Thursday, May 23, 2013

Untuk Kemudahan, Valet Parking Jadi Pilihan

Untuk Kemudahan, Valet Parking Jadi Pilihan Jakarta - Sejumlah orang yang menggunakan jasa Valet Parking di pusat perbelanjaan itu bukan merasa dirugikan tapi merasa diuntungkan. Mereka mengaku kalau lebih praktis dalam mencari tempat parkir di mal.

Seperti yang diungkapkan oleh Indra Nursetyo kepada detikOto di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Utara. Ia mengaku lebih diuntungkan karena tidak perlu bersusah payah mencari tempat parkir saat berkunjung ke mal.

"Meski harus membayar lagi tapi kita tidak perlu repot mencari tempat parkir. Apalagi kalau di hari libur bayangkan saya pernah nyari parkir lebih dari 1 jam udah lama gitu ga ketemu akhirnya saya pulang lagi," katanya.

Hal senada juga dilontarkan oleh Yoane. Menurutnya adanya valet parking itu bukan malah merugikan tapi justru membuatnya lebih praktis.

"Justru lebih praktis ya soalnya kalau ke mal terus tempat parkirnya jauh ke pintu masuk gimana? Kan kalau ada valet malah lebih enak. Kita jadi dimanjakan," ucap wanita berkerudung ini kepada detikOto.

Ketika ditanya mengenai apakah valet parking memakan lahan parkir biasa? Yoane dan Indra masing-masing mengatakan tidak karena semua kesepakatan itu pasti sudah di bicarakan lebih lanjut dengan berbagai pihak yang bersangkutan.

"Saya rasa tidak, karena pasti masing-masing manajemen gedung dan pihak terkait lainnya sudah memikirnya dengan matang segala resiko," beber Indra.

"Aku memang kurang begitu tahu bagaimana prosedurnya tapi menurut aku sih tidak ya karena pasti sudah pertimbangannya," tuntasnya.

(ady/syu)

Valet Parking Bikin Lahan Parkir Biasa Jadi Menyusut?

Valet Parking Bikin Lahan Parkir Biasa Jadi Menyusut? Jakarta - Adanya Valet Parking di pusat perbelanjaan memang masih menuai pro dan kontra. Orang yang pro mengaku merasa dimudahkan dengan adanya Valet Parking karena tidak perlu susah payah mencari tempat parkir saat berkunjung ke mal.

Berbeda dengan yang kontra, orang mengatakan adanya Valet Parking justru malah membuat lahan parkir biasa itu menjadi menyusut.

Apakah benar? "Ya nih mas dulu sebelum ada valet parkir, kita bisa parkir dengan leluasa di sini," ujar Sani warga Depok kepada detikOto.

Salah satu petugas Secure Parking di pusat perbelanjaan di wilayah Kelapa Gading, Jakarta Utara menuturkan peran Valet Parking memang sedikit membuat lahan parkir jadi lebih terbatas karena sebagian lahan parkir biasa ada yang dikhususkan untuk mobil yang valet.

"Sebelum saya ditugaskan di sini ada beberapa mal yang memang memiliki tempat parkir khusus valet. Kalau seperti itu pasti membuat lahan parkir biasa menyusut," ujar salah satu petugas Secure Parking yang enggan disebutkan namanya kepada detikOto.

Pria itu melanjutkan, jika lahan parkir untuk valet itu dikhususkan pastinya saat mobil yang akan parkir biasa jauh lebih banyak dibanding yang valet otomatis merugikan.

"Kalau lahan parkir biasa sudah penuh gimana, sedangkan lahan yang valet masih kosong. Itu merugikan tapi kalau tidak ada tempat khusus saya pikir sama-sama menguntungkan," katanya.

(ady/ddn)

Pengelola Valet Parking Bantah Bikin Parkiran Umum Jadi Menyusut

Pengelola Valet Parking Bantah Bikin Parkiran Umum Jadi Menyusut Jakarta - Ada pihak yang merasa dirugikan dengan adanya Valet Parking. Terutama pihak parkir di pusat perbelanjaan yang menggunakan jasa Valet Parking. Katanya lahan parkir biasa menjadi lebih sedikit dengan adanya valet parking.

Pernyataan-pernyataan seperti itu langsung dibantah oleh pihak yang menawarkan Valet Parking di mal, hotel, atau restoran. Salah satunya PT King Valet Service.

"Kalau banyak pernyataan seperti itu saya rasa tidak ya, justru adanya Valet Parking malah membuat mudah masyarakat dalam mencari tempat parkir," ujar Koordinator Area PT King Valet Service Reno kepada detikOto, Selasa (24/4/2013).

Apalagi adanya Valet Parking di pusat perbelanjaan juga sudah mendapatkan perizinan yang resmi dari pihak atau pengelola mal. Ketentuannya juga sudah sangat jelas.

"Memang beberapa perusahaan yang menawarkan jasa valet memiliki aturan yang berbeda-beda. Kalau untuk kita saya rasa sama sekali tidak mengganggu lahan parkir biasa," timpalnya.

Selain itu, persetujuan antara pihak mal, secure parking dan valet parking juga sebelumnya sudah melalui proses kesepakatan bersama. Jadi satu-sama lain tidak ada yang dirugikan.

"Orang yang pakai valet juga kan tetap bayar parkir ke pihak parkir biasa. Kecuali kalau yang valet tidak bayar ke parkir biasa baru itu bisa merugikan," tutupnya.

(ady/syu)

Laptop Hilang, Deni Trauma Serahkan Mobil ke Valet

Laptop Hilang, Deni Trauma Serahkan Mobil ke Valet Jakarta - Bagi sejumlah orang menggunakan jasa Valet Parking di pusat perbelanjaan itu sangat memudahkan dalam mencari tempat parkir tapi ada juga yang beranggapan negatif atau pernah mengalami hal yang buruk dan menjadi trauma memakai jasa Valet Parking.

Salah satunya Deni, pria yang bekerja di salah satu kantor di kawasan Senayan ini mengaku pernah mengalami pengalaman yang buruk saat menggunakan jasa Valet Parking.

Barang berharga yang ada di mobilnya pernah hilang dan parahnya pihak Valet tidak mau menggantinya.

"Tahun 2007 lalu saya pernah punya kenangan buruk saat menggunakan Valet Parking. Laptop dan tas saya hilang dan parahnya pihak Valet di mal itu tidak mau bertanggung jawab," keluhnya saat ditemui detikOto di pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Alhasil sampai saat ini dirinya belum lagi menggunakan jasa Valet Parking di manapun berada. Karena ia merasa trauma dengan kejadian itu.

"Sampai sekarang saya kalau ke mal, hotel atau restoran selalu nyari tempat parkir sendiri. Mendingan sedikit ribet daripada saya harus kehilangan barang berharga lagi. Trauma saya," timpalnya.

Deni menambahkan saat 2007 lalu tarif Valet Parking di mal di Jakarta Selatan masih Rp 20 ribu. Di tiket tersebut memang menjelaskan kalau semua barang berhaga yang hilang itu tidak ditanggung.

"Bukannya mau sembarangan ngomong tapi kalau gitu bisa saja akal-akalan petugas Valetnya," tutupnya.

(ady/ddn)

Mobil Tercepat Jadi Mobil Polisi Dubai Ternyata Hoax!

Mobil Tercepat Jadi Mobil Polisi Dubai Ternyata Hoax! Dubai - Beberapa waktu lalu berhembus kabar kalau kepolisian Dubai menjadikan Bugatti Veyron sebagai mobil patroli. Kabar tersebut ternyata hanyalah hoax semata.

Kabar mengenai kehadiran Bugatti Veyron sebagai mobil patroli polisi di Dubai tentu saja menjadi bahan pembicaraan di dunia otomotif internasional.

Bukan apa-apa, kepolisian Dubai sudah memiliki mobil patroli yang tidak biasa yakni Chevrolet Camaro, Bentley Continental GT, Mercedes-Benz SLS, Lamborghini Aventador, Ferrari FF dan Aston Martin One-77.

Tentu saja tersebarnya foto sebuah Bugatti Veyron berbalut motif mobil polisi Dubai membuat banyak orang geleng-geleng kepala.

Foto mobil Veyron berbalut stiker polisi itu di-Tweet sendiri oleh Kepala Polisi Dubai Dhahi Khalfan lewat akunnya @Dhahi_Khalfan.

Namun, Afzal Kahn yang merupakan pendiri Kahn Design yang terkenal segera meneliti foto-foto yang ada.

Hasilnya, Kahn yang juga memiliki sebuah Veyron itu menyimpulkan kalau foto itu adalah hasil olah gambar.

Mobil yang menjadi bahan untuk membuat gambar mobil polisi itu adalah Buggati Veyron yang memiliki pelat nomor F1 yang merupakan salah satu pelat nomor polisi termahal di dunia.

Dan pemiliknya adalah Afzal Kahn sendiri yang merupakan keturunan Arab asal Essex, Inggris.

Carbuzz.com melaporkan kalau pejabat Dubai mengakui kalau mereka memalsukan gambar, tapi hal itu bukan alasan. Soalnya mereka memang berencana
menjadikan Veyron sebagai armada mobil polisi dalam waktu dekat.

Meski begitu, deretan mobil mahal seperti Chevrolet Camaro, Bentley Continental GT, Mercedes-Benz SLS, Lamborghini Aventador, Ferrari FF dan Aston Martin One-77 memang benar-benar dijadikan mobil patroli di Dubai.

(syu/ddn)

Pengemudi Wanita Ini Bangga Senggol Pesepeda Hingga Terjatuh

Pengemudi Wanita Ini Bangga Senggol Pesepeda Hingga Terjatuh London - Pengendara mobil yang menabrak pesepeda pasti merasa khawatir. Namun gadis belia ini malah pamer dan membanggakannya di media sosial. Duh!

Dikutip dari Daily Mail, wanita usia 21 tahun Emma Way tersebut mencelakai seorang pesepeda bernama Toby Hockley (29) hingga mengalami cedera. Setelah menjatuhkan pesepeda tersebut, Way langsung mempostingnya di akun Twitternya.

"Definitely knocked a cyclist off his bike earlier â€" I have right of way he doesn’t even pay road tax! #bloodycyclists’.," cuit Way dalam akun tweeter pribadi dilansir Dailymail, Kamis (23/5/2013).

Ucapan Emma itu yang tidak mengindahkan pesepeda itu langsung menuai kecaman di Twitter. Sampai akhirnya akun Emma tidak aktif.

Sial baginya, polisi mengendus hal tersebut dan langsung memanggilnya ke kantor polisi setempat untuk menjelaskan alasan dirinya mencelakai pesepeda Hockley.

Belakangan diketahui, Way menghadapi dijatuhi hukuman untuk membayar denda dan tidak masuk penjara. Tidak diketahui bagaimana hukuman dari masyarakat setempat setelah Way melakukan aksi tidak sopan tersebut. Belakangan diketahui dia telah ditangguhkan dari pekerjaannya sebagai akuntan di perusahaan Larking Gowen.

(ikh/ddn)

Agar Aman Tempat Parkir Khusus Valet Harus Dijaga

Agar Aman Tempat Parkir Khusus Valet Harus Dijaga Jakarta - Sejumlah orang masih berpikir masih takut menggunakan jasa Valet Parking. Ketakutan itu seperti hilangnya barang atau dibawa kabur mobilnya.

Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, salah satu jasa penyedia Valet Parking PT King Valet Service yang ada di Pondok Indah Mal (PIM) 2 Jakarta Selatan selalu menjaga tempat parkirnya.

"Di kita itu tempat parkir untuk Valet khusus dan untuk tetap menjaga rasa aman maka banyak anggota kami yang berjaga disana dan selalu ada yang memantaunya," ujar Koordinator Shift PT King Valet Service Didi.

Didi menambahkan setiap harinya anggota yang berjaga di setiap pintu mal terdiri dari 2 shift. Shift pertama dari jam 10 pagi hingga jam 14:00 dan shift kedua dari jam 14:00 sampai 22:00.

"Anggota kami disini cukup banyak. Disini kita ada di 3 pintu dan setiap pintunya terdisi dari 18 orang tapi untuk di pintu 6 terdiri dari 22 orang," bebernya.

Selama membuka jasa Valet Parking ini Didi mengaku belum pernah ada kejadian yang tidak menyenangkan seperti kehilangan barang-barang berharga ataupun kehilangan mobil.

"Selama ini belum pernah ada, jangan sampai seperti itu. Makanya kita selalu mengintruksikan agar selalu mengawasi," tandasnya.

(ady/ddn)