Saturday, May 7, 2016

Toyota 86 Shooting Brake

Toyota 86 Shooting Brake Sydney - Mobil sport Toyota 86 kini ada versi yang lebih bongsor, Shooting Brake. Sayang mobil itu hanya masih desain saja, Toyota belum berniat memproduksinya.

Keterangan Foto :
Adalah Toyota Australia yang mendesain mobil dan kemudian model utuhnya dibuat dengan tangan di markas Toyota di Jepang. Foto: Toyota Australia.

Ini Caranya Agar Industri Komponen Otomotif Indonesia Berkembang

Ini Caranya Agar Industri Komponen Otomotif Indonesia BerkembangJakarta - Untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan industri otomotif yang kuat, perlu persiapan dari sejumlah aspek serta dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya pengembangan dan perluasan di sektor industri komponen otomotif.

Ketua Komite Tetap Industri Logam, Manufaktur, Alat Transportasi, dan Elektronik Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), I Made Dana Tangkas menjelaskan hal pertama yang perlu dipersiapkan yakni menyediakan bahan yang diproduksi oleh industri hulu.

Selama ini, beberapa bahan yang digunakan untuk komponen otomotif Indonesia masih megimpor dari sejumlah negara. Padahal, Indonesia diberkahi dengan kekayaan alam yang mel impah.

"Yang pertama, perlu adanya penyediaan material. Ini yang harus dilakukan oleh upstream industry (industri hulu). Jadi industri material ini seperti industri baja, alumunium, resin, petrokimia, karet sintetis, termasuk elektronik itu sekarang kita masih impor. Sejak krisis (1998) kita masih impor. Ini berbeda dengan di Thailand, dia mulai bisa kembangkan sendiri di dalam negeri," papar Made kepada detikOto.

Padahal, untuk sejumlah bahan baku untuk komponen, Thailand pun melakukan impor. Hanya saja, Thailand dengan segera membangun industri hulu, industri antara serta industri hilir untuk memproduksi bahan komponen dalam negeri.

Sementara Indonesia sendiri baru akan siap untuk memproduksi bahan komponen secara lokal pada 2018-2019 mendatang, melihat kerjasama yang dilakukan antara Krakatau Steel dengan Nippon Steel.

"Padahal mereka (Thailand) sama juga tidak punya bahan bakunya, dia impor lalu bangun industri hulunya, industri antara , dan industri hilir. Sementara kita, baru nanti siap industri hulu seperti resin, Krakatau Steel dengan Nippon Steel baru 2018. Dan alumunium pun saya dengar ada 2018-2019. Jadi perspektif itu, material sangat penting sekali. Ini menjadi kendala dalam menggerakkan supaya banyak supply komponen buat Indonesia," jelasnya.

Selain penyediaan bahan baku, I Made menerangkan lebih lanjut perlunya kemampuan desain dan evaluasi serta pengujian untuk menyiapkan Indonesia sebagai negara industri otomotif.

"Yang menjadi poin kita kedua, sebenarnya kemampuan desain dan juga persediaan fasilitas evaluasi, fasilitas testing. Kemudian setelah ada desain engineering dan rawingnya perlu dites jatuh atau digoyang sampe 1000 kali, alat pengetes dan lab evaluasinya itu kita harus ke Jepang. Kita harus ke Thailand. Ini perlu waktu dan ini tidak banyak perusahaan indonesia yang punya seperti itu, kemampuan desain engineering termasuk alat testing," tutur Made.

Langkah s elanjutnya yang perlu disiapkan bagi industri otomotif di Indonesia yakni pengadaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas lewat pelatihan maupun institusi. Hal itulah yang dinilai I Made belum difokuskan di Indonesia.

"Disamping itu juga, yang  menjadi poin saya adalah sumber daya manusia. Jadi kesiapan SDM kita dengan perkembangan teknologi yang ada dalam membuat komponen itu, kita belum menyediakan dengan masif. Di beberapa negara sudah ada namanya perguruan tinggi yang ada jurusan teknik otomotifnya atau malah mereka membuat institut otomotif, seperti di Thailand maupun di Malaysia.nah di kita pengembangan yang fokus kepada hal itu masih belum banyak," ungkapnya.

Terakhir, I Made Dana Tangkas menggarisbawahi untuk mendorong industri otomotif Indonesia lewat industri komponen, harus segera membuat sektor dari hulu ke hilir agar tidak bergantung melulu pada impor.

"Mau tidak mau yang jadi jawaban semua ini buat di lokal. bahan baku ada, bu at industri hulunya, industri hilirnya, buat industri antaranya. sehingga semuanya bisa kita datangkan dari dalam negeri. Tidak ada ketergantungan pada aspek ekonomi," tutupnya.


(nkn/ddn)

Jurus Indonesia Salip Thailand, Lewat Institut Otomotif Indonesia

Jurus Indonesia Salip Thailand, Lewat Institut Otomotif IndonesiaJakarta - Salah satu langkah menyiapkan Indonesia menjadi industri negara industri otomotif yakni lewat pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Sebagai wujud nyata, beberapa waktu mendatang akan diresmikan lnstitut Otomotif Indonesia (IOI).

Lembaga independen tersebut menggandeng praktisi dari pelaku industri otomotif di Indonesia. Tujuannya, untuk mempersiapkan SDM yang berkualitas di sektor industri otomotif. Tak hanya di cakupan dalam negeri namun juga bersaing secara global.

Kepada detikOto, Ketua Komite Tetap Industri Logam, Manufaktur, Alat Transportasi, dan Elektronik Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), I Made Dana Tangkas menjelaskan lembaga pelatihan IOI bersifat think thank yang mencetak para thinker atau pemikir serta SDM berkualitas.

"Nanti kita di Indonesia ada 3 asosiasi yang tergabung dalam Federasi Otomotif Indonesia, ada Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM), AISI (Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia), termasuk sekarang tambahan PIKO (Perkumpulan Industri Kecil Komponen Otomotif). IOI dibangun oleh para expert otomotif Indonesia yang berasal dari perguruan tinggi, pelaku industri, pengusaha. Ini merupakan lembaga thinker, bukan sekolah," jelas Made dalam wawancara khusus dengan detikOto di kantornya.

Lembaga yang rencananya bakal diresmikan pada 20 Mei 2016 mendatang, akan memberikan sejumlah pelatihan dengan standar komnpetensi SDM yang dibutuhkan dalm industri otomotif, mulai dari welding, stamping, logistik, hingga maintenance.

"Yang mengikuti IOI nanti akan disertifikasi, dilatih, digembleng untuk bisa mengikuti standar kualitas, standar global, standar profesional. Standar kompetensi otomotif itu ada beberapa proses, ada stamping, pengelasan, welding, pengecatan, logistik, maintenance," paparnya.

Made berharap melalui IOI, industri otomotif Indonesia akan dilakukan oleh SDM yang berkualitas sehingga dapat menyaingi negara tetangga, Thailand.

"Ada pelatihan, sertifikasi, termasuk ada technical center di IOI. Lewat lembaga itu sekaligus mengontrol road map supaya industri otomotif bertambah terus, pada akhirnya dapat menyamai Thailand. Harus ada yang menganalisa, memberi masukan pada pemerintah. Ini yang dilakukan oleh lembaga thinker (IOI) itu. Meski independen, tapi didukung oleh pemerintah," tuturnya.


(nkn/ddn)

Vespa Indonesia Siap Kenalkan Motor Edisi 70 Tahun

Vespa Indonesia Siap Kenalkan Motor Edisi 70 TahunJakarta - Berusia 70 tahun, PT Piaggio Indonesia coba memanjakan pecintanya di Indonesia. Produsen asal Italia ini akan memperkenalkan line up motor edisi 70 tahun.

Selain itu dikatakan model ini akan diperkenalkan secara terbatas di Indonesia. Seperti yang disampaikan PR & Communication Specialiast PT Piaggio Indonesia, Robby Gozal, di Jakarta.

"Kami juga akan memperkenalkan model 70 tahun di Indonesia. Tapi limited edition (terbatas-Red)," ujar Robby.

Robby pun menuturkan model apa saja yang bakal diperkenalkan. Dirinya mengatakan semua model ke-70 tahun ini akan didatangkan.

"Ada 3 model yang akan kami perkenalkan. Diantaranya vespa model Primavera, GTS, New PX. ketiga model ini merupakan model edisi ke-70 tahun," katanya.

Sayang, Robby masih enggan mengatakan berapa harga banderol dan kapan pastinya Piaggio Indonesia akan melahirkannya. "Tunggu saja bro, nanti pasti kita undang," tambahnya.

Situs Vespa sudah memperlihatkan edisi khusus motor-motor ini. Jika melihat dari ketiga model edisi 70 tahun ini, akan memiliki 2 warna pilihan Silver dan biru langit.
(lth/ddn)

Cara Indonesia Salip Thailand, Lewat Institut Otomotif Indonesia

Cara Indonesia Salip Thailand, Lewat Institut Otomotif IndonesiaJakarta - Salah satu langkah menyiapkan Indonesia menjadi industri negara industri otomotif yakni lewat pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Sebagai wujud nyata, beberapa waktu mendatang akan diresmikan lnstitut Otomotif Indonesia (IOI).

Lembaga independen tersebut menggandeng praktisi dari pelaku industri otomotif di Indonesia. Tujuannya, untuk mempersiapkan SDM yang berkualitas di sektor industri otomotif. Tak hanya di cakupan dalam negeri namun juga bersaing secara global.

Kepada detikOto, Ketua Komite Tetap Industri Logam, Manufaktur, Alat Transportasi, dan Elektronik Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), I Made Dana Tangkas menje laskan lembaga pelatihan IOI bersifat think thank yang mencetak para thinker atau pemikir serta SDM berkualitas.

"Nanti kita di Indonesia ada 3 asosiasi yang tergabung dalam Federasi Otomotif Indonesia, ada Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM), AISI (Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia), termasuk sekarang tambahan PIKO (Perkumpulan Industri Kecil Komponen Otomotif). IOI dibangun oleh para expert otomotif Indonesia yang berasal dari perguruan tinggi, pelaku industri, pengusaha. Ini merupakan lembaga thinker, bukan sekolah," jelas Made dalam wawancara khusus dengan detikOto di kantornya.

Lembaga yang rencananya bakal diresmikan pada 20 Mei 2016 mendatang, akan memberikan sejumlah pelatihan dengan standar komnpetensi SDM yang dibutuhkan dalm industri otomotif, mulai dari welding, stamping, logistik, hingga maintenance.

"Yang mengikuti IOI nanti akan disertifikasi, dilatih, d igembleng untuk bisa mengikuti standar kualitas, standar global, standar profesional. Standar kompetensi otomotif itu ada beberapa proses, ada stamping, pengelasan, welding, pengecatan, logistik, maintenance," paparnya.

Made berharap melalui IOI, industri otomotif Indonesia akan dilakukan oleh SDM yang berkualitas sehingga dapat menyaingi negara tetangga, Thailand.

"Ada pelatihan, sertifikasi, termasuk ada technical center di IOI. Lewat lembaga itu sekaligus mengontrol road map supaya industri otomotif bertambah terus, pada akhirnya dapat menyamai Thailand. Harus ada yang menganalisa, memberi masukan pada pemerintah. Ini yang dilakukan oleh lembaga thinker (IOI) itu. Meski independen, tapi didukung oleh pemerintah," tuturnya.


(nkn/ddn)

Friday, May 6, 2016

SUV Porsche Jelajahi Pelosok Kamboja

SUV Porsche Jelajahi Pelosok Kamboja Jakarta - SUV Porsche menjelajah Kamboja menggunakan dua SUV mulai dari jalanan mulus hingga jalur off-road ke pelosok Kamboja.

Keterangan Foto :
Porsche Asia Pasific memiliki cara unik untuk menunjukkan kapabilitas dua model sport utility vehicle (SUV) andalannya yakni Cayenne dan Macan.

Penjualan Mobil Honda Anjlok 30 Persen

Penjualan Mobil Honda Anjlok 30 PersenJakarta - Situasi penjualan mobil sepertinya belum normal. Hal itu dirasakan Honda. Selama bulan April lalu, Honda hanya mencatat angka penjualan sebesar 14.384 unit. Turun hampir 30 persen dibandingkan bulan Maret yang mencapai 20.475 unit.

Namun jika dibandingkan dengan bulan April tahun sebelumnya, masih naik sekitar 32 persen. Bulan April 2015 lalu, Honda menjual 10.583 unit.

"Meskipun pasar otomotif masih belum normal hingga bulan April lalu, Honda masih dapat meraih hasil penjualan yang cukup positif dengan peningkatan 32% dibanding periode yang sama di tahun lalu," ujar Direktur Pemasaran PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy dalam siaran pers, Sabtu (7/5/2016).

Dengan ta mbahan angka 14.384 di bulan April tersebut, sebanyak 72.763 unit mobil Honda telah terjual di Indonesia sepanjang tahun 2016.

Honda BR-V masih menjadi penyumbang terbesar dengan angka 4.536 unit pada bulan April 2016. Hingga akhir April lalu, Honda BR-V telah mencatat total penjualan mencapai 22,827 unit di seluruh Indonesia.

Selain dari Honda BR-V, Honda Mobilio, Honda Jazz dan Honda HR-V juga menyumbang penjualan Honda.

Meski terjadi penurunan, Jonfis berharap peluncuran mobil baru seperti Civic, Accord dan Brio pada bulan April akan menyemarakkan pasar.

                                  
(ddn/ddn)