Thursday, January 10, 2013

Kapan Indonesia Bisa Produksi Massal Mobil Listrik?

Kapan Indonesia Bisa Produksi Massal Mobil Listrik? Jakarta - Berbagai mobil listrik buatan anak negeri mulai bermunculan. Dari mulai jenis city car sampai mobil sport. Namun kapan Indonesia bisa memproduksi mobil listrik secara massal?

Menteri Perindustrian MS Hidayat menyatakan, pihaknya saat ini masih memproses sertifikasi mobil listrik. Targetnya, Mei 2013 sudah ada dua produsen mobil listrik yang sudah dapat memasarkan produknya.

"Ada dua kan satu Asia Link di Magetan grupnya Sanjaya Rafi, satu lagi Dasep yang orang Sunda. Sudah diproses nanti saya wanti-wanti ujicoba tes laboratorium, izin produksi semuanya diproses. Setelah izinnya semua keluar, bulan Mei rencananya mau launching," ujar Hidayat di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (10/1/2012).

Untuk produksi tahap awal, Hidayat menyatakan Dasep akan mengeluarkan 2 tipe mobil dengan jumlah minimal 1.000 unit, sementara Asia Link akan membuat 3 tipe mobil dengan jumlah sekitar 200 unit.

"Saya setuju mereka hati-hati, memproduksinya sesuai sama permintaan yang ada dan karena ini yang investasi swasta tentu mereka tidak boleh gegabah menghitung kapasitas mereka. Jangan sampai launching lalu tahun depan berhenti begitu kan. Mobil ini permintaannya di Indonesia masih 1 persen. Dalam perhitungan kami ya," jelasnya.

Selain itu, lanjut Hidayat, perlu juga dipersiapkan infrastruktur lain seperti baterai dan alat charger untuk mobil listrik tersebut.

"Yang paling penting infrastruktur yang lengkap artinya services kepada pembeli seperti charging sudah tersedia bersama PLN. Sekarang, masih impor baterainya, lithiumnya katanya mau dibuat di sini tapi belum," tegasnya.

Soal pengalaman menggunakan mobil listrik, Hidayat mengaku sudah 10 tahun menggunakannya. Jenis mobil listrik yang digunakannya adalah mobil golf.

"Saya sih sudah naik mobil listrik selama 10 tahun ini tiap Sabtu, golf car. Tiap Sabtu saya naik tuh," candanya.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan, semua mobil listrik yang muncul hasil buatan anak negeri bakal dikaji oleh pemerintah untuk bisa diproduksi massal.

"Semua akan kita kaji, mana-mana mobil listrik yang dipilih pemerintah dan nantinya diproduksi massal, baik itu nanti mobil buatan LIPI, buatan ITB, buatan dari Magetan yang dites Pak SBY (Presiden) kemarin, kita uji semua," kata Hatta.

Dikatakan Hatta, pemerintah akan mendukung penuh adanya mobil listrik buatan anak negeri dan siap mendukung dalam bentuk pemberian insentif agar harga produksi dan jual makin murah.

"Semuanya akan diuji baik itu dari segi ristek oleh Menteri Ristek dan Menteri Pendidikan, uji kelayakan dari Kementerian Perhubungan sampai izin produksi masal ada di Menteri Perindustrian, jadi kapan dan mana mobil yang diproduksi massal dan disupport pemerintah ada di Kementerian Perindustrian," ujar Hatta.

Setidaknya kata Hatta, mobil yang akan dipilih nanti yakni mobil yang lolos 9 tahap uji. "Ada 9 tahap ujinya, baik itu aspek keselamatan, teknologi dan lainnya, dan itu juga standar internasional," cetus Hatta.

Honda MSX, Lawan Baru Kawasaki KSR

Honda MSX, Lawan Baru Kawasaki KSR Bangkok - Di kelas mini moto saat ini Kawasaki KSR seolah berlari sendirian tanpa ada lawan. Honda pun melihat peluang itu dan melahirkan lawa bagi Kawasaki KSR tersebut.

Motor yang menjadi lawan bagi Kawasaki KSR itu adalah Honda MSX 125. Sebuah sepeda motor mungil yang bergaya mini moto.'

Dilihat dari penampilannya, motor yang memiliki singkatan Mini Street X-treme tersebut menawarkan aura yang cukup sporty meski bertubuh kecil. Ibaratnya, motor ini kecil-kecil cabe rawit.

Desain tubuhnya bagai sebuah supermoto berukuran kecil dengan kaki berpijak pada roda bertapak lebar yang berukuran 12 inch. Roda motor itu lalu di sokong monoshock.

Di bagian tengah motor ini tampak mesin berkapasitas 125 cc yang bertenaga 10 hp yang bisa didapat pada kitiran 7.000 rpm dengan torsi 10,9 di 5.500 rpm yang ditransmisikan lewat transmisi 4-speed.

Motor yang memiliki bobot 101,7 kg ini diproduksi di Thailand dan dikatakan akan dipasarkan untuk pasar global.

Toyota Bakal Ganti Nama Yaris?

Toyota Bakal Ganti Nama Yaris? Jakarta - Nama hatchback punya Toyota, Yaris atau Vitz sudah sangat mendunia. Tiba-tiba, ada kabar yang menyebutkan kalau Toyota di Indonesia bakal mengganti nama Yaris. Toyota disebut-sebut sudah memiliki nama pengganti Yaris. Benarkah?

Menanggapi kabar ini, jajaran PT Toyota-Astra Motor(TAM) mencoba menepis kabar tersebut. Toyota Indonesia mengatakan kabar tersebut tidak benar dan hanya isu di Tanah Air.

"Ah masak sih? Enggak ah. Memang dapat kabar dari mana?" cetus GM Marketing Corporate Planning Customer Relation PT Toyota-Astra Motor Widyawati Soedigdo kepada detikOto.

Sementara itu ketika ditanya apakah Toyota akan terus menggunakan nama Yaris di Indonesia, Wiwid lantas menjawab tak menutup kemungkinan nama Yaris akan terus disematkan pada hatchback tersebut.

"Pasar hatchback itu akan terus berkembang. Yaris market share-nya 26,8 persen year to date sampai November 2012," ucapnya.

Apakah bakal keluar model baru Yaris? "Yaris model baru? Belum ada keputusan apa-apa," lanjut Widya.

Sementara itu Manager Communication PT Toyota-Astra Motor(TAM) Anton Jimmy juga mencoba menegaskan, kabar soal penggantian nama Yaris di Indonesia tidak benar. "Itu isu. Saya tegaskan tidak benar," tutupnya.

Simulasi Kredit Nissan Serena, Toyota NAV1 dan Mazda Biante

Simulasi Kredit Nissan Serena, Toyota NAV1 dan Mazda Biante Jakarta - Setelah melihat perbandingan 3 medium Multi Purpose Vehicle (MPV) yakni NAV1, Biante dan Serena, saatnya kita membandingkan simulasi kredit ketiganya.

Jika melihat simulasi kreditnya, mana yang paling menguntungkan?

Mengenal Sistem Kerja Rem Tucuxi

Mengenal Sistem Kerja Rem Tucuxi Jakarta - Pompa vakum elektrik (electric vacuum pump/EVP) merupakan salah satu fitur penting yang wajib dimiliki pada sistem rem mobil listrik modern seperti Tucuxi.

Pada mobil bermesin biasa, penggunaan rem sebenarnya bisa dikurangi dengan memanfaatkan engine brake. Mobil bisa dikurangi lajunya dengan menurunkan gigi transmisi secara bertahap.

Sedangkan mobil listrik hanya mengandalkan sistem rem semata. Bosch yang juga memproduksi EVP menuturkan kelebihan EVP dibandingkan dengan pompa mekanik biasa di sistem rem, EVP lebih irit dan mengurangi emisi.

Nah, EVP ini memberikan tenaga penghisap bagi booster rem agar bisa bekerja menghentikan laju kendaraan. Tanpa EVP, sistem rem tidak akan berfungsi.

EVP inilah yang menurut pencipta mobil listrik Tucuxi, Danet Suryatama diganti dengan komponen lain, sehingga akibatnya rem menjadi blong.

Sayang kami belum mengetahui apakah Tucuxi sudah memiliki fitur rem regeneratif atau tidak. Soalnya fitur ini sangat penting bagi sebuah mobil listrik.

Fitur rem regeneratif sudah biasa dipakai di mobil plug in hybrid seperti Toyota Prius, Chevy Volt dan mobil listrik murni seperti Nissan LEAF.

Rem pada dasarnya adalah piranti penghenti laju kendaraan yang mengubah energi gerak menjadi energi panas. Dan energi itu kemudian dikonversi menjadi energi listrik yang disimpan di rem.

Jadi begitu kita mengerem, mobil-mobil listrik itu langsung mengisi kembali baterainya. Jadi tidak ada energi yang terbuang percuma.

Ikuti Google, Mobil Tanpa Pengemudi Audi Melaju di Nevada

Ikuti Google, Mobil Tanpa Pengemudi Audi Melaju di Nevada Nevada - Era mobil yang bisa berjalan sendiri tanpa dikemudikan manusia makin dekat. Negara bagian Nevada bahkan telah memberikan izin untuk mobil jenis ini melenggang bebas di jalanan umum. Setelah Google, kini Audi yang diberi izin.

Dengan begitu, Audi pun menjadi pihak kedua yang mendapatkan lisensi untuk membawa jalan mobil auto-pilot alias tanpa pengemudi mereka di jalanan umum Nevada, Amerika Serikat.

Audi sendiri memperlihatkan teknologi auto-pilot mereka pada ajang Consumer Electronics Show bulan ini.

Teknologi yang diperlihatkan Audi di ajang itu tidak hanya mampu berjalan otonom tanpa dikendalikan manusia, tapi juga termasuk kemampuan agar mobil dapat mencari tempat parkir sendiri dan kemudian memarkir dirinya sendiri tanpa perlu ada manusia di balik kemudi.

Teknologi yang akrab ditemui di pesawat tersebut menurut Audi sudah mereka kembangkan pada 2010 di jalur legendaris Pikes Peak Hill Climb di Colorado yang menantang. 156 tikungan di jalur menanjak mampu dilibasnya hanya dalam 27 menit.

Setelah itu, Audi terus mengembangkan mobil ini bersama Volkswagen Group Electronics Research Lab di lembah Silikon dan Stanford University.

Mobil otonom seperti ini diperkirakan akan mengurangi jumlah kecelakaan di dunia. Dan negara bagian Nevada di Amerika adalah wilayah pertama yang secara resmi mengizinkan mobil seperti ini untuk bebas berlalu-lalang di wilayahnya.

Mobil Murah VW Lahir 2013?

Mobil Murah VW Lahir 2013? Jakarta - Produsen mobil Volkswagen siap bermain di segmen mobil murah. Deretan mobil murah dari produsen Jerman itu pun disiapkan dengan harga mulai dari Rp 88 jutaan dengan sebuah merek baru yang akan dilahirkan VW untuk segmen ini.

Dilansir Car Magazine, saat ini Volkswagen dikabarkan sedang mempersiapkan peluncuran mobil murah mereka. Tidak hanya satu, tapi tiga model yang terdiri dari sedan, estate dan Multi Purpose Vehicle (MPV).

Untuk sedan Volkswagen kemungkinan akan membanderolnya dengan harga 7.000 euro atau sekitar Rp 88 jutaan, sementara untuk estate harga 7.500 euro atau Rp 94,6 jutaan akan ditempelkan, dan untuk MPV, harganya sekitar 8.000 euro atau sekitar Rp 100 jutaan saja.

Kelahiran mobil murah ini menurut banyak pengamat terjadi karena permintaan yang cukup tinggi terhadap segmen mobil murah di banyak negara berkembang, terutama China yang kini menjadi pasar terbesar di dunia.

Tahun lalu, segmen mobil murah menyerap 8 juta mobil yang berarti 13 persen dari total penjualan mobil dunia. Sejauh ini, pada tahun lalu China menjadi negara penyerap mobil murah terbesar dengan lebih dari 3,8 juta mobil disusul India dengan 1,2 juta mobil dan Rusia dengan 900 ribu mobil.

Sebuah hatchback dan crossover 5-seat pun kemungkinan juga akan dibuat oleh VW lewat merek baru yang belum diketahui namanya itu. Namun diperkirakan, bila lampu hijau diberikan oleh direksi VW bisa jadi mobil murah VW ini akan keluar di 2013.

Kemungkinan VW Jetta akan dijadikan platform dasar untuk mobil murah ini dengan dorongan dari mesin 1.2-1.6 liter meski hal itu belum bisa dikonfirmasi.