Wednesday, June 19, 2013

Begini Teknologi Cruise Control Masa Depan

Begini Teknologi Cruise Control Masa Depan Detroit - Dengan cruise control, kita bisa menetapkan kecepatan kendaraan yang kita inginkan. Kaki pun tak perlu lagi menekan pedal gas atau rem, karena kendaraan langsung melaju dengan konstan. Namun di masa depan, fitur itu akan lebih canggih lagi.

Cadillac ingin menjadi yang terdepan dalam dunia otomotif lewat pengaplikasian berbagai fitur tercanggih. Produsen mobil asal Amerika Serikat itu siap menyajikan fitur cruise control terbaru yang dijuluki Super Cruise.

Super Cruise yang dikembangkan oleh perusahaan yang berbasis di Michigan, AS ini bukan cruise control pada umumnya, karena itu namanya Super Cruise. Ada kata Super yang artinya banyak kelebihan.

Jika cruise control cuma menjaga kecepatan agar konstan, namun Super Cruise lebih dari sekedar menjaga jarak.

Dilansir popsci, Kamis (20/6/2013) Super Cruise milik Cadillac mampu menjaga mobil tetap di jalurnya. Untuk bisa seperti ini, Super Cruise dibantu kamera yang tersimpan di kaca spion samping untuk penanda jalur.

Nantinya sebuah prosesor menganalisis data untuk menyesuaikan kemudi dan rem untuk menjaga mobil aman di tengah jalan.

Kamera yang terintegrasi dengan sensor tersebut bisa mengatur gerak throttle dimana saat harus mengerem. Mobil pun tidak bisa bergerak ke kiri dan kanan. Tanpa harus anda kendalikan kemudinya.

Lebih dari itu Super Cruise juga bisa membuat laju kendaraan melambat dengan bantuan GPS. Terdapat tiga sensor radar (pendek, menengah, dan jarak jauh) yang mendeteksi benda diam dan bergerak.

Self-driving Car

Kemudian sensor tersebut bisa menyesuaikan bukaan throttle serta menjaga sistem pengereman. Jadi, fungsi sensor tersebut bisa menjaga jarak dengan mobil yang di depan.

Automotive Autopilot


Nah, jika kondisi lalu lintas dan cuaca begitu berat, fitur Super Cruise ini memperingati pengendara untuk mengambil alih dengan cara menggetarkan kursi.

Satu langkah menuju masa autopilot di kendaraan ya?

(ddn/ddn)

Lorenzo dalam Kondisi Prima

Lorenzo dalam Kondisi Prima Jakarta - Momentum kemenangan di MotoGP Catalunya diteruskan Jorge Lorenzo dengan dua kali menjadi yang tercepat di sesi ujicoba. Disebut pebalap Yamaha itu, dirinya memang dalam kondisi sangat baik.

Lorenzo menjadi juara MotoGP Catalunya akhir pekan lalu, dalam balapan yang dia dominasi sejak awal meski dia tak dapat pole position. Sukses tersebut membuat dia berhasil merapatkan jarak dengan Dani Pedrosa di puncak klasemen pebalap.

Sehari setelah kemenangan di Catalunya, Lorenzo jadi pebalap tercepat lagi. Kali ini dalam sebuah ujicoba yang kembali digelar di Sirkuit Catalunya.

Lorenzo kemudian absen saat digelar ujicoba Aragon hari pertama, Selasa (18/6/2013). Namun saat kembali turun ke atas lintasan pada hari kedua, Rabu (19/6/2013) dia kembali mengalahkan pesaing-pesaingnya.

'Dibanding dalam keadaan normal saya lebih kuat sekarang. Di lintasan ini normalnya saya banyak menderita dan dapat banyak masalah terkait setelan motor dan kembali bekerja dengan motor seperti di lintasan lain. Kali ini sejak awal saya sangat kompetitif dan dengan kepercayaan diri yang tinggi," sahut Lorenzo di Crash.

"Saya juga berpikir kalau saya tengah berada di konsisi yang bagus, jadi saya mengambil keuntungan dari hal itu. Saya juga bisa menguji ban baru untuk menempatkan saya dalam situasi kualifikasi dan saya mencatatkan catatan waktu yang bagus. Kami hanya menguji hal-hal kecil, tapi itu lebih baik dari pada tidak sama sekali," lanjut dia.

Balapan MotoGP berikutnya akan digelar di Sirkuit Assen, Belanda, pada 29 Juni.

(din/ddn)

Mobil-mobilan Ini Harganya Rp 1,43 Miliar!

Mobil-mobilan Ini Harganya Rp 1,43 Miliar! California - Koleksi mobil-mobilan terkadang dipandang sebelah mata oleh orang. Namun, lihat dulu mobil-mobilan yang satu ini. Karena harga mobil-mobilan ini mencapai US$ 146.000 atau sekitar Rp 1,43 miliar!

Dikutip dari situs Bonham, mobil-mobilan ini adalah replika dari mobil drag legendaris Greer-Black-Prudhomme Dragster. Mobil tersebut dibuat pada tahun 1960-an yang kemudian ditunggangi oleh Don 'The Snake' Prudhomme. Dia berhasil mencetak rekor di balapan NHRA.

Mobil-mobilan ini dilelang beberapa waktu lalu oleh balai lelang terkenal, Bonhams. Bila dicermati, harga tinggi memang wajar diberikan untuk mobil-mobilan ini.

Karena selain sejarah replika tadi, mobil-mobilan ini dibangun dengan body dari batu rubi yang diberi aksen emas. Sementara rodanya dibuat dari batu onyx.

Uniknya lagi, bagian mesin replika ini dibuat dengan seksama hingga menghasilkan detail tinggi. Mesin itu dibuat dari bahan emas.

Dengan begitu, mobil ini memang dibagun dari bahan-bahan yang tidak bisa dibilang murah. Wajar saja kalau harga mobil-mobilan ini melambung tinggi.

(syu/ddn)

McLaren P1 Bakal Tersedia dengan Bodi Serat Karbon

McLaren P1 Bakal Tersedia dengan Bodi Serat Karbon London - Pabrikan mobil super asal Inggris, McLaren baru saja mengumumkan kalau pihaknya akan memberikan opsi untuk pecinta supercar terbarunya P1.

Nantinya McLaren P1 bakal tersedia versi full serat karbon untuk seluruh bodinya. Demikian dilansir Inautonews, Kamis (20/6/2013).

Menariknya, pabrikan mobil super asal Inggris ini tidak akan menambahkan biaya lagi meski bodinya akan menggunakan full serat karbon.

McLaren tak ingin seperti pabrikan mobil super asal Italia Pagani yang menyematkan bodinya dengan full serat karbon tapi menambahkan biaya sebesar 100.000 pounds.

Meski bodinya dibekali full serat karbon, tapi untuk jantung pacunya masih tetap sama yakni dosikong mesin V8 berkapasitas 3.8 liter twin turbo yang dikawinkan dengan motor listrik sehingga memuntahkan tenaga 179 hp dan torsi 260 Nm.

Untuk berpacu dari 0-100 km per jam, mobil hanya butuh kurang dari 3 detik. Sementara kecepatan maksimumnya mencapai 350 km/jam.

The P1 has been officially unveiled back in March, during the 2013 Geneva Motor Show.

(ady/ddn)

Vino Classic, Skuter Retro Yamaha dengan Mesin 50 cc

Vino Classic, Skuter Retro Yamaha dengan Mesin 50 cc Washington - Pabrikan sepeda motor asal Jepang, Yamaha terus melakukan perubahan pada skuter retronya, Vino Classic. Secara desain eksterior Vino Classic ini terlihat jauh lebih manis dan kesan retronya semakin kental.

Menariknya, Yamaha tidak hanya memberikan penyegaran pada desainnya saja, Vino Classic juga mendapatkan sentuhan baru di sektor mesin. Meski mesinnya hanya berkapasitas 49 cc tapi ubahan yang dilakukan cukup berarti.

Kapasitas mesinnya memang sangat kecil yakni 49 cc tapi jangan melihat angkanya, Vino Classic ini sudah disesuaikan dengan kebutuhan era saat ini yakni teknologi bahan bakar injeksi terbaru Yamaha.

Selain itu Vino Classic juga sudah menggunakan penggunaan busi berdaya tinggi. Mesin SOHC dengan 3 katup memiliki respon yang maksimal. Demikian dilansir Autoevolution, Kamis (20/6/2013).

Mesin itu dikawinkan dengan transmisi matik V-Belt dan kopling kering sentrifugal. Dengan mesin tersebut, Yamaha mengklaim kalau skuter retronya ini membutuhkan 2,13 liter per 100 km.

Vino Classic juga memiliki kapasitas bagasi di bawah jok yang lebih luas sehingga bisa menampung 1 helm full face. Tersedia juga rak di bagian belakang dan juga pengunci roda belakang dan cover busu untuk keamanan ekstra.

(ady/ddn)

Produsen Berlomba Membuat Mobil Kecil

Produsen Berlomba Membuat Mobil Kecil Washington - Dahulu mobil-mobil bermesin besar masih menjadi pilihan bagi konsumen maupun industri otomotif.

Namun, isu efisiensi bahan bakar membuat industri ini beralih ke mesin kecil. Dan produsen mobil pun saat ini tengah berlomba menyajikan mesin kecil terbaik mereka.

Produsen-produsen dari berbagai benua di seluruh dunia fokusnya kini telah beralih untuk menciptakan mobil bermesin kecil. Mesin 1 liter dengan tiga silinder dianggap sudah cukup tanpa perlu kapasitas besar.

Merek-merek seperti Ford, General Motors hingga BMW dan Daimler yang biasanya menyajikan mesin-mesin berkapasitas sedang dan besar kini telah memiliki mesin kecil mereka.

Hal ini tidak lain adalah wujud dari berubahnya pasar dimana dahulu tenaga lebih diutamakan. Tapi sekarang, tenaga atau kapasitas tidak terlalu diperhitungkan dibanding dengan efisiensi bahan bakar tadi.

"Ada pergeseran budaya," kata analis LMC Automotive, Mike Omotoso seperti detikOto kutip dari USA Today.

"Produsen mobil telah melupakan bualan tentang V8 yang besar ke efisiensi bahan bakar," tambahnya.

Menurut prediksi, mesin satu liter ke bawah akan meningkat penjualannya hingga 44 persen di 2017. Di tahun itu penjualan mobil bermesin kecil diperkirakan akan mencapai 28,9 juta di seluruh dunia.

Hal sebaliknya terjadi di mesin 4 liter ke atas dimana penjualan hanya akan tumbuh 2 persen ke angka 4,2 juta unit saja.




(syu/ddn)

Porsche Go-Kart Ini Dijual Cuma Rp 8,8 Juta

Porsche Go-Kart Ini Dijual Cuma Rp 8,8 Juta Jakarta - Bila selama ini Porsche dikenal sebagai produsen mobil sport yang menargetkan para eksekutif sebagai pembelinya, kini anak-anak juga bisa bermain dengan Porsche. Sebab merek Jerman ini baru saja memperkenalkan Porsche Go-Kart.

Secara tradisional, target pasar Porsche adalah para profesional berumur 21-60 tahun. Namun, tiap anak yang memiliki mimpi untuk berkendara dengan Porsche juga mereka rangkul. Ya, mimpi penting karena ketika dewasa nanti si anak akan mau membeli Porsche, mimpi masa kecilnya.

Dengan panjang hanya 1,5 meter, Porsche Go-Kart hadir untuk anak-anak berumur 5-8 tahun. Berbalut paduan warna jingga dan hitam, Porsche Go-Kart tampak menarik perhatian.

Bentuknya secara garis besar sama dengan Go-Kart kebanyakan, namun tidak ada mesin disana. Hanya ada pedal kayuh untuk menjalankan Porsche Go-Kart ini.

Kerangka baja tubular dengan ban dan jok sporty serta sistem pengereman, Porsche Go-Kart akan menjadi mainan yang menyenangkan bagi anak. Terlebih Porsche Go-Kart yang hanya berbobor 25 kg ini masih mampu mengangkut anak dengan berat 50 kg.

Nah, untuk harganya. Bila mobil Porsche sungguhan harganya bisa puluhan ribu sampai ratusan ribu dolar. Porsche Go-Kart yang satu ini hanya dijual Porsche dengan harga US$ 900 atau sekitar Rp 8,8 juta.

(syu/ddn)