Wednesday, May 8, 2013

Toyota: Yaris Baru? Nanti Dulu, Jagoan Belakangan

Toyota: Yaris Baru? Nanti Dulu, Jagoan Belakangan Jakarta - Seolah tidak ingin ketinggalan dengan kompetitor yang sudah merefresh hatchback andalannya, Toyota Astra Motor (TAM) juga ternyata diam-diam akan menyegarkan hatchback andalannya Yaris untuk konsumennya di Indonesia.

Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor Johnny Darmawan menuturkan Yaris terbaru masih dalam proses dan yang pasti akan diluncurkan untuk konsumennya di Indonesia.

"The Next Yaris? Nanti dulu, kalo ibarat film itu kita (TAM) jagoan belakangan, jadi step by step lah," cetus Johnny disela-sela peluncuran All New Vios di Djakarta Teater, Jakarta, Selasa (7/5/2013).

Sementara itu, Toyota Yaris di negara asalnya Jepang dan negara-negara lain sudah mengalami perubahan desain. Seperti di Inggris sejak pertama diluncurkan 2011, di 2013 sudah memberikan penyegaran.

Penyegaran Yaris di luar negeri terlihat jelas pada pelek krom yang terlihat lebih trendy, foglamp juga dibuat lebih mewah begitu juga pintu dengan sentuhan krom.

Selain itu, Yaris terbaru ini juga akan lebih memiliki fitur yang lebih canggih. Sentuhan interiornya juga jauh berbeda dengan Yaris generasi sebelumnya.

Yang terbaru, di Shanghai Motor Show beberapa waktu lalu, Yaris menampakkan wujud perdananya, yang sekilas tidak jauh berbeda dengan Vios yang kemarin diluncurkan di Jakarta.

Images
Images
(ady/ddn)

60 Persen Ban Goodyear Diekspor

60 Persen Ban Goodyear Diekspor Yogyakarta - Goodyear memiliki pabrik di Bogor Jawa Barat. Pabrik yang bisa memproduksi ban sekitar 1.300 per hari ini untuk memenuhi kebutuhan domestik dan pasar luar negeri.

Namun 60 persen hasil produksi dieskpor ke luar Indonesia. "Memang kebijakan dari prinsipal, setiap pabrik Goodyear di seluruh dunia berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan di negara-negara sekitar. Saat ini kondisi kita 60 persen produksi kami untuk pasar ekspor," ujar Marketing Director, Fenty Berliana di Yogyakarta, pada ajang Tire Trail On Tour (7-9/5/2013), Yogyakarta-Malang.

"Pabrik Goodyear mengekspor ban ke pabrik Goodyear negara tertentu. Karena kita supply change ke negara lain, begitu juga dengan Indonesia," katanya.

Proses produksi ban menurutnya tidak sesederhana yang dibayangkan. Mulai dari pengolahan bahan mentah hingga jadi. "Selain itu dilihat dari mesin produksi dan kapasitas, oleh sebab itu kami bisa memenuhi kebutuhan ban di negara tertentu," ujarnya.

Saat ini Goodyear Indonesia memiliki 4 segmen ban (Performa, Penumpang, MPV, Dan SUV), dengan memiliki 13 pilihan ban dengan berbagai ukuran (13 inci-22 inci). Dan telah mengeksport produksi mereka kenegara ASEAN, China, Australia, bahkan pernah mengisi pasar seluruh dunia (model Duraplus).

(lth/ddn)

Ferrari Kecewa pada Frank Lampard

Ferrari Kecewa pada Frank Lampard London - Ferrari kini tengah geram pada pesepakbola terkenal, Frank Lampard. Sebab, Lampard dianggap telah membohongi Ferrari dengan membeli mobil yang diproduksi terbatas untuk kemudian dijual kembali.

Kegeraman Ferrari muncul saat mereka melihat iklan penjualan mobil Ferrari F12berlinetta yang dibeli atas nama Lampard hanya beberapa hari setelah pengiriman.

Ferrari marah, karena mobil ini memang dibuat dalam jumlah terbatas dan para pembeli pun diseleksi. Hanya pembeli yang dianggap akan setia pada mobil ini saja yang diberikan.

Sleek: The Ferrari F12berlinetta pictured on the second-hand dealership's website, was bought by Frank Lampard's agent in the footballers name

Mobil Ferrari F12Berlinetta yang dijual atas nama Lampard (dok Daily Mail)

Apalagi, harga yang dilabelkan pada mobil itu naik 78.000 pounds atau Rp 1,17 miliar lebih mahal dari saat mobil ini dibeli dari Ferrari beberapa hari sebelumnya, 252.000 pounds atau sekitar Rp 3,79 miliar.

Usut punya usut, ternyata agen Lampard, Steve Kutner yang membeli mobil ini. Dia beralasan kalau mobil itu dia beli sendiri tapi ternyata ada kesalahan saat nama Lampard yang malah muncul.

Padahal, selain nama, alamat Lampard juga tertera di faktur yang pengirimannya juga diatur oleh perusahaan manajemen sang pesepabola.

Namun, Kutner menegaskan kalau Lampard tidak tahu apa-apa terkait hal ini dan murni terjadi karena kesalahan dealer tempat dia membeli mobil tersebut.

Kutner kepada Daily Mail juga memaparkan kalau selama 7 hari memilikinya, dia sudah menggunakan mobil ini sejauh 100 mil dan merasa dia tidak menyukainya. Itulah sebabnya dia menjual mobil ini.

"Diler resmi kami telah mengidentifikasi klien yang paling setia dan penuh gairah yang biasanya akan mengharapkan menerima mobil pertama yang ada di pasar. Dealer kami tahu basis klien mereka secara pribadi, itu dasar sebagaimana layaknya sebuah merek premium mewah seperti Ferrari," kata juru bicara Ferrari.

Ferrari juga menegaskan kalau dealer mereka tidak mungkin melakukan kesalahan fatal terkait penulisan kepemilikan sebuah barang yang nilainya jutaan ratusan ribu pounds.

Sementara itu, pengacara Lampard menolak mengomentari masalah ini.

(syu/ddn)

Menjajal 'Gigitan' Ban Tubeless Michelin di Lintasan Basah

Menjajal Bangkok - Produsen ban asal Prancis, Michelin, meluncurkan dua jenis ban tubeless. Keunggulan ban ini adalah performa gripnya, sehingga Michelin pun memamerkannya di depan awak media.

Tepatnya di sirkuit Nakornchaisri, Bangkok, Thailand, Rabu (8/5/2013), dengan menggunakan Honda CBR250R, test rider Michelin Dean Baudart menunjukkan kemampuan grip Michelin Pilot Street Radial (MPSR).

Lintasan lurus sepanjang 100 meter yang dibasahi air menggunakan selang besar berwarna biru menjadi lintasan uji kemampuan grip ban yang berbahan silika.

Ban medium compound tersebut 'memakan' aspal kering, yang kemudian dipacu hingga 80 km/jam menjelang lintasan basah.

Sejumlah tamu undangan memprediksi Dean mampu berhenti di lintasan basah sejauh 20 meter dengan ban tersebut.

Namun tak diduga, kemampuan grip ban dengan lapisan radial tersebut mampu mencengkeram aspal basah sehingga hanya berhenti kurang dari 10 meter.

Saat mengerem di lintasan basah dari kecepatan 80 km/jam, tidak ada slip yang terjadi, ban tersebut kokoh menempel pada aspal basah.

Jenis anyar lainnya adalah Michelin Pilot Street (MPS) khusus untuk motor bebek. Kedua ban terbaru ini diperkirakan akan hadir di pasar Indonesia pada pertengahan Mei 2013 nanti.

(vid/ddn)

Michelin Luncurkan 2 Ban Motor Tubeless

Michelin Luncurkan 2 Ban Motor Tubeless Bangkok - Industri roda dua di Indonesia yang terus berkembang membuat perusahaan ban Michelin membuat dua jenis ban baru. Ban tubeless ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan para pemotor di Indonesia.

Dua jenis ban tersebut dinamakan Michelin Pilot Street (MPS) dan Michelin Pilot Street Radial (MPSR). MPS untuk motor bebek, sementara MPSR untuk motor sport.

"Seri Michelin Pilot Street ini merupakan respons dan bentuk tanggung jawab Michelin untuk selalu memberikan pilihan produk ban motor terbaik dan berkualitas kepada konsumen di Indonesia," kata Head of Marketing & Sales PT Michelin Indonesia, Bayu Surya Pamugar Sugeng seperti dilaporkan reporter detikOto Prins David Saut dari acara Peluncuran Seri Michelin Pilot Street di Bangkok, Thailand, Rabu (8/5/2013).

Yang berbeda dengan produk sebelumnya, kembangan MPS dan MPSR adalah penyempurnaan Michelin Pilot Road 2 yang sudah akrab di segmen motor touring. Alhasil kemampuan grip di jalan basah dan kering menjadi keunggulan produk ini.

Untuk meyakinkan hal ini, perusahaan asal Prancis tersebut menguji dua ban anyarnya di 19 trek dengan kondisi yang berbeda. Sehingga setiap produk yang ditawarkan telah memenuhi standar Michelin.

Standar Michelin adalah rasa aman, daya tahan lama, dan diklaim mampu mengurangi penggunaan bahan bakar. Tentunya agar perjalanan lebih aman dan nyaman.

Di Indonesia, MPS akan dipasarkan mulai ukuran 60/90 hingga 140/70 dengan kisaran harga Rp 200 ribu sampai Rp 500 ribu per unit. Sementara untuk MPSR, Michelin menyiapkan ukuran 110/70 hingga 140/70 dengan harga Rp 700 ribu sampai Rp 900 ribu.



(vid/ddn)

Industri Otomotif Medan Perang Baru Microsoft, Apple, Google dan Blackberry

Industri Otomotif Medan Perang Baru Microsoft, Apple, Google dan Blackberry Jakarta - Setelah beberapa dekade lalu sukses membentuk dunia dengan sistem operasi Windows di tiap komputer, Microsoft kini membidik dunia otomotif. Microsoft berpendapat setelah era smartphone sekarang ini, era komputerisasi dan digitalisasi tiap mobil akan segera datang.

"Kita ingin bermain di masa depan," kata Pranish Kumar, Manager bisnis Windows Embedded Automotive wilayah Seattle.

Otomotif memang menjadi medan perang selanjutnya perusahaan-perusahaan teknologi dunia. Bila saat ini pertarungan masih bergelut disekitar smartphone dan semua atribut pendukung, di masa depan, dunia otomotif akan menjadi medan perang baru.

Selain Microsoft, perusahaan teknologi lain seperti Google, Apple, atau bahkan Blackberry sudah berancang-ancang menyambut era itu untuk mendapat peran yang lebih penting di tiap mobil yang ada di masa depan nanti.

Sebab, bila saat ini komputerisasi di mobil yang berkisar di mesin atau di infotaiment, di masa depan sistem infotaiment yang saat ini memiliki fitur masih terbatas akan meluas. Pengendara tiap mobil di masa depan nantinya akan dimungkinkan untuk mengecek email, mengetahui kondisi lalu lintas hingga mencari restoran yang enak. Hal-hal itu saat ini hanya ada di mobil-mobil mahal saja, tapi di masa depan, diperkirakan tiap mobil akan bisa melakukannya.

Microsoft juga punya target ambisius lain karena mereka ingin perangkat lunak mendapat porsi yang lebih besar dalam pengembangan sebuah kendaraan. Dan ketika itu terjadi, perusahaan perangkat lunak akan mulai mempengaruhi keputusan pembuat komponen lainnya atau bahkan mengatur bentuk, fungsi dan instrumen kemudi, tempat duduk dan fungsi kabin interior.

Selain itu, dari segi bisnis, perusahaan perangkat lunak seperti Microsoft juga melihat potensi bisnis lain di dunia otomotif. Karena, ketika mobil memiliki satu sistem operasi, perusahaan bisa mendulang uang dari sana, seperti di industri smartphone sekarang ini.

Merek-merek lintas benua seperti Ford Motor Co, Fiat Group dan Kia Motors Co pun diketahui juga sudah bekerja sama dengan Microsoft mengembangkan layanan infotaiment di mobil mereka.

Namun, Microsoft tidaklah sendirian dalam mewujudkan visi tersebut. QNX Software Systems Ltd yang merupakan anak perusahaan dari BlackBerry juga melihat potensi yang sama di industri otomotif. Saat ini QNX diketahui memiliki kontrak global dengan merek-merek seperti General Motors, BMW, Audi dan Volkswagen.

Sementara Google saat ini tengah fokus mengembangkan mobil berteknologi autopilot yang mampu berjalan mandiri ke tujuan tanpa perlu dikemudikan manusia.

Sedangkan Apple juga sudah mulai masuk ke industri otomotif. Teknologi Siri saat ini sudah diintegrasi di Chevrolet Sonic dan Spark. Siri juga ada di Ferrari FF terbaru.

"Isu yang paling penting untuk memiliki platform perangkat lunak canggih di mobil adalah bahwa mereka harus dapat diandalkan. Kesalahan perangkat lunak pada navigasi kendaraan Anda mungkin bisa dimaafkan. (Tapi) ini akan menjadi masalah yang lebih serius di masa depan jika terjadi pada rem Anda," kata Anna Buettner, analis di IHS Automotive.

"Ini adalah apa yang beberapa pabrikan mobil masih takut: Dapatkah sistem operasi perangkat lunak benar-benar dapat diandalkan?," lugasnya.


(syu/ddn)

Apa Keunggulan Ban Tubeless Michelin?

Apa Keunggulan Ban Tubeless Michelin? Bangkok - Michelin meluncurkan dua jenis ban tubeless anyar yang disebut Michelin Pilot Street (MPS) untuk motor bebek dan Michelin Pilot Street Radial (MPSR) untuk motor sport. Performa grip menjadi unggulan produk ini.

Dua ban ini diklaim Michelin memiliki daya tahan 30 persen lebih baik dari kompetitornya. Berdasarkan hasil tes di DEKRA Test Center, MPSR memiliki wet grip terbaik di kelasnya.

Grip tersebut merupakan penyempurnaan dari grooving ratio yang ada di alur ban, dan berfungsi untuk pengendalian jalan lurus serta tikungan yang lebih baik walau jalan basah. Hal ini dikarenakan Michelin memilih menggunakan 100 persen silica dalam bahan bakunya.

Perusahaan ban asal Prancis ini melirik Indonesia sebagai pasar MPS dan MPSR yang menjanjikan karena pangsa pasar motor bebek dan sport di Indonesia terus tumbuh.

"Penjualan motor sport akan terus meningkat sejalan dengan bertambahnya kelas menengah di Indonesia yang didominasi kaum muda. Kami optimis membaiknya perekonomian Indonesia mendorong kebutuhan konsumen terhadap ban yang berkualitas," kata Head of Marketing & Sales PT Michelin Indonesia, Bayu Surya Pamugar S seperti dilaporkan reporter detikOto Prins David Saut dari peluncuran MPS dan MPSR di Bangkok, Thailand, Rabu (8/5/2013).

Di Indonesia, MPS akan dipasarkan mulai ukuran 60/90 hingga 140/70 dengan kisaran harga Rp 200.000 sampai Rp 500.000 per unit. Sementara untuk MPSR, Michelin menyiapkan ukuran 110/70 hingga 140/70 dengan harga Rp 700.000 sampai Rp 900.000.

(vid/ddn)