Monday, July 29, 2013

Di Malaysia, Toyota Etios Ganti Nama Jadi Perodua Jaguh

Di Malaysia, Toyota Etios Ganti Nama Jadi Perodua Jaguh Kuala Lumpur - Salah satu sedan yang bakal menjadi andalan Toyota, Etios bakal berganti nama di Malaysia. Mobil Jepang ini bakal menggunakan nama Perodua Jaguh di negeri jiran tersebut.

Pergantian nama itu adalah buah dari kerja sama yang dilakukan Toyota dengan merek lokal Malaysia tersebut sejak 1992, Perodua telah menjadi produsen mobil kedua terbesar disana dibawah Proton.

Tahun lalu saja Perodua berhasil menjual 189.000 mobil, tertinggi sepanjang sejarah mereka.

Pergantian nama itu memang bukan yang pertama. Toyota yang memiliki 35 persen saham di Perodua melalui Daihatsu sudah beberapa kali melakukannya. Daihatsu Sirion atau Toyota Passo di Malaysia berganti emblem menjadi Perodua Myvi.

Perodua Jaguh yang merupakan rebadged dari Etios sedan ini menurut Theiphilus Chin merupakan salah satu model yang sudah siap diluncurkan. Brosurnya bahkan sudah bocor.

Nah, karena ini hanya rebadged, maka tidak heran kalau selain logo, grille, dan desain pelek, tidak ada yang berbeda antara Perodua Jaguh dengan sedan Toyota erios.

Mesinnya juga masih akan menggunakan mesin 1.5 liter yang bertenaga 90 Ps dengan torsi 132 Nm yang disalurkan melalui transmisi manual 5-speed.

(syu/ddn)

'Mudik Naik Motor Jangan Jauh-jauh'

Jakarta - Mudik menggunakan kendaraan motor sebenarnya tidak disarankan. Tetapi jika perjalanannya tidak jauh, sah-sah saja jika Otolovers menggunakan roda dua.

Itu yang disarankan GM Marketing PT Asean Motor International (produsen motor APP-KTM) Redy Sun di Jakarta.

"Kami tidak mengajurkan setiap konsumen kami untuk mudik menggunakan sepeda motor, kalau bisa mudik naik motor tidak jauh-jauh," kata Redy.

Tapi kalau memang konsumen mau mudik menggunakan sepeda motor APP-KTM menawarkan paket service hemat cukup Rp 80 ribu. "Bahkan yang tidak mudik menggunakan sepeda motor juga boleh sekali untuk mengikuti program service hemat ini," tambahnya.

Redy mengatakan APP-KTM menyediakan diler hingga 45 titik untuk wilayah pulau Jawa, yang berada di Cikampek, Karawang, Cirebon, jalur-jalur pantura, Semarang, Magelang, Purwokerto hingga surabaya. Dan 72 titik di pulau Sumatera, yang semuanya akan beroperasi sesuai jam kerja para diler.

"Tapi Kalau bisa ikut program pemerintah saja, pengendaranya naik bis dan motornya naik truk. Tapi motornya di servis terlebih dahulu, dengan paket murah yang bisa menguntungkan konsumen. Terlebih yang bisa ikut program service hemat ini tidak harus yang membeli motor sekarang, service ini juga berlaku untuk konsumen yang telah memiliki APP-KTM sejak tahun 2000 juga bisa mengikuti program ini," ujarnya.

"Dan saran kami sebelum mudik, lebih baik dilakukan service kendaraan terlebih dahulu, menjaga fisik badan, menggunakandan berlaku safety seperti menggunakan helm, dan paling penting mematuhi peraturan serta berdoa," katanya.

(lth/ddn)

Alfa Romeo Spider Siap Reborn

Alfa Romeo Spider Siap Reborn Milan - Alfa Romeo siap kembali menggebrak dunia dengan mobil baru mereka. Kali ini mereka dikabarkan tengah mempersiapkan mobil sport mungil bernama Alfa Romeo Spider.

Mobil sport ini dibangun dengan platform yang sama dengan Mazda MX-5 dan desainnya dikerjakan oleh Marco Tencone, kepala desainer di Alfa Romeo dan Maserati. Tencone bersama tim mengerjakan desain mobil ini di dua studia, Fiat Centro Stile dan sebuah studio satelit di Jepang.

Tencone yang juga merancang mobil sport Alfa 4C dan Maserati Quattroporte dan sedan Ghibli ini tidak terpaku pada sejarah desain Alfa Romeo. Desain Duetto di pertengahan tahun 1960 sudah tidak terlihat meski aura mobil konsep Duettotanta yang lahir di 2010 cukup terasa.

"Spider terbaru pasti tidak akan retro dalam hal desain," kata sumber di Alfa Romeo seperti dikutip Autocar. "Spider harus kontemporer dan harus masuk ke dalam kisaran 4C modern," tambahnya.

Sebagai sebuah mobil sport mungil, Alfa Romeo Spider didesain untuk menjadi mobil yang kompak namun tetap memiliki garis tegas ala sebuah mobil sport.

Alfa Romeo dan Mazda berbagi paltform untuk melahirkan mobil ini, tapi urusan desain, Spider diklaim bakal lebih stylish dibanding MX-5, tapi keduanya tetap akan ringan karena hanya akan memiliki bobot antara 1.000-1.100 kg saja berkat penggunaan baja berkekuatan tinggi dalam sebagaian besar struktur tubuh.

"(Tapi) mereka akan memiliki tubuh yang berbeda," kata sumber disana.

Untuk jantungnya, mesin 1.4 TB MultiAir dengan turbocharged diperkirakan akan ditempatkan di mobil ini dengan pilihan output antara 119 bhp atau 168 bhp. Mesin itu digunakan oleh Giulietta, tapi diperkirakan untuk Spider tenaganya bakal lebih kuat dari itu.

Karena itu, meski menggunakan platform yang sama, Spider dan MX-5 tidak akan sama. Autocar mengatakan kalau persentase kemiripan di antara keduanya hanya bakal berada di angka 40 persen.

Peluncuran keduanya pun akan terpisah meski tetap di tahun yang sama, 2015.

Alfa Romeo Spider sendiri bukanlah keluarga baru di Alfa Romeo. Nama ini terkenal dan telah diproduksi Alfa Romeo dari 1966 sampai 1993 dan telah memiliki empat generasi.

Total sudah ada 124.104 Alfa Romeo Spider yang diproduksi dalam rentang 1966-1993 itu.

(syu/ddn)

Jelang Lebaran, Pembiayaan Adira Finance Naik 20%

Jelang Lebaran, Pembiayaan Adira Finance Naik 20% Jakarta - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) menjelang lebaran ini mencatat lonjakan pembiayaan kendaraan. Hal itu berlaku untuk kendaraan roda 2 ataupun roda 4.

"Pasar naik, kalau untuk pasarnya saya kurang tahu, tapi kita bisa rasakan dari booked kita itu naik, kalau motor sekitar 20 persen, sedangkan mobil hampir mencapai 20 persen," kata Deputy Director, Head Of Retail Car Financing PT Adira Dinamika Multi Finance Niko Kurniawan saat ditemui detikOto di fX Mall, Jakarta, Senin (29/7/2013) malam.

Dia juga mengatakan bahwa saat ini porsi pembiayaan mobil dengan motor itu sekitar 54 persen dan 46 persen untuk kendaraan roda 4 atau mobil.

Sementara itu untuk kesiapan mudik meskipun tidak terjun langsung ke lapangan Adira sudah bekerja sama dengan Merek Motor terkemuka untuk membuka stand bagi pemudik.

"Kita tidak membuka stand secara langsung untuk pemudik, namun kita sudah bekerja sama dengan pemegang merek tersebut," ungkapnya.

(ddn/ddn)

Kasus AC, Daimler Siap Gugat Prancis

Kasus AC, Daimler Siap Gugat Prancis Munich - Produsen mobil Daimler sedang berseteru dengan pemerintah Prancis karena beberapa modelnya dilarang masuk ke sana. Daimler pun siap menggugat pemerintah Prancis.

Pabrikan asal Jerman itu mengatakan bahwa ia akan mengambil tindakan hukum terhadap pemerintah Perancis yang melarang kendaraan Mercedes masuk Prancis karena dianggap masih menggunakan AC yang tidak ramah lingkungan.

Pejabat Daimler seperti dikutip Inautonews mengatakan bahwa mereka tidak setuju dengan otoritas Perancis, yang mengutip Pasal 29 aturan Uni Eropa yang memungkinkan sebuah negara untuk melarang pendaftaran kendaraan baru jika mereka membahayakan kesehatan masyarakat atau lingkungan atau jika kendaraan dianggap sebagai memiliki cukup risiko untuk keselamatan lalu lintas.

"Argumen ini sangat tidak bisa dipahami dan tidak dapat diterapkan dalam kasus ini karena hampir semua mobil baru dan bekas di jalan-jalan Eropa dilengkapi dan terbukti dan aman menggunakan refrigeran R134a dan akan terus begitu sampai akhir 2016," kata perusahaan dalam sebuah pernyataan tertulis.

Meski begitu, pemerintah Prancis mengatakan akan melanjutkan pembekuan penjualan Mercedes A-Class, B-Class dan CLA yang masih menggunakan refrigerant yang dilarang, bahkan jika Daimler bergerak ke pengadilan.

Model yang telah diblokir Prancis itu menyumbang 2% dari pengiriman global perusahaan dan sebagian besar penjualan merek itu di Prancis.

Di sisi lain, sebuah PTUN memerintahkan pemerintah Perancis untuk memeriksa kembali keputusan tersebut, setelah pembuat mobil Jerman mengatakan bahwa pembekuan penjualan tidak sesuai dengan prosedur Uni Eropa untuk "tindakan pengamanan."

(syu/ddn)

Sering Ngantuk Saat Nyetir? Kenali Jam Biologis Anda

Sering Ngantuk Saat Nyetir? Kenali Jam Biologis Anda Jakarta - Musuh terbesar saat berkendara mobil atau sepeda motor itu adalah rasa kantuk. Sekejap saja kita memejamkan mata saat berkendara, kecelakaan sudah di depan mata.

Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa Anda sering merasakan ngantuk berat saat berkendara. Selain kurang tidur adakah faktor dari makanan atau minuman?

Pakar Tidur, Dr Andreas Prasadja mengatakan selain kurang tidur tidak ada lagi faktor lainnya yang menyebabkan kantuk yang begitu dahsyat. Apalagi faktor makanan dan minuman, itu tidak ada.

"Kalau obat tidur sudah pasti, tapi kalau zat-zat atau makanan yang dapat menyebabkan kantuk saat berkendara itu tidak ada," kata Dr Andreas Dalam diskusi "Ngantuk Berkendara=Maut", di Aston Rasuna, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (29/7/2013) kemarin.

Nah, jika Anda memang sering merasakan kantuk yang luar biasa saat berkendara itu dinamakan Anda mengidap penyakit Hipersomnia atau masih merasa mengantuk walaupun sudah tidur cukup.

Lalu bagaimana jika memang sudah seperti itu, apa yang harus dilakukan agar tetap bisa mengemudi mobil atau membawa motor?

"Kenali jam biologis Anda. Sudah pasti Anda paham betul masalah jam biologis Anda setiap harinya," katanya lagi.

Yang dimaksud jam biologis lanjut Andreas, seperti jam berapa kita lapar, jam berapa kita mengantuk atau hal lainnya. Jika sudah mengetahui jam biologis masing-masing, jadi janganlah berkendara di saat-saat atau jam mengantuk Anda.

"Kalau memang penting harus berangkat ya putuskan untuk menggunakan kendaraan umum saja," tuntasnya.

(ady/ddn)

'Perilaku Berkendara di Jakarta Sangat Buruk'

Jakarta - Salah satu faktor terjadinya kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh kurang disiplinnya pengendara mobil atau motor. Di Jakarta ini contohnya, masih banyak pengendara yang memiliki prilaku yang tidak baik untuk ditiru.

Kasubdit Keamanan dan Keselamatan Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Irvan Prawira menuturkan kalau perilaku orang berkendara di Jakarta beda dengan di wilayah di Indonesia lainnya. Di Jakarta prilaku berkendaranya masih kurang baik.

"Pengalaman saya ketika pergi ke Jogja, disana kalau lampu merahnya belum hijau maka masyarakatnya tetap menunggu sampai hijau, beda dengan di Jakarta, baru lampu kuning saja klakson sudah dibunyikan," kata Irvan dalam diskusi "Ngantuk Berkendara=Maut", di Aston Rasuna, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (29/7/2013).

Contoh seperti itu, lanjut Irvan yang harus ditiru oleh pengendara yang ada di Jakarta. Setidaknya jika perilaku pengendara jauh lebih sabar, kecelakaan bisa di minimalisir.

"Nah buat yang tinggal di Jakarta terus mudik ke kampung halamannya jangan bawa perilaku seperti itu ke kota Anda, apalagi yang mudik ke Jogja. Contoh perilaku pengendara disana," timpalnya.

Ditambahkannya, perilaku berkendara itu sangat mempengaruhi terjadinya kecelakaan. Berkendaralah dengan sadar, bertanggung jawab, disiplin juga peda serta peduli akan keselamatan baik diri sendiri ataupun orang lain.

(ady/syu)