Wednesday, September 21, 2016

Putranya Tewas Saat Aktifkan Fungsi Autopilot, Pria Asal China Gugat Tesla

Putranya Tewas Saat Aktifkan Fungsi Autopilot, Pria Asal China Gugat TeslaBeijing - Seorang pria berkebangsaan China menggugat Tesla Motors untuk bertanggung jawab setelah putranya tewas saat mengaktifkan fungsi autopilot pada mobil Tesla.

Dilansir dari Reuters, gugatan ini merupakan pertama kalinya melibatkan fungsi autopilot pada Tesla karena kejadian lain melibatkan fungsi yang lain. Tesla sendiri pada awal bulan ini mengklaim tengah memperbaiki sistem autopilotnya untuk mencegah kecelakaan.

Gao Yaning tewas pada Januari lalu setelah menabrak mobil penyapu jalan di jalan tol di Hebei. Keluarga Gao Yaning meyakini Tesla model S ini dikendarai dengan mode autopilot setelah melihat video yang ada di dasbor mobil dan juga pendapat dari beberapa pengendara Tesla lainnya.

"Mode autopilot yang memberikan respon lambat tentang kondisi jalan di depan dan tidak ada instruksi lainnya," bunyi dokumen pengacara yang dikutip Reuters.

Tesla dalam keterangan resminya menyatakan sedang menyelidiki penyebab kecelakaan ini tapi tidak mengetahui apakah mode autopilot mobil tersebut diaktifkan pada saat kecelakaan terjadi.

"Karena kerusakan yang disebabkan kecelakaan, mobil tidak dapat mengirim data log ke server," ujar pihak Tesla.

Dasbor yang ada pada video yang ditampilkan CCTV menunjukkan mobil Tesla yang dikendarai Gao melaju di jalan tol dalam cuaca cerah sebelum menghantam bagian belakang mobil pembersih.

Pihak CCTV mengutip polisi setempat yang mengatakan mobil tidak mengerem saat menghantam mobil yang ada di bagian depannya.

Pengacara Gao menyampaikan Tesla sudah menghubungi mereka setelah mereka menggugat di pengadilan Beijing Juli lalu tapi belum menemukan kesepakatan.

Pihak Tesla menambahkan berusaha kooperatif dengan keluarga korban. Namun, pihak keluarga korban tidak memberikan informasi tambahan yang dapat membantu penyelidikan dilakukan. Tapi pengacara dari Gao membantah hal tersebut.

"Mobilnya masih ada di sini dan seluruh datanya bisa dikumpulkan semua. Konsumen memang tidak bisa membaca data tersebut tapi Tesla bisa," ujarnya.

Gugatan juga ditujukan ke diler Beijing yang menjual mobil tersebut.

Gao menginginkan Tesla membayar US$ 1.499 dan biaya hukum yang ada dan juga diler di Beijing. Awalnya keluarga ini hanya menggugat Tesla sebesar 1 yuan untuk mendapatkan perhatian publik namun naik di kemudian hari.
(dry/rgr)

0 comments:

Post a Comment