Thursday, April 23, 2015

Uji Ban Assurance Duraplus, Goodyear Ajak Komunitas Mobil

Uji Ban Assurance Duraplus, Goodyear Ajak Komunitas MobilCirebon - Goodyear menguji ketangguhan ban Assurance Duraplus Goodyear sejauh 100.000 km. Untuk membuktikannya Goodyear juga mengajak komunitas Chevrolet Spin, Honda Mobilio, Mitsubishi, Ertiga, dan Nissan March.

"Produk ban terbaru Goodyear Assurance yaitu Assurance Duraplus, merupakan terobosan inovasi yang menitik beratkan kebutuhan konsumen yang peduli harga dan kualitas ban yang penggunaannya tahan lama," ujar Head Communications, PT Goodyear Indonesia, Tbk, Wicaksono Soebroto, Kamis (23/4/2015).

Dipilihnya para komunitas oleh Goodyear bukan tanpa alasan. Karena komunitas ini, bisa mewakili kendaraan keluarga dan city car yang seringkali berkendara dengan jarang tempuh yang jauh sekipun dalam kota.

"Untuk dapat merakan performa yang diberikan Assurance Duraplus, Goodyear Indonesia mengajak beberapa komunitas mobil di tanah air berbagi pengalaman kepada masyarakat masyarakat Indonesia, mengenai produk yang dikembangkan dari Treadlife Technology ini," tambahnya.

Dengan peningkatan yang menyeluruh pada Assurance DuraPlus ini, para pengemudi sekarang bisa mendapatkan ban yang dapat digunakan lebih jauh lagi sekaligus memberikan perlindungan terhadap semua jenis kerusakan di jalan.

Teknologi Tredlife Goodyear meningkatkan usia pakai telapak ban hingga kilometer yang lebih jauh, bahkan hingga 100.000 km di jalanan aspal biasa.




(lth/ddn)

70 Persen Pemilik Nissan Juke Modifikasi Mobilnya

70 Persen Pemilik Nissan Juke Modifikasi MobilnyaBogor - PT Nissan Motor Indonesia sejak 2011 hingga saat ini telah melego tak kurang dari 25 - 30 ribu unit Nissan Juke. Mayoritas pembeli crossover Nissan ini adalah konsumen usia muda dan 70 persen dari mereka telah memodifikasi mobil tersebut.

"Setiap tahun, kami melakukan survei internal tentang profil dan karakter pembeli. Hasilnya, sebagian besar adalah konsumen usia muda," tutur General Manager Marketing and Product Planning PT Nissan Motor Indonesia, Budi Nur Mukmin, di sela-sela tes drive Nissan Juke-R di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/4/2015).

Menurutnya, jika para pemilik Nissan Juke tertarik memodifikasi mobilnya itu, dikarenakan crossover ini memiliki karakter sport yang kuat.

"Artinya, basic DNA Sport itu sudah ada, dan mereka tertarik membeli karena karakter dan performa itu, Jadi ketika mobil sudah mereka miliki, mereka tertarik melakukan modifikasi sesuai seleranya," papar Budi.

Sementara secara profil, konsumen Nissan Juke. Sebagian besar adalah orang yang sebelumnya telah memiliki mobil merek Nissan.

"Ya sekitar 55 - 60 persen-lah," ujar Budi.

Dengan kondisi seperti ini, kata Budi, pihaknya perlu lebih mendekatkan diri ke konsumen merek lain agar mereka beralih lain.

Namun di sisi lain, fakta itu juga menunjukkan bahwa ternyata tak sedikit orang yang loyal terhadap merek Nissan.

Budi mengakui, kehadiran crossover juga berpengaruh terhadap kinerja penjualan Nissan Juke. Maklum segmen yang dibidik sama. Sementara, di saat yang sama, volume pasar tak bertambah. Bahkan sebaliknya, menciut akibat kondisi perekonomian yang melemah.

"Tapi penjualan kita masih stabil, rata-rata 200 -250 unit per bulan," ucap Budi.

(arf/ddn)

Ini Rata-rata Konsumsi BBM Mazda2 Rute Surabaya-Ketapang

Ini Rata-rata Konsumsi BBM Mazda2 Rute Surabaya-KetapangKetapang - Dibandingkan etape pertama dari Semarang, Jawa Tengah ke Surabaya, Jawa Timur, konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) 7 unit Mazda2 di etape kedua dengan rute Surabaya, Ketapang lebih baik. Hasilnya banyak yang bisa memperbaiki rata-rata konsumsi BBM-nya.

Pada etape kedua ini tim 1 konsumsi BBM rata-ratanya (Average/AVG) 4,6 liter/100 km, AVG speed 40,0 km per jam, jarak tempuh 609,5 dan cruising rangenya 304 km, tim 2 AVG-nya 4,1 liter/100 km, AVG speed 42,0 km per jam, jarak tempuh 623,8 km dan cruising range 182 km.

Untuk tim 3 AVG-nya 4,6 liter/100 km, AVG speed 41 km per jam, jarak tempuh 624,4 km dan cruising range 254 km, tim 4 AVG-nya 3,6 liter/100 km, AVG speed 40,0 km per jam, jarak tempuh 619,0 dan cruising range 321 km.

Tim 5 AVG-nya 3,7 liter/100 km, AVG speed 42,0 km per jam, jarak tempuh 608,9 km dan cruising range 480 km, tim 6 AVG-nya 4,3 liter/100 km, AVG 41,0 km per jam, jarak tempuh 614,3 km dan cruising range 328,0.

Terakhir tim 7 AVG-nya 4,4 liter/100 km, AVG speed 38,0 km per jam, jarak tempuh 610,1 km dan cruising range 320,0 km.

Hasil tersebut jauh lebih baik dibandingkan dengan etape pertama dari Semarang ke Surabaya. Nah, untuk di etape ketiga ini apakah ada mobil yang sudah mulai kehabisan BBM? Pantau terus detikOto ya Otolovers!


(ady/ddn)

Nissan: Pasar Otomotif Pulih di Semester II

Nissan: Pasar Otomotif Pulih di Semester IIBogor - Pasar otomotif nasional hingga memasuki bulan pertama di kuartal II tahun ini masih belum bertaji. Penjualan berbagai varain mobil masih lesu, namun Nissan Motor Indonesia optimistis pemulihan pasar bakal terjadi di semester kedua mendatang.

"Kalau seperti yang diperkirakan teman-teman di industri otomotif sebelumnya, (pemulihan terjadi) di kuartal dua, sepertinya belum," tutur General Manager Marketing and Product Planning PT Nissan Motor Indonesia, Budi Nur Mukmin, di sela-sela test drive Nissan Juke-R, di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/4/2015).

Budi menyodorkan beberapa alasan untuk mendukung pernyataannya. Pertama, hingga saat ini nilai tukar rupiah terhadap dolar, masih fluktuatif sehingga orang bersikap menunggu.

Kedua, saat ini sudah memasuki kuartal dua, sedangkan sentimen positif yang mendorong orang membeli mobil juga belum terjadi.

"Sehingga perkiraan saya akan terjadi di semester dua," ucapnya.

Dia menyebut, pada saat itu, kurs rupiah terhadap dolar nilainya sudah stabil. Pada saat itulah, meski perekonomian dalam kondisi apapun, orang telah melakukan adaptasi.

"Masyarakat dan pemerintah bakal adjusment, pada saat rupiah sudah stabil, berapa pun nilainya, orang akan adjusment dan itulah saatnya belu mobil," paparnya.

Alasan lain yang disodorkan Budi adalah alasan musiman, yakni akhir tahun. Faktor ini merupakan tradisi masyarakat, bahwa akhir tahun saatnya membeli mobil.

"Namun, apakah kita bisa mengejar penjualan hingga minimal sebanyak tahun lalu, ya tergantung industrinya. Strategi dan jurus apa yang akan dimainkan," ucap Budi.

Hanya, dia tak bersedia menginformasikan jurus dan strategi yang bakal diterapkan Nissan. "Ya itu rahasia. Tunggu saja, yang pasti kami akan memberikan yang terbaik ke masyarakat," imbuhnya.

(arf/ddn)

Wednesday, April 22, 2015

Pasar Lesu, Penjualan Nissan Juke Masih Penuhi Target

Pasar Lesu, Penjualan Nissan Juke Masih Penuhi TargetBogor - Pasar otomotif di Tanah Air hingga akhir kuartal pertama kemarin masih lesu akibat perekonomian yang melemah. Namun, di tengah kondisi seperti itu, crossover Nissan Juke masih mencorong.

"Dalam tiga bulan pertama tahun ini, rata-rata per bulan mencapai 200 - 250 unit. Artinya ini masih on the track dari target yang kami tetapkan," tutur General Manager Marketing and Product Planning Nissan Motor Indonesia, Budi Nur Mukmin kepada detikOto di sela test drive Nissan Juke-R di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/4/2015).

Menurut Budi, catatan penjualan sebanyak itu terbilang prestasi tersendiri. Soalnya, pada saat yang sama hampir semua varian dari berbagai merek yang ada di Indonesia membukukan penurunan penjualan.

Dia berharap kondisi itu bisa berlanjut pada kuartal kedua hingga empat tahun ini. Budi berpendapat, lesunya pasar otomoti sejatinya sudah dirasakan sejak tahun lalu. Perhelatan pemilihan umum yang menjadikan orang bersikap menunggu, menyebabkan kinerja penjualan industri otomotif melemah.

Dan kondisi itu semakin bertambah berat ketika nilai tukar rupiah mulai tak berdaya di hadapan dolar.

"Melemahnya nilai tukar ini ternyata berlanjut sampai sekarang. Padahal multiplier effect-nya sangat besar, saat harga BBM juga naik. Jadilah kondisi seperti saat ini," papar Budi.

Dampak berantai dari pengerekan harga BBM itu antara lain semakin tingginya suku bunga dan angka inflasi. Akibatnya, orang juga menunggu sampai kondisi pulih.Sementara menyinggung kehadiran pesaing, Budi mengaku tak berpengaruh besar terhadap Juke. Selain segmentasinya berbeda, juga dikarenakan Nissan memiliki brand image yang cukup kuat.

"Juke memiliki aura sport. Oleh karena itu, saat ini kita juga menghadirkan Juke-R ini, agar citra merek Juke juga semakin terangkat," ucapnya.


(arf/ddn)

'Bikin Pesawat Saja Bisa, Masak Bikin Mobil Tidak Bisa'

Jakarta - Mundur dari perburuan Esemka, bukan berarti Garansindo patah arang. Perusahaan yang biasa menjual mobil Fiat Chrysler Automobiles ini tetap akan berusaha memproduksi mobil nasional.

“Untuk saya pribadi itu adalah tantangan baru, untuk tetap mewujudkan mimpi dan visi Garansindo memiliki kendaraan produksi anak bangsa,” ujar CEO PT Garansindo Inter Global Muhammad Al Abdullah kepada detikOto, Kamis (23/4/2015).

Memet, panggilan akrab Muhammad, melanjutkan, dirinya akan mencari pihak-pihak lain yang mempunyai potensi dan bakat untuk mewujudkan mobil nasional. Dia juga berharap hal ini menjadi rangsangan kepada pihak lain untuk berlomba-lomba menciptakan kendaraan produksi nasional yang terbaik.

“Tetapi bukan pihak yang hanya menggunakan misi ini sebagai ‘modus politis atau pencitraan’ saja. Sudah cukup lah yang begitu-begitu. Kita perlu kerja dan hasil nyata,” ujarnya.

“Mau produksi kendaraan roda 2, roda 4,roda 6 atau roda 12, enggak masalah, bangsa kita mampu. Buat pesawat saja terbukti mampu kok,” tambahnya.


(ddn/ddn)

Gokil, Pria Ini Mengendarai Motor Sambil Duduk di Ban Truk Besar

Gokil, Pria Ini Mengendarai Motor Sambil Duduk di Ban Truk BesarSitubondo - Aduh, jangan ditiru ya Otolovers, ketika detikOto melintas di jalan Situbondo, Jawa Timur ada seorang pengendara motor yang naik motornya sangat tidak aman.

Anda bayangkan saja, ia naik motor matik dan membawa ban truk. Parahnya lagi, ia bukan duduk di atas joknya tapi di atas ban truk yang ia simpan di atas jok motornya dan tidak menggunakan helm.

Pengendara itu hanya menggunakan kaos, celana jeans panjang dan sandal jepit. Bahkan ketika detikOto melintas, pengendara itu malah menebarkan senyuman. Adudu mas!

Jangan ditiru ya Otolovers, kita harus tetap berkendara aman dan nyaman.


(ady/ddn)