Tuesday, March 24, 2015

Ini Dia Pesaing Avanza, Ertiga, Mobilio dari Mitsubishi

Ini Dia Pesaing Avanza, Ertiga, Mobilio dari MitsubishiBekasi - Akhirnya setelah sekian lama, Mitsubishi merilis foto teaser mobil Small MPV penantang Avanza, Ertiga dan Mobilio. Di acara peletakan batu pertama pabrik Mitsubishi di Deltamas, Cikarang, Jawa Barat, Mitsubishi menampilkan gambar siluet dari Small MPV-nya.

Head Officer Production Group Mitsubishi Motors Corporation, Takeshi Ando mempresentasikan, Small MPV itu bakal memiliki tiga keunggulan. Keunggulannya yaitu, Sporty and Tough Appearance, High Class Interior dan Convertable (7 Seats and Seat Arragement).

"Small MPV kami nantinya memiliki tampilan yang sporty, interior yang mewah dan memberikan kenyamanan dengan kapasitas 7 penumpang dan penyesuaian kursi," kata Ando di acara Groundbreaking Ceremony pabrik baru PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia di Cikarang, Jawa Barat, Selasa (24/3/2015).

Mitsubishi mulai tertarik untuk menggarap segmen Small MPV. Sebab, segmen itu sangat diterima di Indonesia.

Chairman & CEO Mitsubishi Motors Corporation, Osamu Masuko mengatakan, pasar Small MPV cukup besar di Indonesia. Setidaknya 36 persen dari total penjualan mobil di Indonesia dikuasai oleh segmen Small MPV.

"Segmen MPV di Indonesia menguasai 36 persen atau rata-rata 600.000 unit. Diperkirakan, ekonomi Indonesia akan berkembang terus dan makin menambah penjualan MPV. MPV dari 600 ribu bisa sampai 700 ribu," ungkap Masuko.


(rgr/ddn)

Hentikan Produksi, Honda Tetap Buka Penyewaan Jazz Listrik

Hentikan Produksi, Honda Tetap Buka Penyewaan Jazz ListrikWashington - Honda tahun lalu memutuskan untuk menghentikan produksi mobil listrik Jazz. Meski begitu Honda masih menawarkan penyewaan mobil ramah lingkungan mereka yang satu ini.

Dilansir caranddrive, Selasa (24/3/2015), pecinta mobil listrik di Amerika bakal kecewa, dengan sikap Honda yang akan menghentikan produksi Fit EV.

Namun program penyewaan mobil listrik Fit EV akan tetap diperpanjang hingga 2 tahun ke depan.

Hasilnya setiap pengendara di Amerika masih bisa berhemat, dengan tetap menggunakan mobil ramah lingkungan yang bisa berlari hingga 82 mil dengan sekali ngecas baterai.

Untuk menyewa jasa Honda Jazz EV ini, konsumen Honda di Amerika cukup mengeluarkan kocek US$ 199 per bulannya. Dan hanya butuh waktu 3 jam untuk melakukan pengisian baterai, dengan daya 240-Volt.

Penyewaan Honda Jazz EV ini juga akan tetap berlaku di kota-kota Amerika seperti Maryland, Massachusetts, New Jersey, New York, California, dan Oregon.


(lth/ddn)

Toyota: Spek Alphard Sama dengan di Jepang, Hanya Penyesuaian Fitur

Toyota: Spek Alphard Sama dengan di Jepang, Hanya Penyesuaian FiturJakarta - PT Toyota Astra Motor (PT TAM) akan meluncurkan generasi terbaru Multi Purpose Vehicle (MPV) mewah Toyota Alphard tiga hari mendatang atau Jumat (27/3/2015). Mobil yang awalnya hanya ditujukan untuk pasar Jepang itu, tak akan mengalami penurunan spesifikasi saat dijajakan di Indonesia, namun fiturnya disesuaikan dengan kebutuhan.

“Kualitas spesifikasi sama dengan yang ada di Jepang. Tetapi, memang ada penyesuaian fitur, agar lebih fungsional dan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan konsumen Indonesia,” papar Public Relation Manager PT TAM, Rouli Sijabat saat dihubungi di Jakarta, Selasa (24/3/2015).

Menurut Rouli hal itu dilakukan agar fitur yang ditanam di mobil itu oleh pabrikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan mendukung keamanan serta kenyamanan berkendara konsumen.

“Sehingga pemilik benar-benar bisa menikmati kenyamanan dan fungsi kendaraan yang bersangkutan,” ucapnya.

Pernyataan serupa diungkapkan sumber di Auto2000. Menurutnya, penyesuaian fitur sepertio itu belajar dari pengalaman yang telah ada.

Dia menyebut banyak mobil yang diimpor secara utuh namun tidak dilakukan penyesauaian sebelum datang di Indonesia, ternyata banyak fitur yang mubazir. Padahal, fitur itu bisa diganti dengan fitur lain yang sesuai dengan kebutuhan konsumen dan kondisi rill di Indonesia.

“Artinya, kalau ada beda fitur dengan yang ada di pasar domestik Jepang, itu bukan penurunan, tapi penyesuaian,” kata dia.

Menurutnya, dari pengalaman saat memasarkan Alphard generasi sebelumnya dan mobil-mobil yang diimpor secara utuh lainnya, fitur yang diseuaikan itu adalah fitur tambahan penunjang kenyamanan atau tampilan. Sedangkan fitur keamanan tak ada yang diubah atau dikurangi.

Sebelumnya, seperti dilaporkan Carscoops, Toyota Motor telah meluncurkan dua varian MPV premium tersebut pada 20 Januari lalu di Jepang. Mobil ini menggunakan sistem suspensi roda belakang double wishbone versi terbaru. Ubahan juga dilakukan di bagian eksterior dan interior.


(arf/ddn)

Prioritaskan Indonesia, Mitsubishi Mulai Ekspor Small MPV pada 2018

Prioritaskan Indonesia, Mitsubishi Mulai Ekspor Small MPV pada 2018Bekasi - Mitsubishi telah menjanjikan akan mengekspor Small MPV yang diproduksi di Indonesia. Namun, model itu diprioritaskan untuk pasar Indonesia terlebih dahulu.

Chairman & CEO Mitsubishi Motors Corporation, Osamu Masuko mengatakan, pihaknya akan memproduksi Small MPV di pabrik baru ini pada Agustus 2017. Namun, tahun 2017 MPV yang diproduksi dikhususkan untuk pasar nasional.

"Produksi Small MPV di Agustus 2017. Tapi itu untuk pasar lokal," kata Masuko di acara Groundbreaking Ceremony pabrik baru PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia di Cikarang, Jawa Barat, Selasa (24/3/2015).

Di tahun 2018, pabrikan berlogo tiga berlian itu baru memulai ekspor ke beberapa negara. Negara tujuan ekspor tahap awal adalah Filipina, Thailand dan Vietnam.

"2018 ekspor baru dimulai. Tahap awal ke ASEAN yakni Filipina, Thailand dan Vietnam. Kemudian dilanjutkan ke negara di Afrika, Timur Tengah dan Amerika Latin," ungkapnya.

Ia menegaskan, model yang diekspor hanyalah Small MPV. Sementara New Pajero Sport dan Colt L300 hanya untuk pasar Indonesia.


(rgr/ddn)

Alphard, Bermula dari Importir dan Merajalela di Tangan TAM

Alphard, Bermula dari Importir dan Merajalela di Tangan TAM Jakarta - Kehadiran varian Multi Purpose Vehicle (MPV) Toyota Alphard di Indonesia tak lepas dari kiprah importir umum yang mendatangkannya sebelum PT Toyota Astra Motor (PT TAM) melakukannya. Namun, jumlahnya semakin merajalela setelah Toyota Indonesia itu memasarkannya secara resmi pada 2008.

“Memang benar, awalnya teman-teman importir umum yang memasarkannya. Volumenya pun terus bertambah, nah pada saat itu juga banyak calon pembeli yang bertanya ke kami mengapa Toyota tidak memasarkannya secara resmi. Akhirnya kami respons,” papar Public Relation Manager PT TAM, Rouli Sijabat, saat dihubungi di Jakarta, Selasa (24/3/2015).

Keinginan calon pembeli yang seperti itu, kata Rouli, dikarenakan mereka ingin mendapatkan kepastian soal layanan purna jual, spesifikasi teknis dan fitur yang telah disesuaikan dengan kondisi lokal Indonesia. “Dan tentunya, panduan. Karena kalau dipasarkan TAM secara resmi buku manual kan pakai Bahasa Indonesia,” tuturnya.

MPV mewah Toyota itu mulai diproduksi pada 2002, dan awalnya hanya diperuntukkan bagi pasar domestik Jepang. Namun, ternyata, konsumen di negara-negara lain, termasuk Indonesia banyak yang kepincut dibuatnya. Jadilah mobil itu diimpor oleh sejumlah importir.

Yuk simak perjalanan Alphard di Indonesia:


Monday, March 23, 2015

Dolar Masih Mahal, Toyota Janji Harga Alphard Kompetitif

Dolar Masih Mahal, Toyota Janji Harga Alphard KompetitifJakarta - Toyota tetap mengimpor secara utuh mobil Alphard dan Vellfire terbaru dari Jepang. Berbicara harga, Toyota belum mau membocorkannya, namun Toyota berjanji memberikan harga yang kompetitif.

"Harganya nunggu nanti saja ya, tapi TAM akan memberikan harga yang kompetitif. Kita akan lihat dulu situasi dan kondisi ekonomi serta dolar," ujar Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor Rahmat Samulo kepada detikOto.

Public Relation Manager PT TAM, Rouli Sijabat menambahkan memang konsumen MPV premium Toyota itu bukanlah konsumen yang sensitif terhadap harga. Namun, soal kepastian besaran nilai tukar rupiah tetap menjadi perhatian mereka.

Oleh karena itu, kata Rouli, hingga saat ini pihaknya belum bisa menyebutkan harga dari Alphard terbaru itu. “Penetapan harga, itu last minute. Ya kita harus melihat berbagai aspek, tentunya perkembangan situasi terakhir, ternasuk nilai tukar,” kata dia.

Generasi terbaru Alphard dan Vellfire diluncurkan oleh Toyota Motor Corporation di Jepang pada 20 Januari lalu. Laporan ResponseJP menyebutkan, hingga awal bulan ini pemesanan keduanya telah mencapai 42.000 unit.

Rinciannya, pemesanan Alphard telah mencapai 20.000 unit dan Vellfire 22.000 unit. Padahal, Toyota hanya mematok target penjualan Alphard 3.000 unit saban bulan dan Vellfire 4.000 unit.

Di Indonesia, penjualan Alphard terbilang moncer dibanding varian sejenis besutan merek lain. Sepanjang tahun lalu, Alphard terjual sekitar 1.150 unit atau menggenggam 57 persen pangsa pasar.


(arf/ddn)

Menperin: Pabrik Mitsubishi Bantu Ekonomi Indonesia

Menperin: Pabrik Mitsubishi Bantu Ekonomi IndonesiaBekasi - Mitsubishi mulai membangun pabrik kendaraan penumpang di Cikarang, Jawa Barat. Pabrik yang pada tahap pertama memproduksi 80.000 unit mobil per tahun ini akan mengekspor sekitar 25 persennya.

Menteri Perindustrian Saleh Husin menyatakan, pembangunan pabrik ini akan membantu kondisi ekonomi Indonesia. Sebab, pabrik ini bakal menyerap banyak tenaga kerja dan menyumbang pajak yang cukup besar dari ekspornya.

"Tentunya pembangunan pabrik ini akan memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan bagi bangsa Indonesia dalam bentuk penyediaan lapangan kerja maupun penerimaan pajak untuk menunjang pembangunan nasional," kata Saleh dalam sambutannya di acara peletakan batu pertama pabrik baru PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia di Cikarang, Jawa Barat, Selasa (24/3/2015).

Jumlah ekspor kendaraan dari pabrik ini pun bakal membantu mengurangi defisit negara. Hal itu karena Mitsubishi bakal mengekspor 25 persen dari total produksinya ke berbagai negara.

"Direncanakan sebanyak 25% atau 20.000 unit/tahun dari total produksi kendaraan angkutan penumpang sebesar 80.000 unit/tahun yang dihasilkan, akan diekspor sehingga akan meningkatkan penerimaan devisa bagi negara," lanjut Saleh.

Langkah Mitsubishi ini, kata Shaleh, sejalan dengan tujuan pemerintah Indonesia. Sebab, pabrik ini bisa menurunkan defisit perdagangan akibat tingginya nilai impor.

"Sudah tentu, langkah yang diambil oleh PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia dalam memproduksi mobil untuk tujuan ekspor ini, sangat sejalan dengan misi pemerintah Indonesia untuk mendorong ekspor, sekaligus juga dapat menurunkan defisit perdagangan akibat masih tingginya nilai impor kendaraan maupun komponen," ujarnya.




(rgr/ddn)