Jakarta - Indonesia dan Malaysia merupakan dua negara di Asia Tenggara dengan pasar otomotif yang besar. Dubes Malaysia Dato Syed Munshe Afdzaruddin merasa Indonesia dan Malaysia harus bersatu untuk menaklukkan pasar otomotif dunia."Kalau kita melihat Proton saat ini memang ini produk dari Malaysia, tapi kalau kita melihat ke depannya bisa saja Proton bakal menggunakan berbagai produk dari Indonesia (perbanyak lokal komponen asal Indonesia)," katanya di Jakarta.
"Dan kedepannya lagi saat teknologi lebih maju (teknologi Indonesia) ini bisa saja masuk Proton. Ini bisa membina perekonomian kedua negara melalui dunia otomotif," tambahnya.
Setelah negara ASEAN banyak belajar dari negara maju di Eropa, kenapa tidak membanggakan merek lokal (ASEAN).
"Kenapa kita membanggakan kereta (mobil) asing saja, kenapa tidak membanggakan merek dari lokal saja dengan kualitas terbaik. Tetapi kualitas terbaik kita sebanding dengan pabrikan asing itu harus disokong oleh masyarakat," katanya.
Bahkan dirinya memastikan bisa saja di masa mendatang Indonesia dan Malaysia bertukar teknologi dalam dunia otomotif.
"Pertukaran teknologi, kita bisa saja bertukar teknologi. Kenapa tidak? Tentu saja bisa, Insyaallah kedepannya jika ada mobil asean, denagn pemimpin dan pebisnis yang berpikir kedepan, dan menjadikan pasar Indonesia menjadi pasar terbesar dipasar ASEAN. Bisa saja nantinya kita mentransfer produk, misalnya dalam membuat pesawat, sayapnya dari spanyol, mesinnya dari Prancis, akhirnya tenaga kerja yang digunakan berbeda, teknologi terus berkembang (di Indonesia dan Malaysia)," ujarnya.
Mengenai sedan Proton yang baru saja diluncurkan di Jakarta, yakni Preve, Dato Syed Munshe nmenyatakan dirinya telah memiliki Proton Preve.
"Iya saya ada Proton Preve, kalau kalian (detikOto) mau mencoba silakan, kalau tidak dikasih gunakan punya saya saja," ujarnya dengan nada bercanda.
(ddn/ddn)






Jakarta - Hallo detikOto, saat ini saya penguna mobil Ertiga GX, selama setahun menggunakan memang tarikan mobil ini jauh lebih baik dan lebih irit apalagi dengan menggunakan persneling tinggi pada maksimal 2.000 RPM.
Maranello - Chief Executive Officer (CEO) pabrikan mobil super asal Italia, Ferrari Luca di Montezemolo dikabarkan akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai bos di Ferrari.
Singapura - Mobil pengantin Mercy atau BMW mungkin jadi tiada apa-apanya dibanding mobil satu ini. Lihat saja mobil super Italia, Pagani Zonda dihias jadi mobil pengantin!
Jakarta - Carens termasuk mobil yang membuat pecinta KIA penasaran. Kira-kira bagaimana performa mobil yang disiapkan untuk Indonesia. Apakah setara dengan mobil Eropanya?