Sunday, February 16, 2014

Ini Dia Supercar Terbaru McLaren

Ini Dia Supercar Terbaru McLarenLondon, - Sempat tersirat kabar kalau McLaren tengah mengembangkan supercar terbarunya yang diposisikan antara model 12C dan hypercar P1. Kini pabrikan mobil super asal Inggris itu mulai membocorkan rendering dan nama dari supercar terbarunya.

Seperti dilansir Carscoops dari harian The Sunday, Senin (17/2/2014) supercar terbaru dari McLaren bernama 650S. Hal itu diketahui setelah McLaren sedang melakukan presentasi mengenai mobil super terbarunya itu.

Tak hanya itu, pebalap F1 McLaren, Jenson Button juga dikabarkan membantu mengembangkan McLaren 650S yang menggunakan basis dari 12C. Kabarnya nama 650S itu diambil dari tenaga yang dihasilkan mobil tersebut yakni 650 PS/641 BHP.

Untuk tampilannya itu sendiri, McLaren 650S terlihat hampir sama dengan 12C tapi sedikit berbeda pada beberapa bagian seperti aerodinamika, ban, suspensi, rem dan transmisi yang sedikit mengalami upgrade.

Lebih lanjut, karena McLaren 650S ditempatkan antara model 12C dan P1, maka untuk penjualan 12C akan sedikit terganggu dan jika 650S berhasil diterima pasar dengan baik, maka 12C akan digantikan oleh 650S.


Tampang Yamaha YZF-R125 Disempurnakan

Tampang Yamaha YZF-R125 DisempurnakanLondon - Salah satu motor sport terlaris Yamaha di benua Eropa, YZF-R125 kini makin segar. Sebab motor sport bermesin 125 cc itu kini telah disempurnakan.

Yamaha, menurut Motorcycle, baru saja memperbaharui YZF-R125 untuk pasar Eropa. Untuk 2014, R125 baru ini menerima garpu upside-down anyar, revisi di sistem bahan bakar injeksi, intake udara depan dan desain fairing yang terinspirasi pada R6.

Meski tampilannya sedikit berubah, mesin yang digendong motor ini tidak berubah. Masih mesin satu silinder dengan kapasitas 124,7 cc.

Hanya saja tenaga mesin ini kini menjadi 14,8 hp di putaran rpm 9.000 serta torsi 16,8 ft-lb di 8.000 rpm. Bukan angka-angka yang memecahkan rekor, tetapi cukup menarik untuk kawula muda.

2014 Yamaha YZF-R125 engine


Seperti R6, R125 juga memiliki corong asupan udara di antara lampu kembarnya. Sistem bahan bakar injeksi juga telah dioptimalkan untuk menjadikan motor ini 11 persen lebih irit.

Sebuah inverted fork baru berukuran 41 mm telah dihadirkan untuk menggantikan garpu teleskopik yang menjanjikan peningkatan stabilitas. Sementara di suspensi belakang juga tersentuh perubahan.
Halaman 1 2 »

BMW dan MINI Akan miliki Model yang Lebih Sedikit

BMW dan MINI Akan miliki Model yang Lebih SedikitJakarta - Produsen raksasa BMW dan anak perusahaannya MINI memastikan dimasa depan keduanya hanya memiliki sedikit model yang akan dijual. Waduh kenapa ya?

Seperti dilansir leftlanenews, Senin (17/2/2014), MINI berencana untuk mengurangi model yang akan ditawarkan. Rupanya hal ini juga bakal berlaku untuk BMW.

"BMW dan MINI sangat harus memperhatikan jumlah varian dan ukuran yang akan ditawarkan. Sehingga akan lebih baik jika BMW memfokuskan diri kepada varian yang lebih sedikit namun lebih baik (kualitas)," ujar salah satu pertinggi BMW Schwarzenbauer.

Dirinya mencontohkan seperti pada MINI, 7 model yang ada seperti Hardtop, Clubman, Countryman, Paceman, Convertible, Coupe dan Roadster. Tidak menutup kemungkinan untuk model Coupe dan Roadster akan digabung menjadi satu varian Sport.

Sedangkan untuk model MINI yang Hardtop, Convertible, dan Crossover, disinyalir bakal memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan Countryman saat ini. Dan tidak menutup kemungkinan 1 sampai 2 model MINI ini juga akan dilebur menjadi satu.

"Setiap model harus menjadi yang terbaik di pasar itulah rencana kami, yang lebih bergaya," kata Schwarzenba.


Bugatti Kesulitan Jual Sisa Veyron

Bugatti Kesulitan Jual Sisa VeyronJakarta - Mobil-mobil Bugatti tidak ada yang berharga murah. Karena itulah tidak heran bila Bugatti mengaku kalau mereka kini cukup kesulitan untuk mencari pembeli dari 40 supercar Bugatti Veyron yang berharga lebih dari Rp 23 miliar per unitnya.

Bugatti mengaku kalau mereka kini tengah berusaha menjual 40 unit Veyron mulai dari Veyron Grand Sport yang berharga 1,435 juta euro atau sekitar Rp 23 miliar hingga Veyron Vitesse yang berharga 1,69 juta euro atau sekitar Rp 27,3 miliar.

Karena itu, dilansir Bloomberg dan dikutip Auto Evolution diperkirakan kalau Bugatti tidak akan memproduksi model mobil baru sebelum Veyron ludes terjual.

Bukan apa-apa, total dari 40 unit Veyron itu diperkirakan mencapai 62,5 juta euro atau sekitar Rp 1 triliun.

Untuk itu, berbagai cara kini tengah ditempuh Bugatti agar ada orang kaya yang mau membeli Veyron. Salah satunya adalah dengan membuat program Dynamic Drive Experience dimana para orang kaya diperbolehkan mencoba mobil terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli.

Veyron sendiri telah diperkenalkan Bugatti sejak 2005 dan direncanakan akan diproduksi sebanyak 300 unit yang terjual dalam waktu lima tahun. Bugatti kemudian berencana membuat 150 unit versi atap terbuka. Nah versi ini yang tersisa sebanyak 40 unit.

Perusahaan ini memperkirakan kalau semua mobil yang tersisa akan bisa dijual dalam waktu 12 bulan, untuk penggantinya, jangan berharap terlalu cepat setidaknya untuk beberapa tahun ke depan.


Kawasaki Berharap Ninja RR Mono Bisa Jadi Tulang Punggung

Kawasaki Berharap Ninja RR Mono Bisa Jadi Tulang PunggungJakarta - Jika melihat rencana pensiunnya Ninja RR 2 tak di tanah air, memang menjadi sesuatu yang sangat disayangkan. Karena penjualan Kawasaki Ninja 2 tak, terbilang masih sangat bagus.

Hal ini yang membuat Kawasaki berharap Ninja RR Mono, yang menjadi penerus Ninja RR, bisa menyamai penjualan saudara kandungnya.

Kawasaki pun menurut Deputy Departement Head Sales & Promotion Departement PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) Dewi Septianti berharap banyak pada motor ini.

"Kita targetkan Kawasaki Mono bakal terjual 1.000 unit per bulannya. Dan kalau Ninja RR sudah habis (tidak diproduksi), kita maunya penjualan RR Mono kayak Ninja RR dong. Karena ini (Ninja 2 tak) penjuaan yang paling bagus," katanya.

Kawasaki pun mengakui kalau mereka sangat menyayangkan harus menghentikan produksi Ninja RR di Juli 2015 mendatang.

"Tidak ada jalan lagi, karena ini peraturan pemerintah jadi kita harus mengikuti. Ya kalau kita sih mau-mau saja jualan 2 tak, orang masih banyak peminatnya kok. Tapi kan tidak boleh, tahun depan yang 2 tak sudah tidak ada," tutupnya.

Foto: Kawasaki Lahirkan Ninja RR Mono dengan 1 Silinder
Halaman 1 2 »

Soal Motor Anyar, Suzuki Siapkan Gebrakan

Soal Motor Anyar, Suzuki Siapkan GebrakanJakarta - Persaingan industri sepeda motor di Indonesia di tahun 2014 ini semakin ketat. Selain segmen motor matik, para pabrikan juga mulai menguatkan produknya di segmen motor sport. Lalu bagaimana dengan Suzuki?

Di kelas motor sport full fairing bermesin 250 cc, selain Honda dan Kawasaki yang saat ini sudah eksis Yamaha diketahui juga tengah mempersiapkan amunisi baru. Di kelas yang lebih rendah, 150 cc, Honda dan Yamaha tampak memanen berkah akibat besarnya pasar di segmen ini.

Foto: Inazuma 'Setengah Telanjang'

Suzuki pun ternyata juga tak mau kalau karena mereka nampaknya tengah mempersiapkan produknya untuk bermain di segmen motor sport. Tapi belum diketahui apakah menyasar ke segmen motor sport 150 cc atau lebih.

2W Marketing Division Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Endro Nugroho mengatakan pihaknya juga tengah menyiapkan dan mempelajari segmen sepeda motor sport untuk bersaing di industri roda 2 Tanah Air.

Foto: Gadis-gadis Berpose Seksi Bareng Inazuma

"Kita lagi pelajari dan kita siapkan semuanya. Saya belum bisa banyak kasih informasinya," ujar Endro kepada detikOto.

Endro juga melihat kalau segmen motor sport di Indonesia terus menunjukan peningkatan yang cukup signifikan. Ditambah lagi saat ini diketahui akan ada pabrikan motor yang siap meluncurkan beberapa motor sport terbarunya.

"Sekarang ini pasar skutik naik dan juga pasar sport naik tapi belum tahu kenaikannya sebesar apa. Yang jelas kita juga sedang menyiapkan sesuatu, pokoknya tunggu saja nanti kita undang," lugasnya.


Kawasaki: Kalau Mau Injeksi, Ngapain Pakai KLX?

Kawasaki: Kalau Mau Injeksi, Ngapain Pakai KLX?Jakarta - Sistem penyeprotan injeksi boleh jadi tengah terus digemborkan setiap produsen otomotif di tanah air. Termasuk Kawasaki yang kerap melahirkan varian injeksi. Tapi bagaimana dengan KLX?

Saat ini ada satu varian Kawasaki yang masih tetap keukeh mempertahankan untuk menggunakan sistem pengabutan karbulator, yakni Kawasaki KLX 150 cc. Lalu akankah Kawasaki akan mengubahnya menggunakan sistem pengabutan injeksi?

"Lagi di riset sih, baru cek-cek saja. Tapi belum pasti," kata Deputy Departement Head Sales & Promotion Departement PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) Dewi Septianti.

Foto: Raja Banjir

Ragunya Kawasaki untuk bisa mengubah KLX mengadopsi sistem injeksi bukan tanpa alasan. Sebab menurutnya segmen KLX memang berbeda dibanding model lainnya.

"Karena KLX itu memiliki promosi yang berbeda, ini model off-road. Belum tentu orang akan mengendarainya sebagai kendaraan daily use (sehari-hari). Dan kalau mereka mau mengendarai model injeksi ngapain pakai KLX, kan bisa memilih untuk menggunakan model lain. Selain itu karena pasarnya sudah ada sendiri, jadi tidak akan saling memakan," jelasnya.

Foto: Si Macho D-Tracker X

Hal senada juga berlaku untuk D-Tracker. "D-tracker itu tidak sebanyak (penjualan) KLX, memang bisa dipakai di jalanan aspal. Tapi kembali ke kedua produk itu, konsumennya tidak terlalu mempedulikan injeksi atau tidak," lugasnya.

Lalu bagaimana kalau seadainya pemerintah mewajibkan untuk mengubah sepeda motor mengusung sistem pengabutan injeksi?

"Kalau pemerintah mengharuskan menginjeksi, pasti akan kita pertimbangkan dong," tutupnya.