Wednesday, October 14, 2015

Mercy Siapkan Mercedes-Maybach E-Class?

Mercy Siapkan Mercedes-Maybach E-Class?Jakarta - Belum lama ini, Mercedes-Benz melahirkan kembali merek mobil ultramewah, Maybach dengan model Mercedes-Maybach S-Class. Kini, Mercy dikabarkan tengah menyiapkan Mercedes-Maybach E-Class.

Seperti dilansir Worldcarfans, mobil Mercedes-Benz E-Class terbaru tertangkap kamera sedang diuji. Dengan wheelbase yang lebih panjang, tak menutup kemungkinan mobil itu bakal menjadi Mercedes-Maybach E-Class.

Mobil E-Class generasi W212 ditawarkan dalam bentuk eksklusif di China. Namun, Mercedes-Benz mengubahnya dengan all new W213 yang akan dijual di pasar lain dengan wheelbase panjang.

Kemungkinan, merek mobil di bawah payung Daimler AG itu akan menjualnya dalam versi lain yang masuk ke divisi Mercedes-Maybach. Dengan begitu, diperkirakan mobil ini akan memiliki kabin yang lebih mewah dengan dua kursi belakang eksklusif seperti yang terlihat dalam model yang lebih besar, Maybach S-Class.

Prototipe yang diduga akan menjadi Mercedes-Maybach E-Class tak hanya menawarkan wheelbase yang lebih panjang. Ada beberapa tampilan baru pada model E-Class terbaru itu. Mobil ini memiliki jendela kecil ketiga di belakang pilar C.

Dikabarkan, E-Class W213 akan hadir pada tahun depan. Artinya, Mercedes-Maybach E-Class belum bisa diperkenalkan sebelum 2017.


(rgr/arf)

Buntut Skandal Emisi VW, Sejumlah Merek Mobil Juga Akan Diperiksa

Buntut Skandal Emisi VW, Sejumlah Merek Mobil Juga Akan DiperiksaLondon - Skandal uji emisi mesin diesel yang disebut telah dilakukan Volkswagen (VW) membawa dampak ke mana-mana. Kini sejumlah pabrikan, antara lain Mercedes-Benz, Honda, Mazda dan Mitsubishi dikabarkan juga akan diteliti kadar emisi gas buang mobil buatannya.

Seperti dilaporkan Guardian dan Autoblog, Rabu (14/10/2015), di Inggris, hasil uji emisi yang dilakukan oleh perusahaan Emissions Analytics menyatakan beberapa produsen mobil papan atas banyak yang tak memenuhi standar emisi. Bahkan setelah dilakukan pengujian, ternyata gas buang Nitrogen Oksida (NOx) tak memenuhi standar.

Sejumlah media menyebut beberapa pabrikan itu antara lain Mercedes-Benz, Honda, Mazda dan Mitsubishi. Bahkan, hasil yang sama juga terjadi pada mobil Renault, Nissan, Hyundai, Fiat, Volvo, Jeep, Citroën, VW, dan Audi.

Mobi-mobil tersebut rata-rata memancarkan polutan empat kali lipat dari ambang batas yang telah ditetapkan.

Namun, berbeda dengan apa yang dilakukan oleh VW dengan memasang peranti lunak untuk mengakali hasil uji emisi, sejumlah pabrikan itu tak melakukannya. Walhasil, mereka tak melanggar suatu aturan.

Mobil mereka telah menjalani uji emisi dan sudah mendapat standar emisi dari New European Driving Cycle (NEDC). Bahkan, mereka mengakui tak bisa memenuhi standar yang telah ditetapkan tersebut.

Kendati begitu, di antara pabrikan itu, antara lain Mercedes Benz dan Honda menyatakan mendukung penuh aturan ketat emisi gas buang.


(arf/rgr)

Toyota Bakal Hapus Mobil dengan Emisi CO2

Toyota Bakal Hapus Mobil dengan Emisi CO2Tokyo - Melihat kondisi dunia yang sudah penuh dengan polusi udara, mobil ramah lingkungan bakal makin diminati oleh konsumen. Utamanya mobil dengan menggunakan bahan bakar seperti hidrogen maupun bertenaga listrik.

Toyota dengan cermat melihat perkembangan dunia dan berusaha untuk mewujudkan lingkungan yang tetap terjaga bersih dengan memproduksi mobil ramah lingkungan. Salah satu rencana Toyota yakni bakal menjual lebih dari 30 ribu unit mobil berbahan bakar hidrogen pada 2020.

Rencana tersebut merupakan langkah bagi Toyota untuk mewujudkan misi besar. Dikutip dari Reuters, Rabu (14/10/2015), pada 2050 nanti Toyota bakal menghapus emisi gas buang yang mengeluarkan karbon dioksida (CO2) pada kendaraan yang diproduksi.

Sebenarnya Toyota telah memulai langkah untuk memproduksi mobil hybrid lewat model Prius. Keluaran terbaru Prius yang akan dipasarkan pada 2016 nanti diklaim lebih hemat bahan bakar dan ramah lingkungan.

Toyota Prius terbaru juga dilengkapi dengan paketan keselamatan yang diberi nama Intelligent Transportation System (ITS). Selain itu, model Prius 2016 juga akan menggunakan sistem driver-assistance dengan menggunakan sensor, kamera, dan radar yang dapat memberi informasi kepada pengemudi.

Sebagai mobil hybrid andalan Toyota, model Prius ditargetkan bakal mencapai angka penjualan 1,5 juta pada 2020 mendatang.


(rgr/ddn)

Ford Gelontorkan Rp 24 Triliun Buat Mobil Pintar di China

Ford Gelontorkan Rp 24 Triliun Buat Mobil Pintar di ChinaBeijing - Untuk mengatasi kelesuan penjualan di China, Ford dengan berani menggelontorkan dana fantastis Rp 24 triliun untuk mengembangkan mobil pintar. Proses penelitian dan pengembangan untuk mobil pintar tersebut akan berlangsung selama lima tahun.

China sebagai pasar terbesar di dunia tengah mengalami kelesuan penjualan mobil pada belakangan ini. Penjualan Ford sendiri mulai Januari hingga Agustus 2015 mengalami penurunan sebesar 12 persen. Pada periode sama tahun lalu, Ford mencatat penjualan 537.977 unit sedangkan tahun ini menurun dengan 531.702 unit.

Demi mendongkrak penjualan, Ford bakal membuat mobil yang terhubung dengan internet, mobil otonom, serta model lain yang dapat memenuhi konsumen di China.

Tak main-main investasi yang dikeluarkan oleh produsen mobil asal Amerika Serikat itu. Rp 24 triliun berani dikeluarkan Ford untuk proses penelitian dan pengembangan.

Mark Fields selaku Ford Chief Executive berpendapat, pertumbuhan pasar di Cina sangat besar. Perubahan minat konsumen yang tidak ingin memiliki mobil namun tetap bepergian menjadi tantangan bagi Ford.

Selain itu, Ford juga berencana akan membuat sistem konektivitas pada mobil yang diberi nama Sync 3. Sistem baru tersebut memberi kemudahan bagi pengemudi untuk mengontol panggilan telepon, hiburan, serta cuaca dan navigasi.

"Kami melihat China sebagai pasar yang sangat besar. Hal ini menjadi peluang bagi kami. Bukan hanya menjual mobil dan truk namun juga menyediakan pelayanan bagi masyarakat yang tidak ingin mobil tapi ingin tetap bepergian," ujar Mark Fields, dikutip The Wall Street Journal, Rabu (14/10/2015).


(rgr/ddn)

Torehan Positif Mobil Buatan Mahasiswa Yogya di Tingkat Internasional

Torehan Positif Mobil Buatan Mahasiswa Yogya di Tingkat Internasional Yogyakarta - Sekelompok mahasiswa di Yogyakarta mampu membuat mobil yang telah berkiprah di dunia internasional. Mereka adalah para mahasiswa yang tergabung dalam Garuda UNY Racing Team (GURT) dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Sebelumnya, para mahasiswa dengan mobil formula karyanya ini meraih Best of the Best di Korea Selatan. Dan bulan September kemarin, mereka mengikuti ajang bergengsi kompetisi mobil formula Student Formula Japan (SFJ) di Ogasayama, Sport Park, ECOPA, Shizuoka, Jepang. Sebagai pendatang baru di event tersebut, tim GURT mampu meraih pencapaian yang cukup bagus.

Ketua tim GURT, Bondan Prakoso mengatakan tim GURT yang baru pertama kalinya mengikuti kompetisi ini mendapat peringkat ke-5 untuk efisiensi dari total 93 peserta. Tim mobil ini juga berhasil menduduki runner-up dalam kategori best rookie. Best rookie adalah kategori yang diberikan kepada pendatang baru di ajang Student Formula Japan. Best rookie dalam ajang SFJ 2015 ini diperoleh tim dari Austria TUG (Graz University), tim mobil formula yang menjadi juara umum di kompetisi SAE di Michigan tahun ini.

Garuda UNY mendapatkan peringkat 28 overall dari 93 tim dengan 7 tim sebagai rookie atau pendatang baru. Selain itu, menduduki peringkat 4 dari keseluruhan overseas tim yang berasal dari 11 tim dari 9 negara. Dalam kompetisi tahun ini, Garuda UNY mendapatkan peringkat ke-28 dari jumlah total 93 tim yang berasal dari berbagai negara.

"Kendala terbesar persiapan administratif, karena kita baru pertama kali. Di sana stadiumnya sangat luas, 5 kali lapangan bola. Kalau secara mobil kita sudah siap. Terus saat itu juga sedang badai sehingga pertandingan sempat ditunda 3 jam. Saat itu banyak mobil tergelincir dan terbalik, mobil kita alhamdulilah selamat," kata Bondan Prakoso di kampus Universitas Negeri Yogyakarta.

Ia menceritakan perjuangan dramatis untuk mencapai peringkat 5 efisiensi. Karena mobil sempat mati menjelang 25 meter garis finish. Mesin mati karena perubahan suhu yang sangat drastis. Dari dingin 19 derajat tiba-tiba berubah panas mencapai 30 derajat. Kondisi ini mempegaruhi performa mesin.

Pembuatan mobil formula ini menghabiskan biaya sekitar Rp 700-an juta. Biaya pembuatan ini juga dibantu oleh sponsor. Banyak bahan-bahan untuk pembuatan mobil yang tidak ada di dalam negeri. Sehingga harus dibantu sponsor dari luar negeri untuk mendapatkan bahan-bahan tersebut.

Tahun depan, tim mobil GURT UNY akan kembali mengikuti ajang tersebut. Karena pencapaian yang cukup bagus sebagai pendatang baru, tahun depan tim ini naik kelas masuk ke grup A dari sebelumnya di grup C.


(rgr/ddn)

Toyota: Prius Bakal Lebih Irit, 1 Liter Bahan Bakar Bisa Tempuh 40 Km

Toyota: Prius Bakal Lebih Irit, 1 Liter Bahan Bakar Bisa Tempuh 40 KmTokyo - Toyota berjanji terus menghadirkan inovasi barunya berupa mobil yang ramah lingkungan. Kini, pabrikan asal Jepang itu mengatakan bakal memberikan mobil hybrid Toyota Prius yang lebih irit bahan bakar.

Seperti diberitakan Reuters, Rabu (14/10/2015), Toyota Motor Corporation mengatakan, mobil hybrid Prius generasi keempat akan lebih irit. Toyota mengklaim, Prius hybrid terbaru mampu menjangkau jarak 40 km hanya dengan satu liter bahan bakar.

Angka itu meningkat lebih dari seperlima dibanding Prius yang saat ini masih beredar di pasaran. Prius yang saat ini dijual Toyota memiliki konsumsi bahan bakar sebesar 32,6 km/liter.

Memang, Toyota mengatakan, hasil konsumsi bahan bakar tersebut bervariasi, tergantung dengan spesifikasi mobilnya. Namun setidaknya angka tersebut sudah terbilang besar untuk kendaraan hybrid.

Toyota mengonfirmasi bakal menjual Prius generasi terbaru mulai akhir tahun ini. Penjualan akan dimulai di Jepang terlebih dahulu.

Dikatakan, Toyota merupakan pelopor teknologi mesin bensin-hybrid yang hemat bahan bakar. Pabrikan asal Jepang itu telah memperkenalkan Prius generasi pertama pada 1997.


(rgr/ddn)

Ferrari F12tdf Diproduksi Hanya 799 Unit

Ferrari F12tdf Diproduksi Hanya 799 Unit Jakarta - Ferrari baru saja mengungkapkan mobil barunya yaitu Ferrari F12tdf yang dibuat sangat terbatas. Mobil ini hanya diproduksi sebanyak 799 unit.
 


Keterangan Foto :
Mobil tersebut diproduksi untuk mengenang Tour de France, sebuah endurance road race legendaris yang didominasi Ferrari pada 1950 dan 1960-an dengan mobil Ferrari 250 GT Berlinetta. Istimewa/dok Ferrari.
ÂÂ