Saturday, December 29, 2012

KIA Tunjuk Presiden Pertama dari Luar Korea

KIA Tunjuk Presiden Pertama dari Luar Korea Seoul - Rencana KIA untuk mengembangkan produk serta desain kendaraannya di masa yang akan datang nampaknya akan segera terwujud. Bagaimana tidak, belum lama ini KIA baru saja menarik mantan desainer Audi, Peter Schreyer sebagai presiden pertama KIA Motors dari luar Korea.

Hal ini semakin mempertegas bahwa pabrikan asal Korea Selatan ini ingin bersaing dengan merek mobil mewah asal Eropa seperti BMW dan Volkswagen (VW). Demikian dilansir Inautonews, Minggu (30/12/2012).

Selain itu, dengan adanya Schreyer ini, KIA dan Hyundai berharap dapat membantu mewujudkan strateginya mengenai penjualan dan meraih pangsa pasar.

"Saya ingin memberikan karakter desain yang kuat untuk KIA. Jadi jika Anda pergi kesuatu negara dan Anda melihak KIA, Anda mudah mengenalinnya seperti Anda mengenali BMW, VW atau Mercy," ungkap Schreyer.

Meski baru bergabung, Schreyer berhasil mengubah beberapa desain mobil KIA mulai dari Picanto, Forte hingga Optima. Namun menurutnya saat ini KIA sama seperti Audi di 30 tahun yang lalu yang masih banyak pekerjaan kedepannya dan teknologi yang masih harus diperbaiki.

"Seperti BMW yang terkenal dengan teknologi mesin. Jadi konsumen tidak akan pergi begitu saja meninggalkan BMW," tandasnya.

Alonso Pembalap F1 Paling Fair Play

Alonso Pembalap F1 Paling Fair Play Sao Paulo - Tak ada satu penalti pun untuk Fernando Alonso di musim 2012. Sebaliknya Pastor Maldonado paling banyak kena penalti. Alonso pun dinobatkan sebagai pebalap paling fair play, sedangkan Maldonado 'Raja Penalti'.

Begitulah temuan dari media Brasil Globo Esporte, setelah mengumpulkan jumlah penalti ofisial dari FIA untuk 24 driver dalam satu musim balapan F1 2012.

Maldonado, yang membalap untuk Williams, menjadi pebalap terbanyak yang kena penalti dengan 15 penalti. Jumlah itu nyaris dua kali lipat dari pebalap kedua dengan penalti terbanyak, yakni Sergio Perez, dengan 8 penalti saat membalap untuk Sauber--musim 2013 ia akan membalap untuk McLaren.

Juara dunia Sebastian Vettel, yang membalap untuk Red Bull, juga memiliki jumlah 8 penalti, alias terbanyak kedua sepanjang musim 2012.

Seperti diwartakan F1sa, Alonso justru tidak mendapatkan satu penalti pun sepanjang musim. Lewat sebuah kicauannya di Twitter, pebalap Ferrari itu sendiri memang pernah menegaskan betapa dirinya amat taat peraturan.

Mercy C63 AMG Bakal Diet Mesin

Mercy C63 AMG Bakal Diet Mesin Jakarta - Dalam sejarahnya, Mercedes-Benz C63 AMG terbiasa menggunakan mesin-mesin besar. Kali ini produsen mobil asal Jerman Mercedes-Benz itu dikabarkan bakal meluncurkan Mercedes-Benz C63 AMG dengan mesin lebih kecil yakni 4.000 cc V8.

Mercedes-Benz C63 AMG mengandalkan mesin kapasitas 6.300 cc, namun kali ini berbeda dan kapasitas mesin lebih kecil.

Langkah menurunkan mesin tersebut adalah sejarah dalam varian Mercedes-Benz C63 AMG. Kabar santer lainnya menyebutkan jika mesin tersebut juga akan tersemat pada Mercy SLC mendatang.

Dilansir autocar, mesin 4.000 cc V8 itu bisa melontarkan tenaga sebesar 450 bhp.

Bos AMG Ola Kallenius mengisyaratkan jika mesin terbaru untuk Mercedes-Benz C63 AMG memang sedang disiapkan. Sayang, dia tidak menjelaskan alasan pasti mengenai pernurunan kapasitas mesin tersebut.

"Kami sudah menurunkan mesin menjadi 5.500 cc direct-injection. Kami melihat akan lebih banyak lagi di masa depan," ucapnya.

Namun meski menggunakan mesin yang lebih kecil, pihak AMG itu berjanji tetap mempertahankan performa mesin baru pada Mercedes-Benz C63 AMG ke depannya.

Avanza Ngelitik, Saatnya Carbon Clean?

Avanza Ngelitik, Saatnya Carbon Clean? Jakarta - Hallo detikOto, saya menggunakan mobil Avanza, awalnya mobil Avanza saya memakai BBM Shell Super tetapi saya ganti dengan Pertamax karena ngelitik hebat pas kecepatan tinggi, walaupun saya sudah menggunakan Pertamax masih terasa sering ngelitik halus tapi kadang-kadang saja itu dan teman saya suruh carbon clean perlu tidak ya?

Mohon pencerahannya Om Ajat Sudrajat
Terima kasih
Refqi

Jawaban:

Hallo mas Refqi, masalah mesin ngelitik atau knocking sudah sering diulas, ada banyak hal yang menyebabkan mesin ngelitik tetapi yang paling sering terjadi adalah akibat penumpukan kerak karbon di ruang bakar.

Hal ini bisa terjadi karena banyak pemilik kendaraan yang abai untuk melakukan service berkala seperti tune up.

Solusi untuk masalah ini, lakukanlah tune up dan akan lebih baik lagi kalau sekaligus dengan perawatan carbon clean.

Karena dengan carbon clean tumpukan kerak karbon di ruang bakar atau kepala piston akan terangkat sehingga bersih kembali. Dengan begitu performa mobil akan kemabali prima.

Demikian,
Salam
Ajat Sudrajat

Adu Kuat, VW Touareg dan Chevrolet Silverado 'Tarik Tambang'

Adu Kuat, VW Touareg dan Chevrolet Silverado Berlin - Ini memang terdengar sedikit aneh dan jarang dilakukan oleh setiap orang. Bagaimana tidak di salah satu kota di Jerman ada pemilik kendaraan dengan 2 merek berbeda melakukan 'tarik tambang' dengan menggunakan kendaraannya masing-masing.

Ya, 1 orang pemilik Chevrolet Silverado dan 1 orang pemilik Volkswagen (VW) Touareg melakukan aksi yang tergolong unik. Keduanya mengikat mobilnya masing-masing di bagian belakang, layaknya orang yang bermain tarik tambang.

Dalam video yang diunggah di YouTube ini, setelah mobil sudah dalam keadaan terikat perlahan-lahan kedua mobil itu mulai beraksi.

Pertama Silverado menggeber dan berhasil menarik Touareg, tidak lama kemudian pengemudi Touareg menginjak pedal gasnya dan akhirnya Touareg berhasil mengalahkan Silverado.

Memang tidak ada batas garis yang ditentukan, tapi hasil tersebut membuktikan kalau Touareg pemenangnya karena dapat menarik Silverado lebih banyak.

Lebih lanjut, Chevrolet Silverado ini dibekali dengan mesin turbo diesel Duramax V8. Dengan mesin itu mampu memuntahkan tenaga 365 bhp pada 3.200 rpm dan 660 lb-ft (894 Nm) dari torsi 1.600 rpm.

Sedangkan penantangnya, VW Touareg V10 TDI dibekali mesin diesel berkapasitas 5.0 liter turbocharged yang mampu menghasilkan tenaga 309 hp (313 PS) pada 3.750 rpm dan 553 lb-ft (749 Nm) pada 2.000 rpm.



Friday, December 28, 2012

Bahasa Indonesia Kian Mendunia

Bahasa Indonesia Kian Mendunia Jakarta - Tahun 2012 hampir berakhir, namun cerita manis industri mobil Indonesia sudah terasa. Bila di dalam negeri sudah lebih dari 1 juta mobil yang terjual, di tataran internasional, nama dari Indonesia mulai diadopsi oleh produsen internasional.

Di pasar domestik, pasar mobil Indonesia telah mencapai rekor penjualan 1 juta unit di November silam. Ini adalah angka penjualan mobil tertinggi dalam sejarah.

Di tataran global, para produsen mobil mulai melirik bahasa Indonesia untuk dijadikan nama mobil mereka.

Lihat saja kata Macan yang diambil oleh Porsche untuk nama Sport Utility Vehicle (SUV) terbaru mereka. Tadinya berbagai kalangan menyebutkan kalau mobil itu akan dinamai Cajun.

Namun Porsche dalam siaran pers resmi pada Februari lalu menuturkan Macan dipilih karena memiliki unsur kelenturan, kekuatan, daya tarik dan dinamika yang merupakan inti dari mobil terbarunya itu.

"Macan merupakan kombinasi dari semua karakteristik mobil sport dengan keuntungan sebuah SUV dan asli dari Porsche," ujar Executive Vice President Sales and Marketing of Porsche AG Bernhard Maier ketika itu.

Maier menambahkan nama Macan itu cocok bersanding dengan Porsche. "Terdengar enak di semua bahasa dan dialek serta memiliki asosiasi positif," ujarnya.

Mobil yang akan menjadi tulang punggu Porsche dan menjadi adik dari Cayenne itu sendiri pabriknya tengah dipersiapkan, dan tengah memasuki proses pembangunan body assembly line dan paint shop dengan nilai investasi 500 juta euro.

Pembangunan pabrik ini merupakan salah satu proyek terbesar dalam sejarah Porsche. Dalam jangka menengah, Porsche berharap bisa menciptakan 1.000 lapangan kerja baru.

Bicara mengenai mobil sport, di tahun 2009 muncul nama Madura di merek Lamborghini. Pemilihan nama Madura yang tercetus pada tahun 2009 itu digunakan untuk mobil konsep Lamborghini tersebut bukan hanya sekedar pilih nama saja. Madura dipilih untuk mempertahankan tradisi Lamborghini.

Tradisi itu menuliskan untuk mobil-mobil Lamborghini selalu menggunakan nama lomba banteng atau yang berkaitan dengan lomba itu. Misalnya Lamborghini Reventon yang mengambil nama dari benteng terkenal dari Spanyol yang punya reputasi membunuh seorang matador.

"Untuk menghargai tradisi ini, nama mobil konsep itu mengambil nama dari pulau di Indonesia yang terkenal dengan lomba sapi," ujar perancang mobil konsep Lamborghini Slavche Tanevsky dalam pesan elektroniknya di Desember 2009.

Mobil Lamborghini Madura merupakan proposal untuk mobil hybrid Lamborghini. Jika tak ada aral melintang mobil ini rencananya masuk tahap produksi di 2016 nanti meski hingga kini nasibnya belum diketahui.

Lepas dari Macan dan Madura, ada lagi mobil fenomenal lain yang mengadopsi nama dari bahasa Indonesia, yakni Suzuki Ertiga.

Nama Ertiga ini diadopsi dari pengucapan nama mobil konsep mobil tersebut yakni rIII yang dibaca dalam bahasa Indonesia, Er tiga.

Awalnya mobil ini dimaksudkan hanya untuk pasar mobil India, tapi Managing Director & CEO Maruti Suzuki India Limited Shinzo Nakanishi mengakui kalau nama Ertiga terinspirasi dari bahasa Indonesia.

"Nama Ertiga terinspirasi dari Indonesia dan saya rasa nama ini adalah nama yang bagus, mudah diucapkan dan mudah diingat," jelas Nakanishi juga merupakan salah satu pelopor pembangunan merek Suzuki di Indonesia ketika berbicara dengan detikOto di New Delhi awal tahun ini.

Nama ini pun menurut Nakanishi terdengar bagus dan menarik serta mudah diingat oleh orang-orang dari negara mana pun. Nama Ertiga itu sebenarnya berasosiasi pada Er yang berarti huruf R yang memiliki arti 'Row' atau baris. Sementara sedangkan tiga merupakan angka 3 yang merupakan jumlah baris tempat duduk di kabin mobil ini.

Toyota dan Daihatsu pun memperkenalkan bahasa sanskerta di mobil murah mereka Agya dan Ayla. Agya berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti cepat, follow, speed dan Ayla berarti cahaya. Sejak kemunculannya Agya dan Ayla pun langsung dikenal dunia.

Survei: Mobil Listrik Tidak Menarik

Survei: Mobil Listrik Tidak Menarik Jakarta - Meski kendaraan bertenaga listrik dianggap sebagai kendaraan masa depan, sebagian besar pengendara ternyata masih tidak tertarik untuk membeli mobil listrik. Hanya sebagian kecil pengendara saja yang tertarik membelinya.

Hal itu terungkap dalam survei yang digelar oleh Indiana University School of Public and Environmental Affairs di 21 kota besar di Amerika Serikat.

Survei tersebut melibatkan 2.300 orang dewasa pada musim gugur tahun lalu. Dan meski survei itu dilakukan tahun lalu, para peneliti menganggap hasil penelitian tersebut masih relevan dengan keadaan sekarang karena memang tidak banyak yang berubah di industri mobil listrik setahun ini.

Saat ini tiga mobil listrik terpopuler di dunia, Nissan LEAF dan Chevrolet Volt serta Mitsubishi i-MiEV masih memiliki penjualan yang tidak signifikan. Kedua merek itu pun diketahui telah merevisi target mereka karena penjualan tidak seperti yang diharapkan.

Kebanyakan, menurut penelitian itu, kurangnya minat dari masyarakat untuk membeli mobil listrik adalah karena ketidak-tahuan masyarakat terkait mobil listrik itu sendiri sehingga banyak praduga yang tidak berdasarkan fakta.

Menurut dekan Indiana University School of Public and Environmental Affairs John Graham yang merancang penelitian ini, kebanyakan responden masih ragu mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli mobil listrik. Seperti diketahui, harga mobil listrik saat ini lebih mahal dari mobil konvensional.

Masyarakat menurutnya belum menyadari meski diawal membayar lebih tinggi, penghematan yang bisa dilakukan mobil listrik bisa membuat biaya keseluruhan penggunaan mobil jadi jauh lebih murah dibanding menggunakan mobil biasa.

Alasannya, mobil listrik tidak perlu membeli bensin yang mahal dan bila dana untuk membeli bensin itu dikumpulkan dalam beberapa tahun menjadikan mobil listrik sesungguhnya lebih murah dibanding mobil bermesin bakar.

"Mereka tidak menyadari betapa murah listrik. Dan itu sangat murah, seperti 70 sampai 80 persen lebih murah bila menggunakan perhitungan konsumsi bensin rata-rata mil/liter," lugasnya seperti detkOto kutip dari New York Times.

Hanya 4 persen dari responden yang menunjukkan minatnya untuk membeli mobil plug-in listrik dan 22 persen mengaku tertarik membeli mobil pure electric.

Sementara itu, sebagian besar responden atau 78 persennya mengatakan mereka lebih tertarik membeli kendaraan plug-in hybrid yang masih menggunakan mesin bakar untuk memperjauh jangkauan mobil. Sebab, jangkauan yang terbatas dikatakan menjadi salah satu kelemahan utama kendaraan listrik sekarang.