Thursday, September 11, 2014

Dibanding Model Lain, Ini yang Berbeda di Wagon R Paling Mahal

Dibanding Model Lain, Ini yang Berbeda di Wagon R Paling MahalJakarta - Suzuki tidak bisa berkutik, saat mobil murah Suzuki Wagon R GS yang bakal menjadi varian tertinggi tertangkap kamera di jalanan. Nah, yang menjadi pertanyaan adalah, apa saja perbedaan dari Karimun Wagon R model lain dengan yang versi paling mahal itu?

Menurut sumber terpercaya, Suzuki Wagon R GS akan banyak mengalami perubahan baik dari sisi eksterior maupun interior yang menjadi lebih menarik.

"Banyak yang berubah pada tampilan Karimun Wagin R GS," bisik sumber detikOto.

Dirinya menjelaskan, perubahan sangat tampak pada tampilan grill depan, lampu depan, bemper depan, bemper belakang, dan desain pun sedikit berubah.

"Tapi untuk stop lamp belakang tidak berubah," katanya.

Namun dirinya memastikan tampilan interior yang disajikannya juga akan mengalami perubahan. Tapi tidak untuk sektor jantung pacu yang tidak akan berubah.

"Interior ada yang berubah yang awalnya two tone berubah menjadi warna hitam. Warna hitam ini lebih elegant. Sebenernya interior mau berubah banyak, tapi karena kita mencocokan market, akhirnya tidak banyak berubah. Sehingga dengan adanya model ini, konsumen memiliki pilihan baru," ujarnya.

"Dan ini bisa menjadi kendaraan baru untuk masyarakat urban dan pasangan muda, atau keluarga baru," tutupnya.


Sempat Jadi Sopir Esemka, Roy Suryo 1.000 Persen Setuju Menteri Pakai Esemka

Sempat Jadi Sopir Esemka, Roy Suryo 1.000 Persen Setuju Menteri Pakai EsemkaJakarta - Pengadaan mobil Mercy untuk para menteri Joko Widodo (Jokowi) akhirnya dibatalkan. Jokowi membuka kemungkinan kabinetnya bisa menggunakan mobil Esemka sebagai kendaraan dinasnya.

"Selaku sopir Esemka Solo ke Jakarta- saya setuju 1.000 persen," ujar Menpora Roy Suryo pada detikOto.

Roy dan Jokowi beberapa waktu lalu memang pernah menjajal Esemka Rajawali dari Solo menuju Jakarta untuk dites emisinya di BTMP, Serpong.

Roy Suryo yang juga kolektor mobil Mercy antik ini memiliki pandangan sendiri soal Mercy untuk menteri.

"Kalau besok kan saya sudah sebagai rakyat, jadi tidak masalah pakai Mercedes. Tetapi kalau para menteri yang seharusnya merakyat juga pakai Mercedes ya biarlah rakyat yang comment atau menilainya," ujar Roy sambil tersenyum.


Jokowi: Bisa Saja Menteri Pakai Esemka

Jokowi: Bisa Saja Menteri Pakai EsemkaJakarta - Pengadaan mobil Mercy untuk kabinet pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) akhirnya dibatalkan. Jokowi membuka kemungkinan kabinetnya bisa menggunakan mobil Esemka sebagai kendaraan dinasnya.

"Ya bisa saja (pakai Esemka). Nanti setelah tanggal 20 (Oktober), kita bicarakan lagi," ujar Jokowi di kantornya, Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (11/9/2014).

Jokowi memuji langkah Kementerian Setneg yang akhirnya membatalkan lelang mobil dinas tersebut. Dia menilai mobil yang saat ini digunakan oleh menteri era SBY-Boediono masih tergolong dalam kondisi prima.

"Mobil saya, 10 tahun juga masih bagus," imbuhnya.

"3 Minggu yang lalu, sudah saya sampaikan ke beliau (Mensesneg Sudi Silalahi). Kita di sini (Pemprov DKI) juga nggak beli mobil," jelas Jokowi.

Pembatalan pengadaan mobil Mercy ini dilakukan oleh Mensesneg, selanjutnya keputusan diserahkan kepada pemerintahan Jokowi-JK. Jokowi juga telah menyampaikan penolakannya atas pembelian mobil-mobil mewah tersebut.


Canggih, Ngecek Tekanan Angin Ban Bisa Pakai Telepon

Canggih, Ngecek Tekanan Angin Ban Bisa Pakai Telepon Jakarta - Mengecek tekanan angin ban selama ini dilakukan dengan menggunakan pengukur tekanan ban, baik digital maupun yang standar. Di beberapa merek mobil mewah seperti BMW dan Mercedes-Benz, ada fitur pengecek tekanan ban yang terintegrasi di dashboardnya. Fitur ini dinamakan Tire Pressure Monitoring System (TPMS). Tetapi jika tidak punya mobil mewahnya?

Anda mungkin bisa mencoba yang satu ini. Mengecek tekanan angin kini tak perlu lagi pakai cara tradisional seperti menendang-nendang ban atau pakai alat pengukur tekanan ban tadi. Sekarang bisa lewat handphone lho.

Perkenalkan ini adalah penghitung tekanan angin dari Fobo. Aplikasi dari Fobo ini akan mengukur tekanan angin ban setiap saat, real time lewat handhphone pemilik mobil.

Bagaimana caranya?

Wanita Baja di Maserati Indonesia

Wanita Baja di Maserati Indonesia Jakarta - Di balik ketangguhan dan desain esotis sebuah mobil Maserati, ada tangan dingin seorang wanita yang bernama Fransiska Renata. Wanita nomor satu di Maserati Indonesia ini sosoknya mungkin selama ini jarang terdengar.

"Sebelumnya saya hanya berada di balik layar, saya pegang diler BMW, Mazda, dan di Eurokars Grop, saya juga ikut memegang Porsche, dan Rolls-Royce," kata Fransiska Renata.

Jadi kalau urusan mobil mewah, Inggrid, panggilan akrab Fransiska, sudah cukup berpengalaman. Dirinya yakin, meski wanita sering dianggap sebelah mata kalau berbicara seputar mobil, merek mobil trisula itu akan lebih mengkilap.

"Ini merupakan tanggung jawab besar, banyak yang mengatakan saya perempuan CEO pertama. Ya tinggal hanya membuktikan saja kalau kita sanggup," katanya.

"Karena seperti diketahui bersama dunia otomotif kebanyakan pria (dikuasai pria). Dan ini emansipasi, ini bisa menginspirasi kalau wanita itu juga mampu (memimpin perusahaan otomotif)," tambahnya.

Dirinya pun semakin yakin memimpin Maserati Indonesia, berkat dukungan penuh dari keluarga tercinta.

"Keluarga saya sangat support, karena suami saya wirausaha, jadi waktu suami saya kan lebih fleksibel, jadi dirinya sangat men-support saya," ujarnya.

"Yang jelas ini (Maserati) merupakan luxury brand, sebelumnya mungkin gaungnya belum terlalu terdengar. Dan saya mau slowly but sure, Maserati akan lebih mengaum. Karena di dunia sendiri brand Maserati sudah sangat baik, dan kami akan memperkuat after sales dan akan membuat Maserati semakin baik," tutupnya sambil melemparkan senyum.




'Takut Sama Pacar Atau Takut Nyawa Melayang?'

Jakarta - Saat kita berkendara sepeda motor atau mengemudikan mobil butuh konsentrasi yang maksimal. Jangan sekali-kali berkendara sambil menggunakan handphone, karena akibatnya akan sangat fatal, bukan untuk diri sendiri tapi juga bagi orang lain.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kompol Susana menegaskan pengendara roda 2 atau roda 4 belakangan ini sering ditemukan sambil menggunakan HP, bahkan ada yang mengalami kecelakaan karena diakibatkan sambil menggunakan HP di jalan.

"Kita sering melihat sekarang ini pengendara motor dan mobil yang sambil berkendara sambil menggunakan atau memainkan HP. Mereka biasanya berkomunikasi dengan pacar atau temannya, jadi lebih takut pacar atau nyawa melayang?," ungkap Susana dalam acara Road Show Mengupas Jejak Roda 2014 di Kampus UPN Veteran Jakarta, Kamis (11/9/2014).

Menurutnya, berkendara sambil menggunakan HP itu akan menghilangkan konsentrasi. Harusnya fokus kepada jalan ini fokusnya terbagi menjadi 2, bahkan akan lebih fokus ke HP ketimbang jalanan.

Tidak hanya orang tua, bahkan pengendara yang sering menggunakan HP itu anak muda.

Bahkan menurut Sekjen Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Hari Sasono angka kematian karena kecelakaan lalu lintas itu kebanyakan usia 16 tahun sampai 30 tahun.

"Artinya itu adalah umur produktif yang belakangan ini menurut data yang dirilis Korlantas paling banyak terjadi kecelakaan," katanya.


Intip Kecanggihan Motor Trail Viar Jelajah Indonesia

Intip Kecanggihan Motor Trail Viar Jelajah IndonesiaSabang - Mulai hari ini, PT Viar Motor Indonesia pun akan mencoba menaklukkan wilayah Indonesia dari barat sampai timur Indonesia dengan menggunakan 5 motor trail Viar CrossX 200.

Event keliling Indonesia yang bertajuk 'Menapak Jejak Khatulistiwa, Merajut Kembali ke Indonesia Kita' dimulai tepat pada 11 September 2014 dari pulau Sumatera.

Total jarak yang ditempuh dalam event naik motor trail ini sejauh 25.000 km selama 90 hari.

Motor ini didesain Viar agar memiliki tenaga lebih untuk bersenang-senang di medan off-road. Bodinya pun ringan, membuat motor lebih lincah dan bertenaga menghadapi berbagai macam medan.

Mesinnya didukung dengan mesin SOHC berkapasitas 198,8 cc yang menghasilkan tenaga responsif.

Viar Cross X 200 tersedia dalam 3 warna, Red, Orange, dan Green untuk harga cukup murah untuk ukuran motor trail yakni Rp 18-20 jutaan saja. Berikut spek lebih lengkap mengenai Viar CrossX 200: