Tuesday, January 27, 2015

Berburu Mobil Impian di Internet, Pasangan Lanjut Usia Tewas

Berburu Mobil Impian di Internet, Pasangan Lanjut Usia TewasGeorgia - Pasangan usia lanjut di Georgia, Amerika Serikat rela menempuh jarak 288 kilometer demi mendapatkan mobil klasik idaman yang diiklankan seseorang di internet. Namun perburuan mobil impian harus berakhir tragis, karena iklan itu hanya jebakan dari penjahat sadis.

Seperti dilansir ABCNews, Selasa (27/1/2015), pasangan Bud Runion, 69 tahun, dan June, 66 tahun, telah lama mengidamkan mobil Ford Mustang buatan 1966, bahkan sejak beberapa dekade yang lalu saat keduanya menikah. Sehingga, begitu ada iklan sebuah mobil Ford Mustang buatan 1966 akan dilego keduanya langsung kepincut.

Maklum keduanya memang mempunyai fanatisme yang tinggi terhadap mobil legendaris itu. Tak banyak kata, keduanya berangkat mendatangi pemilik mobil yang beralamat di McRae, Georgia, sekitar 288 kilometer dari kediamannya di Marietta, Georgia.

Keduanya menunggangi SUV GMC Canyon miliknya. Hanya, setelah beberapa hari, tak ada kabar dari keduanya. Mereka juga tak kembali ke rumah, sehingga membuat sang anak, Stephanie Bishop, gelisah.

Perempuan itu kemudian melaporkan hilangnya dua orang tua itu ke polisi, selain memasang status di akun Facebook miliknya. “Siapa pun yang menemukannya, aku berharap membawa kembali ke rumah kami. Kami sangat merindukannya,” tulis Stephanie di akun facebook.

Setelah mendapat laporan polisi segera bergerak dan mencurigai seorang pemuda pengangguran Ronnie Thomas. Pria inilah yang memasang iklan penjualan mobil klasik tersebut.

Selain itu, dia memiliki catatan buruk di kepolisian dan pernah terlibat penipuan. Dugaan polisi tak meleset. Setelah dilakukan penyisiran, mobil GMC Canyon model 2003 milik pasangan Bud dan June Runion ditemukan mengapung di danau, kota Telfair, Georgia.

Sementara, jasad keduanya ditemukan tak jauh dari lokasi tersebut. "Ini bukan hasil yang kami harapkan. Tapi, itulah yang harus kami sampaikan kepada Anda,” papar Chris Steverson, Sherrif Kota Telfair.

Aparat hukum kota itu juga mewanti-wanti, agar lebih waspada terhadap segala kemungkinan aksi kejahatan, termasuk memanfaatkan media iklan.

(arf/ddn)

Selama 13 Tahun Mercy Tidak Buka Diler Baru

Selama 13 Tahun Mercy Tidak Buka Diler BaruJakarta - Mercedes-Benz Indonesia di awal tahun 2015 ini meresmikan diler baru yang berada di Jalan MT Haryono Kav 29-30 Jakarta. Ini merupakan diler terbaru Mercy setelah terakhir tahun 2002 terakhir membuka diler. Kenapa lama sekali baru buka diler lagi?

Deputy Director Business and Network Development Mercedes-Benz Indonesia, Karyanto Hardjosoemarto menuturkan, Mercedes-Benz Indonesia terakhir kali membuka diler itu tahun 2002 dan di tahun ini kembali membuka diler baru.

"Kenapa selama itu kita tidak membuka diler dan baru sekarang membuka lagi, itu lebih kepada strategi perusahaan," kata pria yang akrab disapa Cerry dalam acara peresmian diler Mercy di Jalan MT Haryono Kav 29-30 Jakarta, Selasa (27/1/2015).

Dilanjutkannya, sepanjang tahun 2002 hingga awal 2015 ini dirasakannya sudah cukup memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen Mercy di Indonesia. Tapi, melihat perkembangan industri otomotif di Indonesia yang cukup berkembang pesat terutama di segmen premium, maka diputuskan untuk membuka diler lagi di awal tahun 2015 ini.

"Sebagai bentuk antisipasi dan persiapan serta berbagai pertimbangan, maka kami putuskan untuk membuka diler lagi sekarang," katanya.

Dengan adanya diler Nusantara yang baru diresmikan ini, diler resmi Mercedes-Benz di Jakarta berjumlah 8 diler. Sehingga total diler yang dimiliki oleh Mercedes-Benz hingga awal tahun 2015 berjumlah 14 diler dengan 21 outlet di seluruh Indonesia.


(ady/ddn)

Kapan Saatnya Ganti Oli?

Kapan Saatnya Ganti Oli?Jakarta - Penggantian oli mobil sangat dianjurkan dalam jangka waktu tertentu. Biasanya, oli harus diganti setelah mobil sudah menempuh jarak 5.000 km. Namun untuk beberapa jenisnya, oli yang lebih encer seperti oli full synthetic bisa saja diganti tiap 10.000 km. Sebab, oli itu menawarkan keawetan.

"Kalau umpama full syntethic 10.000 km. Tapi kalau yang biasa punya yang SAE 10W/40 itu setiap 5.000 km," kata Kepala Cabang Bengkel United Oil Station Mampang Prapatan David kepada detikOto saat ditemui di kantornya.

Mekanik di bengkel United Oil Station, Yustinus pun mengiyakan hal tersebut. Dianjurkan oleh Yustinus, rata-rata penggantian oli secara rutin setiap 5.000 km.

"Itu itungannya per 5.000 km kalau oli yang standar ya. Cuman kan kita ada full synthetic, biasanya per 10.000 km. Rata-rata per 5.000 km kecuali yang full syntethic. Semua oli yang saya tahu kalau full synthetic itu per 10.000 km," ujar Yustinus.

Meski begitu, mobil yang jarang dipakai pun harus diganti dalam jangka waktu tertentu. Misalnya, setelah terakhir ganti oli dan dalam jangka waktu delapan bulan ke depan mobil tidak pernah dipakai lagi, oli itu harus diganti.

"Karena kan mungkin lama-lama kadarnya kan kurang ya. Jadi umpamanya enggak dipakai nih baru ganti terus enggak dipakai sekitar 7 bulan atau 8 bulan tapi kilometer baru jalan 3.000 masih ada 7.000 lagi ya itu ada kendala. Kalau udah dipakai pasti dia kan berubah kan," kata David.

Sebab, kata David, oli yang sudah mengalami pembakaran beberapa lama, kondisi oli tersebut pasti akan berkurang. Hal itu berlaku pula jika mobil baru menempuh jarak sejauh 3.000 km dan tidak digunakan lagi selama lebih dari 7.

"Kalau jangka waktu misalnya baru diganti nih selama 1.000 km, terus didiemin selama 7-8 bulan ya itu mesti ganti tetap. Kalau misalnya baru ganti oli nih terus enggak dipakai-pakai misalnya kamu ke luar kota nih selama kurang lebih satu tahun itu harus diganti. Soalnya kan namanya udah kena pembakaran itu kan kita enggak tahu. Terus kamu ga pakai-pakai lagi," lanjut David.


(rgr/ddn)

Mobil Modif Terkeren di Tokyo

Mobil Modif Terkeren di Tokyo Jakarta - Nissan GT-R hasil modifikasi KUHLJAPAN menyabet juara Grand Prix Tokyo International Custom Car Contest 2015. Terpilihnya Project R35GT-R menjadi modifikasi terkeren, didapatkan berdasarkan pemilihan langsung dari pengunjung di situs resmi Tokyo Auto Salon 2015.


Keterangan Foto :
Nissan GT-R hasil modifikasi KUHLJAPAN menjadi mobil terkeren di kategori concept car Tokyo Auto Salon 2015. Istimewa/Response.

Toyota Ubah Cara Bayar Upah Pekerja Pabrik, Tak Lagi Ada Senioritas

Toyota Ubah Cara Bayar Upah Pekerja Pabrik, Tak Lagi Ada SenioritasTokyo - Toyota akan mengubah cara mereka membayar gaji upahnya, bila selama ini berdasarkan prinsip senioritas alias yang lebih lama bekerja bakal mendapat upah yang lebih besar berdasarkan golongan pekerja. Kini upah akan fokus pada performa karyawan yang bersangkutan.

Ide Toyota untuk pekerja pabrik di Jepang ini, tengah diajukan kepada serikat pekerja di Jepang. Seperti dilansir reuters, Selasa (27/1/2015).

Peraturan baru Toyota ini memang sengaja dirancang untuk menarik bakat muda (pekerja muda) berusia 18-65 tahun. Atau sekitar 60.000 pekerja yang mencapai 60 persen bisa lebih semangat saat bekerja.

Surat harian Jepang Nikkei mengatakan, Toyota berharap peraturan terbaru Toyota ini akan rampung di akhir Januari dan segera bergulir.

Dan peraturan ini membuat karyawan akan dievaluasi dua kali setahun, dengan upah disesuaikan setiap enam bulan.

Selanjutnya Financial Daily mengatakan, selain pembenahan sistem berbasis senioritas, pengaturan baru ini juga akan mengatur tunjangan tanggungan karyawan. Sehingga bisa memberi manfaat lebih bagi pekerja yang membesarkan anak-anak.


(lth/ddn)

Beda Umur Mobil, Beda Kekentalan Oli

Beda Umur Mobil, Beda Kekentalan OliJakarta - Tingkat Society of Automotive Engineers (SAE) yang kerap dijumpai pada oli kendaraan bermotor sering dikaitkan dengan tingkat kekentalan oli tersebut. Semakin besar angka SAE maka semakin kental oli tersebut.

Disarankan, oli dengan tingkat SAE yang rendah maupun tinggi pun digunakan pada mobil yang berbeda pula. Untuk mobil berusia 15 tahun ke atas, dianjurkan untuk menggunakan oli yang lebih kental.

"Kalau mobilnya tahun 2000 punya, ya pakainya oli yang 20W-50, lebih kental. Karena kan mesin-mesin namanya kita udah jalan 15 tahun istilahnya kan agak kendur, jadi butuh yang agak kentalan dikit," saran Kepala Cabang Bengkel United Oil Station Mampang Prapatan David kepada detikOto.

Menurut David, jika mobil keluaran lama ingin menggunakan oli yang lebih encer, mesin mobil agak sedikit kasar. Sebab, mesin yang memiliki kerenggangan antarbagian ini akan mengalami gesekan yang lebih besar ketika menggunakan oli yang encer.

"Ya kalau pakai ini (oli yang lebih encer) ya enggak masalah sih. Mungkin agak sedikit kasar mesin ya karena kan encer. logikanya gitu aja sih ya, karena mesin yang agak kendur pakai oli yang encer tarikannya jadi kasar," lanjut David.

Namun, mobil-mobil keluaran baru membutuhkan oli yang encer agar performa mesinnya lebih enteng. Untuk itu, oli dengan SAE 10W-40 ke bawah disarankan agar digunakan pada mobil-mobil terbaru.

"Lebih encer lebih bagus (untuk mobil baru). Jadi mesin enggak berat tarikannya," ujar David.
Halaman 1 2 »

(rgr/ddn)

Monday, January 26, 2015

Jam Tangan Ini Terinspirasi Pelek Ferrari FXX

Jam Tangan Ini Terinspirasi Pelek Ferrari FXXMaranello - Bagi Anda yang mendengar atau bahkan memiliki jam tangan Big Bang Ferrari 305 yang dibuat oleh pabrikan asal Swiss, Hublot, pasti sepakat jika jam tangan seharga US$ 45.000 atau 554 juta itu bukanlah jam tangan biasa.

Namun, ada jam tangan yang sama-sama terinspirasi oleh Ferrari namun harganya jauh lebih murah ketimbang jam tersebut, namanya Ferrari Lap Time Watch 3 hand models.

Desain jam tangan besutan Lap Time, itu terinsiprasi oleh bentuk pelek Ferrari FXX plus Logo Racing Shield di bagian tengahnya. Tak hanya itu, tali jam pun menggunakan jok balap yang ada di mobil Ferrari tersebut.

Tampilannya memang sederhana. Tapi jangan salah sangka, teknologi di jeroan jam berukuran 44 milimeter itu cukup canggih. Selain perangkatnya rumit dan dikerjakan dengan tangan, juga menggunakan mesin yang cukup tersohor, Quartz 3-H.

Menariknya, meski menyandang nama yang cukup keren â€Â" karena mengusung nama Ferrari - dan canggih, tapi harganya tak selangit. Cukup dengan merogoh kocek US$ 224 atau sekitar Rp 2,7 juta, Anda sudah bisa mendapatkannya di Ferrari Store sebagai koleksi pribadi.



(arf/ddn)