jepang, Bridgestone pun mengakui terkena dampak meroketnya nilai dolar terhadap rupiah yang sempat menyentuh angka Rp 13.000 per dolar Amerika. Bahkan dikatakan, kurs dolar itu mempengaruhi ongkos produksi ban Bridgestone di Bekasi dan Karawang, Jawa Barat.

"Rupiah melemah cukup menyebabkan masalah. Memang melemahnya nilai rupiah menyebabkan ongkos produksi meningkat," kata Sales and Marketing Director PT Bridgestone Tire Indonesia (BSIN), Yasuhiro Ukegawa di sela acara peluncuran ban Potenza Adrenalin RE003 di Karawang, Jawa Barat, Selasa (17/3/2015).

Meski begitu, Ukegawa menyampaikan, pihaknya masih konsisten terkait harga jual ban Bridgestone. Artinya, ban Bridgestone diusahakan akan dibanderol dengan harga yang sama dengan sebelum dolar naik.

"Tidak ada kenaikan harga karena pelemahan rupiah. Jadi kami tetap konsisten," lanjut Ukegawa.

Produksi ban Bridgestone pun tetap sama. Pabrik Bridgestone di Karawang memiliki kapasitas produksi sebanyak 28 ribu ban kendaraan penumpang per hari. Sementara pabriknya di Bekasi memproduksi 15 ribu ban kendaraan niaga per hari.

"Untuk kapasitas produksi Bridgestone, di pabrik Karawang sangat besar. Jadi kami yakin tidak ada masalah terkait suplai ban Bridgestone ke agen pemegang merek," ujar Ukegawa.

Menurutnya, Bridgestone juga berkonsentrasi membuat ban untuk mobil Low Multi Purpose Vehicle (LMPV) dan Low Cost Green Car (LCGC) yang paling laris di Indonesia. Karenanya, Bridgestone tetap optimistis bisa bertahan di pasar Indonesia.

"Kami juga berkonsentrasi produksi ban untuk LMPV dan LCGC," katanya.


(rgr/ddn)

Ini 2 Alasan Kenapa Mitsubishi 'Bunuh' Lancer

Ini 2 Alasan Kenapa Mitsubishi Tokyo - Ini mungkin menjadi kabar buruk bagi Anda khususnya pecinta sedan sport dari Mitsubishi, Lancer Evolution. Sebab, Mitsubishi Motors Corporation (MMC) akan 'membunuh' sedan Lancer Evolution.

COO MMC Tetsuro Aikawa menjelaskan, setelah memutuskan untuk kerja sama mengembangkan sedan dengan Renault, Mitsubishi tidak akan lagi memproduksi sedan khususnya Lancer Evolution.

"Ada 2 alasan kenapa kami melakukan hal itu," ujar Aikawa seperti detikOto kutip di CarBuzz, Selasa (17/3/2015).

Aikawa membeberkan, alasan pertamanya terkait investasi Mitsubishi yang ingin berkonsentrasi memproduksi SUV (Sport Utility Vehicle), PHEV (plug in hybrid electric vehicle/mobil hybrid yang baterainya bisa dicas) dan EV (mobil listrik).

Alasan kedua karena persaingan sedan di dunia begitu tinggi dan untuk sekarang ini sangat sulit untuk mendapatkan keuntungan.

Pernyataan Aikawa itu artiya tidak akan ada lagi sedan Lancer Evolution dan ia juga menegaskan bahwa tidak akan ada generasi berikutnya dari Lancer Evolution.

Rencananya, Mitsubishi akan terus menjual Lancer Evolution yang sudah ada sekarang sampai nantinya akan diputuskan untuk dihentikan penjualannya.


(ady/ddn)

Mengunjungi Pameran Mobil Terbesar Dunia

Mengunjungi Pameran Mobil Terbesar Dunia Jakarta -

Beberapa hari lalu, detikOto berkesempatan mengunjungi salah satu pameran mobil terbesar di dunia. Geneva Motor Show. Ada 160 mobil baru yang langsung dirilis ke pasaran pada waktu yang bersamaan. Yuk mari kita simak suasananya.



Keterangan Foto :
Pameran Geneva Motor Show ini diselenggarakan di Palexpo, Jenewa, Swiss pada 5-15 Maret lalu.

Akhir yang Indah untuk Mobil Tercepat Dunia

 Akhir yang Indah untuk Mobil Tercepat DuniaJenewa - Pasti ada akhir untuk sesuatu, tak terkecuali untuk urusan mobil tercepat dunia Bugatti Veyron. Bugatti baru-baru ini mengumumkan produksi terakhir Veyron di Geneva Motor Show.

Saat dikunjungi detikOto, booth Bugatti di Geneva Motor Show termasuk yang paling mendapatkan sorotan pengunjung. Ada dua mobil di sana, salah satunya adalah Bugatti Veyron terakhir.

Edisi terakhir itu disebut La Finale, mobil ke-450 yang diproduksi Bugatti. Meski baru dipamerkan, mobil sudah ada yang punya, jadi milik saudagar kaya di Semenanjung Arab. Mobil ini memiliki nama lengkap Grand Sport Vitesse ‘La Finale’.

“Sebagai mobil terdahsyat dan tercepat di dunia, Veyron menetapkan standar yang terbaik,” komentar Presiden Bugatti Wolfgang Dürheimer.

Mobil ini memiliki kecepatan maksimum sampai 431,072 km per jam dari mesin 8 liter W16 berkekuatan 1.200 ps. Untuk mencapai kecepatan 100 km per jam pun hanya membutuhkan waktu kurang dari 3 detik, tepatnya 2,6 detik.

Namun meski dengan performa sedahsyat itu, ada satu yang tidak bisa dimiliki oleh mobil sport lain, kenyamanan di kabin, dan mewah pula.

Jika dirinci dari 450 unit mobil itu terdiri dari 300 Veyron beratap tertutup dan 150 mobil beratap terbuka.

“Sejauh ini belum ada produsen mobil yang sukses memasarkan produk dengan performa teknis yang tinggi dan sangat mewah, dalam harga yang bisa bersaing. Mobil ini merupakan sebuah kesuksesan untuk Bugatti,” ujarnya.



(ddn/ddn)

Tesla Bantah Isu PHK Besar-besaran di Tiongkok

Tesla Bantah Isu PHK Besar-besaran di TiongkokBeijing - Beberapa waktu lalu, media di Tiongkok banyak memberitakan bahwa Tesla akan mengurangi 30 persen stafnya di Tiongkok. Jika dihitung, sekitar 200 pegawai tetap Tesla di Tiongkok harus mencari pekerjaan baru.

Diyakini, rumor mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran itu dikarenakan oleh penjualan yang tidak sesuai target selama 2014. Namun, seperti dilansir China Daily, Selasa (17/3/2015), pabrikan mobil listrik asal Amerika serikat itu menyangkal rumor PHK besar-besaran tersebut.

"Itu adalah murni spekulasi. Ada beberapa perombakan staf pada awal tahun ini tapi sekarang perombakan itu telah selesai," ungkap Direktur Komunikasi Tesla Tiongkok, Gary Tao.

Ia mengatakan, perubahan yang dilakukan adalah bagian dari upaya Tesla untuk membangun tim yang kuat dan efisien. Dengan begitu, tim Tesla dapat merespon lebih cepat ke pasar.

Menurutnya, keputusan perombakan itu dibuat oleh manajemen Tesla di Tiongkok, bukan perintah langsung dari CEO Tesla, Elon Musk. Namun, Tao tida mau menyebut berapa jumlah karyawan Tesla di Tiongkok.

"Kini tim di Tiongkok telah stabil dan mantap," ujarnya.

Di Asia-Pasifik, Tesla telah menjual 4.750 unit mobil selama 2014 lalu. Kini, pabrikan mobil listrik asal Amerika itu telah memantapkan target penjualan global sebanyak 55.000 unit pada tahun 2015 ini.
Halaman 1 2 »

(rgr/ddn)

Mobil Sport untuk Para Bos

Mobil Sport untuk Para Bos Jakarta -

Produsen mobil mewah asal Inggris, Bentley Motors Limited, mengisyaratkan akan lebih fokus ke mobil sport mewah dengan dua kursi yang disapa EXP 10 Speed 6. Mobil yang masih berupa konsep itu telah dipamerkan di Geneva Motor Show 2015.



Keterangan Foto :
Mobil sport yang masih berupa konsep ini dipamerkan di Geneva Motor Show 2015.

Hore, Mobil Terbang Mulai Dijual 2 Tahun Lagi

Hore, Mobil Terbang Mulai Dijual 2 Tahun LagiBratislava - Di masa yang akan datang, teknologi pada industri otomotif akan terus berkembang. Selain mobil tanpa sopor atau otonom, akan hadir pula teknologi mobil terbang. Teknologi itu bukan isapan jempol belaka, sebab, dalam beberapa tahun kedepan akan menjadi kenyataan.

Dilansir laman Autoevolution, Selasa (17/3/2015) produsen otomotif asal Slovakia yang memproduksi mobil terbang menargetkan akan mulai memasarkan mobil terbangnya itu pada tahun 2017 mendatang.

CEO perusahaan otomotif Slovakia, AeroMobil Juraj Vaculik baru-baru ini menyatakan, bahwa pihaknya berencana untuk mulai memproduksi secara komersial mobil terbang pada tahun 2017 mendatang.

Mobil terbang yang tengah dikembangkan AeroMobil adalah model 3.0. Mobil yang masih berstatus konsep itu berbentuk setengah mobil, setengahnya lagi pesawat dan dibuat menggunakan material komposit yang digunakan pada bagian bodi, sayap dan roda.

Tujuan dibuatnya prototipe itu adalah untuk mendapatkan sertifikasi agar layak digunakan di wilayah Eropa dan di Uni Eropa.

Mobil terbang itu hanya berbobot 400 kg saja dan sekali terbang bisa mencapai 700 km. Artinya mobil bisa dipakai terbang dari Jakarta menuju Surabaya.

Penemu mobil terbang AeroMobil Juraj Vuculik mengatakan mimpi mobil terbangnya hampir menjadi kenyataan.
Halaman 1 2 »

(ady/ddn)