Monday, March 16, 2015

Motor Matik Bongsor Jadi Pilihan di Paris

Motor Matik Bongsor Jadi Pilihan di ParisParis - Motor sport bisa menjadi pilihan bagus untuk berkendara di jalanan Eropa seperti di Paris. Tapi siapa yang menyangka, motor matik ber-cc besar malah lebih sering terlihat melintas di Paris.

Pantauan langsung detikOto, saat berkunjung ke Paris pada 5-6 Maret 2015 lalu, tidak sedikit pengendara memilih Yamaha X-Max berkapasitas 400 cc atau Piaggio MP3 LT 500 ABS-ASR Sport. Motor-motor ini kerap melanggang di jalanan Paris.

Hal ini membuktikan bahwa matik bongsor memang lebih banyak dipilih di Paris. Meski memang ada juga pengguna matik ber-cc kecil ikut berseliweran di jalanan Paris, bahkan skuter matik seperti Kymco juga terlintas berkendara di Paris.

Namun usut punya usut, rupanya banyaknya pengguna skuter bongsor atau sedikit skuter ber-cc kecil, tidak lain karena kemudahan dikendarai motor tersebut, dan bisa lebih hangat jika ditambah dengan penutup kaki.

Akan tetapi harus diakui sekali-kali sangat terdengar jelas, motor bongsor seperti Ducati, Harley-Davidson, Triumph atau motor sport lainnya ikut berseliweran di jalanan Paris.

Hmm, hal ini juga sekaligus menandakan situasi di Paris dan Jakarta tidak terlalu jauh. Yakni matik lebih digemari pengendara sepeda motor.




(lth/ddn)

Yang Unik dari Geneva Motor Show

Yang Unik dari Geneva Motor Show Jenewa - Sebagai salah satu pameran mobil yang paling besar di dunia, Geneva Motor Show tidak hanya menyajikan aneka mobil terbaru dan tercanggih. Booth produsen juga dirancang agar lebih keren dan memancing mata pengunjung.

Yuk mari kita simak yang unik dari Geneva Motor Show (5-15 Maret 2015) dalam rekaman wartawan detikOto Dadan Kuswaraharja dan M Luthfi Andika yang berkunjung ke sana dengan undangan dari Renault dan PT Garansindo Inter Global.

Kiprah Garansindo Bersaing dengan Raksasa Mobil

Kiprah Garansindo Bersaing dengan Raksasa MobilAbu Dhabi - Selama 5 tahun berkiprah di dunia otomotif nasional, PT Garansindo Inter Global langsung bersaing dengan raksasa-raksasa mobil. Mereka tergolong cukup sukses.

Dari sisi angka penjualan, mobil-mobil Fiat Chrysler Automobiles yang dijual Garansindo sudah menggeser merek premium seperti Audi, Lexus, Land Rover dan Jaguar.

“Kami menduduki penjualan terbesar posisi ke 3 dalam segment premium di indonesia selama 4 tahun berturut-turut dari 2011 sampai 2014, setelah Mercedes-Benz dan BMW,” ujar CEO PT Garansindo Inter Global Muhammad Al Abdullah di Abu Dhabi pekan lalu.

“Kami langsung bersaing dengan raksasa-raksasa merek tersebut yang sudah eksis di Indonesia sejak puluhan tahun, sedangkan Garansindo baru 5 tahun,” ujarnya

Pencapaian itu ditorehkan Garansindo tanpa embel-embel ‘bantuan insentif’ pemerintah. Kita ketahui pemerintah memberikan fasilitas keringanan bea masuk untuk mobil-mobil dari Jepang (berkat insentif IJ-EPA) dan Eropa.

“Tapi garansindo tetap bisa ‘perkasa’ bertarung head to head,” ujarnya

Ke depan, Garasindo pun tetap optimistis. Apalagi tahun ini mereka akan merilis beberapa produk baru yang akan menjadi volume maker. Sebut saja seperti Jeep Renegade, dan Fiat 500X. “Maka prospek ke depan sangat menjanjikan positif Insya Allah,” ujarnya

Data penjualan Garansindo dari tahun ke tahun

  • 2010 180 unit
  • 2011 680 unit
  • 2012 1.490 unit
  • 2013 1.519 unit
  • 2014 1.614 unit

(ddn/ddn)

Pajak Mobil Mewah, Penjual Mobilnya Juga Bisa Ikut Dilacak

Pajak Mobil Mewah, Penjual Mobilnya Juga Bisa Ikut DilacakJakarta - Direktorat Jenderal Pajak saat ini tengah gencar melacak dan mendata para pemilik mobil mewah untuk mengetahui kewajiban pajak mereka, soalnya tak sedikit diantara mereka yang tak melaporkannya ke Ditjen Pajak. Namun, penelusuran ini sekaligus bisa melacak aspek pajak di perusahaan importir yang menjualnya.

“Artinya, dengan penelusuran siapa jati diri pemilik dan profil kewajiban pajaknya, kita juga bisa satu paket, yakni bagaimana saat proses pembelian. Apakah pajak-pajaknya juga terpenuhi,” papar Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Wahju Tumakaka, saat dihubungi detikOto, di Jakarta, Senin (17/3/2015).

Berbagai jenis pajak memang ada dalam proses jual beli mobil mewah, mulai dari Pajak Pertambahan Nilai, Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM), pajak impor dan lain-lain.

“Tentu, jika tidak terpenuhi kita akan lacak. Karena ini kan sudah menyangkut ranah pidana juga,” ucap Wahju.

Hanya, Wahju tidak bersedia menyebutkan berapa banyak mobil-mobil berharga selangit yang proses pembeliannya tidak memenuhi kewajiban pajak. Begitu pun dengan perusahaan penjualnya. “Kami tidak mempunyai data, karenanya kita lakukan pelacakan ini,” tuturnya.

Namun yang pasti, kata dia, satuan tugas di Ditjen Pajak yang melakukan penelusuran informasi dan data para pemilik mobil kelas atas itu terus bergerak secara intensif.

“Kami tidak membentuk tim khusus, tapi sudah ada Satgas yang dibentuk saat zaman (Dirjen Pajak dijabat) Pak Fuad Rahmany,” kata Wahju.


(arf/ddn)

Mahalnya Buat SIM Prancis, Satu Biji Rp 13 Juta, Bro!

Mahalnya Buat SIM Prancis, Satu Biji Rp 13 Juta, Bro!Paris - Di Indonesia, membuat Surat Izin Mengemudi (SIM) tergolong murah. Cukup Rp 100 ribu untuk SIM C dan Rp 120.000 untuk SIM A lewat jalur resmi. Namun di luar negeri, SIM sangat sulit dan sangat mahal untuk mendapatkannya.

Contohnya di Prancis. Di sana setiap pengendara mobil di Paris harus menyiapkan dana mulai Rp 6,9 juta hingga Rp 13,9 juta untuk bisa memiliki SIM.





Traffic along the Seine. © AFP

"Buat SIM di Paris itu relatif mahal," kata salah satu penduduk Paris, Mustafa.

Mustafa menceritakan, tidak hanya mahal, sulitnya mendapatkan SIM di Paris bisa menjadi tantangan sendiri buat dirinya.

"Untuk membuat SIM (mobil) dan bisa berkendara selama 20 jam, setiap pengendara harus mengeluarkan kocek 1.000 euro (Rp 13,9 jutaan)," ujar Mustafa.

"Dan SIM untuk berkendara di malam hari saja (tidak selama 20 jam) itu harus mengeluarkan dana hingga 500 euro (Rp 6,9 jutaan)," tambah Mustafa.

Untung saja saat detikOto mengemudi mobil di sini tak perlu membuat SIM lagi, karena memakai SIM internasional dari Indonesia sudah bisa. Jalan-jalan pun lebih asyik karena jalanannya lebih mulus dan lurus.


(ddn/ddn)

Sunday, March 15, 2015

Pajak Pemilik Mobil Mewah Jadi Incaran

Pajak Pemilik Mobil Mewah Jadi IncaranJakarta - Direkorat Jenderal Pajak saat ini tengah gencar melacak dan mendata para pemilik mobil mewah untuk mengetahui kewajiban pajak mereka. Soalnya tak sedikit diantara pemilik mobil berharga selangit itu yang tidak memasukkan mobil itu dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak.

“Begini. Pendataan ini merupakan pelaksanaan dari Peraturan Pemerintah nomor 31 tentang Pemberian dan Penghimpunan Data dan Informasi yang Berkaitan dengan Perpajakan,” tutur Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak Kemenkeu, Wahju Tumakaka, saat dihubungi detikOto, di Jakarta, Senin (17/3/2015)

Dengan mengetahui profil pemilik mobil itu, Ditjen Pajak juga akan mendapatkan gambaran tentang Wajib Pajak dari kalangan berpunya.

“Karena kan mobil mewah itu sekaligus simbol status. Artinya, dengan melihat mobil itu kita bisa tahu kemampuan pemiliknya. Oleh karena itu, kita pastikan bagaimana dengan kewajiban mereka dalam membayar pajak? Apakah sesuai profilnya,” ujar Wahju.

Namun, pajak yang dimaksud Wahju bukan sekadar pajak mobil yang bersangkutan. Pajak yang dimaksud adalah semua kewajiban pajak yang bersangkutan.

“Karena kalau pajak mobil kan yang berhak (memungut) pemerintah daerah. Kalau surat-suratnya tidak ada, ya kepolisian-lah yang berwenang,” tuturnya.

Wahju mencontohkan beberapa mobil super yang ternyata tidak dilengkapi surat-surat. Dari temuan itu, kemudian dikembangkan dan ternyata, pemilik mobil yang bersangkutan mengisi SPT yang tidak sesuai dengan fakta obyek pajak yang ada.
Halaman 1 2 »

(arf/ddn)

Alat-alat Produksi Spin Indonesia Diangkut ke India

Alat-alat Produksi Spin Indonesia Diangkut ke IndiaNew Delhi - General Motors (GM) Indonesia memutuskan akan menutup pabriknya yang berada di Pondok, Ungu, Bekasi pada akhir Juni mendatang. Akibat dari penutupan pabrik itu, produksi Chevrolet Spin harus dihentikan.

Menurut Economic Times, peralatan produksi Spin akan dipindahkan dari Bekasi menuju India. Begitu datang di India, Spin akan ditempatkan di atas mobil MPV lainnya yakni Chevy Enjoy. Chevy Enjoy adalah nama lain untuk mobil Wuling di India.

Di lain sisi, General Motors (GM) India akan meluncurkan Chevrolet Spin dan belakangan ini berhasil tertangkap kamera saat sedang melakukan pengujian di jalanan umum India.

Chevrolet Spin rear quarter spied India

Dalam pengujian itu, menurut situs indianautosblog, hampir sekujur bodi Spin ditutup kain berwarna hitam. Hal itu dilakukan agar tidak banyak orang yang tahu kalau itu adalah mobil baru.

Rencananya, Chevrolet Spin akan mulai dipasarkan di India pada tahun 2016 mendatang. GM India juga punya harapan yang tinggi terhadap Spin.

Tak hanya itu, Spin di India diperkirakan akan menggendong mesin diesel 1.3-liter, 4 silinder dan proses perakitannya akan dilakukan di pabrik GM yang berada di Talegoan, Maharashtra, India.




(ddn/ddn)