Thursday, April 23, 2015

Ini Penyebab Pajak Mobil Hybrild Mahal di Indonesia

Ini Penyebab Pajak Mobil Hybrild Mahal di IndonesiaKarangasem, Bali - Tarif pajak untuk mobil hybrid berbeda dengan mobil bermesin konvensional, meski mobil itu secara teknologi lebih ramah lingkungan. Aturan pemerintah yang menganggap mobil itu mengusung sumber tenaga yang berbeda dinilai sebagai biang keladinya.

"Pajak mobil hybrid di Indonesia kan dikenakan pada dua mesin (yakni mesin konvensional dan motor listrik yang diusung mobil hybrid). Padahal di luar negeri, justru diberikan insentif, disini malah dipajakin dua kali," tutur Product Planning Expert PT Mazda Motor Indonesia (MMI) Bonar Pakpahan di sela-sela acara All New Mazda2 E-Halt Challenge One Tank for Three Islands di Karangasem, Bali.

Menurutnya, kondisi di Indonesia berkebalikan dengan di negara-negara maju yang pemerintahnya justru memberi insentif bagi mobil hybrid. Akibatnya, harga mobil di Indonesia selangit.

Bonar pun menyodorkan contoh Mazda di Jepang yang memiliki mobil menjajakan Mazda3 hybrid. Mobil itu, kata dia, di Negeri Sakura mendapatkan insentif darai pemerintah karena dinilai ikut memberi kontribusi terhadap kondisi lingkungan.

Walhasil, harga yang harus dibayar pembeli pun lebih murah. Namun, karena di Indonesia tak seperti itu, maka Mazda Indonesia tak berminat memasarkan varian berteknologi hybrid.




(ady/arf)

Honda : Semoga Penjualan Motor Kembali Normal Sebelum Semester II

Honda : Semoga Penjualan Motor Kembali Normal Sebelum Semester IIJakarta - Penjualan sepeda motor di Indonesia sepanjang kuartal pertama lalu masih belum bergairah, bahkan menurun dibanding periode sama tahun lalu. Melihat kondisi seperti itu, PT Astra Honda Motor berharap kondisi bisa pulih sebelum semester dua tahun ini.

Seperti diungkapkan Deputy Head of Corporate Communication PT Astra Honda Motor, Ahmad Muhibbuddin di Jakarta, Kamis (23/4/2015) malam, harapan seperti itu muncul mengingat siklus tahunan yang terjadi selama ini. "Sebelum semester dua sudah rebound. Kan ada Idul Fitri, kita harapkan sebelum semester 1 berakhir penjualan bisa rebound," ujarnya.

Menurut Muhib, menjelang Idul Fitri penjualan motor bisa naik karena perekonomian masyarakat Indonesia sudah mulai stabil. "Dilihat dari pasar sekarang juga semoga bisa naik sebelum semester 1 berakhir. Biasanya ekonomi masyarakat menjelang Idul fitri udah mulai membaik. Apalagi kan THR (tunjangan hari raya) turun," ucapnya.

Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia pada kuartal pertama lalu, penjualan sepeda motor nasional tercatat melemah 19,1 persen. Sepanjang Januari hingga Maret, penjualan hanya sebanyak 1.605.043 unit.
Sementara pada periode yang sama tahun lalu, penjualan mencapai 1.984.076 unit.


(rgr/arf)

Teknologi eSP Sepeda Motor Honda Sabet Gelar Terbaik

Teknologi eSP Sepeda Motor Honda Sabet Gelar TerbaikJakarta - Teknologi enhanced Smart Power (eSP) yang telah digunakan di sepeda motor Honda dinobatkan sebagai teknologi mesin sepeda motor terbaik dalam ajang Otomotif Award 2015. Pada kategori Best Engine penilaian meliputi perfoma yang dihasilkan, durabilitas, konsumsi bahan bakar, serta fleksibilitas platform mesin untuk diadaptasi pada berbagai tipe sepeda motor.

General Manager Marketing Planning and Analysis AHM A. Indraputra, dalam keterangan pers yang diterima detikOto, Jumat (24/4/2015) menyebut, mesin berteknologi eSP telah telah digunakan oleh berbagai tipe sepeda motor Honda. Mesin tersebut memiliki kapasitas yang bervariasi.

Motor yang mengusung mesin berteknologi eSP adalah All New Honda BeAT eSP dan All New Honda BeAT POP eSP berkapasitas mesin 110cc. Sedangkan New Honda Vario 125 eSP berkapasitas mesin 125cc, New Honda Vario 150 eSP berkapasitas mesin 150cc,serta skutik premium Honda PCX 150.

"Terima kasih atas penghargaan ini. Semua teknologi yang dikembangkan merupakan upaya kami untuk memberikan kepuasan kepada konsumen. Kami semakin yakin jumlah masyarakat yang merasakan manfaat teknologi dari mesin terbaik ini akan semakin banyak,” tutur Agustinus.

Honda mengatakan, nesin sepeda motor Honda berteknologi eSP mampu memaksimalkan pembakaran yang efisien serta meminimalisir gesekan. Walhasil, menghilangkan risiko energi terbuang percuma sekaligus mengoptimalkan energi yang keluar.

Teknologi eSP terintegrasi dengan ACG Starter yang menghasilkan suara mesin halus saat dihidupkan, serta menjadi dasar pengaplikasian fitur canggih Idling Stop System (ISS) yang mampu mematikan mesin saat berhenti lebih dari 3 detik dan hanya perlu menarik tuas gas untuk menghidupkannya lagi.



(arf/arf)

Mazda: Ada Skyactiv Kenapa Harus Hybrid

Mazda: Ada Skyactiv Kenapa Harus HybridKarangasem, Bali - PT Mazda Motor Indonesia (MMI) menilai pajak untuk mobil hybrid di Indonesia sangat mahal sehingga kerap menjadi kendala tersendiri bagi penjualan mobil ramah lingkungan itu. Namun, bagi Mazda, konsumen mendapatkan mobil berteknologi ramah lingkungan lainnya, yakni SkyActive yang dibuat Mazda.

Product Planning Expert MMI, Bonar Pakpahan menuturkan, Skyactiv itu merupakan teknologi terbaru Mazda yang menjadikan mobil bertenaga tapi tetap hemat bahan bakar. Walhasil, ramah lingkungan.

"Sekarang gini, ngapain kita jual mobil hybrid di Indonesia yang pajaknya mahal kalau kita punya teknologi lain yang kurang lebih sama (skyactiv) seperti hybrid," ujar Bonar di sela-sela acara All New Mazda2 E-Halt Challenge One Tank for Three Islands di Karangasem, Bali, kemarin.

Saat ini, kata Bonar, menjual mobil hybrid di Indonesia dirasa belum pas karena berbagai alasan. Pertama, pajak yang yang dua kali lipat karena dianggap memiliki 2 mesin. Kedua, kondisi masyarakat yang belum 'melek' teknologi hybrid atau mobil hybrid.

"Kalau di Jepang kan budayanya sudah 'melek'. Dalam artian seperti ini, di Jepang itu mobil tidak akan laku kalau tidak bermesin hybrid. Makanya di Jepang, Mazda punya
Kedua, konsumen disana budayanya sudah seperti itu, di jepang itu kalau bukan hybrid tidak laku, makanya Mazda3 di Jepang ada yang hybrid," ucapnya.


(ady/arf)

Ini Tiga Keunggulan yang Ditawarkan Ban Goodyear Assurance DuraPlus

Ini Tiga Keunggulan yang Ditawarkan Ban Goodyear Assurance DuraPlusCirebon - Berangkat dari cara berpikir dan kecenderungan konsumen ban di Tanah Air yang mengutamakan harga terjangkau tetapi tahan lama, Goodyear membuat ban Assurance DuraPlus. Namun, pabrikan tetap mengutamakan aspek keamanannya.

Penegasan itu diungkapkan Manajer Produk PT Goodyear Indonesia, Tbk, Arfianti Puspitarini, di Cirebon, kemarin. "Dengan menitik beratkan inovasi yang didasarkan oleh kebutuhan konsumen, Goodyear Indonesia menawarkan Assurance DuraPlus, ban terbaru ditujukan bagi konsumen yang peduli terhadap harga," paparnya.

Menurut Arfianti, pihaknya telah melakukan serangkaian penelitian sebelum memproduksi ban anyar itu. Salah satu kesimpulan dari penelitian itu adalah, sebagian besar konsumen mencari ban yang tahan lama alias awet, berharga murah, namun dijamin aman saat digunakan.

“Goodyear Assurance DuraPlus adalah ban yang secara khusus dirancang dengan pemikiran seperti itu," ucapnya.

Soal kemanan itu, Afrianti meyodorkan satu bukti. Dibanding ban DuraPlus versi lawas, ban anyar itu memiliki usia pakai hingga jarak 100.000 kilometer. Hal itu bisa terjadi karena Goodyear menggunakan komponen DuPont Kevlar pada salah satu bagian ban tersebut. Walhasil, ban memiliki kekuatan ban yang lebih terhadap benturan.



(lth/arf)

Berjalan Sejauh 830 Km, Ini Konsumsi BBM Mazda2

Berjalan Sejauh 830 Km, Ini Konsumsi BBM Mazda2Karangasem, Bali - Semua tim All New Mazda2 E-Halt Challenge One Tank for Three Islands kini sudah berjalan sejauh 830 km. Perjalanan itu dimulai dari Semarang, Jawa Tengah hingga ke Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Bali.

Bermodal tangki Bahan Bakar Minyak (BBM) diisi penuh 44 liter, hingga saat ini belum ada satu unit Mazda peserta tantangan itu yang kehabisan BBM. Hasil tersebut berhasil memecahkan rekor panitia yang sebelumnya melakukan survei.

"Saya kagum kepada teman-teman wartawan semua, karena saat kita melakukan survei, mobil Mazda2 sudah habis BBM di Pelabuhan Padangbai. Ketika di Kintamani, indikator BBM-nya sudah menyala berwarna merah," ujar salah satu panitia.

Nah, untuk itu berikut ini adalah hasil konsumsi BBM All New Mazda2 di etape ketiga yakni Ketapang-Pelabuhan Padangbai).

Tim 1 AVG 4,6 liter/100 km, AVG speed 38,0, jarak tempuh 831,3 km, cruising range 44 km. Tim 2 AVG 4,2 liter liter/100 km, AVG speed 40,0, jarak tempuh 827,3 km, cruising range 53,0 km


(ady/arf)

Pasar Domestik Lesu, Yamaha Lipatgandakan Ekspor

Pasar Domestik Lesu, Yamaha Lipatgandakan EksporJakarta - Hingga akhir kuartal pertama kemarin, pasar otomatif nasional masih lesu akibat turunnya daya beli masyarakat. Menyikapi kondisi seperti itu, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) memilih untuk mengekspor motor lebih banyak.

Seperti dituturkan General Manager Service & Motorsport, Yamaha Indonesia, Muhammad Abidin, cara itu ditempuh karena pihaknya tidak bisa mengurangi porsi produksi di Indonesia ketika penjualan turun.

"Kita efisiensi ke ekspor. Soalnya kan tidak mungkin produksinya terus dikurangi," ujar Abidin usai acara Otomotif Award 2015 di Jakarta, Kamis (23/4/2015) malam.

Di lokasi yang sama, Asisten General Manager Marketing Yamaha, Mohammad Masykur mengatakan, pihaknya memacu ekspor hingga 450 persen. Sepanjang Maret lalu misalnya, kata Masykur, Yamaha mengekspor 10.459 unit motor.

"Meningkat 450 persen ekspor dari tahun lalu. Total ekspor Januari 8.323, Februari 8.995, Maret 10.459," ujarnya.

Motor yang diekspor adalah Yamaha R15, R25, MX King dan V-Ixion. Menurut Masykur, tahun ini Yamaha NMAX juga bakal diekspor.
Namun ia mengaku belum mengetahui kepastian kapan ekspor NMAX tersebut dilakukan. "Ekspor NMAX tahun ini. Tapi belum tahu kapannya," ujarnya.

Melihat moncernya kinerja ekspor, Masykur percaya hingga tahun ini pihaknya bisa mengekspor 90.000 motor. "Tahun ini ditargetkan ekspor 90.000-an. Mudah-mudahan tercapai," katanya.


(rgr/arf)