Sunday, July 20, 2014

'Tidak Ada Asuransi All Risk'

Jakarta - Asuransi kendaraan kini menjadi suatu hal yang penting bagi para pemilik kendaraan. Dengan asuransi, kita bisa mereduksi resiko. Tapi, tidak ada asuransi All Risk!

Sering kita dengar kalau ada asuransi yang disebut dengan nama all risk. Tapi Manager Comm & Event Garda Oto Iwan Pranoto menjelaskan tidak ada asuransi yang all risk.

"Hanya ada dua asuransi. Total loss only (TLO) dan comprehensive. Tidak ada asuransi yang all risk atau menanggung semua resiko," ujarnya.

Di semua perusahaan asuransi, lanjutnya, tidak ada yang namanya asuransi all risk. Pemilik asuransi comprehensive yang selama ini disebut sebagai all risk tidak menanggung resiko ketika kendaraan terkena bencana alam.

Begitu pula ketika kendaraan rusak karena tawuran atau kerusuhan. Bila ingin hal-hal tadi tercover, maka si pemilik kendaraan harus mengambil asuransi tambahan untuk resiko-resiko seperti AOG (Act of God) seperti banjir, badai, tsunami dan lainnya serta SRCC (Strike Riot Civil Commotion).

Asuransi menurutnya harus dijadikan lifestyle oleh para pemilik kendaraan. Dengan asuransi, si pemilik kendaraan melindungi kendaraan mereka dan dirinya sendiri bila terjadi kecelakaan.

Dibanding beresiko harus mengelurkan dana lebih besar ketika kecelakaan terjadi, Iwan menyarankan agar si pemilik mengambil asuransi saja. "Bayar setahun bisa klaim berkali-kali. Dibanding kita pelit tapi malah kebingungan ketika ada kecelakaan," lugasnya.



Pakai Hijab? Perhatikan Hal Ini Ketika Naik Motor

Pakai Hijab? Perhatikan Hal Ini Ketika Naik MotorJakarta - Hijab kini telah menjadi gaya hidup bagi kalangan wanita Indonesia. Nah, bagi para wanita yang masih menggunakan motor baik mengendarai atau menumpang motor, ada hal-hal yang perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan bahaya.

bagi para wanita yang menggunakan hijab dan naik atau diboncengi dengan menggunakan motor, maka perlu diperhatikan beberapa hal.

Pertama, jangan gunakan rok dan hijab yang terlalu besar. "Karena ditakutkan tersangkut di roda belakang, bisa kecelakaan," tambahnya.

Itulah sebabnya dia menyarankan agar para pengendara motor atau penumpang memperhatikan benar hal-hal sepele yang bisa menimbulkan efek negatif bagi diri mereka dan lingkungan.

Lepas dari hijab, hujan juga menyirami beberapa wilayah Jakarta hari ini. Ketika hujan hadir, jas hujan adalah pilihan para pengendara motor. Tapi ingat, jangan gunakan jas hujan model ponco.

Dalam diskusi 'Insurance is Lifestyle' yang diselenggarakan Garda Oto bersama ngaBLOGburit blogdetik.com, Manager Comm & Event Garda Oto Iwan Pranoto menjelaskan kalau para pengendara motor wajib mengetahui hal-hal sepele yang sebenarnya memiliki efek besar bagi keselamatan mereka.

"Jas hujan model ponco, itu tidak aman. Sebab bisa tersangkut di roda," jelasnya.

Karena itu, dia menyarankan kalau para pengendara motor menggunakan jas hujan model biasa yang terdiri dari celana dan atasan. Jangan gunakan jas hujan yang bermodel ponco.


'Asuransi Kendaraan Itu Penting Biar Kita Tidak Bangkrut'

Jakarta - Bagi para pemilik kendaraan, asuransi adalah suatu hal yang penting. Lebih baik membayar asuransi dibanding beresiko mengeluarkan uang lebih banyak ketika kecelakaan terjadi.

Kecelakaan memang bukan keinginan semua orang, tapi resiko terjadinya kecelakaan sangat besar. Tidak memandang siapa orang itu, dimana dan kapan.

Manager Comm & Event Garda Oto Iwan Pranoto lalu mencontohkan kecelakaan yang terjadi pada sebuah Toyota Avanza Tipe R MT yang mengalami tabrakan tapi tidak memiliki asuransi.

Kecelakaan itu, ceritanya, membuat bumper, kap mesin, grille dan fog lamp rusak. Begitu juga kaca spionnya yang patah.

"Untuk mengganti itu semua, butuh dana Rp 8,3 juta lebih. Padahal asuransi comprehensive di Garda Oto hanya Rp 4,8 jutaan untuk setahun dan bisa diklaim untuk beberapa kali kecelakaan. Jadi lebih murah membayar asuransi dibanding harus keluar uang ketika kecelakaan," jelasnya.

Lebih lanjut, Iwan yang berbicara di diskusi 'Insurance is Lifestyle' yang diselenggarakan Garda Oto bersama ngaBLOGburit blogdetik.com itu memaparkan kalau asuransi haruslah menjadi gaya hidup. Sebagai bentuk pencegahan agar tidak membuat bangkrut.

"Tidak ada orang yang punya asuransi bangkrut. Yang ada, orang yang tidak punya asuransi bangkrut ketika kecelakaan terjadi," tambahnya.

Di Garda Oto sendiri ada beberapa bentuk asuransi yakni total loss only dan comprehensive yang dibantu oleh 400 bengkel rekanan.


Jangan Jeprat-jepret Sambil Nyetir

Jangan Jeprat-jepret Sambil NyetirJakarta - Banyak kejadian menarik yang berlangsung di sekitar kita, termasuk ketika sedang berkendara. Namun, para pengendara dihimbau untuk tidak mengalihkan perhatiannya ke ponsel untuk berfoto. Sebab, aktifitas itu tergolong berbahaya.

Manager Comm & Event Garda Oto Iwan Pranoto menjelaskan kalau kegiatan mengemudi merupakan sebuah kegiatan yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Karena itu, ketika sedang berkendara termasuk ketika mudik nanti si pengendara diharapkan jangan melakukan hal-hal negatif seperti itu.

"Tolong kalau lagi berkendara jangan sambil jeprat-jepret. Sebaiknya co-pilot saja yang foto-foto, jangan driver-nya," katanya dalam diskusi 'Insurance is Lifestyle' yang diselenggarakan Garda Oto bersama ngaBLOGburit blogdetik.com.

Bila memang sedang berkendara sendirian, maka menepilah terlebih dahulu untuk mengamankan posisi.

Dia juga menjelaskan kalau pada 2012 saja, ada sekitar 3.500 kecelakaan karena gangguan konsentrasi terutama karena penggunaan ponsel.

"Kita sering tidak sadar kalau resikonya sangat besar," ujarnya.



Apa Upaya Pemerintah Saat Angka Kecelakaan di Jalan Tinggi?

Apa Upaya Pemerintah Saat Angka Kecelakaan di Jalan Tinggi?Jakarta - Rasa khawatir akan meningkatnya tingkat kecelakaan saat mudik, rupanya tidak sepenuhnya benar. Soalnya berdasarkan data kecelakaan Korlantas Mabes Polri, ternyata kecelakaan saat mudik lebih kecil dibandingkan hari biasanya.

Seperti yang disampaikan ketua umum Road Safety Association, Edo Rusyanto, saat diskusi 'Mudik Selamat, Meredam Petaka Jalan Raya', di Jakarta.

"Ada hal yang lucu mengenai kecelakaan saat mudik. Saat mudik hanya ada 230 kasus kecelakaan, sedangkan sepanjang tahun (setiap harinya) kecelakaannya mencapai 274 kasus," kata Edo.

"Dan kematian di saat mudik saat mudik hanya 50 jiwa, sedangkan sepanjang tahun 72 jiwa. Lalu pertanyaannya, kenapa bisa lebih sedikit?," tambah Edo.

Inilah yang membuat Edo gregetan, dan menilai ada sesuatu yang salah. Petugas dianggap hanya bisa fokus ketika musim mudik berlangsung, setelah itu, fokus untuk mengurangi tingkat kecelakaan di jalan sirna dan angka kecelakaan di bukan musim mudik kembali meningkat.

"Karena negara hanya sibuk 16 hari saja, sepanjang tahun kemana saja? Karena semua lembaga bersatu untuk menjaga pengendara, dan mengurangi kecelakaan di saat musim mudik," ujarnya.

"Harusnya pemerintah dan semua lembaga itu selalu bekerja sama setiap saat. Agar mengurangi tingkat kecelakaan di jalanan (sepanjang tahun)," keluh Edo.

Namun meski demikian Edo mengingatkan, agar setiap pengendara roda dua yang hendak mudik. Harus lebih berhati-hati, tidak ugal-ugalan, dan berkendara tertib lalu lintas.


Wales Ingin Ada Larangan Nyetir Sambil Merokok

Wales Ingin Ada Larangan Nyetir Sambil MerokokJakarta - Larangan merokok di dalam mobil sepertinya mulai menyebar. Setelah Inggris, kini giliran Wales yang ingin membuat aturan larangan merokok di dalam mobil.

Sebelum hal itu terwujud, pemerintah Wales hendak melakukan dengar pendapat. Bila nanti disetujui maka larangan merokok akan diberlakukan di mobil, terutama di mobil yang ada anak-anak.

Pemerintah Wales mengatakan bahwa aturan itu bertujuan untuk melindungi anak-anak dari dampak negatif perokok pasif di ruang tertutup. Seperti di Inggris, nantinya bagi pengendara yang kedapatan melanggar aturan akan menghadapi denda atau poin pada SIM mereka.

Sebelum memulai dengar pendapat, pemerintah Wales telah didukung penelitian dari Cardiff University dimana ada satu dari sepuluh anak-anak di Wales yang terus terpapar asap rokok di mobil keluarga.

Universitas ini juga menemukan bahwa satu dari lima anak-anak dengan orang tua yang merokok mengatakan kalau orang dewasa terus menyalakan rokok mereka di kendaraan keluarga.

Larangan serupa sebenarnya juga sudah diterapkan di beberapa negara bagian di Amerika, Australia, Kanada dan beberapa negara Eropa.

Tiga tahun lalu pernah ada satu penelitian yang membuktikan bila ada yang merokok di dalam mobil, maka di kabin konsentrasi partikel berbahaya 27 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan seseorang yang merokok di dalam rumah, dan 20 kali lipat lebih tinggi daripada di pub.

Bukti-bukti ilmiah juga telah menunjukkan hubungan antara rokok dengan terjadinya berbagai penyakit seperti kanker, penyakit jantung, penyakit sistem saluran pernapasan, penyakit gangguan reproduksi dan juga kehamilan.


Mobil yang Paling Banyak Ditarik dari Pasaran

Mobil yang Paling Banyak Ditarik dari PasaranJakarta - Pertumbuhan pengguna mobil secara tak langsung meningkatkan jumlah produksi mobil yang dikeluarkan.

Selain meningkatkan kuantitas mobil yang diproduksi, para perusahaan kendaraan bermotor juga mengeluarkan berbagai varian mobil untuk merek yang sama.

Tujuannya jelas, agar konsumen memiliki banyak pilihan terhadap jenis mobil yang diinginkan. Selain itu, di sisi lain produsen juga ingin meningkatkan penjualannya.

Namun, banyaknya varian mobil yang dikeluarkan ternyata tidak semuanya memiliki kualitas yang sama rata.

Beberapa jenis mobil bahkan terpaksa ditarik kembali karena beberapa masalah, terutama soal mesin. Berikut ini adalah beberapa merek mobil yang paling banyak ditarik kembali dari pasaran.