Monday, January 18, 2016

Yamaha Indonesia Pelajari Ekspor Aerox 125LC

Yamaha Indonesia Pelajari Ekspor Aerox 125LCJakarta - Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) melihat potensi skutik anyar Aerox 125LC untuk diekspor. Motor ini sudah dikenal di sejumlah negara di kawasan Eropa dan bergaya desain global.

Chief Operating Officer YIMM, Dyonisius Beti mengatakan, mengaku mendapatkan kehormatan untuk meluncurkan Aerox 125LC untuk pertama kalinya di kancah global.

"Tentu tidak terlepas kalau melihat karakternya, kemungkinan akan ekspor ke banyak negara lagi," kata Dyon di Sentul, Kab. Bogor, Jawa Barat, Senin (18/1/2016).

Pernyataan senada diungkapkan Asisten GM Marketing YIMM, Mohammad Masykur. Menurutnya, untuk bisa mengekspor, Yamaha masih harus mempelajarinya.

"Kita kan baru hari ini launching (Aerox 125LC). Nanti negara lain pada lihat konsepnya bagaimana, nanti dipelajari negara lain," ujar Masykur ditemui di kesempatan yang sama.

Sayang, Masykur belum bisa menyebut negara mana saja yang akan dituju untuk ekspor skutik tersebut. Namun, kemungkinan pertamanya adalah negara di Asia Tenggara.


"Belum tahu negara mana saja tapi biasaya ASEAN dulu. Studinya biasanya tiga sampai enam bulan," ucapnya.


(rgr/arf)

Tempati Posisi Kedua Reli Dakar 2016, Nasser Al-Attiyah Akhiri Kontrak

Tempati Posisi Kedua Reli Dakar 2016, Nasser Al-Attiyah Akhiri KontrakJakarta - Juara Reli Dakar dua kali â€Â" 2011 dan 2015 â€Â" Nasser Al-Attiyah mengaku akan mengakhiri kontraknya dengan Tim X-Raid, tempatnya bernaung saat ini. Pereli asal Qatar itu juga menyebut tak akan menampik jika ada yang menawarinya kontrak untuk Reli Dakar 2017.

Seperti dilaporkan Motor Sport, Senin (18/1/2016), Al-Attiyah di Reli Dakar tahun ini hanya berada di urutan kedua atau runner-up setelah juara dunia digenggam pereli Tim Peugeot, Stephane Peterhansel. Meskipun pebalap itu saat ini tengah menghadapi tuduhan kecurangan pengisian bahan bakar saat reli berlangsung.

Al-Attiyah bergabung dengan Tim X-Raid pada 2014 lalu. Namun, sebelum itu dia telah menjadi bagian dari tim ini selama empat tahun yakni 2005 â€Â" 2009, dan sempat keluar. Setelah itu, pada 2014 dia bergabung kembali dengan tim ini.

Sepanjang keterlibatannya di Reli Dakar, pereli kelahiran Doha, 21 Desember 1970, itu membalap untuk Volkswagen, Hummer, Demon Jefferies, dan MINI. Pada 2006, Attiyah, menjuarai ajang Production World Rally Championship (PWRC), yakni reli dunia untuk mobil yang dibuat secara massal.

Saat itu dia didampingi navigator Chris Patterson menunggangi Subaru Impreza. Dia juga meraih gelar itu setelah sebelumnya menjuarai reli di Meksiko, pada 2005 dia kembali menjadi juara di Reli Argentina dan Reli Acropolis di Yunani.

Kini, setelah Reli Dakar 2016 berakhir, Attiyah mengaku belum berkomunikasi dengan pihak manapun untuk membicarakan kontrak. “Saya sekarang orang bebas,” ucapnya beberapa saat setelah menapak garis finish reli bergengsi di dunia itu.

“Jika seseorang menawariku kontrak yang bagus, saya akan menerima sebab (sekarang) saya tidak memiliki kontrak apapun,” kata dia.

Dia juga mengaku tak kecewa dengan hasil di Reli Dakar 2016 ini. Attiyah meyakini, dalam reli bisa saja dia berada di podium atau tidak sama sekali.

“Saya bahagia meski berada di posisi kedua, terutama bagi tim kami,” imbuhnya.
















(arf/arf)

Sunday, January 17, 2016

Cristiano Ronaldo Beli Porsche 911 Setelah Gagal di Ballon d'Or

Cristiano Ronaldo Beli Porsche 911 Setelah Gagal di Ballon dBarcelona - Entah kebetulan atau benar-benar sebagai pelipur lara, pesepakbola Cristiano Ronaldo membeli Porsche 911 Turbo S usai menghadiri penghargaan  Ballon d'Or.

Mobil sport mewah itu layaknya menjadi pelipur lara bagi Ronaldo yang gagal menambah koleksi piala Ballon d'Or pada tahun ini.

Dalam akun Instagram milik Cristiano Ronaldo (@Cristiano), penggawa klub Real Madrid itu mengunggah foto dirinya bersama Porsche 911 Turbo S warna hitam. Foto tersebut ia unggah tepat dua hari setelah penghargaan pemain terbaik tersebut. Tidak banyak komentar Ronaldo soal mobilnya selain 2 jempol saja.

Yang pasti foto itu sudah disukai jutaan foto dan banya k yang berkomentar memberi dukungan pada Ronaldo yang gagal di Ballon d'Or.

Mobil produksi Jerman tersebut mengusung mesin twin-turbo enam silinder 3.8 liter yang mampu menghasilkan tenaga 580 hp. Porsche 911 Turbo S mampu berakselerasi dengan kecepatan 0 hingga 100 km dalam waktu 2.9 detik.

Porsche yang menjadi koleksi terbaru Ronaldo juga mampu melesat 330 km per jam. Diperkirakan ia merogoh kocek hingga Rp 3 miliar untuk mobil tersebut.

Pesepakbola yang telah meraih tiga kali Ballon d'Or pada 2008, 2013, dan 2014 tersebut memang gemar mengoleksi mobil-mobil mewah seperti Maserati, Bentley, Aston Martin, Porsche, Ferrari, Lamborghini, BMW, hingga Bugatti.
(nkn/ddn)

Kemewahan Berkelas Mercy-Class

Kemewahan Berkelas Mercy-ClassDetroit - Bukan Mercedes-Benz namanya jika tidak menyajikan kemewahan dan fitur canggih di setiap produknya. Seperti salah satu model andalan terbaru mereka yakni All New Mercedes-Benz E-Class.

Resmi diperkenalkan di Detroit Motor Show 2016, Mercedes-Benz mengklaim E-Class generasi ke-10 ini menjadi sebuah sedan pintar untuk menjadi kendaraan pebisnis. Karena model ini menyajikan sebuah teknologi masa depan.

Karena E-Class ini menjadi model pertama yang menyajikan wireless dengan software yang bisa di download. Serta memiliki teknologi mobil otonom. E-Class akan menjadi mobil produksi pertama yang diperbolehkan untuk diuji sistem otonom di jalanan Nevada, Amerika Serikat.

Tidak sampai disitu, Mercedes-Benz juga mengatakan model ini begitu aerodinamis dibandingkan generasi sebelumnya. Sehingga bisa mendukung laju mesin 4 silinder diesel yang ikut diklaim sebagai mobil dengan emisi gas buang CO2 terbaik dan paling ramah lingkungan.


Dikatakan mesin baru all new diesel 2.0 liter 4 silinder ini bisa menyemburkan 192 bhp, dan hanya butuh 7,2 detik untuk bisa berlari waktu 0-100 km/jam. Serta menghasilkan emisi CO2 hingga 102 g/km dan bisa mencapai 72,4 mpg.

Sedangkan untuk pasar Inggris, Mercedes-Benz akan menawarkan mesin bensin 2.0 liter untuk model E200, untuk pilihan mesin yang lebih besar dengan 258 bhp juga terselip pada model E 350d.

Serta pilihan hybrid E 350e plug hybrid juga bakal ditawarkan pada akhir tahun dan mulai akan mulai dijual pada 2017.

Kenyamanan kelas atas daam interior juga ditawarkan E-Class. Sebut saja seperti touchpad control untuk navigasi dan infotainment sistem yang menjadi fitur standar yang berada di bagian tengah console.

Kenyamanan dengan alumunium trim pada trim door dan dashboard. Selain itu kulit terbaik juga ikut diselipkan. Serta stir kemudi yang sudah dilengkapi dengan touch-sensitive buttons, voice control, serta wireless hone charging juga ikut diselipkan. Dan mode berkendara Comfort, Eco, Sport, Sport+ dan Individual, yang bisa memenuhi kebutuhan pengendara.


(lth/ddn)

Jadi Perusahaan Terbuka, Ferrari Genjot Produksi?

Jadi Perusahaan Terbuka, Ferrari Genjot Produksi?Detroit - Setelah resmi menjadi perusahaan terbuka dengan menjual sahamnya kepada publik, Ferrari memiliki strategi anyar. Pabrikan ini dikabarkan akan menggenjot produksi  yang  saat ini 7.000 unit per tahun menjadi 9.000 unit per tahun pada 2019 nanti.

Sebuah laporan yang dilansir Inautonews, Senin (18/1/2016) menyebut sinyalemen penggenjotan produksi itu diungkapkan Chief Fiat Chrysler Automobile (FCA) Sergio Marchionne yang merupakan salah satu pemegang saham mayoritas Ferrari. 

"(Tetapi) Kami perlu melihat apakah pasar bisa menyerap 9.000 unit, sebelum kita ke sana (menggenjot produksi hingga 9.000 unit per tahun)," ujarnya di sela-sela acara North American International Auto Show  2016 di Detroit, Amerika Serikat.

Soalnya, Ferrari  selalu berpegang teguh pada prinsip eksklusifitas. Hal ini sejalan dengan visi yang ditetapkan oleh pendiri Ferrari pada 1947 lalu. Visi dan prinsip itu adalah, Ferrari memproduksi sebuah mobil dalam jumlah yang lebih sedikit dari permintaan pasar. "Selama kita memperhatikan aturan itu, maka kita akan baik-baik saja," tuturnya.

Selama ini, Ferrari juga terbukti juga tak berminat untuk memperluas varian yang diproduksi yang berbeda dengan varian yang telah sejak awal dibuatnya. Misalnya, pabrikan ini tidak mau memproduksi sport utility vehicle (SUV), meski saat ini banyak pabrikan mobil mewah atau bahkan supercar yang memproduksi mobil jenis ini.

Lembaga konsultan dan penelitian otomotif, HIS Automotive, Ferari masih akan mengandalkan pasar tradisionalnya, yakni Amerika Serikat untuk menjajakan produknya. Pasar Negeri Paman Sam itu diperkirakan masih akan menyerap 35 persen produk Ferrari pada 2020. Naik dari angka 30 persen tahun lalu. Total penjualan Ferrari  saat itu sebanyak 7.700 unit, atau meningkat 500 unit dibanding 2014 yang sebanyak 7.200 unit.

Menurut Massimo Vecchio, analis sebuah perusahaan konsultan di Milan, Mediobanca, pendapatan Ferrari juga bakal berlipat jika telah menjual 9.000 unit per tahun. Sepanjang tahun lalu perolehan laba Ferrari mencapai US$ 1,19 miliar atau sekitar Rp 16,42 triliun pada 2014.
(ddn/ddn)

'Sopir Truk Tak Butuh Cinta'

Sidoarjo - Masih dari tema stiker lucu di truk atau pikap, kali ini sebuah truk diberi stiker bertuliskan 'Tak Butuh Cinta'. Seriusan Pak Sopir?

Keterangan Foto :
Foto Street Shot kiriman Ahmad Muzakki

Bedah Skutik Sporty Yamaha Aerox

Bedah Skutik Sporty Yamaha Aerox Jakarta - PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) meluncurkan skuter matik (skutik) bergaya sport terbaru, Aerox 125LC. Skutik yang sudah dikenal di Eropa ini pertama kalinya menggunakan mesin 125cc.

Head of Automatic Standard & Premium Brand PT YIMM, Radityo Andi Dharma mengatakan, di Eropa Aerox dikenal dengan varian Aerox-Naked, Aerox-R, dan Aerox-4. Aerox-4 mengusung mesin 4 tak 50cc Liquid Cooled, sementara Aerox-Naked dan Aerox-R menggunakan mesin 2 tak 50cc Liquid Engine.

Sementara Aerox 125LC baru pertama kalinya ada di dunia. Dikatakan, pengenalan Aerox bermesin 125cc pertama kali disemangati suasana perayaan Triple Crown MotoGP 2015 yang diraih tim Yamaha. Sebab, lahirnya Aerox 125LC terinspirasi dari semangat balap MotoGP.

"Kami sangat bangga diberikan kepercayaan untuk memproduksi kasta tertinggi Aerox dengan mesin 125cc, ini yang pertama di dunia ada. Motor ini sangat cocok untuk konsumen pria penyuka matik namun ingin tetap bergaya sporty, apalagi memiliki racing spirit. Dengan kelebihan-kelebihannya, kami optimis Aerox akan diterima positif di market Indonesia," kata Asisten GM Marketing YIMM, Mohammad Masykur.

Apa saja kelebihan motor ini? Yuk kita bahas.