Sunday, March 22, 2015

Jawaban Suzuki Soal Permintaan Motor Sport 150 cc

Jawaban Suzuki Soal Permintaan Motor Sport 150 ccSentul - Di ajang Grand Final Suzuki Indonesia Challenge 2015 - Satria Cup yang digelar di Sirkuit Internasional Sentul, kemarin Minggu (22/3/2015), penggemar motor Suzuki di Indonesia membentang spanduk bertuliskan kalimat yang bernada ancaman.

Mereka meminta agar motor sport 150 cc dari Suzuki diproduksi di Indonesia.

"We support you... But you never hear us.. We want Suzuki Sport 150 to produce in Indonesia.. Not other.. Or we go to other brand," tulis spanduk itu.

Senior Director Marketing & Sales 2W PT Suzuki Indomobil Sales, Endro Nugroho memang belum bisa menjanjikan hal itu. Namun, pihaknya bisa mengerti permintaan konsumen tersebut.

"Sabar aja. Kita mengerti itu. Saya udah janji enggak boleh ngomong," kata Endro di di sela acara Grand Final Suzuki Indonesia Challange di Sirkuit Internasional Sentul, Kab. Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/3/2015).

Menurutnya, untuk memutuskan hal itu, pihaknya harus mempertimbangkannya dengan matang. Sebab, katanya, ia tidak mau jika keputusan itu ditetapkan asal-asalan.

"Kita serius mempertimbanhgkan. Kalau kita masuk ke sana saya enggak mau main-main. Motor itu harus paling bagus di kelasnya. Kalau benar-benar bagus boleh diproduksi di sini," ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Suzuki diam-diam tengah menyiapkan motor sport 150 cc ber-fairing di India. Penantang Honda CBR150R dan Yamaha YZF-R15 itu dikabarkan meluncurk di India September mendatang.


(rgr/lth)

Ini Cara Boncengan Motor yang Benar

Ini Cara Boncengan Motor yang BenarJakarta - Tanpa disadari, motor kini menjadi alat transportasi utama berkendara di Indonesia. Tapi sayangnya, banyak penumpang sepeda motor tidak mengetahui bagaimana cara menumpang yang benar.

Instruktur keselamatan kendaraan JDDC, Jusri Pulubuhu menuturkan bagaimana cara boncengan yang baik dan benar.

"Apa yang harus kita lakukan saat menjadi penumpang sepeda motor? Banyak yang merasa duduk menyamping di saat menjadi penumpang di sepeda motor itu aman," kata Jusri pekan lalu.

"Padahal menjadi penumpang sepeda motor duduk menyamping itu sangat tidak aman," tambahnya.

Lalu bagaimana menjadi penumpang sepeda motor yang baik dan benar?

Pertama, saat kita menjadi boncenger, posisi duduk harus selalu ke depan dan tidak menghadap samping.

"Ini dilakukan demi keamanan, kalau posisi duduki menyamping ini mudah sekali terjadi kecelakaan," ujarnya.

Kedua, posisi lutut kaki harus mengempit ke pinggul si pengendara.

Ketiga, posisi kaki harus berada tepat di tempat yang disediakan, misalnya pada motor matik pengendara tidak menaruh kaki pada step penumpang. "Dan keempat, posisi tangan berada di pinggang," ujarnya.


(lth/ddn)

Ini 'Terong' Seharga Rp 200 Juta

Ini Jakarta -

Anda tahu jika ada 'Terong' seharga Rp 200 juta? Ya, yang dimaksud dengan 'Terong' disini adalah julukan untuk jawara dari gelaran modifikasi Yaris Show Off 2015 yang diselenggarakan oleh PT Toyota-Astra Motor (TAM). King of Yaris Show Off 2015 adalah Eric Setyo Wibowo. Modifikator asal Denpasar, Bali itu menamakan Yaris miliknya dengan sebutan Yaris Terong Project.



Keterangan Foto :
Kenapa disebut dengan Yaris Terong? Eric pun membeberkan dihadapan para awak media otomotif nasional di Trans Studio Mall, Bandung, Jawa Barat. Menurutnya, penggunaan nama Terong itu tidak disengaja. Awal mulanya ia dulunya ingin memiliki mobil dengan warna hijau semua, lalu ingin punya mobil dengan warna ungu semua. Hal itu baru terwujud ketika dirinya memodifikasi Yaris miliknya.

Final Suzuki Indonesia Challenge 2015 Satria Cup

Final  Suzuki Indonesia Challenge 2015 Satria Cup Jakarta - Sebanyak 25 pebalap nasional berkompetisi di Sentul International Circuit, Minggu 22 Maret 2015 untuk memperebutkan peluang menjadi 3 pebalap tercepat yang akan bertanding di Suzuki Asian Challenge 2015.


Keterangan Foto :
Sebelum bertanding, pebalap diberikan pembekalan ilmu balap oleh pebalap profesional Suzuki yaitu Rafid Topan (Team Suzuki Racing) dan Nobuatsu Aoki (Team Suzuki MotoGP 2015 Test Rider).
 

Dikritik Media, Land Rover Tarik 36 Ribu Evoque di Tiongkok

Dikritik Media, Land Rover Tarik 36 Ribu Evoque di TiongkokBeijing - Pabrikan asal Inggris, Jaguar Land Rover (JLR) akhir pekan lalu menyatakan telah menarik 36.000 unit Range Rover Evoque. Penarikan Sport Utility Vehicle (SUV) itu dilakukan setelah stasiun televisi milik pemerintah mengkritik pedas kerusakan pada gearbox mobil tersebut.

Seperti diwartakan Reuters, Senin (23/3/2015), JLR meminta maaf kepada konsukmen atas kerusakan tersebut. Menurut laporan pabrikan tersebut, jumlah Range Rover yang ditarik mencapai 36.451 unit, yang terdiri dari model 2014 dan 2015.

Sebelumnya pemilik mobil mengeluhkan adanya masalah pada software yang terkait dengan sistem transmisi. Disebutkan gear shift juga rawan rusak karena kualitas yang kurang bagus, transmisi yang bising, serta tidak bekerjasa secara optimal dalam peralihan posisi gigi saat mobil dalam kondisi restart.

JLR berjanji akan melakukan perbaikan software gearbox yang bermasalah itu secara gratis. Bahkan pabrikan itu juga akan memperpanjang masa garansi gera box dari tiga menjadi tujuh tahun, atau menjadi 240.000 kilometer (km) dari sebelumnya 100.000 km.

Sehari sebelumnya, Kamis (19/3/2015) Lembaga Pengawasan Kualitas, Inspeksi, dan Karantina Tiongkok (AQSIQ) telah meminta JLR untuk menarik model yang ditengarai bermasalah tersebut. Selain itu, pabrikan yang dimiliki oleh Tata Motors itu juga diminta memperpanjang masa garansi.

Selain JLR, pabrikan lain yang juga tengah dalam sorotan televisi Tiongkok itu adalah Volksawgen dan Nissan Motor Company. Adapun JLR sebelumnya menyatakan, penjualannya bakal melambat tahun ini.


(arf/ady)

Ford Ranger Makin Gahar

Ford Ranger Makin Gahar Bangkok - Satu per satu, mobil-mobil pikap kabin ganda mengalami perubahan model. Setelah Navara dari Nissan, kini giliran pabrikan Amerika, Ford, yang merombak total wajah pikap Ranger.

Ford resmi meluncurkan Ford Ranger terbaru yang selama ini menjadi andalan di segmen double cabin. Peluncuran Ford Ranger terbaru ini dilakukan di arena gelaran Bangkok Internasional Motor Show ke 36 yang digelar di Impact Challenger Hall, Bangkok, Thailand, Senin (23/3/2015).

Ford sengaja memilih gelaran Bangkok Motor Show sebagai tempat peluncuran karena pangsa pasar Ford Ranger yang sangat baik di wilayah ASEAN selama ini.

"New Ford Ranger membawa tingkat kenyamanan dan penyempurnaan baru untuk segmennya tanpa mengorbankan kemampuan tangguh yang diharapkan pelanggan," kata Vice President, Marketing, Sales and Service, Ford Asia Pasifik, Brett Wheatly dalam sambutannya di arena peluncuran.

"Ranger mewakili ketangguhan yang lebih pintar, dan akan membantu pelanggan kami untuk mencapai lebih banyak lagi, baik di tempat kerja maupun saat bersama keluarga," ujar Wheatley.

Perubahan tampang mobil:







Dolar Bertengger di Rp 13.000, Suzuki Pusing

 Dolar Bertengger di Rp 13.000, Suzuki PusingSentul - Nilai dolar terhadap rupiah rupanya masih tidak mau turun dari posisinya. Hingga kini, dolar masih bertengger di posisi Rp 13.000 per dolar Amerika seakan tidak ingin turun.

Hal itu pun membuat beberapa sektor industri kelimpungan. Tak terkecuali sektor otomotif seperti yang dialami PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).

Senior Director Marketing & Sales 2W PT Suzuki Indomobil Sales, Endro Nugroho mengatakan, pihaknya sempat dibuat pusing karena dolar masih tinggi. Sebab, ongkos produksi dan harga bahan baku pembuatan sepda motor meningkat.

"Efek dari kondisi dolar yang masih Rp 13.000 ini kita pusing. Kenapa? Karena harga bahan bakunya ini naik semuanya," katanya di sela-sela acara Grand Final Suzuki Indonesia Challange di Sirkuit Internasional Sentul, Kab. Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/3/2015).

Tidak hanya dolar yang membuat Endro pusing. Masalah lain seperti semakin tingginya upah para pegawainya.

"Terus ada tenaga kerja yang setiap tahun UMK-nya naik," tambahnya.

Selain itu, rendahnya daya beli masyarakat juga menjadi salah satu tantangan yang berat bagi Suzuki. Apalagi dengan adanya isu naiknya harga beras.
Halaman 1 2 »

(rgr/ddn)