Thursday, July 9, 2015

5 Faktor Pendongkrak Tata Motors di Indonesia

5 Faktor Pendongkrak Tata Motors di IndonesiaJakarta - Meski tercatat sebagai pendatang baru di pasar otomotif Indonesia, namun pabrikan asal India yakni Tata Motors mengaku yakin bisa eksis dan berkembang besar sejajar atau bahkan melebihi merek-merek lain yang telah malang melintang di pasar.

Setidaknya ada lima hal yang membuat Agen Pemegang Merek (APM) Tata Motors di Indonesia yakin. Apa saja?

“Yang pertama tentu saja, apa yang telah kami capai sejak beroperasi di Indonesia pada September 2013 lalu. Hingga Juni lalu, kami sudah berhasil menjual 1.785 unit mobil. Tentu ini sebuah prestasi bagi kami yang harus dari nol membangun brand awareness di masyarakat Indonesia,” papar Presiden Direktur Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI), Biswadev Sengupta di Jakarta.

Faktor kedua yang membuat TMDI yakin adalah, potensi pasar Indonesia yang dinilai sangat menjanjikan. Menurutnya, tingkat kepemilikan mobil di masyarakat Indonesia rasionya masih relatif kecil.

“Sementara, sejalan dengan dinamika ekonomi Indonesia, masyarakat yang meningkat statusnya dari belum memiliki mobil dan berpotensi memiliki mobil juga bertambah. Memang, saat ini pasar sedang lesu karena ekonomi Indonesia berkontraksi, tapi itu wajar. Ekonomi bisa naik turun di negara mana saja, tapi kami yakin akan kembali membaik,” kata Biswadev.

Faktor lainnya, lanjut Biswadev adalah, harga kendaraan bermotor buatan pabrikan asal India itu relatif lebih murah ketimbang kendaraan sejenis dan sekelas dari merek lain.

“Kendaraan kami bukan kendaraan murah, tetapi harganya sangat terjangkau. Ingat, bukan mobil murah tetapi harganya terjangkau. Dan itu lebih kompetitif jika dibanding merek lain. Ini yang membuat orang meliriknya,” ucapnya.
Halaman 1 2 »

(arf/ddn)

Ini Dia 3 Moge Andalan BMW di Indonesia

Ini Dia 3 Moge Andalan BMW di Indonesia Jakarta - BMW Motorrad akhirnya resmi memilih PT Maxindo Moto Nusantara sebagai importir baru moge BMW di Indonesia. Sebagai langkah awal, BMW pun langsung memperkenalkan 3 model sekaligus, yakni BMW R 1200 GS Adventure, BMW R nine T, dan BMW R 1200 R.


Keterangan Foto :
BMW R nine T bertenaga mesin boxer flat twin klasik dengan respon hentakan yang kuat dari kondisi diam.

Pelajar di Jakarta Dilarang Bawa Kendaraan Mulai Tahun Ajaran Baru

Pelajar di Jakarta Dilarang Bawa Kendaraan Mulai Tahun Ajaran BaruJakarta - Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Arie Budiman tidak tutup mata atas banyaknya siswa SMP dan SMA berusia kurang dari 17 tahun yang membawa kendaraan. Arie akan melarang semua siswa di bawah 17 tahun untuk mengendarai motor atau mobil ke sekolah.

"Semua siswa di bawah umur 17 tahun dilarang mengendarai mobil dan motor," ujar Arie, Kamis (9/7/2015).

Menurut Arie, larangan #nodrivingunder17 itu mulai berlaku pada Tahun Ajaran Baru akhir Juli 2015. Disdik DKI juga telah lama bekerja sama dengan Polda Metro Jaya untuk melakukan kegiatan penyuluhan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), yang termasuk di dalamnya tertib berlalu lintas.

Nah untuk hukuman bagi pelajar di Jakarta yang tidak menaati aturan tersebut, Arie akan menyerahkan sepenuhnya ke polisi. Pihaknya selama ini selalu melakukan sosialisasi antara lain risiko di jalan raya, contoh kasus-kasus kecelakaan lalu lintas di bawah umur 17 tahun dan ajakan berperilaku tertib sebagai pengguna jalan.

"Sekolah hanya melarang siswa," kata Arie.

Kami membuka kesempatan bagi Otolovers yang ingin bertukar pikiran mencari solusi mengenai isu ini atau memiliki pengalaman dengan anak-anak yang mengendarai kendaraan. Atau apakah Anda termasuk orangtua yang melarang anak kesayangan menggunakan kendaraan, silakan berbagi pikiran. Kirim pendapat Anda ke redaksi@detikoto.com dengan subyek #nodrivingunder17.

Anda juga bisa meramaikan media sosial di Facebook, Twitter atau akun sosial media lainnya dengan hashtag yang sama, #nodrivingunder17. Salam safety driving!




(nwy/ddn)

Pengalaman Berharga Rider yang Dilarang Nyetir oleh Orangtua saat Masih Kecil

Pengalaman Berharga Rider yang Dilarang Nyetir oleh Orangtua saat Masih KecilJakarta - Larangan nyetir di bawah umur 17 tahun bukan hanya sekedar melihat aspek kedewasaan si anak saja. Tetapi juga kematangan emosi saat berkendara. Hal itu yang benar-benar dirasakan si pengendara yang satu ini.

“Saya adalah salah satu anak yang dahulu dilarang sama sekali oleh orang tua saya untuk mengendarai motor, apalagi mobil, sebelum umur 17 tahun. Saat ini umur saya 33 tahun dan telah menjadi pengendara motor aktif selama hampir 17 tahun, namun tetap selalu merasa perlu belajar dan meningkatkan kemampuan berkendara,” ujar Harry Wibowo kepada detikOto lewat surat elektronik.

Orangtua Harry selalu melarang dirinya mengendarai kendaraan. Orangtuanya pun punya alasan yang bagus.

“Alasan orang tua saya dulu adalah anak di bawah 17 tahun belum memiliki kesadaran untuk berbagi dan mengontrol emosi yang baik. Menurut beliau, teknik berkendara bisa dipelajari tapi teknik menguasai emosi biasanya tumbuh seiring usia. Oleh karena itu saya baru diizinkan membuat SIM ketika berumur 17 tahun lebih (kelas 1 SMA akhir) dan harus berlatih dahulu hampir 1 bulan,” tuturnya.

Dan memang meski ‘telat’ belajar naik motor, ketika sudah cukup umur, belajar teknik berkendara itu lebih mudah. “Selain itu kematangan emosi juga sudah mulai terbentuk sehingga kepatuhan terhadap aturan dan kemauan untuk berbagi jalan juga mulai terbentuk,” ujarnya.

“Saya sangat mendukung gerakan ini, kampanye juga perlu dilakukan dengan melibatkan para orangtua supaya mereka tidak memberikan kunci kendaraan kepada anak di bawah umur,” tutupnya.

Kami membuka kesempatan bagi Otolovers yang ingin bertukar pikiran mencari solusi mengenai isu ini atau memiliki pengalaman dengan anak-anak yang mengendarai kendaraan.
Halaman 1 2 »

(ddn/ddn)

2 Kecelakaan Seleb yang Masih di Bawah Umur

2 Kecelakaan Seleb yang Masih di Bawah UmurJakarta - Di Indonesia masih banyak anak-anak sekolah yang sudah diperbolehkan mengemudikan mobil atau membawa sepeda motor. Padahal, usia mereka belum genap 17 tahun atau masih di bawah umur. Akibatnya cukup fatal, karena bisa merenggut nyawanya sendiri atau orang lain.

Di kalangan selebritis pun demikian. Sudah banyak yang diperbolehkan oleh orangtuanya untuk membawa mobil ke sekolah atau ke tempat dimana ia pergi bermain. Bukti yang fatal pun tidak hanya sekedar isapan jempol, karena sudah ada 2 orang seleb di bawah umur yang mengalami kecelakaan.

Pertama Anda masih ingat dengan kecelakaan yang dialami oleh Abdul Qodir Jaelani (AQJ) atau Dul (13). Anak bungsu dari musisi Ahmad Dhani itu mengalami kecelakaan di Tol Jagorawi KM 8. Mobil Mitsubishi Lancer yang dikemudikannya itu menabrak pagar pemisah sehingga masuk jalur berlawanan.

Mobil Lancer itu kemudian menyeberang dan menghantam Daihatsu B1349 TEN yang datang dari arah utara ke selatan. Mobil pun terdorong sehingga mengenai Avanza B 1882 UZJ. Kecelakaan yang terjadi pada pukul 00.45 WIB itu menewaskan 6 orang.

Dul masih bisa terselamatkan dari ancaman maut yang akan merenggut nyawanya itu. Saat diwawancara awal tahun ini, Dul mengaku masih trauma ketika naik mobil. Sebagai bentuk tanggung jawab, keluarga besar Ahmad Dhani sudah memberikan santunan bagi korban selamat peristiwa tersebut. Sedangkan, bagi korban meninggal, Dhani tetap memberikan bantuan rutin yang tak lain adalah biaya sekolah anak-anak mereka hinggal lulus.

Kecelakaan kedua dialami juga oleh Iqbaal, personel CJR. Belum lama ini Iqbaal yang masih berusia 16 tahun mengalami kecelakaan sepeda motor.

Usai menunaikan salat Subuh di kawasan Bintara, Bekasi, Jawa Barat pada Senin (22/6/2015) Iqbaal jatuh dari sepeda motor dan ia harus dilarikan ke rumah sakit Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur. Akibat kecelakaan itu, Iqbaal mengalami luka disekujur tubuhnya.
Halaman 1 2 »

(ady/ddn)

Trik Agar Anak Tidak Merengek Dibelikan Motor Atau Mobil

Trik Agar Anak Tidak Merengek Dibelikan Motor Atau MobilJakarta - Kalau anak sudah ada keinginan, kita sebagai orangtua biasanya suka enggak tahan kalau anak-anak sudah merengek. Jadinya apa pun keinginan anak-anak selalu dikabulkan. Tetapi kalau soal memberikan motor atau mobil, tunggu dulu ya!

Salah seorang pembaca detikcom, Gazali Arif Gunawan memberikan beberapa trik agar anak tidak merengek menggunakan kendaraan sendiri.

Gazali mengaku sudah mengamati gejala anak-anak mengendarai kendaraan sejak 2000. “Dan terus terang saya juga khawatir hal ini menimpa anak saya dan kerabat lainnya. Alhamdulillah saat ini anak laki saya yang paling besar (15 tahun) tidak mengendarai kendaraan baik di sekitar rumah ataupun untuk kesekolah, padahal anak tetangga kami yang sebaya hampir semuanya menggunakan kendaraan (motor),” ujarnya.

Menurutnya memang agar anak tidak mengendarai kendaraan kembali ke sikap orangtua masing-masing. Apakah mengakomodir atau tidak, juga mengkondisikan situasi di rumah. Tetapi setidaknya ada yang dilakukan Gazali sehingga anaknya tidak menggunakan kendaraan terutama motor.

1. Tidak menyediakan motor di rumah

“Sejak anak kelas 1 smp kami sudah tidak memiliki motor dengan tujuan agar anak tidak mencoba-coba naik motor (trust me….it works),” ujarnya

2. Antar jemput anak ke sekolah
Halaman 1 2 »

(ddn/ddn)

Mercedes-Benz Indonesia Luncurkan 5 Tipe E-Class

Mercedes-Benz Indonesia Luncurkan 5 Tipe E-Class Jakarta - Mercedes-Benz Indonesia memperkenalkan 3 pilihan kendaraan dari keluarga The New E-Class yaitu E 400 Cabrio AMG, E 400 Coupe AMG dan E 200 Coupe AMG. Selain itu, dua model Estate dari E-Class juga dirilis yaitu E 400 Estate AMG dan E 250 Estate AVA.


Keterangan Foto :
E 400 Cabrio AMG dilengkapi dengan soft top dengan bahan berkualitas tinggi yang pada saat tertutup akan terkihat karakter siluet yang kokoh. Desain bagian depan E 400 Cabrio AMG yang sporty memberikan rasa kepercayaan diri kepada pengemudi saat berkendara. Lampu depan mencerminkan sisi dinamis dengan desain baru yang lebih menonjol ke seluruh bagian depan. Ist/Mercedes-Benz Indonesia.