Friday, February 6, 2015

Tahun Lalu, Isuzu Jual 28.278 Unit Kendaraan

Tahun Lalu, Isuzu Jual 28.278 Unit KendaraanJakarta - Pasar otomotif nasional tahun 2014 lalu sedikit mengalami penurunan 1,8 persen dibandingkan tahun 2013. Pada segmen komersial juga mengalami penurunan 5,5 persen. Begitu juga dengan penjualan Isuzu di tahun 2014 yang mengalami penurunan.

CEO PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Supranoto Tirtodidjojo menuturkan sepanjang tahun 2014 lalu, Isuzu menjual mobil sebanyak 28.278 unit. Angka itu turun dibandingkan tahun 2013 lalu yang mencapai 31.527 unit.

"Isuzu cukup puas dengan performance-nya di tahun 2014. Pada saat keadaan cukup sulit untuk komersial, Isuzu menutup total penjualan 28.278 unit," beber Supranoto di acara Isuzu Media Gathering di Harum Manis Restaurant, Jumat (6/2/2015).

Untuk tahun 2015 ini dengan kondisi yang diprediksi Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) pasar otomotif akan sama dengan tahun lalu sebanyak 1,2 juta unit, Isuzu menargetkan bisa menjual mobil sebanyak 39.000 unit.

"Gaikindo memang memprediksi pasar akan flat. Tapi kita optimistis karena punya produk baru seperti MU-X yang kita targetkan bisa terjual 5.000 unit setahunnya. Ada juga Elf dan GIGA yang peluang infrastruktur tahun ini cukup bagus," bebernya.

Dengan begitu, Isuzu menurut Supranoto berani meningkatkan target jualannya di tahun 2015 ini dan Isuzu tetap optimistis bisa mencapai target yang sudah ditentukan.

"Mudah-mudah target akan tercapai di tahun ini," tuntasnya.




(ady/ddn)

Mitsubishi Tidak Pasang Target Tinggi Tahun Ini

Mitsubishi Tidak Pasang Target Tinggi Tahun IniJakarta - Kondisi pasar otomotif nasional yang diprediksi akan stagnan tahun ini membuat PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) sebagai agen pemegang merek Mitsubishi di Indonesia tidak memasang target tinggi-tinggi untuk menjual kendaraan niaga tahun 2015.

Sebab, kondisi pasar masih belum stabil di tahun ini. Karenanya, PT KTB memasang hanya menargetkan penjualan dan pangsa pasar hanya naik 10 persen.

Menurut Presdir PT KTB Noboru Tsuji, pihaknya menargetkan penjualan Mitsubishi Fuso lebih dari 60.000 unit. KTB juga membidik perolehan pangsa pasar lebih dari 50 persen di tahun 2015 ini.

"Kami menentukan target tersebut berdasarkan kondisi ekonomi makro yang diprediksi tidak banyak berubah dari tahun lalu," kata Noboru dalam sambutannya di acara Fuso Annual Media Gathering 2015 di Kantor Pusat PT KTB, Pulomas, Jakarta, Jumat (6/2/2015).

Meski begitu, Noboru mengaku optimistis pihaknya masih memiliki peluang besar. Sebab, pertumbuhan ekonomi ditargetkan lebih dari 5 persen tahun ini.

Untuk mencapai target tersebut, Mitsubishi akan memperkenalkan 12 varian baru di segmen kendaraan niaga. Selain itu, KTB juga berjanji untuk meningkatkan aspek lain mulai dari produk hingga pelayanan.

Hal itu dipercaya akan memberikan kepuasan pelanggan yang lebih optimal. KTB menjanjikan untuk mengembangkan jaringan diler di seluruh Indonesia dan meningkatkan program serta fasilitas layanan purna jual khusus kendaraan niaga.





(rgr/ddn)

Gaikindo: Soal Mobnas Tergantung Pemerintah

Gaikindo: Soal Mobnas Tergantung PemerintahJakarta - Berita cukup mengejutkan datang dari Malaysia. Pabrikan Malaysia, Proton meneken nota kesepahaman dengan PT Adiperkasa Citra Lestari yang dipimpin AM Hendropriyono untuk memproduksi mobil nasional.

Ketua IV Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Rizwan Alamsjah menyatakan, untuk soal mobnas, sepenuhnya merupakan murni dari inisiatif pemerintah bukan dari swasta.

"Ya kan mobil nasional sih itu target pemerintah, saya juga belum tahu jelas. Tapi mobil nasional itu benar-benar suatu inisiatif dari pemerintah bukan swasta, kami ikut saja," kata Rizwan di kantornya, Jakarta.

Menurut Rizwan, jika mobil nasional hasil kerja sama dengan Proton itu benar-benar masuk ke Indonesia, beberapa pabrikan siap menjadi pesaingnya. Rizwan menganggap, mobil nasional itu seperti mobil baru yang menjadi pesaing baru.

"Kalau dia ada hadir di pasar kita sebagai salah satu pesaing saja," kata Rizwan.

Rizwan pun menyambut baik kerja sama ini. Sebab, menurutnya pasar Indonesia merupakan pasar yang sedang bertumbuh pesat.

"Kami menyambut baik karena pasar otomotif itu kan tumbuh, itu saya sendiri belum tahu detail, dan baru tahu niat itu. Kami sendiri masih belum tahu apa maksudnya. Tapi yang jelas, kami menganggap itu salah satu produk yang akan datang, seperti merek-merek lain yang baru masuk ke Indonesia," ujarnya.

"Saya rasa kenapa mereka mau masuk, karena pasar Indonesia itu baik. Ke depan itu penjualan akan berlipat-lipat kali. Mereka ingin eksis di situ. Jadi wajar jika mereka ingin masuk ke Indonesia," tambah Rizwan.




(rgr/ddn)

Avanza Mau Ganti Model Tahun Ini, Toyota?

Avanza Mau Ganti Model Tahun Ini, Toyota?Jakarta - Segmen Low Multi Purpose Vehicle (LMPV) di pasar otomotif nasinal masih tetap dipegang oleh Toyota Avanza, namun pesaing makin mendekat. Kini ada rumor yang mencuat yang menyebutkan Toyota tengah menyiapkan perubahan pada mobil terlarisnya itu.

Kabarnya, Toyota Avanza dengan wajah baru itu akan diluncurkan tahun 2015 ini.

Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Rahmat Samulo mengatakan, sampai saat ini Toyota tetap yakin dengan Avanza yang ada di pasaran. Toyota juga selalu mengadakan survei untuk mendapatkan apa yang diinginkan masyarakat pada Avanza.

"Kita tetap confident dengan Avanza sekarang. Buktinya masih tetap banyak dibeli masyarakat. Tapi, jika masyarakat menginginkan hal yang baru maka kami siap untuk mewujudkannya," ungkap Samulo saat dihubungi detikOto, Jumat (6/2/2015).

Samulo menegaskan, tidak menutup kemungkinan jika nanti menurut hasil survei itu masyarakat menginginkan hal yang baru, maka Toyota bisa melakukan perubahan atau menghadirkan Avanza dengan tampilan yang lebih segar.

"Hasil survei yang selama ini kita lakukan tidak bisa kami share. Tapi, apapun keinginan masyarakat akan kami wujudkan," elak Samulo.

Tapi, Samulo tetap bersikeras kalau Avanza akan tetap menjadi mobil pilihan masyarakat Indonesia hingga di masa yang akan datang. Pada tahun 2014 lalu, menurut Samulo market share Avanza di segmennya mencapai 46 persen.

"Pada intinya kita tetap confident pada Avanza ini," tuntasnya.


(ady/ddn)

Mitsubishi Siapkan 12 Truk Baru Tahun Ini

Mitsubishi Siapkan 12 Truk Baru Tahun IniJakarta - Siap menghadapi persaingan di kendaraan niaga tahun ini, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors sudah menyiapkan beberapa amunisi. Total ada 12 varian baru truk Mitsubishi yang siap dijual tahun ini.

Menurut Executive Marketing Director MFTBC Marketing Division PT KTB, Rizwan Alamsjah, dengan peluncuran 12 varian baru tersebut membuat konsumen memiliki lebih banyak pilihan. Kini, Mitsubishi Fuso telah memiliki 28 varian kendaraan baru.

"Dengan penambahan varian baru di tahun 2015 maka secara total kami akan memiliki 40 varian yang terdiri dari segmen Light Duty Truck, Medium Duty Truck dan Heavy Duty Truck," kata Rizwan di sela acara Fuso Annual Media Gathering 2015 di Kantor Pusat PT KTB, Pulomas, Jakarta, Jumat (6/2/2015).

Ke-12 varian itu terbagi dalam tiga segmen yaitu 3 varian Light Truck, 6 varian Medium Truck dan 3 varian Large Truck.

Sementara itu, hingga 2014 lalu PT KTB sudah memiliki 28 varian kendaraan niaga. Varian tersebut terbagi dalam 14 Light Truck, 13 Medium Truck dan 1 Large Truck.




(rgr/ddn)

Proton Garap Mobnas di Indonesia, Apa Komentar Gaikindo?

Proton Garap Mobnas di Indonesia, Apa Komentar Gaikindo?Jakarta - Produsen mobil Malaysia, Proton melakukan studi membangun mobil nasional di Indonesia bekerja sama dengan PT Adiperkasa Citra Lestari. Apa tanggapan kalangan industri otomotif nasional?

“Kalau berita baru saja membacanya, tapi terus terang sebelum-sebelumnya, saya sendiri belum mendengar (rencana itu),” tutur Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, Jongkie Sugiarto saat dihubungi detikOto, Jumat (6/2/2015).

Meski mengaku belum bisa berkomentar apapun tentang rencana kerjasama Proton dengan PT Adiperkasa Citra Lestari dari Indonesia, namun dia menyebut potensi pasar Indonesia memang menggiurkan.

Jumlah penduduk yang terbesar di kawasan, dan potensi ekonomi menjadi aspek yang sering diperhitungkan oleh pabrikan otomotif.

“Itu saja, kalau rencana kerja sama ini itu saya belum bisa berkomentar, karena belum mendengarnya secara langsung,” elak Jongkie.

Sebelumnya Chairman Proton yang juga mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan, studi kelayakan kerjasama antara Proton Holding Berhad dengan PT Adiperkasa Citra Lestari diharapkan rampung dalam waktu enam bulan.

Jika proyek itu layak, dan Indonesia benar-benar memproduksi sendiri mobil nasionalnya, harus dibarengi dengan proteksi tarif agar industri otomotif Indonesia tumbuh.
Halaman 1 2 »

(arf/ddn)

Kendaraan Niaga Tengah Lesu, Mitsubishi Masih Kuasai Pasar

Kendaraan Niaga Tengah Lesu, Mitsubishi Masih Kuasai PasarJakarta - Meski pasar kendaraan niaga nasional sepanjang 2014 menurun, armada truk Mitsubishi mengalami kenaikan pangsa pasar. Hal itu dipercaya semakin memperkuat posisi truk Mitsubishi di kelas kendaraan niaga nasional.

Data penjualan secara retail sales memperlihatkan pasar kendaraan niaga nasional selama tahun 2014 mencatatkan angka penjualan 120.305 unit. Hal itu mengalami penurunan 16,9 persen dibandingkan tahun 2013.

Sebab, sepanjang 2014 tantangan di industri otomotif dihadapkan dengan berbagai tantangan. Mulai dari kondisi politik, ekonomi hingga kenaikan harga BBM menjadi salah satu penghambat pertumbuhan penjualan produk otomotif.

Meski begitu, truk Mitsubishi yang dipasarkan melalui PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) selaku agen pemegang merek Mitsubishi di Indonesia mengalami peningkatan dari segi pangsa pasar dengan menguasai 46,8 persen selama 2014. Sementara di 2013, Mitsubishi menguasai 45,4 persen pangsa pasar dan 2012 sebesar 43,3 persen.

"Pasar kendaraan komersial secara keseluruhan menurun. Namun, market share kami justru meningkat selama tiga tahun berturut-turut," ujar Executive Marketing Director MFTBC Marketing Division PT KTB, Rizwan Alamsjah di sela acara Fuso Annual Media Gathering 2015 di Kantor Pusat PT KTB, Pulomas, Jakarta, Jumat (6/2/2015).

Presdir PT KTB Nobori Tsuji menyatakan, di tengah kondisi pasar yang menurun pihaknya masih bisa bertahan.

"Kami berhasil meluncurkan tujuh varian baru di tahun 2014 dan Mitsubishi Fuso mampu mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar kendaraan niaga di Indonesia selama 44 tahun," kata Noboru dalam sambutannya.

Sementara itu, kendaraan niaga Truk Mitsubishi sepanjang 2014 terjual sebanyak 56.270 unit dari data penjualan retail sales. Colt Diesel yang masuk dalam segmen light duty truck memegang penjualan terbesar dengan catatan penjualan 51.996 unit selama 2014. Colt Diesel itu menguasai 54,1 persen pangsa pasar di kelasnya.

Di kelas medium duty truk (MDT), Fuso memperoleh penjualan sebanyak 4.625 unit dengan pangsa pasar 22,1 persen. Perolehan pangsa pasar model Fuso cenderung meningkat sejak peluncuran varian baru di kelas MDT sepanjang 2014. Hal itu diyakini mengindikasikan bahwa produk yang diluncurkan dapat diterima oleh pasar.


(rgr/ddn)