Monday, January 7, 2013

Pelat DI 19, Aksesoris Seperti Menempel Nama Mick Jagger

Pelat DI 19, Aksesoris Seperti Menempel Nama Mick Jagger Jakarta - Pelat nomor mobil listrik Tucuxi DI 19 milik Menteri BUMN Dahlan Iskan dinyatakan palsu karena pihak kepolisian merasa tidak mengeluarkan pelat nomor kepada mobil listrik Tucuxi milik Dahlan. Dahlan pun mengakui kalau DI 19 itu adalah hanya aksesoris mobil biasa, bukan pelat nomor betulan.

"Itu bukan pelat nomor, (tapi) aksesoris, nama Mick Jagger atau apa itu bisa nempel di situ. Kalau pelat nomor kan ada stempel ada tahun atau tanggal, tapi ini hanya bertuliskan DI 19," beber Dahlan kepada para wartawan di Cafe Galery Kompleks Taman Ismail Marzuki ( (TIM ) Jl. Cikini Raya No. 72 Menteng Jakarta Pusat, Selasa (8/1/2013).

Dahlan menambahkan, DI 19 yang terpasang di mobil listriknya itu aksesoris seperti di mobil-mobil modifikasi lainya atau mobil lainnya yang suka memakai aksesoris.

"Aksesoris ini seperti aksesoris lainnya. Seperti banyak tulisan-tulisan atau angka-angka lainnya. Yang jelas ini bukan pelat nomor. Mobil ini mobil listrik yang aturannya belum ada," ujarnya.

Dahlan menyadari dirinya melakukan berbagai pelanggaran ketika menjajal mobil Tucuxi.

"Saya melakukan pelanggaran tapi ini bukan sebuah kejahatan, ini pelanggaran. saya harus menerma konsekuensi dari pelanggaran itu saya akan jalani toh itu untuk demi ilmu pengetahuan, dan keselamatan orang yang mau membeli mobil itu," ujarnya.

Dahlan Iskan: Tidak Pakai Girboks, Tucuxi Susah Mengerem

Dahlan Iskan: Tidak Pakai Girboks, Tucuxi Susah Mengerem Jakarta - Menteri BUMN, Dahlan Iskan menuturkan teknologi mobil listrik Tucuxi yang dibuat oleh Danet Suryatama berbeda dengan mobil listrik yang dibuat oleh Dasep Ahmadi.

"Teknologi yang dikemukakan Danet pada mobil Tucuxi itu tidak menggunakan girboks, dari motor listrik langsung ke gardan untuk menggerakan roda," ungkap Dahlan kepada para wartawan di Cafe Galery Kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM) Jl. Cikini Raya No. 72 Menteng Jakarta Pusat, Selasa (8/1/2013).

Menurut Dahlan, mobil yang tidak menggunakan girbox itu beban sepenuhnya ditanggung oleh rem sehingga tidak ada bantuan pengendalian dari sistem mobil. Alhasil rem mobil listrik ini kehilangan daya cengkeramnya.

"Setelah masuk keturunan yang begitu ekstrem saya harus menekan terus pedal remnya. Lama kelamaan timbul bau yang menyengat kedalam kabin sampai akhirnya kehilangan kendali karena daya cengkramnya tidak ada," paparnya.

Dahlan menambahkan, dari situ ia menyimpulkan kalau mendapatkan pelajaran teknologi yang berharga dan mengetahui kalau mobil tanpa adanya girbox maka daya sesungguhnya akan ditanggung kepada rem.

"Saya mendapat pengalaman yang berharga, saya jadi tahu dan mendapat pelajaran teknologi. Coba kalu saya mengujinya di tempat-tempat biasa bisa mencelakai orang lain yang nanti membelinya," tandasnya.

Dahlan: Ngerem Terus Kaki Saya Sampai Pegal

Dahlan: Ngerem Terus Kaki Saya Sampai Pegal Jakarta - Saat menguji mobil listrik Tucuxi yang dibuat oleh Danet Suryatama dalam medan turunan yang tajam, Dahlan mengaku kakinya capek yang luar biasa karena terus menerus menginjak pedal rem.

Pedal rem itu terus diijak karena menurutnya daya cengkeram remnya tidak begitu bagus karena mobil listrik buatan Danet ini tidak menggunakan girbox sehingga dari motor listrik langsung ke gardan untuk menggerakan roda dan secara otomatis daya yang ditampung oleh rem cukup banyak.

"Sepanjang penurunan saya injak terus pedal remnya sampai kaki saya kehilangan kekuatan yang luar biasa," ungkap Dahlan kepada para wartawan di Cafe Galery Kompleks Taman Ismail Marzuki ( (TIM ) Jl. Cikini Raya No. 72 Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/1/2013).

Dahlan juga sempat berhenti di salah satu tempat. Saat itu kaki Dahlan juga sudah terasa pegal karena terus menginjak pedal rem selama turunan yang tajam.

"Kaki saya sebelumnya juga sempat pegal-pegal sampai akhirnya kehilangan kekuatan. Setelah itu akhirnya saya kehilangan kendali dan saya memutuskan untuk menabrak tebing," lugasnya.

Produsen Ban Lokal Sponsori Manchester United

Produsen Ban Lokal Sponsori Manchester United Jakarta - Produsen ban lokal PT Multistrada Arah Sarana Tbk makin mendunia. Baru-baru ini Multistrada resmi menjadi sponsor klub sepakbola Manchester United selama 3,5 tahun ke depan.

Dalam rilis yang diterima detikOto, Rabu (8/1/2013) klub Liga Premier itu menyambut baik dukungan dari produsen ban asal Indonesia meski kedua perusahaan bergerak dari sisi berbeda.

"Manchester United sangat senang menyambut Multistrada sebagai mitra ban resmi di Indonesia. Kami selalu memiliki dukungan besar di negeri ini dan sponsor komersial kami merupakan yang penting bagi klub untuk menghubungkan dengan para penggemar. Beberapa bulan yang lalu, hampir 12.000 penggemar antre untuk berpesta di fans #IAMUNITED kami di Jakarta, meskipun kami hanya memiliki 6.000 tempat yang tersedia," kata Direktur Komersial Manchester United Richard Arnold.

"Meskipun dari dua industri yang sangat berbeda, Multistrada dan Manchester United berbagi banyak berbagi yang pada akhirnya apa yang kita cari dalam sponsor dan saya yakin ini akan menjadi kemitraan yang sukses," lanjutnya.

Sementara itu Presiden Direktur PT Multistrada Arah Sarana Tbk, Pieter Tanuri mengatakan PT Multistrada Arah Sarana Tbk bangga atas terjalinnya kerjasama tersebut dan berharap dampak dari kerjasama ini akan mendunia.

"Multistrada sangat bangga menjalin kemitraan bergengsi dengan salah satu klub nomor satu di dunia sepakbola, Manchester United. Kami yakin bahwa kemitraan ini akan membawa efek ke dunia internasional. Manchester United dan Multistrada keduanya saling berbagi dan betapa pentingnya untuk kami berdua sebagai produk berkualitas," imbuhnya.

Sebagai salah satu produsen ban lokal, MASA memproduksi hampir 50.000 ban per hari dan mengimpornya ke 83 negara. MASA yang berdiri sejak 1988 ini memiliki 3 merek ban yakni Achilles, Corsa dan Strada.


Naik Alphard Putih, Dahlan Iskan Siap Jelaskan Insiden Tucuxi

Naik Alphard Putih, Dahlan Iskan Siap Jelaskan Insiden Tucuxi Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan akhirnya datang ke kompleks Taman Ismail Marzuki sekitar pukul 11.30 WIB. Dahlan akan menjelaskan soal insiden kecelakaan yang dialami dirinya di Plaosan, Magetan, Jawa Timur.

Menumpangi Toyota Alphard berwarna putih dengan nomor polisi B 21 NIA. Tidak seperti saat menjajal mobil-mobil listrik, kali ini Dahlan memilih duduk manis di baris kedua mobil bongsor itu.

Hingga berita ini diturunkan, jumpa pers belum dimulai. Dahlan sebelumnya menuturkan dirinya menjadi penguji mobil-mobil listrik, agar bisa merasakan sendiri performa mobilnya.

"Ini kan (test drive) bukan yang pertama. Mobil (listrik) yang dulu warna hijau, saya juga," ujar Dahlan Iskan kepada wartawan usai menghadiri acara syukuran hasil giling 2012 di kantor PT PG Rajawali I di Jl Undaan Kulon Surabaya, Senin (7/1/2013).

Beberapa kalangan menilai seharusnya, yang menjadi test driver adalah orang yang ahlinya. Namun, Dahlan bersikukuh dirinya tetap yang melakukan test drive. Dia juga tidak mau disebut tidak konsekuen mendukung mobil listrik. Karena itu, dirinya lah yang harus berada di belakang setir mobil.

"Saya harus konsekuen. Saya yang meminta, saya yang harus melakukan," tegasnya.

Harusnya, Dahlan mengetes Tucuxi sampai 1.000 km seperti halnya dia mengetes mobil listrik sebelumnya yang buatan Dasep Ahmadi. Tapi apa daya, rem Tucuxi tiba-tiba blong dan menabrak tebing di Plaosan, Magetan.

Kehilangan Pasar di Eropa, Audi Geser ke Meksiko

Kehilangan Pasar di Eropa, Audi Geser ke Meksiko Jakarta - Pasar Eropa yang masih dilanda krisis membuat Audi berpikir keras, untuk bisa meraih penjualan terbanyak di dunia. Dan kali ini Meksiko lah, yang dipilih Audi untuk mendirikan pabrik terbaru mereka.

Seperti dilansir Autonews, Selasa (8/1/2013). Audi telah mengumumkan akan pembangunan pabrik mereka di San Jose Chiapa, Meksiko.

Hal ini pun langsung disampaikan oleh majalah terbitan Audimobil, melalui Mattias Rust, project manager staff di Meksiko. Dengan mengatakan pembangunan pabrik akan dimulai di 2014, dan siap memulai produksi mereka di Mei 2016.

Pabrik terbaru Audi kali ini pun diprediksi mampu menyedot sekitar 3.800 karyawan (pekerja). Bahkan rencananya pabrik terbaru Audi di Meksiko kali ini, akan langsung siap memproduksi 150 ribu unit Crossover Q5.

Dan untuk mewujudkan hal tersebut, Audi pun siap memberikan pelatihan karyawan di Meksiko pada tahun ini. Sehingga pabrik terbaru mereka akan memiliki sistem dan kinerja layaknya pabrik Audi yang berada di Ingolstadt dan Neckarsulm di Jerman.

Bahkan dikabarkan Audi juga akan mempekerjakan beberapa karyawan mereka asal Jerman di Meksiko. Wah, kapan giliran di Indonesia yah?.

Dahlan Iskan Akui Rem Tucuxi Dimodifikasi

Dahlan Iskan Akui Rem Tucuxi Dimodifikasi Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengakui ada sedikit modifikasi untuk memperkuat kinerja pada rem Tucuxi sebelum dijajal dari Solo ke Surabaya. Menguatkan omongan pencipta Tucuxi Danet Suryatama sebelumnya?

"Rem itu diperkuat, malah logikanya diperkuat," ujar Dahlan dalam jumpa pers di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Pencipta Tucuxi Danet Suryatama sebelumnya menuding penyebab kecelakaan karena ada penggantian electric vacuum pump (untuk memperoleh tenaga penghisap bagi rem booster) dengan peralatan yang tidak diketahui performanya.

"Electric vacuum pump ini sangat penting bagi mobil elektrik untuk menghasilkan daya rem bagi kendaraan secara handal. Alat ini apabila diganti dengan produk lain yang tidak reliable akan mengakibatkan kehilangan daya rem," papar Danet dalam pernyataannya.

Dahlan sendiri menuturkan mobil Tucuxi adalah mobil bertransmisi otomatis. Dengan bobot yang mencapai 2 ton, sulit untuk menghentikan kendaraan tanpa memindahkan gigi ke gigi yang lebih rendah seperti kopling manual di turunan apalagi dalam kondisi rem yang blong.