Monday, March 9, 2015

Pebalap F1 Ini Beli Mobil Super McLaren P1

Pebalap F1 Ini Beli Mobil Super McLaren P1London - Salah satu mobil super dari McLaren yakni P1 banyak digemari oleh banyak orang. Salah satunya adalah pebalap Formula One (F1) Jenson Button yang memboyong P1 Ke garasi rumahnya.

Dilansir laman TopGear, Selasa (10/3/2015) Button belum lama ini berhasil diwawancarai oleh Top Gear dan mengungkapkan kesenangannya karena berhasil membeli salah satu mobil super impiannya, McLaren P1.

"Aku punya McLaren P1 dan mobil itu akan mulai ada di tangan saya minggu depan. Saya juga punya mobil lainnya seperti CLK DTM AMG dan Ferrari F40," tutur Button.

McLaren P1 ini tersedia dalam 2 pintu dan menggunakan mide engine dan rear-wheel drive serta menggendong mesin V8 twin turbo berkapasitas 3.8-liter yang mampu menghasilkan tenaga 727 hp dan torsi 719 Nm dan motor listriknya mampu menghasilkan tenaga 176 HP dan torsi 260 Nm.

Sehingga total tenaga yang dihasilkan supercar tersebut adalah 903 hp dan torsi 978 Nm dan dikawinkan dengan transmisi 7 percepatan dual clutch.


(ady/lth)

Di Pabrik Audi, Robot Parkirkan Mobil Produksi

Di Pabrik Audi, Robot Parkirkan Mobil ProduksiIngolstadt - Banyak mobil di tempat kerja memang menjadi penghalang produktivitas. Seorang pengemudi yang sulit menemukan tempat parkir mobil akan menghabiskan waktunya dan menghambat produktivitasnya.

Sadar dengan hal itu, Audi telah meminta robot untuk merapikan semua mobil hasil produksi di pabriknya. Seperti dilansir Gizmag, Selasa (9/3/2015), Robot 'Ray' bakal bekerja secara maksimal untuk memindahkan mobil hasil produksi tanpa mengganggu seorang pun.

Robot itu merupakan bagian dari program Audi yang dimulai di pabriknya di Ingolstadt, Jerman, pada bulan Februari.Audi mengatakan, penggunaan robot itu adalah salah satu pengujian sistem untuk menjadi pabrik yang cerdas di masa depan.

Robot Ray berkontribusi dengan memindahkan mobil dari area produksi pabrik ke tempat penyimanan sementara. Jadi, Audi akan mengurangi tenaga manusia di pabriknya. Robot itu juga mampu memilah mobil secara berurutan berdasarkan alamat pengiriman mereka.

"Transportasi otonom mobil kami bisa memungkinkan untuk menghilangkan jarak yang panjang jika ditempuh dengan berjalan kaki oleh pegawai dan untuk meningkatkan ergonomi kerja mereka. Sistem seperti ini juga memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi proses produksi kami secara signifikan," kata Board of Management Nember for Production Audi Hubert Waltl.

Robot Ray diproduksi oleh Serva Transport Systems. Versi yang digunakan oleh Audi memimiliki kerangka berukuran 6x3 m dan sensor yang menentukan posisi dan dimensi mobil. Mobil yang telah diproduksi kemudian diangkat dengan ketinggian 10 cm dan dipindahkan ke ruang penyimpanan yang dialokasikan oleh software kontrol sistem.

Robot ini bisa memindahkan mobil yang panjangnya sampai 5,3 m. Setelah mobil dengan tujuan yang sama sudah semuanya masuk dalam gudang penyimpanan, robot Ray langsung memindahkan mobil itu ke tempat pengiriman.


(rgr/lth)

Penjualan Seret, Tesla Akan PHK 200 Pekerja di Tiongkok

Penjualan Seret, Tesla Akan PHK 200 Pekerja di TiongkokBeijing - Media di Tiongkok baru-baru ini melaporkan, Tesla Motors akan mengurangi sepertiga stafnya di Tiongkok. Jika dihitung, sekitar 200 pegawai tetap Tesla di Tiongkok harus mencari pekerjaan baru.

Seperti diberitakan Carnewschina, Selasa (10/3/2015), pengurangan pegawai itu sebagian besar akan mempengaruhi divisi penjualan dan pemasaran. Namun, tidak menutup kemungkinan divisi lain akan terkena dampaknya seperti divisi public relaition, legal dan technical support.

Pegawai di divisi penjualan akan dikurangi sebanyak 50 persen. Tenaga penjual front line yang bekerja di diler, personel purna jual dan konsultan penjualan akan dikurangi.

Selain itu, sistem penjualan yang disebut ‘Asset Lite’ yang mempekerjakan tenaga penjual untuk mengatur test drive kepada calon pelanggan di luar diler resmi Tesla akan dikurangi secara substansial. Sistem itu saat ini mempekerjakan 20 orang di sepuluh kota. Kini, pekerja itu akan dikurangi menjadi hanya dua orang, satu di kota Wuhan dan satu lagi di Guangzhou.

Pengurangan tenaga kerja itu terpaksa dilakukan karena penjualan Tesla yang kian memburuk di Negeri Tirai Bambu. Pada Januari 2015 lalu, Tesla hanya menjual 120 unit dan perusahaan mobil listrik asal Amerika Serikat itu menghadapi masalah besar karena kekurangan diler dan stasiun supercharger.

Media di Tiongkok mengabarkan, pengumuman PHK itu telah menyebabkan kepanikan dalam jajaran Tesla di Tiongkok. Sebab, mereka belum mengetahui siapa yang harus angkat kaki dan siapa yang tetap bekerja di Tesla.

Seorang pegawai Tesla yang tidak ingin disebut namanya menyalahkan CEO Tesla, Elon Musk karena masalah penjualan yang seret di Tiongkok. Ia mengatakan, Musk terlalu otoriter dan tidak sabar dalam menghadapi pasar otomotif Tiongkok yang rumit.

Musk juga dianggap tidak mau mendengarkan staf di Tiongkok dan terlalu banyak keputusan yang membutuhkan persetujuan prinsipal Tesla di Amerika Serikat. Hal itu membuat operasi di Tiongkok melambat.


(rgr/lth)

Apple CarPlay Akan Tertanam di 40 Mobil Baru

Apple CarPlay Akan Tertanam di 40 Mobil BaruJakarta - Sistem hiburan Apple CarPlay yang tertanam di sebuah mobil menawarkan segudang keunggulan. Tidak ada yang meragukan kualitas produk dari perusahaan teknologi raksasa itu.

Tak ayal, sistem hiburan Apple CarPlay dalam sebuah mobil menjadi fitur yang dicari-cari. Beruntungnya, kini Apple akan memperluas jangkauan CarPlay ke 40 mobil baru dari berbagai pabrikan besar di dunia.

Seperti dilansir Carscoops dan Autoguide, Selasa (10/3/2015), CEO Apple Tim Cook mengatakan, sistem infotainment CarPlay akan tersedia pada 40 model dari pabrikan besar pada akhir tahun ini. Sejauh ini, fitur itu sudah tertanam di Volvo XC90 2016 dan berbagai model dari VW, Audi, Hyundai, Honda bahkan Ferrari.

Fitur Apple CarPlay memungkinkan pengguna iPhone untuk mengakses beberapa aplikasi. Aplikasi dioperasikan melalui sistem infotainment kendaraan yang menampilkan display layar iPhone.

Kini, sudah ada merek aftermarket seperti Alpine dan Pioneer yang menerapkan sistem CarPlay. Hal itu mengindikaiskan bahwa pabrikan mobil nantinya akan serius menggunakan CarPlay maupun Android Auto atau keduanya untuk mendukung sistem hiburan mobil.


(rgr/lth)

Apple dan Google Lahirkan Mobil Listrik? Ini Jawaban Renault

Apple dan Google Lahirkan Mobil Listrik? Ini Jawaban RenaultJakarta - Kabar Apple dan Google akan melahirkan mobil listrik kian santer terdengar. Lalu bagaimana tanggapan Renault, yang terlebih dahulu bermain si segmen mobil listrik ya?

Orang nomor satu Renault, Carlos Ghosn memastikan, jika benar Apple dan Google melahirkan mobil listrik. Jelas bukan satu ancaman besar bagi Renault.

"Mereka (Apple dan Google) belum mengatakan secara spesifik apa rencana mereka. Namun kita telah ketahui bersama Google ingin melahirkan mobil otomatis dan telah mengujinya," kata Carlos di Geneva Motor Show 2015.

"Dan Apple dikatakan tertarik untuk melahirkan mobil listrik. Ini menjadi angin segar melihat perusahaan teknologi akan ikut melahirkan mobil listrik," tambahnya.

Dan Carlos kembali memastikan keduanya bukanlah ancaman yang menakutkan.

"Tentu saja bukan ancaman, karena Saya percaya banyak orang (pengendara) ingin mengendarai mobil listrik," ujarnya.

"Kita semua mempromosikan teknologi ini (berbagai pabrikan otomotif), karena teknologi ini sangat penting bagi keberlangsungan industri kami," tambahnya.


(lth/ddn)

Dolar Kian Perkasa, Harga Jeep Bakal Naik

 Dolar Kian Perkasa, Harga Jeep Bakal NaikAbu Dhabi - Nilai tukar rupiah terus melemah pada dolar Amerika. Imbasnya jelas, jika kurs dolar tetap pada Rp 13.000, maka harga mobil akan makin mahal, termasuk pula harga mobil Jeep di Indonesia.

“Nilai tukar saat ini masih fluktuatif, tetapi bisa saja naik, kalau sampai akhir bulan tetap Rp 13.000, mau tidak mau kami harus menaikkan harga,” ujar CEO PT Garansindo Inter Global Muhammad Al Abdullah di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Senin (10/3/2015).

Jeep saat ini masih diimpor secara utuh dari Amerika (CBU). Jadi harga mobil ini sangat sensitif dengan penguatan dolar.

Berapa kenaikannya? “Belum tahu, harga mobil naik karena masih CBU. Dulu kita pasang kurs Rp 12.200 tetapi sekarang sudah naik ke Rp 13.000,” ujarnya.

Meski begitu, Memet tetap yakin, mobil Jeep akan tetap diburu meski harganya merangkak naik.

“Konsumen kami tetap loyal. Hal itu sudah terbukti selama 4 tahun. Alhamdulillah pasar bagus,” ujarnya.


(ddn/ady)

Badai Salju, Produksi Mobil dari Tiga Produsen Ini Terhambat

Badai Salju, Produksi Mobil dari Tiga Produsen Ini TerhambatKentucky - Keadaan darurat akibat badai salju melanda Kentucky, Amerika Serikat. Tiga pabrikan besar seperti General motors (GM), Ford dan Toyota pun terkena dampaknya.

seperti diberitakan Autonews, Selasa (10/3/2015), tiga pabrikan itu terpaksa membatalkan beberapa shift produksi di pabrik perakitan di Kentucky. Soalnya, badai salju menghasilkan tumpukan salju setebal lebih dari dua kaki (60 cm).

Menurut seorang juru bicara GM, line produksi utama GM di pabrik Bowling Green tidak beroperasi pada hari Kamis waktu setempat karena cuaca buruk. Akibatnya, perakitan Chevrolet Corvette pun tertunda.

Di Tennessee, GM membatalkan shift produksi pertama pada Jumat (6/3/2015) waktu setempat. Pabrik yang merakit Chevrolet Equinox direncanakan pulih pada Sabtu (7/3/2015).

Tidak hanya GM, pabrik truk Ford Kentucky Truck Plant di Louisville dan pabrik perakitan Louisville pun dioperasikan dengan produksi yang minimal. Akibatnya, pikap F-series Super Duty, Ford Expedition dan Lincoln Navigator yang diproduksi di Kentucky Truck Plant keluar dalam jumlah terbatas. Sementara pabrik Louisville memproduksi Ford Escape dan Lincoln MKC lebih sedikit.

"Persemakmuran Kentucky telah mengeluarkan keadaan darurat karena hujan salju yang signifikan di seluruh wilayah. Kedua pabrik Ford, Louisville Assembly dan pabrik Kentucky Truck memiliki produksi yang minimal saat ini. Semua karyawan diminta untuk melaporkan jadwal produksi reguler mereka," tulis Ford dalam pernyataannya.

Pabrikan asal Jepang, Toyota juga mengalami hal yang sama. Toyota mengatakan, shift produksi pertama di pabrik Georgetown dibatalkan pada Kamis lalu karena cuaca buruk. Alhasil, produksi Toyota Camry, Avalon dan Venza tertunda.


(rgr/ady)