Saturday, February 7, 2015

Kualitas Limo Bekas Taksi Blue Bird Terjamin

Kualitas Limo Bekas Taksi Blue Bird TerjaminJakarta - Meski sudah berumur lima tahun, Blue Bird masih menjamin kualitas Toyota Limo bekas taksi untuk masyarakat umum berpelat hitam. Sebab, taksi Blue Bird yang masih beroperasi pun sudah menerapkan standard keamanan.

"Taksi keluar dari pool Blue Bird saja pasti dalam kondisi yang prima," kata Manager Technical Service Blue Bird Group Leo Harwidono di acara konferensi pers di Museum Transportasi Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Sabtu (7/2/2015).

Leo mengklaim, taksi yang setiap hari keluar dari pool Blue Bird sudah menerapkan kualitas, efisiensi, dan safety. Dengan begitu, penumpang taksi tersebut pun mendapat kepuasan tersendiri.

"Target kita ada kualitas, ada efisiensi dan safety-nya kita nomor satukan," bebernya.

"Kita sistem perawatan berkala ada servis kecil berkala, semua servis ada. Kita mengikuti diler. Tapi Blue Bird target storing-nya (jumlah mobil mogok di jalan) nol, kalau diler storing itu belum tentu bisa menjamin. Atas dasar pengalaman, jumlah pekerjaan servis kita lebih banyak dari diler," lanjut Leo.

Namun, Limo yang dijual ini merupakan Limo keluaran 2009. Menurut Leo, jumlah odometer yang tercatat di Limo yang dijual itu tidak menjadi patokan Blue Bird menjual Limo.

"Yang penting itu sudah lima tahun. Kalau 300.000 km tapi sparepartnya sudah diperbarui itu masih dijamin. Kalau mobil 100.000 km tapi sparepart enggak pernah diganti, kondisi belum tentu 90 persen," ujar Leo.
Halaman 1 2 »

(rgr/ady)

Bukan Mobnas Namanya Jika Ada Embel-embel Merek Asing

Bukan Mobnas Namanya Jika Ada Embel-embel Merek AsingJakarta - Mobil nasional (mobnas) yang akan dikembangkan di Indonesia oleh PT Adiperkasa Citra Lestari dengan menggandeng produsen mobil asal Malaysia, Proton mendapatkan kecaman keras dari berbagai penggiat mobnas yang sudah ada.

Tentangan itu salah satunya diutarakan langsung oleh Presiden Direktur PT Fin Komodo, Ibnu Susilo selaku pembuat mobil nasional. Menurutnya, dalam membuat mobil nasional seharusnya tidak ada embel-embel merek asing di dalamnya.

"Kita sudah banyak Agen Pemegang Merek (APM) pabrikan otomotif asing disini (Indonesia). Dengan ada embel-embel merek asing di mobil nasional, itu bukan disebut sebagai mobil nasional. Itu sama saja re-branding," kata Ibnu saat dihubungi detikOto, Sabtu (7/2/2015).

Selain sia-sia, Ibnu juga menilai menggandeng perusahaan asing dalam program mobnas juga tidak akan menjadikan bangsa Indonesia menjadi maju dan berkembang di industri otomotif global. Karena, Indonesia hanya bergantung pada bangsa asing.

"Kalau caranya menggandeng perusahaan asing seperti ini, yang ancur ya bangsa kita sendiri," katanya.


(ady/ddn)

Apa Kabar Mobil Esemka Made in Solo?

Apa Kabar Mobil Esemka Made in Solo?Jakarta - Mobil buatan anak negeri, Esemka, sempat mencuri perhatian publik. Nama mobil Esemka ini meroket setelah diperkenalkan dan digunakan oleh Joko Widodo (Widodo) saat masih menjabat Walikota Solo.

Di tengah ramainya rencana pembentukan mobil nasional (mobnas) yang menggandeng perusahaan asal Malaysia, Proton Holdings Berhard, bagaimana perkembangan mobil yang dibuat oleh PT Solo Manufaktur Kreasi tersebut?

Humas Solo Manufaktur Kreasi Budhi Martono menjelaskan produk mobil Esemka masih diproduksi. Sejak dirintis mulai tahun 2007, Solo Manufaktur Kreasi telah menjual 150 unit mobil Esemka. Mobil ini tersebar di seluruh penjuru Jawa dan Sumatera.

"Penjualan ada 150 unit. Itu sudah ada di jalanan Jawa Timur, sebagian Jawa Barat hingga Lampung," kata Budhi kepada detikFinance, Sabtu (7/2/2015).

Inovasi mobil Esemka tidak berhenti pada 2 varian yang telah ada. Sebanyak 5 varian mobil Esemka akan diluncurkan pada tahun 2015. Solo Manufaktur Kreasi berencana meluncurkan sebanyak 6 jenis mobil Esemka.

"Sebanyak 6 varian akan diluncurkan di 2015. Sekarang proses prototype pick up 1300 cc, pick up 1800 cc kemudian truk 3000 cc, double cabin Esemka Digdaya kemudian satu mini bus," sebutnya.

Pengembangan mobil baru dilakukan murni karena munculnya permintaan masyarakat.

"Karena ada permintaan yang paling kuat kendaraan niaga, kita konsentrasi dengan pick up," sebutnya.


(feb/ady)

Mobil Bermesin Diesel Terus Digemari Masyarakat Indonesia

Mobil Bermesin Diesel Terus Digemari Masyarakat IndonesiaJakarta - Dalam membeli mobil, selera masyarakat Indonesia berbeda-beda, termasuk dalam hal memilik mesin. Ada kosumen yang suka dengan mesin bensin, ada juga yang memilih mesin diesel.

CEO PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Supranoto menuturkan, tren kendaraan bermesin diesel setiap tahunnya terus mengalami peningkatan yang signifikan. Bahkan di tahun 2014 lalu, mobil diesel tercatat sebanyak 60 persen dan 40 persennya.

"Kondisi tahun lalu di segmen SUV, mesin diesel mendominasi 60 persen dan bensi 40 persen," tutur Supranoto di acara Isuzu Media Gathering di Harum Manis Restaurant.

Keadaan itu menurut Supranoto, berbeda dengan 5 tahun yang lalu dimana mobil bensin masih cukup merajai dengan 70 persen dan mobil bermesin diesel 30 persen. Tapi perbendingannya setiap tahun terus bergeser, hingga mobil bermesin diesel mendominasi.

"Kedepannya kendaraan solar akan menjadi pilihan, baik itu disegmen SUV, Sedan atau segmen mobil lainnya yang ada di Indonesia," tuntasnya.


(ady/ddn)

Harga Limo Bekas Taksi Blue Bird Mulai Rp 79 Juta

Harga Limo Bekas Taksi Blue Bird Mulai Rp 79 JutaJakarta - Perusahaan transportasi Blue Bird Group mulai menjual bekas taksi Toyota Limo. Limo yang dijajakan ini merupakan sedan keluaran tahun 2009.

Menurut Used Car Center Assistant Manager Blue Bird Group Tri Winarsih, harga Limo versi standard dibanderol mulai Rp 79 juta. Versi standard tersebut merupakan pengubahan dari versi taksi Blue Bird yang berkelir biru hingga memiliki warna yang sesuai dengan mobil pasaran dan memiliki pelat hitam.

"Untuk ex taksi ada Limo tahun 2009. Kita start dari Rp 79 juta," kata Tri di acara konferensi pers di Museum Transportasi Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Sabtu (7/2/2015).

Sementara versi upgrade menurut Tri, memiliki perbedaan harga Rp 10 sampai 30 juta dari versi standard. Untuk versi upgrade pelek dan full bodi kit bisa sampai 20 juta.

"Modifikasi biasanya sampai 10 sampai 30 juta. Kalau sampai bodi kit sampai 20 juta," kata Tri.

Tri melanjutkan, Limo tahun 2009 itu sudah bisa dijumpai di tiap pool Blue Bird. Mulai dari pool kecil hingga kantor pusat Blue Bird di seluruh Indonesia menawarkan Limo berpelat hitam itu.

"Setiap pool Blue Bird ada divisi penjualannya. Jadi enggak mesti jauh-jauh untuk negosiasi. Termasuk pool satelit yang kecil," lanjutnya.
Halaman 1 2 »

(rgr/ady)

Gandeng Proton Bikin Mobnas, Pemerintah Ingin Perang di Wilayah Sendiri

Gandeng Proton Bikin Mobnas, Pemerintah Ingin Perang di Wilayah SendiriJakarta - Rencana untuk membuat mobil nasional (mobnas), pemerintah Indonesia dengan PT Adiperkasa Citra Lestari menggandeng produsen mobil asal Malaysia, Proton. Padalah Indonesia punya banyak pembuat mobil-mobil nasional.

Menurut Presiden Direktur PT Fin Komodo, Ibnu Susilo selaku pembuat mobil nasional, pemerintah itu seharusnya membangkitkan rasa nasionalisme dengan mengajak putra bangsa sendiri dalam membuat dan memajukan mobil nasional. Bukan malah menggandeng perusahaan asing.

"Kalau seperti ini, pemerintah membuat pertempuran sendiri di wilayahnya sendiri. Harusnya, pertempuran itu di wilayah orang lain dan kita jadi penikmat hasilnya. Bukan seperti ini caranya," tegas Ibnu saat dihubungi detikOto, Sabtu (7/2/2015).

Ibnu menambahkan, mengajak perusahaan asing dalam membuat mobil nasional itu tidak akan membuat bangsa Indonesia mejadi maju dan berkembang.

"Kalau mau membesarkan bangsa sendiri ya harus berpihak kepada bangsanya sendiri, bukan dengan mengembangkan perusahaan asing di Indonesia," tuntasnya.



(ady/ddn)

Mobil Nasional RI, Mahathir: Proton Diubah Sesuai Pasaran Indonesia

Mobil Nasional RI, Mahathir: Proton Diubah Sesuai Pasaran IndonesiaJakarta - Perusahaan otomotif Malaysia, Proton Holdings Berhad menggandeng perusahaan dalam negeri, PT Adiperkasa Citra Lestari untuk melakukan studi kelayakan mobil nasional (mobnas) Indonesia.

Salah satu studi yang dilakukan adalah memodifikasi mobil proton sehingga sesuai dengan pasar dan kebutuhan konsumen Indonesia.

"Kita harus meneliti sama ada kereta Malaysia boleh diubah suai atau sesuai pasaran Indonesia," kata Komisaris Proton sekaligus mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad usai menyasikan penandatanganan antara dua perusahaan di Malaysia, seperti dikutip Bernama, Sabtu (7/2/2015).

"Kita harus mempelajari apa saja bagian mobil Malaysia yang bisa disesuaikan dengan pasar Indonesia," kira-kira terjemahannya seperti itu.

Kemarin Jokowi sudah mengunjungi pabrik Proton dan sempat mencoba produksi terbaru mobil negeri jiran itu. Kunjungan Jokowi ke pabrik Proton itu berlangsung sekitar satu jam.

"Saya berpeluang berbual (berbicara) dengan Presiden Jokowi dan beliau nampak gembira dengan apa yang beliau lihat dan alami," kata Mahathir.

Sebagai tahap awal, mobil nasional ini akan diimpor terlebih dahulu dari Malaysia. Setelah itu komponen akan diproduksi dan mobnas dirakit di dalam negeri.

Kerjasama tersebut ditandatangani oleh Chief Executive Officer Proton Holdings Bhd Datuk Abdul Harith Abdullah dan CEO Adiperkasa Citra Lestari AM Hendropriyono di Proton Centre of Exellence, Jumat kemarin.

Turut menyaksikan acara itu di antaranya Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak, Mahathir, dan Jokowi.


(ang/ady)