Thursday, February 26, 2015

Chevy Spin Setop Produksi, Menperin Siap Ajak Diskusi GM Indonesia

Chevy Spin Setop Produksi, Menperin Siap Ajak Diskusi GM IndonesiaBekasi - Pabrikan asal Amerika Serikat (General Motors) akan menutup pabrik Chevrolet Spin yang sudah beroperasi sejak Mei 2013. Pabrik akan menghentikan operasinya pada bulan Juni mendatang.

Namun, pemerintah Indonesia melalui Kementrian Perindustrian belum mendapatkan laporan resmi dari GM Indonesia terkait penutupan pabrik ini. Menteri Perindustrian, Saleh Husin mengaku, pihaknya baru mendapat kabar ini dari media.

"Kami belum dapat laporan resmi. Baru tahu dari media-media," ungkap Saleh kepada para wartawan usai pelepasan ekspor Suzuki Address di pabrik Suzuki Tambun, Bekasi, Jumat (27/2/2015).

Untuk itu, Menperin akan segera mengundang GM Indonesia untuk mendapatkan informasi yang lebih detail terkait penutupan pabrik ini.

"Tentu kami akan mengundang dari GM yang ada di sini (GM Indonesia) untuk melakukan diskusi," kata Saleh.




(rgr/ddn)

Soal Kenaikan Upah, Toyota Sulit Kabulkan Permintaan Karyawan

Soal Kenaikan Upah, Toyota Sulit Kabulkan Permintaan KaryawanTokyo - Toyota Motor Corporation menegaskan, sulit untuk memenuhi permintaan dari serikat pekerja untuk menaikkan gaji karyawan sebesar US$ 13.300 atau sekitar Rp 1,4 juta per bulan.

Pabrikan ini juga mengaku sulit untuk mengabulkan bonus setara dengan 6,8 bulan gaji seperti yang diminta karyawan.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (27/2/2015), salah seorang staf di Departemen SDM, Toyota, menyatakan perusahaan sulit mengabulkan permintaan tersebut.

Kenaikan upah sebesar 13.300 yen itu terdiri dari 6.000 yen atau sekitar Rp 648.000 untuk kenaikan gaji pokok, dan 7.300 yen atau sekitar Rp 788.400 untuk tunjangan jabatan.

Sebelumnya seperti dilansir laman Bloomberg serikat pekerja Toyota meminta perusahaan untuk menaikkan gaji pokok mereka sebesar kurang dari 2 persen.

Menurut Ketua Serikat Pekerja, Mitsuyuki Tsuruoka, kenaikan upah pokok sebesar 1,7 persen itu untuk menyesuaikan dengan kenaikan harga-harga menyusul pernyataan dari Bank Sentral Jepang.


(arf/ddn)

Menperin: Mungkin MPV Mereka Kalah Bersaing

Menperin: Mungkin MPV Mereka Kalah BersaingBekasi - Pabrik General Motors (GM) merupakan fasilitas yang memproduksi Multi Purpose Vehicle (MPV) milik GM, Chevrolet Spin. Namun, pabrik tersebut dikabarkan akan segera ditutup dengan alasan untuk menekan biaya material yang tinggi.

Selain alasan tersebut, GM juga terpaksa menutup pabrik itu karena berkurangnya potensi dalam pemanfaatan keberadaan pemasok dalam negeri. Sebab, skala produksi MPV itu terbatas.

Namun, Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Saleh Husin menyatakan, kemungkinan besar MPV Chevrolet Spin kalah bersaing dengan MPV dar merek lain.

"Mungkin karena mereka kalah bersaing. Ya kan itu di MPV-nya," kata Saleh kepada para wartawan usai prosesi pelepasan ekspor Suzuki Address di pabrik Suzuki Tambun, Bekasi, Jumat (27/2/2015).

Tapi, itu hanyalah prediksi dari Saleh. Untuk memastikannya, Saleh akan mengundang GM Indonesia untuk melakukan diskusi terkait penyebab rencana penutupan pabrik ini.

"Itu (alasannya) yang akan kami cek lagi," ujarnya.

Mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia. Pada tahun 2014 lalu, penjualan Spin memang tidak semoncer mobil Low MPV lainnya.

Spin total terjual 7.475 unit sepanjang 2014, kalah jauh dengan mobil MPV buatan Jepang seperti Avanza yang terjual 162.070 unit, Honda Mobilio 79.288.

Data penjualan mobil Low MPV:

  • Avanza 162.070 unit
  • Honda Mobilio 79.288 unit
  • Suzuki Ertiga 47.015
  • Daihatsu Xenia 46.710 unit
  • Suzuki APV 10.667 unit
  • Daihatsu Luxio 4.304 unit
  • Chevrolet Spin 7.475 unt
  • Nissan Evalia 2.945 unit

(rgr/ddn)

Mau Diambil Garansindo, Esemka Deg-degan

Mau Diambil Garansindo, Esemka Deg-deganJakarta - PT Garansindo Inter Global selaku Agen Pemegang Merek (APM) Chrysler, Dodge, Fiat, Alfa Romeo, dan Jeep di Indonesia berniat mengembangkan dan berinvestasi dengan Esemka. Garansindo siap menaruh investasi sebesar Rp 100 miliar untuk mengembangkan Esemka.

Direktur Marketing dan Komunikasi Publik PT Solo Manufactur Kreasi, Sabar Budhi, menturkan pihaknya baru mengatahui ketertarikan Garansindo yang tertarik untuk berinvestasi itu tadi pagi dan setelah membaca berita ia mengaku sangat terkejut.

"Saya tadi pagi baca di detikOto. Saya deg-degan bacanya dan ternyata saya suka dengan kabar ini," tutur Sabar ketika dihubungi detikOto, Jumat (27/2/2015).

Menurut Sabar, berita ini juga langsung beredar di kalangan komunitas SMK (alumni, guru). Mereka langsung membicarakan rencana Garansindo tersebut dan menganggap ini adalah suatu hal yang positif.

"Beberapa komunitas SMK langsung bilang ke saya dan menanyakan bagaimana jadinya. Saya bilang, kita harus cermati dan bertemu langsung dengan pihak Garansindo untuk membahas kerjasama ini," bebernya.





(ady/ddn)

Chevrolet Produksi Spin Jadi 36 Unit/Hari?

Chevrolet Produksi Spin Jadi 36 Unit/Hari?Bekasi - Pabrik General Motors (GM) yang berada di Pondok Ungu, Bekasi akan ditutup pada akhir Juni 2015. Pabrik yang fokus memproduksi Multi Purpose Vehicle (MPV) Chevrolet Spin ini sampai sekarang masih tetap melakukan aktivitasnya.

Menurut pengakuan salah seorang buruh pabrik dan vendor bemper saat ditemui detikOto di sekitaran pabrik mengatakan, terhitung hari Senin (2/3/2015) kapasitas produksi Chevrolet Spin akan dikurangi.

Foto: GM Resmikan Pabrik Spin Bekasi

"Biasanya sehari bisa memproduksi Spin sebanyak 50 unit per hari, tapi kemarin pas diumumkan mau ditutup kapasitas produksinya akan dikurangi jadi 36 unit per hari," kata salah seorang buruh pabrik yang enggan menyebutkan namanya," Jumat (27/2/2015).

Pengakuan salah seorang vendor bemper, rencana awalnya perjanjian kontrak pengiriman bemper akan berlangsung hingga September 2015 mendatang, tapi setelah diumumkan akan ditutup akhir Juni 2015 belum diketahui bagaimana akhirnya.

"Perjanjian awalnya sih sampai September, tapi gak tahu kalau memang mau ditutup akhir Juni 2015, mungkin cuma sampai Juni," katanya lagi.




(ady/ddn)

Apa Beda Suzuki Address di Indonesia, Jepang, Eropa?

Apa Beda Suzuki Address di Indonesia, Jepang, Eropa?Bekasi - PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) selaku produsen motor Suzuki dan PT Suzuki Indomobil Sales Divisi Roda Dua sebagai pemasarnya resmi melepas skutik Suzuki Address ke pasar Asia, Eropa dan Oceania. Ditargetkan, sebanyak 30.000 unit Suzuki Address sepanjang 2015.

Memang, dari spesifikasi mesin, kualitas material dan performa tidak berbeda dengan Suzuki Address untuk pasar Indonesia. Address ini masih memiliki mesin fuel injection berkapasitas 110 cc.

Meski begitu, ada perbedaan yang cukup signifikan. Menurut 2W & 4W Export Section Head, Kenji Mori, ada lima hal yang membedakan.

"Perbedaannya dengan tipe yang Indonesia ada lima perbedaan. Pertama warna bodi, perbedaan kedua lampu sen belakang, handle pegangan belakang/behel, knalpot dan emisi yang berbeda, selanjutnya adalah menggunakan ban tubeless," katanya di sesi konferensi pers acara pelepasan ekspor Suzuki Address di pabrik Suzuki, Tambun, Bekasi, Jumat (27/2/2015).

Skutik yang diekspor ini memiliki dimensi panjang 1.845 mm, lebar 665 mm dan tinggi 1.095 mm. Sementara wheelbase-nya mencapai 1.260 dengan ground clearance 120 mm dan tinggi kursu 755 mm.

Motor ini menggunakan mesin SOHC 4 langkah satu silinder berpendingin udara. Sistem pembakarannya sudah menerapkan sistem Fuel Injection.

Untuk transmisinya, skutik ini menggunakan CVT. Sementara suspensi depan telescopic, coil spring, oil damped dan suspensi belakang berupa swingarm type, coil spring, oil damped.

Address yang diekspor ini menggunakan ban depan berukuran 80/90-14 dan ban belakang 90/90-14. Kapasitas tangkinya sama yaitu 5,2 liter.

Address yang dijajakan ke pasar global ini ditawarkan dengan tiga pilihan warna. Ketiganya adalah Metallic Ice Silver, Titan Black dan Brilliant White.


(rgr/ddn)

Suzuki Indonesia Mulai Ekspor Skutik Address ke 24 Negara

Suzuki Indonesia Mulai Ekspor Skutik Address ke 24 NegaraBekasi - Niat Suzuki untuk mengekspor skutik Address mulai direalisasikan. Bertempat di pabriknya di Tambun, Bekasi, Jumat (27/2/2015) Suzuki melepas skutik Suzuki Address ke Eropa, Jepang dan Oceania.

"Ekspor kali ini memberikan arti bahwa Suzuki Indonesia bisa diterima oleh masyarakat konsumen di sana yang mempunyai banyak aturan produk seperti kualitas, keamanan dan emisi gas buang," kata Presdir PT Suzuki Indomobik Motor dan PT Suzuki Indomobil Sales, Shuji Oishi dalam sambutannya di acara pelepasan ekspor Suzuki Address di pabrik Suzuki, Tambun, Bekasi, Jumat (27/2/2015).

Dipercaya, tingginya standar mutu dan kualitas produk yang dibutuhkan di pasar Eropa dan Jepang mampu dipenuhi oleh fasilitas manufaktur sepeda motor Suzuki di Indonesia. Kini, PT SIM selaku produsen dan PT SIS divisi roda dua selaku pemasar mulai menyebar Address ke 24 negara di Asia, Eropa dan Oceania.

Adapun ke-24 negara tersebut adalah Jepang, Thailand, Filipina, Vietnam, Malaysia, Kamboja, Inggris, Italia, Jerman, Belanda, Turki, Swiss, Swedia, Norwegia, Prancis, Spanyol, Irlandia, Denmark, Belgia, Yunani, Finlandia, Polandia, Australia dan Selaindia Baru.

Suzuki mengklaim, Address ini menjadi skutik irit terbaru menjadi skutik produksi Indonesia pertama dan satu-satunya yang memenuhi standar dunia untuk diekspor dalam bentuk Completely Knocked Down atau ekspor terurai (CKD) maupun Completely Built Up atau ekspor dalam bentuk utuh (CBU). Suzuki akan mengirim 30.000 unit dalam bentuk CKD dan CBU sepanjang 2015 ke 24 negara itu.

Angka ekspor itu sekaligus menyumbang 20 persen dari proyeksi jumlah total ekspor sepeda motor tahun ini. Sepanjang 2015, Suzuki berniat untuk mengekspor 150.000 unit.

Tidak hanya fokus mengekspor motornya, Suzuki juga tetap mendukung layanan purna jualnua. PT SIM turut mengekspor komponen suku cadang untuk Suzuki Address sesuai negara tujuan pengiriman ekspor.




(rgr/ddn)