Monday, April 29, 2013

Pendapatan CEO General Motors Capai Rp 107 Miliar di 2012

Pendapatan CEO General Motors Capai Rp 107 Miliar di 2012 Detroit - Menjadi CEO perusahaan otomotif memang sangat menggiurkan. CEO General Motors Dan Akerson di tahun lalu mendapat kompensasi total hingga US$ 11,1 juta atau Rp 107,9 miliar. Naik 44,1% dari pendapatannya di tahun 2011.

Dalam laporan keuangannya, seperti dikutip Reuters, General Motors memaparkan kalau ada kompensasi sebesar US$ 11,1 juta untuk CEO-nya dengan US$ 2 juta diantaranya adalah opsi saham terbatas yang belum diambil Akerson.

Sementara bila melihat gaji pokoknya, gaji pokok Akerson sesungguhnya tidak naik, tetap US$ 1,7 juta per tahun. Pendapatan besar tadi adalah tambahan-tambahan tunjangan dan saham.

Di bawah kendali Akerson, GM yang memiliki merek-merek mobil seperti Chevrolet, Cadillac, Buick dan GMC itu penjualan globalnya meningkat 2,9% menjadi 9,29 juta kendaraan.

Namun, laba bersih perusahaan turun 32,7 persen menjadi US$ 6,19 miliar akibat berbagai masalah keuangan di Eropa. Tapi, harga saham GM tercatat naik tiap tahunnya.

Pendapatan yang didapat Akerson ini sesungguhnya tidak besar bila dibanding dengan rivalnya Alan Mulally yang memimpin Ford.

Bos produsen mobil Ford itu merupakan bos otomotif dengan pendapatan terbesar di dunia. Pada tahun 2012 silam, Alan Mulally mendapatkan hampir US$ 21 juta atau sekitar Rp 203,98 miliar.

(syu/ddn)

Berlari Seperempat Mil 'Ular Amerika' Ini Butuh Waktu 11,1 Detik

Berlari Seperempat Mil California - Belum lama ini 'ular Amerika' atau generasi terbaru dari Street and Racing Technology (SRT) Viper dibawa ke drag strip untuk diuji ketangguhannya.

Sesuai dengan tampangnya yang berotot maka mobil sport yang sempat berhenti produksinya ini berhasil menyebar 'racunnya' kembali. BUktinya berlari seperempat mil hanya membutuhkan waktu 11,1 detik. Demikian dilansir Inautonews, Selasa (30/4/2012).

Dalam video yang juga diunggah ke situs YouTube ini, SRT Viper berkelir putih ini sebelum memasuki garis start melakukan pemanasan dengan menggerung-gerungkan mesin beberapa detik.

Setelah berada di garis start dan lampu hijau mulai menyala maka 'ular Amerika' ini mulai menunjukan 'racun' di jalan sesungguhnya. Alhasil berjalan sejauh seperempat mil SRT Viper ini hanya membutuhkan waktu 11,1 detik. Luar Biasa!

Sebagai pengingat, SRT Viper 2013 ini merupakan produk Chrysler yang paling mahal. Meski demikian model ini masih tergolong murah dibandingkan Corvette ZR1.

Mobil sport ini menggendong mesin 8.4 liter V10 yang dapat memuntahkan tenaga 640 hp dan torsi 600 lb-ft.

(ady/ikh)

Wanita Pertama Pemimpin Otomotif di Australia

Wanita Pertama Pemimpin Otomotif di Australia Canberra - Seorang wanita bernama Veronica Johns (42) ditunjuk sebagai CEO Fiat Chrysler Australia pada Rabu pekan lalu. Dia perempuan pertama yang menduduki jabatan CEO di Australia yang selama ini didominasi oleh pria.

Johns yang mengawali karir bekerja di Chrysler sejak 1999 tersebut akan bertanggung jawab penuh atas lima merek yakni Fiat, Chrysler, Jeep, Dodge dan Alfa Romeo. Veronica Johns diharapkan bisa semakin mendongkrak nama Fiat Chrysler di negeri Kanguru tersebut.

Dia mengatakan dia bangga dengan pencapaian menjadi wanita yang pertama memimpin perusahaan otomotif dari Australia. Johns berharap untuk dapat memimpin perusahaan untuk ke depannya

"Kami terus fokus untuk memuaskan pelanggan," kata Johns dikutip theage, Selasa (30/4/2013).

Nada optimistis dia lontarkan bahwa tidak selamanya pria bisa memimpin perusahaan otomotif di dunia. Wanita menurutnya bisa turut andil memenangakan peperangan di industri otomotif di manapun.

Johns pun bangga dengan apa yang dia capai saat ini. Dia percaya segala kejujuran bisa membuatnya bertahan dan berkembang untuk memajukan Fiat Chrysler di Australia.

Sebelum menjabat CEO, Johns dipercaya menjabat Direktur Penjualan Fiat Chrysler Australia, dan mengalami pertumbuhan luar biasa dari hanya 8.000 unit pada 2010 menjadi lebih dari 24.000 unit tahun lalu. Sementara itu prestasi lainnya adalah bisa meningkatkan jaringan dealer dari 42 outlet menjadi 96 outlet.

(ikh/ddn)

Ford Fiesta Ini Tidak Perlu Bensin

Ford Fiesta Ini Tidak Perlu Bensin Detroit - Salah satu mobil paling populer di dunia saat ini, Ford Fiesta makin ramah pada lingkungan. Ford memperlihatkan Ford Fiesta yang digerakkan dengan tenaga listrik.

Untuk membuat mobil yang ramah lingkungan bernama Ford Fiesta eWheelDrive ini, Ford harus bekerja sama dengan sebuah perusahaan bernama Schaeffler.

Pada Ford Fiesta eWheelDriveini, mesin bensin konvensional tidak digunakan dan digantikan perannya dengan dua motor listrik di masing-masing kaki belakang. Dan karena sudah tidak lagi menggunakan mesin, maka kap mesin dibagian depan diganti sebagai tempat penyimpanan baterai listrik.

Sementara itu, motor listrik yang diaplikasi di mobil ini diklaim bisa menyemburkan tenaga hingga 80 kW atau setara dengan 110 tenaga kuda dengan torsi yang sangat besar, 700 Nm.

Namun sayang, kecepatan mobil ini hanya dibatasi hingga 160 km/jam saja. Terlebih, status Ford Fiesta eWheelDrive sendiri masihlah mobil riset semata.

Tapi menurut rencana, Ford berharap dapat memiliki mobil listrik di kelas Fiesta ini pada tahun 2015 mendatang dilansir topspeed, Selasa (30/4/2013).

(syu/ikh)

Komunitas Toyota Soluna Kini Berumur Sewindu

Komunitas Toyota Soluna Kini Berumur Sewindu Lembang - Komunitas Toyota Soluna (TSC) menggelar acara Jambore 2013 di Vila Lagenta, Lembang, Jawa Barat pada 13-14 April 2013 lalu. Jambore ini digelar dalam rangka ulang tahun yang ke-8 sekaligus serah terima jabatan kepengurusan dari 2011-2013 ke kepengurusan terpilih 2013-2015.

"Semoga di usia yang ke-8 ini TSC makin jaya, makin dewasa, makin berkembang, bertambah membernya dan makin mempererat cyber to brother, brother forever," ungkap Dewandono, yang terpilih sebagai Ketua Umum TSC periode 2013-2015 dalam keterangan resmi yang detikOto dapat.

Dewandono dan Anton Zainudin sendiri terpilih menjadi Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum dalam pemilihan umum TSC yang diselenggarakan pada Maret 2013.

Jambore TSC kali ini menjadikan Chapter Bandung selaku tuan rumah. Peserta dari Chapter Jabodetabek melakukan konvoi dengan safety driving sejak dari Rest Area 39 Cikampek, tempat berkumpul untuk berangkat bersama. Selain itu hadir juga Chapter Jogya, Solo dan Semarang (Joglosemar), Cirebon dan Lampung, yang langsung berkumpul di Ciater untuk rehat dan berekreasi bersama, setelah itu konvoi kembali ke Vila untuk melanjutkan rangkaian acara Jambore.

Jambore ini juga tak hanya dihadiri oleh member saja, tapi banyak member yang membawa keluarga untuk sekaligus bersilaturahmi dan berekreasi.

Keakraban dan kebersamaan semakin terasa saat acara puncak serah terima jabatan kepengurusan dilakukan yang dilanjutkan dengan acara api unggun untuk ajang 'curhat' semua anggota dan pastinya disertai dengan 'kambing guling' dan minuman khas Jawa Barat, Bandrek dan Bajigur.

"Ini acara dari kita, oleh kita, dan untuk kita," Ujar Trio Akbar dan Nana Nathan, duet penyelenggara Jambore ini yang juga mengajak semua pemilik Soluna untuk bergabung ke TSC.

Selain acara jambore ini, TSC juga sering menggelar familiy gathering, kopdar per chapter, mengikuti pameran otomotif, coaching clinic, Bakti sosial dan kegiatan internal lainnya untuk mempererat persaudaraan antar member.

(syu/ddn)

Produsen Komponen Tagih Janji Pemerintah Soal Mobil Murah

Produsen Komponen Tagih Janji Pemerintah Soal Mobil Murah Jakarta - Banyak industri komponen yang memasok untuk mobil murah Agya dan Ayla mengeluh karena regulasi mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost and Green Car (LCGC) tak kunjung dilahirkan oleh pemerintah.

Hal itu sudah pasti sangat merugikan karena mereka semua harus menghentikan produksi. Seperti halnya PT Pakoakuina yang baru saja dibeli sahamnya 51 persen oleh PT Astraotoparts Tbk.

Dalam urusan mobil murah Agya dan Ayla, perusahaan itulah yang memasok peleknya. Dengan demikian sebagai industri yang bergerak di bidang komponen khususnya pelek maka pihaknya menagih janji kepada pemerintah terkait regulasi LCGC yang tak kunjung dilahirkan.

"Dari dulu 2 minggu lagi, 1 bulan lagi. Sekarang sudah jalan beberapa bulan masih belum dikeluarkan juga," keluh Director PT Triputra Investindo Arya Hadi Kasim di Sunter, Jakarta Utara, Senin (29/4/2013).

Dengan belum diluncurkannya regulasi LCGC itu industri komponen yang bergerak di bidang pelek ini terpaksa menghentikan produksi pelek untuk mobil murah. Tentu saja kerugian baik material maupun non material sudah jelas terjadi.

"Ya tapi kita teteap berharap dan menunggu kalau regulasi itu (LCGC) dikeluarkan. Katanya sekarang ada yang bilang bulan depan, kita tunggu saja janjinya seperti apa," pungkasnya.

Pakoakuina selama ini memang memasok komponen terutama pelek untuk mobil-mobil keluaran Astra seperti Toyota, Daihatsu dan Honda motor.

"Sebelum akuisisi ini kita memang sudah memiliki hubungan yang baik," ujar Arya.

Menurutnya, industri otomotif di Indonesia akan terus mengalami peningkatan yang signifikan. Dalam 3 sampai 5 tahun kedepan diperkirakan akan terus meningkat hingga 3 kali lipat dari saat ini.

"Maka dari itu jangan sampai kita itu kalah dari pemain asing. Kalau ada perusahaan pelek disini yang bagus kenapa harus menggunakan yang asing," lugasnya.

"Begitu juga dengan sepeda motor. Saat ini kita suplai pelek juga ke Honda motor untuk beberapa pelek di motornya," pungkasnya

(ady/ddn)

Mitsubishi Strada Triton 4X2 Takkan Ganggu Pasar L300

Mitsubishi Strada Triton 4X2 Takkan Ganggu Pasar L300 Jakarta - Di segmen kendaraan tukang angkut, Mitsubishi Colt L300 boleh menjadi salah satu legenda. Dengan adanya varian 4X2 terbaru Strada Triton Single Cabin, bagaimana nasib L300 yang harganya tidak terlalu jauh?

"Karena ini baru awal kami menargetkan 200 unit per bulan untuk Strada Triton Single Cabin 2WD. Dan saya yakin ini tidak akan memakan pasar L300. Karena harganya saja sudah beda," ucap Executive Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors Rizwan Alamsjah, di Pulo Mas Jakarta, Senin (29/4/2013).

Hal ini tentu berasalan, soalnya Mitsubishi menilai L300 menjadi kendaraan khusus untuk bisnis.

"Selain itu, masyarakat juga bisa memilih kendaraan mana yang mereka butuhkan (antara L300 dan Strada Triton 2WD)," katanya.

"L300 kita masih terus produksi. Mitsubishi L300 itu bisa mencapai 2.500-3.000 unit per bulan hanya untuk L300, sedangkan ini (pasar single cabin) sudah mencapai 1.250 unit (retail). Oleh sebab itu pasar ini sangat unik, dan tidak akan memakan pasar L300," tambahnya.

Mitsubishi menilai saat inilah waktu yang tepat untuk memperkenalkan Starada Triton Single Cabin 2WD di Indonesia. Meski pabrikan lain telah terlebih dahulu memperkenalkan varian 2WD mereka.

"Mungkin karena pertumbuhan pasar yang semakin berkembang dan kami tidak merasa ketinggalan (dengan pabrikan lainnya)," ujarnya.

Sehingga Mitsubishi yakin, meski menjadi pabrikan terakhir yang memperkenalkan varian 4X2. Mitsubishi yakin mereka masih akan menguasai pasar layaknya varian 4X4 yang mereka miliki.

"Karakter pasar membutuhkan yang semi (varian 4X2), mereka membutuhkan kendaraan yang privat. Tapi kalau kami perlihatkan kemarin namun tidak memiliki pasar nanti bisa kemakan(dengan kompetitor). Oleh sebab itu saya pikir ini waktu yang tepat untuk memperkenalkannya, karena memang memiliki pasar," tambahnya.

Keyakinan Mitsubishi akan merebut pasar 4X2 didukung dengan bisa berubah perannya Strada Triton Single Cabin 2WD, menjadi kendaraan untuk bergaya tidak hanya untuk kepeluan bisnis diwaktu weekend.

"Pasar ini bisa dikatakan menjadi pasar baru dan berbeda, ini tidak jauh dari L300, tapi itu kan khusus bisnis. Tapi pasar ini sangat unik dimana di saat hari libur mereka bisa menggunakannya, dan mereka bisa enjoy, dan ini beda," ucap Rizwan.

"Dan kami menargetkan Strada Triton Single Cabin 2WD akan diterima dengan baik di kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya. Bahkan di Jakarta sendiri kami bisa merebut pasar hingga 40 persen," tambah Rizwan.

(ddn/ddn)