Wednesday, June 5, 2013

Gara-gara Masalah Sepele, Lotus Tarik Evora

Gara-gara Masalah Sepele, Lotus Tarik Evora London - Kalau produk ada masalah, maka produsen harus bertanggung jawab, bahkan untuk masalah yang sepele dan remeh temeh sekali pun. Dan ini yang dilakukan oleh produsen mobil Lotus.

Dikutip dari worldcarfans, Kamis (6/6/2013) ada 28 mobil sport Lotus Evora yang ditarik oleh merek mobil Inggris ini dengan alasan yang sangat sepele. Bukan karena masalah berat, seperti cacat pada airbag atau piranti lainnya.

Namun, 28 mobil yang diproduksi antara September dan November 2012 hanya karena mobil-mobil itu tidak memiliki sebuah stiker penghias semata.

Stiker penghias sekaligus penanda mobil ini menurut Lotus adalah sebuah hal yang penting untuk diperhatikan.

Sebab, bila tidak memiliki stiker yang dimaksud, akan sulit bagi Lotus bila di masa depan mereka mencari tahu apakah mobil-mobil tadi akan terpengaruh recall di masa depan.

Dengan kata lain, stiker ini adalah penanda dan ancang-ancang bila di masa depan ada kasus recall yang lebih serius.

(syu/ddn)

Tak Hanya Moge, Big Skuter Juga Mulai Berkembang

Tak Hanya Moge, Big Skuter Juga Mulai Berkembang Jakarta - Banyak konsumen di Indonesia khususnya Jakarta yang mulai mencari moge yang tidak dijual oleh pabrikan motor yang berada di Indonesia. Tak hanya moge yang sedang membooming tapi pasar big skuter pun mulai berkembang di Indonesia.

"Motor matik khususnya big skuter mulai tinggi permintaanya sekitar 1 tahun lalu. Itu dipengaruhi oleh maraknya skuter-skuter seperti Vespa, Piaggio dan Lambreta," ujar pemilik diler motor importir umum (IU) Hobby Motor, Michael Syofyan saat berbincang dengan detikOto.

Motor matik CBU atau yang didatangkan langsung dari luar negeri khususnya big skuter potensi pasarnya akan terus membesar. Pembelinya kebanyakan kalangan eksekutif yang ingin tampil beda.

"Kebanyakan datang dari kalangan eksekutif yang biasanya mereka pakai waktu weekend. Tapi mau di pakai untuk harian juga big skuter tetap nyaman," paparnya.

Untuk model skuter matik terbaru juga banyak pilihannya, nanti September mendatang ada skuter matik dari pabrikan Aprilia.

"Matik Aprilia itu nantinya 850cc. Harganya saya belum tahu tapi peminatnya di Indonesia ada, sudah banyak yang menanyakan kehadirannya," timpalnya.

Matik atau big skuter yang banyak diburu oleh konsumen Indonesia seperti Suzuki Skywave 250 cc, Honda Forza, Maxam dan lain sebagainya.

(ady/ddn)

Kontak Jodoh ala Drifter

Kontak Jodoh ala Drifter Tokyo - Bagaimana seorang drifter mencari jodoh? Pastinya mengeluarkan skill mengemudi ngesotnya di hadapan para gadis!

Ya di Jepang, tepatnya di sirkuit Fuji Speedway digelar sebuah event temu jodoh yang melibatkan sekitar 29 pria dan 18 wanita.

Temu jodoh ini dilakukan oleh Up Garage, sebuah perusahaan ritel suku cadang di Jepang.

Peserta pria dibatasi untuk mereka yang berumur minimal 20 tahun, single dan memiliki SIM serta mobil.

Para pria ini mendemonstrasikan keahilan mereka dalam mengemudi mobil dan ngedrift kemudian mendekati para wanita untuk ngobrol ngalor ngidul selama makan siang dan waktu luang lainnya.

Di akhir event, pria bisa mengajak wanita idamannya untuk kencan. Ketika si wanita duduk di kursi penumpang, itu artinya si wanita mau dan mereka resmi jadi pasangan. Total ada 12 pasangan yang berhasil menemui jodohnya di sini.

"Kami memulai event ini setelah melihat para drifter menghabiskan banyak waktu mereka dengan temannya, kami ingin memberikan mereka kesempatan untuk bertemu dengan wanita," ujar Presiden Up Garage, Makoto Ishida.

Di event tahun lalu, ada 11 pasangan yang dijodohkan. Satu diantaranya 1 Juni lalu menandatangani perjanjian menikah dan membuat heboh event ini.

12 couples emerge out of a mixer for car-lovers at a drift circuit
12 couples emerge out of a mixer for car-lovers at a drift circuit

12 couples emerge out of a mixer for car-lovers at a drift circuit
(ddn/ddn)

Moge Dikendarai Karena Ingin Beda dari yang Lain

Moge Dikendarai Karena Ingin Beda dari yang Lain Jakarta - Dua pabrikan Jepang, Honda dan Yamaha sempat dikompori Kawasaki untuk segera membuat motor gede di tanah air. Yamaha menyanggupinya dengan rencana merilis 4 motor gede sekaligus tahun ini, sementara Honda masih belum memberikan sinyal.

Yamaha akan meluncurkan 4 motor CBU yakni R1, R6, TMax dan VMax pada semester-II tahun 2013 ini.

Di mata General Manager Marketing Communication & Community Development Yamaha Indonesia Eko Prabowo ada beberapa alasan orang membeli motor gede yang diperkuat dengan mesin berkapasitas besar.

"Yang pasti akan mendongkrak image, dan lebih kepada prestise saja," kata Eko, Rabu (5/6/2013).

Dia melanjutkan hal lainnya mengapa orang membeli moge adalah ingin terlihat berbeda dengan orang lain. Karena tidak semua orang bisa membeli moge. Moge dianggap motor berkelas dan di atas rata-rata.

"Artinya, pengendara moge tersebut biasanya pilihan motor yang jarang ada di jalan, ingin terlihat beda, sehingga dianggap dari kelas tersendiri," imbuhnya.

Di sisi lain, Eko menjelaskan tak sedikit masyarakat Indonesia memilih moge lantaran ingin merasakan mesin ang memiliki performa luar biasa. Pilihan tersebut-lah banyak didominasi oleh kalangan berduit di Indonesia.

"Masing-masing ada niatan pribadi sendiri ya, ada yang memang seperti itu (naikkan prestise), ada juga yang ingin merasakan sensasi teknologi motor dengan harga di atas rata-rata," tutup Eko.

(ikh/ddn)

Moge Bisa Disewa Juga Lho, Tarifnya Mulai Sejuta

Moge Bisa Disewa Juga Lho, Tarifnya Mulai Sejuta Jakarta - Ingin merasakan sensasi berbeda mengendarai motor gede alias moge? Tak perlu membeli, Otolovers pun bisa menyewa motor gede.

Biasanya motor-motor gede ini disewa untuk keperluan syuting film atau lainnya.

"Kita juga ada penyewaan, kalau untuk keperluan syuting film atau yang lainnya. Harganya beragam, untuk Ducati Monster 795 800 cc, itu Rp 1-1,5 juta," ujar Branch Manager PT Supermoto Indonesia (agen resmi Ducati di Indonesia) Hermawan, saat disambangi detikOto.

Model Ducati lainnya, menurut Hermawan bisa saja. Karena banyak pengendara Ducati yang juga menyewakan kendaraannya.

"Untuk penyewaaan model yang lain juga bisa, nanti kita tanyakan kepada konsumen kami. Karena banyak konsumen juga menyediakan untuk penyewaan, bahkan banyak yang langsung berhubungan dengan konsumen," katanya.

Lalu bagaimana kalau penyewaan meleset dari waktu yang ditentukan?

"Kalau melebihi perjanjian, seperti menyewa sehari memakainya 2 hari, yah tinggal dikaliin 2 saja," tambahnya.

(lth/ddn)

Pengguna Moge Bukan Orang Sembarangan

Pengguna Moge Bukan Orang Sembarangan Jakarta - Jika disetarakan, harga sebuah motor gede bisa lebih mahal dari sebuah mobil. Pemilik moge dipastikan bukan orang sembarangan. Orangnya harus rela menggelontorkan banyak uang.

"Pengguna moge itu ya kelas A (kelas atas). Berkembangnya justru penggunanya adalah bermobil semua. Itu lebih mahal daripada mobil," ucap GM Marketing Planning and Analysis Division Astra Honda Motor (AHM) Agustinus Indraputra kepada detikOto, Rabu (5/6/2013).

Pria yang akrab disapa Indra itu pun merasa ketika pengendara menunggangi moge maka bisa mengangkat derajat si pemiliknya. "Dan itu bisa mengangkat image," tukas Indra.

Meski pasarnya sudah ada, Honda masih belum berani membawa motor gede ke Indonesia. "Kita tidak sekedar meluncurkan karena kita harus pikirkan aftersales se-Indonesia," katanya.

Menurut Indra AHM harus mengambil ancang-ancang jika harus meluncurkan moge saat ini. Dan biaya jaringan itu cukup mahal walaupun Honda dari segi penjualan motor menduduki kursi urutan atas.

"Dan itu aftersales mahal sekali," imbuhnya.

Karena itu AHM saat ini masih fokus pada penjualan motor-motor massal dan tidak fokus pada pasar moge dengan alasan segmennya terbatas.

Honda rupanya masih percaya diri di segmen ini. Dan secara gamblang Honda mengatakan belum siap mendatangkan motor bermesin besar dengan alasan tidak fantastis dari segi volume penjualan.

"Kita masih konsentrasi di produk massal. Kita belum belum melihat suatu kebutuhan," tutupnya.

(ikh/ddn)

Regulasi LCGC Keluar Jadi Kabar Baik untuk Pemotor?

Regulasi LCGC Keluar Jadi Kabar Baik untuk Pemotor? Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menilai aturan mengenai Low Cost Green Car (LCGC) sangat memberikan keuntungan yang besar bagi masyarakat.

Masyarakat dapat menikmati kendaraan yang hemat bahan bakar serta memiliki alternatif untuk menghemat penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM)

"LCGC karena mengkonsumsi bahan bakar yang rendah apalagi mobil listrik tidak menggunakan BBM sama sekali, jadi kita mendapatkan benefit dari itu. Kendaraan yang betul-betul low cost, yang konsumsi murah dan harganya relatif murah," ujar Hatta di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (5/6/2013).

Menurut Hatta masyarakat dapat lebih aman dengan berkendaraan mobil dibandingkan harus menggunakan motor. Sehingga masalah kemacetan yang diakibatkan semakin bertambahnya penggunaan mobil dengan LGCG ini bisa dikesampingkan.

"Soal kemacetan, sepanjang konsumsi BBM rendah dan masyarakat kita dari pembeli motor bisa membeli mobil kan lebih bagus, lebih safety, aman, nyaman," jelasnya.

Ia berharap perbaikan transportasi umum dapat dilakukan sehingga dengan sendirinya dapat mengurangi penggunaan mobil pribadi ke depannya.

"Saya sungguh berharap bahwa Indonesia tidak seperti ini transportasinya tapi akan semakin baik ke depan, dan semakin baik transportasi umum maka akan semakin malas naik mobil pribadi akan naik mobil umum. Seperti nanti akan ada MRT, circle line, commuter, monorail, tidak hanya di Jakarta tapi di kota-kota besar. Jadi jangan dibayangkan Indonesia statis tidak bergerak, nanti kita akan bergerak, Anda nanti tahun 2017-2018 bisa naik MRT," tandasnya.

SBY akan Kumpulkan Produsen Mobil se-Indonesia

Presiden SBY akan mengumpulkan para produsen mobil se-Indonesia terkait program gerakan penghematan energi di Indonesia.

Rencana ini juga terkait telah dikeluarkannya regulasi mobil murah dan ramah lingkungan atau low cost and green car (LCGC) yang tertuang dalam Peraturan Presiden (PP) No 41 Tahun 2013.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan hari ini ia telah dipanggil Presiden SBY secara khusus membahas hal tersebut.

"Saya tadi menghadap presiden akan nada suatu event yang dihadairi oleh semua produsen mobil, siapa pun yang terlibat di sini, yang ingin menyukseskan program penghematan energi," kata Hidayat usai dipanggil Presiden SBY di Istana Negara, saat ditemui di kantornya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (5/6/2013)

Hidayat menuturkan pada kesempatan itu juga akan dibahas soal pengumuman pemerintah yang akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Harapannya hadirnya regulasi mobil murah dan upaya penghematan energi tetap bisa sejalan.

"Dan tadi presiden bilang kalau perlu nanti saya beli mobil-mobil itu yang murah-murah," katanya.

(zul/syu)