Tokyo - Toyota Motor Corporation (TMC) menyepakati perjanjiannnya dengan BMW terkait penyumbangan teknologi sel bahan bakar (fuel-cell). Dalam perjanjian itu nantinya Toyota akan memasok sistem sumber penggerak (drivertrain) dan teknologi penyimpanan hidrogen. Nantinya BMW juga akan menggunakannya untuk membuat prototipe baru pada 2015 mendatang dan diluncurkan pada 2010 mendatang.
Sel bahan bakar merupakan penggunaan hidrogen untuk membangkitkan tenaga listrik yang dimanfaatkan menggerakan motor listrik dan truk. Keunggulannya jarak tempuhnya menjadi 5 kali lebih jauh ketimbang mobil listrik biasanya yang hanya mengandalkan baterai.
Lebih lanjut untuk pengisian ulang hidrogennya waktu pengisiannya juga lebih cepat ketimbang mengisi ulang baterai mobil listrik biasa.
Seperti dilansir Reuters, Kamis (24/1/2013) Toyota dan BMW akan mengumumkan secara resmi kerja sama keduanya pekan ini.
Tidak hanya Toyota dan BMW yang mengembangkan teknologi ini tapi beberapa pabrikan lainnya seperti Daimler AG, General Motors, Nissan, Honda dan Hyundai juga terus mengembangkannya.






Berlin - Generasi terbaru Hyundai Santa Fe membuktikan kehandalannya dalam uji tabrakan atau crash test. Bahkan performanya mengalahkan keamanan mobil Eropa seperti Mercedes-Benz M-Class dan Range Rover.
Jakarta - Kebijakan pemerintah untuk menaikan Down payment (DP), rupanya tidak terlalu berpengaruh terhadap lising FIF. Pasalnya lising yang satu ini telah berhasil mengukuhkan pembiayaan sebesar Rp 18 triliun.
Jakarta - Rumor Porsche siap melahirkan mobil super yang akan menghalangi laju Frrari dan Lamborghini, kini telah terbukti, pasalnya Porsche siap melahirkan mobil super dengan kode 'FeFi' (Ferrari fighter).
Jakarta - Beberapa jalan di kota-kota Indonesia mengalami kerusakan akibat curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem. Pemerintah mengklaim terus berupaya untuk melakukan perbaikan untuk kerusakan jalan.
Jakarta - Pekan lalu curah hujan di Jakarta dan sekitarnya cukup tinggi. Itu mengakibatkan sejumlah wilayah di Jakarta tergenang oleh banjir. Bahkan beberapa titik yang biasanya tidak mengalami banjir tahun ini mengalami banjir yang cukup parah.
Beirut - Timur Tengah nampaknya tidak mau hanya sekedar dijadikan pasar mobil mewah bagi produsen-produsen Eropa dan Amerika. Sebuah perusahaan asal Libanon pun membuktikannya dengan melahirkan mobil super berharga hingga Rp 32,6 miliar!