Wednesday, February 26, 2014

Mitsubishi Strada Triton Kian Macho

Mitsubishi Strada Triton Kian Macho Jakarta - PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors selaku pemegang merek Mitsubishi meluncurkan Strada Triton Exceed Hi-Power, Kamis (27/2). Jadi, saat ini Mitsubishi memiliki 7 varian Triton yaitu Strada Triton Exceed Hi-Power M/T dan A/T (Rp 326 juta dan Rp 336 juta), Triton GLS M/T (Rp 306 juta), GLS AB M/T (Rp 316 juta), Double Cab HDX M/T (Rp 228 juta), Single Cab HDX M/T (Rp 240 juta) dan Single Cab GLX M/T (Rp 146,350 juta).


Keterangan Foto :
PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) meluncurkan varian terbaru dari legenda Double Cabin 4X4 di Indonesia yaitu Mitsubishi Strada Triton Exceed Hi-Power di Sentul City, Bogor, Jawa Barat.

3 Fitur Ciamik Strada Triton Hi-Power

3 Fitur Ciamik Strada Triton Hi-Power Bogor - Meski Strada Triton Hi-Power merupakan mobil komersial, Mitsubishi tidak membiarkan interiornya 'kopong' begitu saja. Untuk menopang desain eksterior dan mesin tersemat banyak fitur ciamik pada kendaraan ini.

"Kita sebagai market leader sejak peluncuran. Tentu saja posisi ini penting bagi kita sebagai pilar di Indonesiaa dan sangat kuat di pasar. Untuk menjaga ke depan tentu saja kita perlu meluncur produk pikap baru, dan ini dalam rangka menjaga market leader nomor satu," kata Operating GM MMC Marketing Division PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) Duljatmono di acara peluncuran Strada Triton Exceed Hi-Power di Sentul City, Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/2/2014).

Nah, fitur-fitur ini hampir sebanding dengan kendaraan keluarga sebut saja Mitsubishi Pajero. Apa saja fitur unggulan di Strada Triton Hi-Power?

Ingin Pakai Premium, Pemilik Mobil Sampai Menyetel Ulang Mesin

Ingin Pakai Premium, Pemilik Mobil Sampai Menyetel Ulang MesinJakarta - Mobil zaman sekarang terutama mobil-mobil mewah mewajibkan penggunaan BBM beroktan minimal 90. Namun saking inginnya mengirit pengeluaran, pemilik mobil mewah ini sampai menyetel ulang mesinnya agar bisa meminum BBM subsidi atau Premium.

"Mesin mobil disesuaikan ulang bisa Oktan 88, sebelumnya pakai oktan 91. Segitunya terjadi di Indonesia," ujar Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM, Mohammad Hidayat pada acara diskusi gas di Hotel Gran Melia, Jakarta Selatan, Kamis (27/2/2014).

Masyarakat berpenghasilan menengah ke atas di Indonesia punya kemampuan untuk membeli kendaraan mewah seperti kendaraan roda empat Alphard. Namun perilaku mereka lebih suka membeli BBM bersubisdi (RON 88) yang berharga murah. Padahal BBM premium dengan RON 88, bisa membuat ketahanan dan kemampuan mobil mewah rentan rusak.

Dari pantauan detikOto, beberapa bengkel di Jakarta pun sudah banyak yang menawarkan jasa memodifikasi mesin agar bisa menggunakan Premium.

"Inilah uniknya konsumen BBM di Indonesia. Mereka mampu beli mobil mahal. Begitu masuk SPBU mikir beli BBM. Mau BMW, Alphard, kalau dikasih bensin (premium) jalan," kata dia.

Akibat fenomena tersebut, anggaran subsidi BBM subsidi di Indonesia terus membengkak. Diperparah dengan bertambahnya penjualan kendaraan roda 2 dan roda 4 yang mencapai jutaan unit per tahun. Padahal pasokan BBM Indonesia masih tergantung dari impor.

"48 juta KL (kiloliter) subsidi BBM di APBN. Artinya pemerintah harus kerja keras kendalikan BBM agar nggak terjadi kelebihan kuota," jelasnya.


Pengguna Pikap Ingin Mobil dengan Tenaga Besar dan Gaya

Pengguna Pikap Ingin Mobil dengan Tenaga Besar dan GayaBogor - Mitsubishi Indonesia baru saja meluncurkan pikap Strada Triton Exceed Hi-Power. Kendaraan tersebut guna memenuhi permintaan dan kebutuhan konsumen akan kendaraan pikap double cabin dengan tenaga besar.

"Memang ada permintaan konsumen soal pikap bertenaga besar dan lebih bergaya. Makanya kita sediakan double cab Triton Exceed Hi-Power yang dikhususkan untuk retail. Konsep daripada kendaraan ini, kami mendesain kendaraan pikap yang nyaman dan handal serta kokoh namun kami tetap mempertahankan sebagai kendaraan yang mewah," kata Operating GM MMC Marketing Division PT KTB Duljatmono di acara peluncuran Strada Triton Exceed Hi-Power di Sentul City, Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/2/2014).

Menurutnya, Strada Triton Exceed Hi-Power tidak hanya kokoh berkat mesin diesel 2.500 cc VGT-nya tapi cenderung stylish jika dibandingkan dengan pikap Strada Triton lain.

Dia menambahkan Strada Triton Exceed Hi-Power mengadopsi interior lapang, nyaman dan modern dengan bangku jok kulit yang mudah diakses oleh pengendara dan penumpang.

"Kami juga mendesain kendaran mewah kelas atas dan membuat ini agar penumpang mudah mengakses ke kabin penumpang," ucapnya.

Pikap Strada Triton Exceed Hi-Power M/T dan A/T (Rp 326 juta dan Rp 336 juta). Pikap ini disokong mesin diesel DI-D 2.5 liter DOHC 16 Valve teknologi VGT (Variable Geometry Turbo) yang menyodorkan tenaga 178 Ps pada 4.000 rpm serta torsi 35.7 kgm pada 1.800 - 3.500 rpm untuk transmisi otomatis, dan torsi 40.8 kgm pada 2.000 - 2.850 rpm untuk transmisi manual.

Pikap Strada Triton Exceed Hi-Power ini untuk menggantikan pikap Strada Triton Exceed M/T dan A/T yang telah ada sebelumnya, namun tetap mengusung DNA Mitsubishi yang kokoh, dan macho.


Yamaha: R1 di Indonesia Bebas dari Recall

Yamaha: R1 di Indonesia Bebas dari RecallJakarta - Produsen sepeda motor Yamaha tengah melakukan recall R1 dan Super Tenere di Amerika. Penarikan kembali itu dilakukan karena terjadi masalah pada lampu depan yang cepat panas saat menyala.

Lalu bagaimana untuk Yamaha R1 yang dipasarkan di Indonesia, apakah ikut terkena recall tersebut?

GM Promotion & Community Development Yamaha Indonesia Eko Prabowo mengatakan untuk Yamaha R1 yang dijual di Indonesia sampai saat ini belum ditemukan adanya masalah, apalagi masalah pada lampu depan yang cepat panas seperti yang terjadi di Amerika.

"Sampai sekarang tidak ada problem untuk Yamaha R1 di Indonesia," tutur pria yang akrab disapa Eko saat dihubungi detikOto, Kamis (27/2/2014).

Ditambahkannya, Yamaha R1 yang dijual di Amerika atau Eropa itu berbeda dengan yang dijual di Indonesia. Jadi yang mengalami masalah lampu itu produk spek dari Eropa.

"Jadi Insya Allah tidak ada masalah untuk di sini (Indonesia)," lugasnya.

Di Indonesia itu sendiri, Yamah R1 baru diluncurkan resmi oleh Yamaha Indonesia pada November lalu dan sampai saat ini sudah terjual sebanyak 64 unit.

Yamaha YZF-R1 dibanderol Rp 350 juta full package dan Rp 335 juta untuk tipe no package. Full package terdiri dari helmet, jacket, glove, boots. R1 tersedia warna Race Blue, Matt Grey, Competition White.




Suzuki: Kami Tidak Keluar dari MotoGP, Kami Hanya Instirahat

Suzuki: Kami Tidak Keluar dari MotoGP, Kami Hanya InstirahatSepang - Suzuki sudah memastikan diri akan mengikuti kembali MotoGP pada 2015 mendatang setelah vakum sejak 2012 lalu. Namun Suzuki membantah jeda beberapa tahun tanpa kehadiran mereka di MotoGP bukan karena mereka keluar dari MotoGP, tapi istirahat.

Team director/project leader tim balap Suzuki Satoru Terada mengatakan kalau dirinya sangat optimistis ketika nanti memasuki kembali ajang MotoGP.

"Kami optimistis karena kami sudah bekerja keras. Motornya potensial untuk dikembangkan. Memang untuk mendapat podium akan cukup sulit karena kami sudah beberapa tahun absen. Tapi targetnya, kami ingin podium di 2015," ujarnya di sela sesi ujicoba resmi MotoGP 2014 yang digelar di Sepang, Malaysia.

"Kami saat ini dibantu oleh Randy (de Puniet). Dia sudah berpengalaman di balapan. Dia tahu bagaimana situasinya ketika balapan dan dia tahu bagaimana mengembangkan sebuah motor. Tahun depan kami akan mulai balapan dan tahun ini, kalau kami ambil wildcard, kami akan turunkan 1 pebalap sebagai pemanasan," ujarnya.

"Ada banyak tantangan untuk MotoGP sekarang, apalagi kami sudah beberapa tahun vakum. Tantangan utama adalah bagaimana membuat keseimbangan antara tenaga mesin, sasis dan konsumsi bahan bakar karena kami hanya punya 20 liter di tangki," lanjutnya.

Di arena Suzuki sendiri merupakan tim yang cukup memiliki sejarah panjang dalam kejuaraan dunia Grand Prix. Tidak kurang dari enam gelar juara dunia telah disabet di kelas primer, dengan Kenny Roberts Jr menjadi nama terakhir--pada tahun 2000.

Kemenangan terakhir di MotoGP yang didapat Suzuki adalah balapan basah di seri Prancis 2007 yang diukir Chris Vermeulen. Sedangkan titel juara Suzuki terakhir kali dipersembahkan Kenny Roberts Jr pada tahun 2000.

Namun pada pertengahan November 2011 lalu, Suzuki mengumumkan mundur dari gelaran MotoGP di akhir musim tersebut.

"Kami bukan keluar dari MotoGP, tapi istirahat," lugasnya.

Syubhan Akib, dari Sepang, Malaysia

Randy de Puniet: Suzuki Punya Motor Potensial

Randy de Puniet: Suzuki Punya Motor PotensialSepang - Kehadiran kembali Suzuki di MotoGP tinggal setahun lagi. Pebalap Randy de Puniet yang saat membantu Suzuki mengembangkan motor balap mengaku perkembangan positif terus di dapat Suzuki tiap pekannya.

Pebalap kelahiran 14 Februari 1981, Randy de Puniet, mengakui masih banyak hal yang menjadi pekerjaan rumah Suzuki.

"Banyak yang harus dilakukan. Banyak sistem elektronik yang saat ini sudah berubah di regulasi sementara Suzuki sudah beberapa tahun absen, jadi kami tidak punya data musim lalu. Kami harus memulainya dari awal," katanya di sela sesi ujicoba resmi MotoGP 2014 yang digelar di Sepang, Malaysia.

"Tapi kami optimis untuk mengembangkan motor ini. Motor Suzuki sangat potensial, kami yakin bisa mengurangi gap dengan tim pabrikan lain dan menjadi kompetitif. Dengan suzuki sebagai perusahaan besar dan dukungan tim yang solid, semua sangat mungkin dicapai."

Untuk menjadi kompetitif, selain sistem elektronik, ada banyak hal yang menurut pria kelahiran Maisons-Laffitte, Yvelines, Prancis ini harus terus dikembangkan mulai dari kekuatan mesin hingga sasis.

"Untuk itu, kami harus bekerja keras. Setiap minggu kami mengetes motor di Hamamatsu, kami juga mengetes motor ini di beberapa sirkuit. Seperti pekan ini, di Sepang. Bila kami menemui masalah atau kekurangan di sini, di Hamamatsu akan kami cari solusinya. Sejauh ini perkembangan berlangsung positif."

"Sekali lagi motor ini sangat potensial dan saya berharap bisa mengetesnya di balapan langsung (via wildcard) minimun 1 race musim ini. Tapi kalau kamu bertanya di mana saja kami akan balap di musim ini, silahkan tanya ke bos. Saya suka Spanyol, Australia atau juga Jepang. Namun, bukan saya yang memutuskan," lugasnya.

"Saya ingin menjadi pebalap reguler Suzuki, untuk itu saya bekerja keras. Apalagi motor ini sangat potensial," tuntasnya.